Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KOMPARASI PENDAPATAN USAHATANI PADI BERDASARKAN PENGGUNAAN BENIH DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA Ekawati; Reiza Darmawan; Rahmatullah Rizieq
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 8 No. 1 (2023): JES (Jurnal Ekonomi STIEP)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v8i1.148

Abstract

This study aims to compare rice farming income between those using certified and non-certified seeds. The results of this study can provide an overview of the income farmers will obtain if they use certified seeds. The research was conducted in Sungai Kakap village, Sungai Kakap sub-district, Kubu Raya Regency. Most rice is produced in this area, so it was chosen as the research location. The research sample consisted of 30 farmers consisting of 22 farmers using non-certified seeds and eight farmers using certified seeds. The research data is processed so that RC Ratio can be obtained and continued with the different tests between income. The results showed that the income from rice farming with certified seeds was higher than non-certified seeds. However, the value of the RC ratio for farms with non-certified seeds is higher. The t-test results concluded that there is a significant difference between farm income using certified and non-certified seeds statistically. Finding certified seeds that will increase production and save costs is advisable. The four farmers are also advised to be able to use certified seeds in their farming business
Rebranding Produk Pupuk Organik Kelompok Tani Usaha Bersama Melalui Kemasan dan Pemasaran Digital Reswari, Rianti Ardana; Rizieq, Rahmatullah; Suryani, Rini; Ekawati
Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2, Issue 2, Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ashabdimas.v2i2.937

Abstract

Optimalisasi nilai komersial pada produk pertanian dapat ditingkatkan dengan digitalisasi pemasaran olahan hasil pertanian. Pupuk organik mempunyai nilai komersial di sektor pertanian. Minimnya pengetahuan tentang digitalisasi pemasaran bagi petani mengakibatkan terhambatnya proses penjualan produk, perluasan segmen pasar dan penurunan daya saing produk. Kelompok Tani Usaha Bersama adalah kelompok tani yang berlokasi di Desa Parit Keladi telah manfaatkan limbah kotoran sapi sebagai pupuk organik namun dalam proses pemasaran masih terbatas pada masyarakat perdesaan sehingga membutuhkan strategi rebranding produk yang mencakup kemasan dan pemasaran digital untuk memperluas segmen pasar. Adaptasi petani pada digitalisasi pemasaran dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dan persaingan pasar. Pemasaran digital melalui media sosial dan search engigne menyediakan prospek untuk menjangkau calon pelanggan potensial dan mengefektifkan biaya pemasaran. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengembangkan pangsa pasar melalui rebranding produk pupuk organik Kelompok Tani Usaha Bersama di Desa Parit Keladi dengan sosialisasi pada pembuatan kemasan dan penggunaan pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pendampingan dan pelatihan untuk rebranding produk melalui memperbaharui kemasan dan merek pupuk organik granul “Subur” dengan memperkenalkan konsep pemasaran digital melalui media sosial (Facebook dan Instagram) dan mengintegrasikan dengan search engine pada titik lokasi (Google Maps) untuk mempermudah penelusuran produk. Hasil dari kegiatan pengabdian bahwa anggota tani dapat mengaplikasikan pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan pupuk organik granul secara mandiri.
Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Jenis Pengairan di Kecamatan Sengah Temila Agapitus, Ardianto; Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Bancin, Hardi Dominikus
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 9 No. 1 (2024): JES (Jurnal Ekonomi STIEP)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v9i1.275

