Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dissemination of UV-Based Dryer for Rice Milling Business of Citra Mandiri Farmer Group in Perapaakan Village, Sambas Regency: Diseminasi Alat Pengering UV Dryer Pada Usaha Penggilingan Padi Kelompok Tani Citra Mandiri Desa Perapakan Kabupaten Sambas Ekawati; Rahmatullah Rizieq; Manurung, Sondang Sylvia; Sigit Sugiardi; Bancin, Hardi Dominikus
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1610

Abstract

Rice production and rising demand necessitate rice milling. The Citra Mandiri farmer group's rice milling operation still relies on sun irradiation to dry grains in the field, making it less efficient and limiting rice sales to Sambas Regency. UV Dryer drying technology distribution and counseling, marketing management support through packaging, trademarks, and online media marketing. This action led to the construction of an 8m × 10m UV Dryer drier house, which allows partners to dry twice as much harvested grain from 750 kg – 1000 kg to 1500 kg – 2000 kg in one day instead of two. Mitra's Cap Gunung rice bag lets partners promote their rice to different locations through IG's social media channels without worrying about mixed rice. Abstrak Produksi beras dan meningkatnya permintaan mengharuskan penggilingan padi. Operasi penggilingan padi kelompok tani Citra Mandiri masih mengandalkan penyinaran sinar matahari untuk mengeringkan gabah di lapangan, sehingga kurang efisien dan membatasi penjualan beras ke Kabupaten Sambas. Distribusi dan konseling teknologi pengeringan Uv Dryer, dukungan manajemen pemasaran melalui pengemasan, merek dagang, dan pemasaran media online. Tindakan ini mengarah pada pembangunan rumah pengering Pengering UV 8m × 10m, yang memungkinkan mitra untuk mengeringkan biji-bijian yang dipanen dua kali lebih banyak dari 750 kg – 1000 kg menjadi 1500 kg – 2000 kg dalam satu hari, bukan dua. Kantong beras Cap Gunung Mitra memungkinkan mitra mempromosikan beras mereka ke lokasi yang berbeda melalui saluran media sosial IG tanpa khawatir tentang beras campuran.
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik Cair, Pemasaran Online Pada Usaha Hidroponik Panti Asuhan Baitul Hikmah Kabupaten Kuburaya Ekawati, Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Ellyta, Ellyta; Masulili, Agusalim; Sutikarini, Sutikarini
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.63056

Abstract

Meningkatnya biaya produksi untuk kebutuhan nutrisi dan terbatasnya pemasaran sayuran hidroponik yang dihasilkan menjadi kendala yang dihadapi oleh usaha hidroponik panti asuhan Baitul Hikmah. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) Peningkatan pengetahuan mitra dalam membuat pupuk organik cair sebagai alternatif pendamping pupuk anorganik yang digunakan, dan 2). Peningkatan sistem pemasaran sayuran hidroponik melalui pemasaran online. Setelah dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), dipraktekkan cara pembuatannya POC serta ditunjukkan bahan-bahan yang harus dipersiapkan mendapat respon positif  dan antusias peserta. Hal ini terlihat dari seluruh peserta mengetahui dan paham membuat pupuk organik cair sendiri,  dan seluruh peserta atau 100% peserta tertarik untuk membuat pupuk organik cair karena prosesnya mudah dilakukan dan bahan-bahannya mudah didapat dan tersedia disekitar lingkungan panti. Manfaat lain yang diperoleh yaitu POC yang dihasilkan mempunyai nilai ekonomis karena bisa dijual, dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang selama ini digunakan sehingga mengurangi biaya produksi, POC ini diaplikasikan oleh mitra untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan sebagai upaya untuk menjual produk hidrponik yang organik. Penjualan produk sayur hidroponik mitra yang sebelumnya dilakukan secara langsung kepada pengunjung dan langganan tetap, sekarang mulai meningkat dengan menggunakan pemasaran secara online melalui Instagram dan Facebook.Kata kunci : hidroponik; pupuk organik cair; panti asuhan; pemasaran online
Pengembangan Produk Eco-Friendly Berbahan Eceng Gondok Melalui Green Branding Bagi KWT Maju Jaya Rianti Ardana Reswari; Rini Suryani; Rahmatullah Rizieq
Jurnal Insan Pengabdian Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Insan Pengabdian Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/jouipi.v4i3.1022

Abstract

This community engagement program was initiated in response to the underutilization of water hyacinth by the Maju Jaya Women Farmers Group (KWT Maju Jaya) in Parit Keladi Village as a raw material for economically valuable products. The main challenges faced by the partner group included limited technical knowledge of humic acid production and insufficient understanding of green branding for the development and commercialization of eco-friendly products. The program aimed to introduce fermentation technology using Effective Microorganisms (EM-4) for the production of liquid humic acid and to develop a green brand identity to support product marketing. The implementation methods comprised awareness sessions on the business potential of eco-friendly products, practical training in humic acid production, and training on the development of a green brand identity, with KWT Maju Jaya actively involved as the community partner. Evaluation results demonstrated a substantial improvement in participants’ understanding of humic acid production, increasing from an average of 1.7% before the intervention to 85.4% after the intervention, with an N-Gain score of 0.85, categorized as high. Similarly, participants’ understanding of green branding increased from an average of 0.8% to 86.7%, with an N-Gain score of 0.87, also categorized as high. Overall, the program strengthened the partner group’s production and marketing capacities, contributed to reducing aquatic environmental pollution through the productive utilization of water hyacinth, and created opportunities for additional income generation beyond conventional rice farming activities.