Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pendampingan Dan Pembuatan Video Profil Sebagai Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Wisata Sama Guna Kabupaten Lombok Utara Rusyada, Gozin Najah; Hidayat, Irfan; Gunalan, Sasih
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 2 No. 1: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2024
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v2i1.74

Abstract

Sama Guna tourist village in North Lombok Regency has great natural and cultural tourism potential. However, limitations in promotion are a major challenge for the village to attract more tourists. One solution that can be done is to make an informative and interesting village profile video. This community service activity is in the form of mentoring and making a video profile of Sama Guna Tourism Village. This activity actively involves the local community to explore the potential of the village, build promotional narratives, and produce profile videos that authentically represent the village identity. The service method adopts the Participatory Action Research (PAR) service model, with stages including preparation, implementation, and evaluation. The results of the activity show an increase in community understanding of the importance of digital promotional media, as well as producing profile videos that are ready to be used to promote tourist villages on various platforms.
Analisis Bahasa Visual dan Semiotika dalam Karya Affandi dari Perspektif Linguistik Gunalan, Sasih; Haryono, Haryono; Putrajip, Mohamad Yudisa
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.151

Abstract

Lukisan bukan sekadar media ekspresi estetis, tetapi juga merupakan sistem tanda yang menyampaikan makna. Dalam perspektif linguistik, khususnya melalui pendekatan semiotika, lukisan dapat dianalisis sebagai bentuk “teks” visual yang memiliki struktur, simbol, dan narasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa visual dalam lukisan-lukisan karya Affandi sebagai bentuk komunikasi non-verbal yang sarat akan tanda dan makna. Dengan pendekatan semiotika Saussure dan Peirce, serta didukung oleh pemikiran Roland Barthes, penelitian ini membongkar bagaimana bentuk, warna, garis, dan gestur dalam lukisan Affandi membentuk sistem tanda visual yang merepresentasikan emosi, realitas sosial, dan pengalaman personal sang seniman. Metode penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis visual terhadap lima karya Affandi yang dianggap representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa visual dalam karya-karya Affandi tidak hanya menghadirkan pesan estetika, tetapi juga menyimpan kedalaman makna sosial, spiritual, dan eksistensial. Dalam konteks ini, Affandi bertindak sebagai “penutur” dalam sistem bahasa visual yang khas, memanfaatkan ikon, indeks, dan simbol secara simultan untuk membangun komunikasi emosional dengan penikmat karyanya. Temuan ini memperkuat argumen bahwa analisis linguistik, khususnya melalui pendekatan semiotika, dapat diterapkan pada seni visual untuk memahami pesan-pesan tersembunyi di balik bentuk dan warna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perluasan wilayah studi linguistik yang mencakup teks-teks non-verbal, sekaligus memperkaya kajian seni rupa melalui pembacaan semiotik yang lebih mendalam.
Besiru sebagai Konsep Desain Poster Pameran Art Mandalika Gunalan, Sasih; Satria, Christofer; Haryono, Haryono
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2023): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v5i1.2941

Abstract

ABSTRACTExhibitions can be one of the artistic patterns in presenting works, which are personal or individualistic. These artistic patterns can continue to be carried out by artists in strengthening their existence in the midst of the existing art field. The Mandalika art exhibition carries the theme Besiru as a representation of locality in covering various locality approaches that exist in the tribes of West Nusa Tenggara. Besiru is a social pattern that many people are starting to forget in the midst of modernization.The type of approach used is qualitative research with a naturalistic approach. Qualitative research or also known as naturalistic research. Data analysis techniques are carried out through the activities of collecting data, reducing data, classifying data, analyzing and drawing conclusions. The theoretical study used in this paper is Stuart Hall's representation theory.The conclusion of this study is that all components of design publication, work concept and exhibition management have a common thread with the exhibition theme, namely Besiru. The theme is present as a shared representation of a traditional activity that has begun to be forgotten. The relevance of the Besiru tradition as part of the Mandalika art can be found in the design of the publication and several other things. The illustration of the poster design for the Mandalika art exhibition, taken from several images done by the artists in collaborative installations and individual works. Apart from the exhibition design concept, the philosophical theme of Besiru is also implemented through a curatorial design written by the curator. Besiru's concept and philosophy also became the framework for the artists in creating three collaborative works that they worked on together.Keyword : Besiru, Design, Poster, Fine Art Exhibition
Kajian Representasi Komunikasi Estetik pada Karya Lukis Satar Tacik Yasa, I Nyoman Miyarta; Gunalan, Sasih; Dewi, Ni Putu Sinta
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i2.4518