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Saham dan Desa Petai, Kabupaten Landak, dari Agustus - Desember 2023. Tujuannya adalah untuk membandingkan pendapatan petani padi sawah tadah hujan dan irigasi. Sampel penelitian melibatkan 62 petani, masing-masing 31 dari Desa Saham dan Desa Petai. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani padi sawah tadah hujan di Desa Saham adalah Rp.3.556.103/Mt, sedangkan petani padi sawah irigasi di Desa Petai adalah Rp.4.475.281/Mt. Uji beda t menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua dusun dengan perbedaan pendapatan rata-rata sebesar Rp.883.221. Penelitian ini penting karena produktivitas padi di Desa Saham rendah akibat kerusakan irigasi. This research was conducted in Saham Village and Petai Village, Landak Regency, from August – Desember 2023. The objective was to compare the income of rainfed and irrigated wetland paddy farmers. The research sample involved 62 farmers, 31 each from Village Saham and Village Petai. Results showed that the average income of rainfed wetland paddy farmers in Village Saham was Rp.3,556,103/Mt, while irrigated wetland rice farmers in Village Petai was Rp.4,475,281/Mt. The independent t-test showed a significant difference between the two groups with an average income difference of Rp.883,221. This research is important because rice productivity in Saham Village is low due to irrigation damage.
Sustainability of Adoption of New Improved Rice Variety Innovation in West Kalimantan Coastal Areas: Review of Social and Cultural Aspects Bancin, Hardi Dominikus; Ekawati, Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Ellyta, Ellyta
Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ae.84364

Abstract

As a staple food in Indonesia, rice has significant socio-economic value, especially in regions such as West Kalimantan. However, the variability of rice production poses a challenge to food security and economic stability. This study assesses the sustainability of the adoption of new improved rice varieties (VUBs) in West Kalimantan, focusing on social and cultural aspects using Multi-Aspect Sustainability Analysis (MSA). Focus group discussions and expert interviews were used to identify important factors affecting VUB adoption. The results indicated a sustainable adoption status (54.17%), with potential for improvement (58.33%) in the future. Farmer education emerged as the most sensitive factor, highlighting the need for educational interventions to improve technology access and adoption. In addition, farmers' knowledge of VUB, culture of mutual cooperation, the absence of social conflict, and positive consumer preference for VUB rice are also critical for adoption. Recommendations include targeted educational interventions, improved knowledge dissemination strategies, consideration of the cultural context, conflict management approaches, and market-oriented strategies to sustainably increase VUB adoption. Addressing these factors can contribute to sustainable agriculture and rural development in West Kalimantan and similar contexts, ensuring long-term benefits for farmers and food security.
Pemberdayaan Masyarakat Dusun Cendrawasih Melalui Pendampingan Produksi Pupuk Kompos Eceng Gondok Suryani, Rini; Rizieq, Rahmatullah; Reswari, Rianti Ardana; Ekawati, Ekawati
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16425

Abstract

Tertutupnya permukaan sungai oleh eceng gondok berdampak negatif terhadap lingkungan terutama menyebabkan pendangkalan Sungai. Hal ini terjadi khususnya di RT. 005 Dusun Cendrawasih Kabupaten Kubu Raya. Eceng gondok tersebut belum dimanfaatkan secara ekonomis, saat ini Eceng gondok hanya dikendalikan dengan menggunakan herbisida. Pertumbuhan eceng berlangsung sangat cepat sehingga menjadi permasalahan bagi warga RT. 005 Dusun Cendrawasih Kabupaten Kubu Raya. Eceng gondok dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis salah satunya pupuk kompos. Pupuk kompos Eceng gondok dapat dimanfaatkan bagi warga RT 005 Dusun Cendrawasih yang Sebagian besar berprofesi sebagai petani.  Kegiatan PKM ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan produk olahan Eceng gondok berupa pupuk kompos. Adapun teknologi yang disiapkan guna mendukung pproduksi kompos yaitu mesin pencacah Eceng gondok. Mesin ini dapat memudahkan proses pencacahan ukuran eceng gondok yang akan dikomposkan. Dimana semakin kecil ukuran bahan baku kompos maka akan menghemat waktu dan memprcepat pengomposan. Selain itu, melalui PKM ini bertujuan pula untuk meningkatkan mutu produk termasuk pengemasan atau packaging sehingga menjadi produk yang siap untuk dipasarkan. Setelah dilakukannya PKM, Kelompok Tani Usaha Bersama Kecamatan  Sungai  Kakap  Kabupaten  Kubu  Raya  terjadi  peningkatan  pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam membuat kompos dan melakukan pengemasan pupuk kompos Eceng gondok. Produk pupuk kompos  Eceng gondok dapat menjadi sebagai usaha baru bagi warga RT. 005 Dusun Cendrawasih. Pupuk kompos Eceng gondok ini dapat menjadi alternatif pengganti pupuk kimia dalam upaya peningkatan produksi tanaman budidaya sayuran di daerah tersebut.
Seberapa Efektif Program Kartu Tani Dalam Distribusi Pupuk Bersubsidi Di Kubu Raya? Ekawati, Ekawati; Bancin, Hardi Dominikus; Rizieq, Rahmatullah; Asti, Asti
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 9 No. 2 (2024): JES (Jurnal Ekonomi STIEP)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v9i2.373

