Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Konseling Anak Berkebutuhan Khusus Rahmat Hidayat; Ulfatmi Ulfatmi; Afnibar Afnibar
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 3 No 3: Desember (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v3i3.538

Abstract

Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan kepada anak atau kepada peserta didik melalui pembentukan lingkungan yang kondusif serta dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, anak berkebutuhan khusus adalah anak yang masih dalam perawatan orang tua yang mengalami keterbelakangan mental atau memiliki IQ dibawah rata-rata. Sehingga dia tidak mampu mengatur dirinya dan susah beradaptasi dengan lingkungan secara normal. Penelitian ini merupakan peneliatian pustaka (libarary research). Yang mana penelitian pustaka ini dilakukan diberbagai pustaka atau museum terhadap baha-bahan berupa buku-buku, majalah atau dokumen lainnya. Dalam hal Konseling anak berkebutuhan khusus (ABK), mereka memerlukan perhatian, pemahaman dan penanganan yang baik agar segala bentuk seluk-beluk persoalan yang dibahas dapat benar-benar dipahami untuk kemudian dicari solusinya. Meyakini bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan berarti memiliki konsekuensi untuk menaggulangi masalah dan mengembangkan potensi. Hal inilah yang harus diperjatikan seorang konselor, agar tidak hanya terjebak dalam langkah-langkah penanggulangan yang praktis. Terdapat banyak sekali jenis-jenis masalah individu yang mewakili istilah ABK, sehingga disegenap tingkatan dan unsure pendidikan pihak terkait harus mengetahui pengetahuan dasar serta model-model pengkajian ABK. Hampir semua jenis layanan Bimbingan dan Konseling yang diselenggrakan disekolah dapat digunakan untuk masalah ABK, artinya tidak ada perbedaan antara ABK dan individu yang dianggap normal.
Empowering Education: Exploring Teachers’ Classroom Practices in Vocational Schools Afnibar Afnibar; Amalia Amalia; Dyla Fajhriani Nasrul; Aulia Rahmi
AT-TA'LIM Vol 27, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.165 KB) | DOI: 10.15548/jt.v27i2.632

Abstract

This study aimed to reveal the condition of a child-friendly school as seen from the psychological well-being students in school. Lately there have been various harassment incidents that have befallen students and their own culprit; this is allegedly related to their discomfort at school. Interviews and observations were employed in this study.  The participants which were the public high school students were recruited and determined by snowball sampling. The results showed that, generally, students experienced problems; first, psychological well-being was disrupted due to the following reasons: (1)  learning environment which included incomplete classroom and extracurricular activities facilities; (2) teachers’ attribute which included attitudes toward students, show less affection, appreciation and sometimes like to force the will; and (3) inadequate teaching and learning aspects which included poor lesson plans and dense of teaching and learning material. Second, psychological well-being felt by students generally in schools is related to: (1) the atmosphere in the classroom: friendly and not grumpy teachers, fun teachers in explaining the lesson; (2) understanding and easygoing friends who are comfortable to communicate with, and (3) the atmosphere outside the classroom, friendly waiters in the canteen and a comfortable and quiet library.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PROSES PEMBELAJARAN Clara Shantika Ahya; Afnibar Afnibar; Ulfatmi Ulfatmi
Analysis Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v2i2.1102

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia melalui kajian literatur (library research). Pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan fisiologis kuantitatif seperti peningkatan ukuran tubuh, sedangkan perkembangan mencakup perubahan kualitatif terkait aspek psikologis dan sosial. Faktor-faktor yang memengaruhi meliputi hereditas, lingkungan, kematangan fungsi, dan aktivitas individu. Hukum-hukum perkembangan, seperti konvergensi, masa peka, dan irama perkembangan, menyoroti peran interaksi antara bawaan genetik, lingkungan, dan usaha individu dalam proses ini. Kajian ini menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh untuk mendukung optimalisasi perkembangan manusia melalui lingkungan yang mendukung.
Urgensi Psikologi Pendidikan Islami Dalam Pengajaran Rahmat Ramatul Andikaq; Rony Zulfirman; Afnibar Afnibar; Ulfatmi Ulfatmi
Pedagogik Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v2i3.1083

Abstract

Krisis moral dan masalah mental yang semakin kompleks di era modern menimbulkan kegelisahan akademik dalam dunia pendidikan, terutama dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi psikologi pendidikan Islami sebagai pendekatan yang memadukan ilmu psikologi modern dengan nilai-nilai Islam dalam proses pengajaran. Dengan pendekatan ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs) dan pembentukan karakter spiritual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mengkaji konsep dan teori yang relevan tentang psikologi pendidikan Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini menekankan pentingnya proses pembelajaran yang sejalan dengan sunnatullah, yaitu hukum Allah yang mencakup pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani, dan psikis peserta didik. Guru memiliki peran penting sebagai teladan akhlak dan pembimbing spiritual, yang dapat menciptakan hubungan harmonis dalam proses belajar-mengajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa psikologi pendidikan Islami menjadi solusi penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih manusiawi, bermakna, dan holistik. Dengan memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, pendekatan ini menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa yang tenang, akhlak mulia, dan kesadaran spiritual untuk menghadapi tantangan zaman.