Abstract

Karya seni adalah ekspresi unik dari setiap seniman dan menjadi bentuk realistis dari gagasan estetik yang dapat dinikmati oleh para pecinta seni. Dalam proses penciptaan karya seni rupa, terjadi dialog mendalam antara berbagai fenomena dan faktor psikobiografi seniman. Salah satunya yang dapat dilihat pada karya-karya Satar Tacik, dalam merepresentasikan pola komunikasi estetik pada karya lukisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurai bentuk dan makna representasi komunikasi estetik yang dihadirkan dalam karya lukis Satar Tacik. Narasumber inti pada kajian ini ialah Satar Tacik. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dokumen foto karya, katalog dan beberapa terbitan media. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi estetik dalam mengkaji representasi visual yang dihadirkan dalam karya lukisnya. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif naturalistik, dengan beberapa tahap penting seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi estetik dalam lukisan Satar Tacik dihadirkan melalui sajian tema tradisi dengan bahasa ungkap yang khas, melalui penggunaan tekstur artifisial pada bidang kanvasnya. Selain itu, komunikasi estetik yang dihadirkan merupakan refleksi personal seniman dalam menghadirkan kembali masa lalu sebagai representasi kondisi psikobiografi sang seniman yang dihadirkan melalui berbagai simbol dan bentuk. Kesimpulan penelitian ini ialah hadirnya representasi estetik yang dihadirkan Satar Tacik, merupakan sarana efektif sang seniman dalam menjabarkan segala ide dan gagasan yang dimiliki, melalui karya seni rupa. Hadirnya bentuk dan subject matter yang dihadirkan Satar Tacik, merupakan pengaruh kuat faktor psikobiografi yang ia serap selama perjalanan karirnya sebagai seorang seniman.
Penyusunan Silabus dan Buku Ajar untuk English for Young Learners di Jage Kastare Foundation Junaidi, Ahmad; Gunalan, Sasih; Hidayat, Yudha
DARMADIKSANI Vol 1 No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i1.88

Abstract

ABSTRAK Salah satu permasalahan dalam gerakan pengajaran Bahasa Inggris di daerah dengan akses pendidikan rendah adalah kurangnya materi ajar yang dikemas dalam silabus yang fleksibel dan reflektif. Oleh karena itu, kami mengorganisir kegiatan lokakarya penyusunan silabus dan buku ajar untuk program English for Young Learners bersama relawan Yayasan Jage Kastare. Dua belas relawan terlibat dalam penyusunan pelevelan, silabus, dan buku ajar. Hasilnya, program EYL JKF dibagi menjadi empat kelas yaitu Crawler, Walker, Runner, dan Flyer, dengan mengkombinasikan pendekatan Cambridge dengan interpretasi pendidikan Bahasa Inggris kritis. Silabus disusun dengan mengedepankan fleksibilitas pendekatan dan penciptaan kegiatan yang menyenangkan agar siswa mendapatkan kesan yang positif dalam konteks English for Young Learners. Buku ajar tersusun, namun masih terus membutuhkan perbaikan dalam beberapa aspek terutama mengenai hak cipta dan penambahan konten lokal. ABSTRACT One of the issues in the English language teaching movement in areas with low access to quality education is the lack of teaching materials packaged in a flexible and reflective syllabus. Therefore, we organized workshops for the preparation of syllabus and textbooks for the English for Young Learners program with volunteers from the Jage Kastare Foundation. Twelve volunteers were involved in preparing the leveling, syllabus and textbooks. The English for Young Learners program is divided into four classes, namely Crawler, Walker, Runner, and Flyer, by combining the Cambridge approach and critical English pedagogy in content. The syllabus was prepared by prioritizing the flexibility of approach and the creation of fun activities so that students gain a positive impression in their process learning English as young learners. The textbooks were successfully composed, but still needing improvement in many aspects, especially regarding copyright and the addition of more local content.
Lelampaq Lendong Kaoq: Comic Design to Strengthen Local Literacy Lukman, Lukman; Hasbullah, Hasbullah; I Nyoman Yoga Sumadewa; Sasih Gunalan
Meraki: Journal of Creative Industries Vol. 2 No. 02 (2025): Contextualizing Design: Bridging Tradition and Technology, Translating Trends
Publisher : Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/meraki.v2i02.6964

Abstract

A high level of reading literacy is very important for the nation's progress, however the reading literacy of students in Indonesia is still below the international average. To overcome this, the government instructed every school, including junior high schools, to allocate special time for literacy activities. One effective way is to provide interesting reading books, such as comics, which students prefer. At Mataram City Middle School, students tend to be less familiar with local folklore, so it is necessary to introduce stories such as "Lelampaq Lendong Kao," which contains a good moral message. Therefore, the designer plans to make the comic "Lelampaq Lendong Kao" using the design thinking method to design the right work. Apart from comics, supporting media such as t-shirts, posters and mugs will also be created to support the attraction. With this design, it is hoped that students will be more interested in reading, both during literacy hours and in their free time.