Abstract

Pembangunan di suatu negara memiliki peran penting dalam meningkatkan tatanan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Hal ini dilakukan karena melihat potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah sehingga pemerintah diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat melalui sektor pertanian. Pembangunan pertanian dilakukan dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi dan mengarah pada teknologi yang modern, tepat guna dan berkelanjutan. Kegiatan pertanian didominasi oleh penggunaan pupuk yang bertujuan untuk meningkatkan dan menghasilkan hasil yang berkualitas dan kuantitas yang tinggi. Realitas yang terjadi saat ini kelangkaan pupuk, harga yang berfluktuasi dan masalah distribusi sering dirasakan oleh para petani. Sebagai program dengan sasaran yang sangat luas, pelaksanaan subsidi pupuk menghadapi berbagai permasalahan dan kendala, sehingga berdampak pada penurunan efektivitas program. Permasalahan dan kendala yang dihadapi, antara lain: 1) penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi; 2) kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan; dan 3) terjadinya bias target/sasaran; dan 4) terjadinya distribusi pupuk yang belum tepat sasaran, perembesan, kelangkaan pupuk, dan kenaikan harga di tingkat petani. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kuburaya yang menjadikan Petani Padi yang memiliki kartu tani sebagai sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan statistik deskriptif.
Biopharma As a Potential Business for Urban Communities and Preservation of Community Heritage in Singkawang City: Biofarmaka sebagai Usaha Potensial Masyarakat Urban dan Pelestarian Warisan Masyarakat di Kota Singkawang Ellyta, Ellyta; Ekawati; Rizieq, Rahmatullah; Bancin, Hardi Dominikus
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang3729

Abstract

Nowadays, urbanites are faced with various health challenges, such as stress, pollution, and unhealthy lifestyles. Natural-based prevention and treatment are one of the solutions. Efforts can be made to provide information and education to urban communities about biopharma and its benefits. The increasing public awareness of health also affects the use of herbal medicines derived from plants in a traditional way. The implementation method used in this activity is lecture, discussion, and practice. The utilization of home yards with the cultivation of biopharma plants can provide benefits to urban communities, as seen from the motivation of partners to try to process biopharma plants by processing them, and can be a potential business for urban communities. In addition, the utilization of biopharmaceutical plants is one of the efforts to preserve ancestor's heritage in terms of medicine.
PENGOLAHAN SAMPAH PADA KELOMPOK SANTRI PONPES AL-JIHAD DAN MASYARAKAT (IBU-IBU RUMAH TANGGA) RT 003/RW 005 KOTA PONTIANAK Rizieq, Rahmatullah; Widarti, Sri
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.289 KB) | DOI: 10.21831/ino.v21i2.15650

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang banyak menghasilkan sampah. Pasar tradisional merupakan salah satu sumber dari sejumlah sampah organik dan sampah anorganik, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan semakin menambah kesan kotor serta kumuhnya pasar tradisional contohnya pasar Dahlia di kota Pontianak. Sampah juga merupakan sumber beberapa jenis penyakit menular, keracunan dan lain-lain. Jika sampah yang bertumpuk tersebut tidak segera ditanggulangi maka dapat menimbulkan masalah dan dampak pada masyarakat yang bermukim disekitar pasar tersebut. Kegiatan IbM ini bekerjasama dengan dua mitra, yaitu mitra 1 adalah kelompok santri dari pondok pesantren Al Jihad RT 003/RW 005 dan mitra 2 adalah kelompok masyarakat (ibu-ibu rumah tangga) RT 003/RW 005. Kedua kelompok mitra tersebut merupakan kelompok masyarakat yang berdiam disekitar pasar dahlia yang merasakan dampak langsung dari sampah tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana mengurangi masalah tumpukan sampah di pasar tradisional dahlia yang berasal dari sampah pedagang dan sampah warga masyarakat sekitar menjadi sampah organic dan aneka kerajinan yang bernilai ekonomis. Alternatif yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra 1 adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik padat maupun cair dan aplikasi pupuk organik pada tanaman sayuran, sedangkan solusi permasalahan mitra 2 adalah usaha pengelolaan sampah anorganik menjadi aneka kerajinan tangan bernilai ekonomis sehingga masalah mitra yang berkaitan  dengan sampah dapat diatasi dan disisi lain dapat memberikan sumber pemasukan bagi mitra. 
Pemberdayaan Masyarakat Dusun Cendrawasih Melalui Pendampingan Produksi Pupuk Kompos Eceng Gondok Rini Suryani; Rahmatullah Rizieq; Rianti Ardana Reswari; Ekawati Ekawati
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16425

