Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengolahan Pupuk Organik dari Sampah Rumah Tangga pada KWT Mentari di Kota Pontianak Reswari, Rianti Ardana; Ekawati, Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Suryani, Rini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1943

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan penyumbang utama sampah di Kota Pontianak yang belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan pekarangan. Metode pengabdian dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan teknik pembuatan pupuk organik secara sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai pengolahan pupuk organik, dengan seluruh peserta mencapai tingkat pemahaman 100% setelah pelatihan. Kegiatan ini berdampak pada pengurangan volume sampah rumah tangga, peningkatan kesuburan lahan pekarangan, serta pemberdayaan ekonomi anggota KWT secara mandiri.
Seberapa Menguntungkan Usahatani Cabai Rawit di Desa Pahauman? Dandi, Mika; Youlla, Donna; Rizieq, Rahmatullah; Ekawati, Ekawati; Bancin, Hardi Dominikus
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 10 No. 1 (2025): JES (Jurnal Ekonomi STIEP)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v10i1.465

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani kecil. Namun, usahatani cabai rawit rentan terhadap fluktuasi harga pasar dan ketidakpastian produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani cabai rawit di Desa Pahauman, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, serta mengukur kelayakan usahatani dari aspek finansial. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan teknik simple random sampling terhadap 37 responden dari populasi 74 petani. Data dianalisis melalui perhitungan biaya tetap, biaya variabel, total penerimaan, dan pendapatan bersih per musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp 18.137.495, sedangkan rata-rata penerimaan mencapai Rp 170.100.000, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 151.968.586 per musim tanam. Usaha tani ini tergolong sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun demikian, tingginya pendapatan belum sepenuhnya menjamin keberlanjutan usaha karena adanya risiko fluktuasi harga yang signifikan serta ketimpangan dalam akses input dan informasi pasar. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kelembagaan, penguatan akses informasi harga, serta dukungan sarana produksi agar keuntungan yang diperoleh petani dapat berkelanjutan dan merata. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan pembangunan pertanian di daerah pedesaan. Kata Kunci: pendapatan petani, cabai rawit, biaya produksi, penerimaan, fluktuasi harga
Empowering Housewives Through Creativity-Based Paper and Plastic Waste Management in Sungai Jawi Village Outside Pontianak City: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Pengelolaan Sampah Kertas Dan Plastik Berbasis Kreativitas Di Desa Sungai Jawi Luar Kota Pontianak Rizieq, Rahmatullah; Zalviwan, Muhammad; Ekawati, Ekawati; Bancin, Hardi Dominikus
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4271

Abstract

Household waste management, particularly paper and plastic waste, remains a significant challenge in Pontianak due to limited public awareness and skills in recycling. This community service program aimed to empower housewives through creativity-based waste management training so that paper and plastic waste could be transformed into useful and economically valuable products. The methods included socialization on types and benefits of recycling, hands-on training in crafting products from paper and plastic, and mentoring on product marketing. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge, skills, and marketing understanding. Before the training, most participants were unfamiliar with recycling processes and product utilization. Afterward, all participants were able to produce creative products and apply basic marketing strategies, including the use of social media. Moreover, the majority expressed interest in starting small businesses based on recycled crafts. Thus, this program effectively enhanced the capacity of housewives to manage waste productively while opening sustainable creative economic opportunities. Abstrak Pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya kertas dan plastik, masih menjadi permasalahan di Kota Pontianak akibat rendahnya kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan ibu rumah tangga melalui pelatihan pengelolaan sampah berbasis kreativitas agar limbah kertas dan plastik dapat diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi mengenai jenis dan manfaat daur ulang, praktik pembuatan kerajinan tangan, serta pendampingan aspek pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman pemasaran peserta. Jika sebelumnya sebagian besar belum mengenal proses daur ulang, setelah pelatihan seluruh peserta mampu menghasilkan produk kreatif dan memahami strategi pemasaran sederhana, termasuk pemanfaatan media sosial. Mayoritas peserta juga menyatakan keinginan untuk memulai usaha kecil berbasis kerajinan daur ulang. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam mengelola sampah secara produktif sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berkelanjutan.
Dissemination of UV-Based Dryer for Rice Milling Business of Citra Mandiri Farmer Group in Perapaakan Village, Sambas Regency: Diseminasi Alat Pengering UV Dryer Pada Usaha Penggilingan Padi Kelompok Tani Citra Mandiri Desa Perapakan Kabupaten Sambas Ekawati; Rahmatullah Rizieq; Manurung, Sondang Sylvia; Sigit Sugiardi; Bancin, Hardi Dominikus
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1610

Abstract

Rice production and rising demand necessitate rice milling. The Citra Mandiri farmer group's rice milling operation still relies on sun irradiation to dry grains in the field, making it less efficient and limiting rice sales to Sambas Regency. UV Dryer drying technology distribution and counseling, marketing management support through packaging, trademarks, and online media marketing. This action led to the construction of an 8m × 10m UV Dryer drier house, which allows partners to dry twice as much harvested grain from 750 kg – 1000 kg to 1500 kg – 2000 kg in one day instead of two. Mitra's Cap Gunung rice bag lets partners promote their rice to different locations through IG's social media channels without worrying about mixed rice. Abstrak Produksi beras dan meningkatnya permintaan mengharuskan penggilingan padi. Operasi penggilingan padi kelompok tani Citra Mandiri masih mengandalkan penyinaran sinar matahari untuk mengeringkan gabah di lapangan, sehingga kurang efisien dan membatasi penjualan beras ke Kabupaten Sambas. Distribusi dan konseling teknologi pengeringan Uv Dryer, dukungan manajemen pemasaran melalui pengemasan, merek dagang, dan pemasaran media online. Tindakan ini mengarah pada pembangunan rumah pengering Pengering UV 8m × 10m, yang memungkinkan mitra untuk mengeringkan biji-bijian yang dipanen dua kali lebih banyak dari 750 kg – 1000 kg menjadi 1500 kg – 2000 kg dalam satu hari, bukan dua. Kantong beras Cap Gunung Mitra memungkinkan mitra mempromosikan beras mereka ke lokasi yang berbeda melalui saluran media sosial IG tanpa khawatir tentang beras campuran.