Abstract

Tertutupnya permukaan sungai oleh eceng gondok berdampak negatif terhadap lingkungan terutama menyebabkan pendangkalan Sungai. Hal ini terjadi khususnya di RT. 005 Dusun Cendrawasih Kabupaten Kubu Raya. Eceng gondok tersebut belum dimanfaatkan secara ekonomis, saat ini Eceng gondok hanya dikendalikan dengan menggunakan herbisida. Pertumbuhan eceng berlangsung sangat cepat sehingga menjadi permasalahan bagi warga RT. 005 Dusun Cendrawasih Kabupaten Kubu Raya. Eceng gondok dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis salah satunya pupuk kompos. Pupuk kompos Eceng gondok dapat dimanfaatkan bagi warga RT 005 Dusun Cendrawasih yang Sebagian besar berprofesi sebagai petani.  Kegiatan PKM ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan produk olahan Eceng gondok berupa pupuk kompos. Adapun teknologi yang disiapkan guna mendukung pproduksi kompos yaitu mesin pencacah Eceng gondok. Mesin ini dapat memudahkan proses pencacahan ukuran eceng gondok yang akan dikomposkan. Dimana semakin kecil ukuran bahan baku kompos maka akan menghemat waktu dan memprcepat pengomposan. Selain itu, melalui PKM ini bertujuan pula untuk meningkatkan mutu produk termasuk pengemasan atau packaging sehingga menjadi produk yang siap untuk dipasarkan. Setelah dilakukannya PKM, Kelompok Tani Usaha Bersama Kecamatan  Sungai  Kakap  Kabupaten  Kubu  Raya  terjadi  peningkatan  pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam membuat kompos dan melakukan pengemasan pupuk kompos Eceng gondok. Produk pupuk kompos  Eceng gondok dapat menjadi sebagai usaha baru bagi warga RT. 005 Dusun Cendrawasih. Pupuk kompos Eceng gondok ini dapat menjadi alternatif pengganti pupuk kimia dalam upaya peningkatan produksi tanaman budidaya sayuran di daerah tersebut.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PEMANFAATAN ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ASAM HUMAT Setiawan, Aris; Rizieq, Rahmatullah; Ekawati, Ekawati
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v5i2.1821

Abstract

Eceng gondok yang tumbuh secara liar dan menutupi parit/Sungai di sekitar tempat tinggal kelompok tani Usaha Bersama memberikan berbagai dampak negatif.  Urgensi pertama adalah untuk mengurangi dampak negatif tersebut perlu untuk dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna.  Salah satu manfaat dari Eceng Gondok adalah membuat Asam Humat. Asam humat dapat memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah. Urgensi kedua adalah dengan pengaplikasian asam humat dapat memperbaiki kondisi tanah yang sudah terdegradasi dan meminimalisir kemungkinan kehilangan nutrisi dari pupuk organik akibat pencucian atau penguapan.  Tujuan dan kegiatan ini adalah Pemanfaatan Eceng Gondok ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatifnya dan menyediakan pupuk organik untuk membantu menyuburkan tanah di lahan yang ditanami oleh anggota kelompok tani Usaha Bersama. Hasil pengabdian ini adalah meningkatnya keterampilan peserta kelompok tani dalam mengolah eceng gondok menjadi asam humat. Eceng gondok diolah menjadi asam humat padat dan asam humat cair.