Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The impact of transformational leadership, entrepreneurial behavior, and self-efficacy on performance: The mediating role of affective commitment Rustam Munif; Sulha Sulha; Ahmad Yani T; Hendra Sulistiawan
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10, No 2 (2025): Volume 10 Number 2, 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i2.8733

Abstract

This study aims to develop performance through transformational leadership, entrepreneurial behavior, and self-efficacy through the mediating role of affective commitment at SMKs in West Kalimantan. The placement of affective commitment mediating variables that relate to transformational leadership, entrepreneurial behavior, and self-efficacy with performance. This study uses a quantitative approach with survey techniques. Data were collected through questionnaires and documentation from 254 teachers as a sample from a population of 3,999 teachers in 29 public and private vocational schools in eight districts / cities as data sources. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with WarpPLS version 7. The research findings show that transformational leadership, entrepreneurial behavior, and self-efficacy have a positive and significant effect on performance through the role of affective commitment, but transformational leadership and self-efficacy have a positive but insignificant effect on performance directly. The conclusion of this study provides a new contribution to the education management literature, especially in strengthening the role of affective commitment as a mediator, and provides practical implications for the development of leadership and vocational education policies in border areas. Recommendations for future research focus on transformational leadership and self-efficacy have a positive but insignificant effect on performance directly as a limitation of this research
Reconceptualizing Civic Competencies: A Multiple-Case Study on Multicultural Teacher Training in Urban Junior High Schools Ahmad Jamalong; Muhammad Sudirman; Sulha Akhmad
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2026): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v7i1.2149

Abstract

This study examines how multicultural-based Civic Education training contributes to the transformation of teacher competencies in public junior high schools in Makassar City. A qualitative multiple-case study design was employed involving 28 participants from ten schools through interviews, classroom observations, and document analysis. Data were analyzed using thematic qualitative analysis involving coding, categorization, and interpretation of emerging themes. The findings show substantial improvements in pedagogical, social, and professional competencies. Teachers shifted from lecture-dominated instruction toward collaborative discussion, case-based learning, and problem-solving activities. They also demonstrated stronger sensitivity to classroom diversity, more democratic communication patterns, and greater ability to design contextual learning materials. These changes positively influenced student participation, critical engagement, and understanding of practical civic values. However, the degree of transformation varied depending on teacher readiness, school leadership support, mentoring continuity, and facility availability. The study further proposes the Sustained Multicultural Competency Transformation Model (SMCTM), which explains how multicultural teacher competencies are shaped through the interaction of institutional, cultural, and psychological factors. The study highlights that multicultural-based professional development can serve as an effective strategy for strengthening teacher competencies in pluralistic school settings. Sustainable mentoring systems, collaborative teacher communities, and adequate institutional support are required to maintain long-term impact.
NASIONALISME SISWA PERBATASAN: SIKAP EKONOMI PARSIAL DAN PERGULATAN IDENTITAS BUDAYA DI SMA NEGERI 1 SEKAYAM Nurhadianto Nurhadianto; Sulha; Sitti Uswatun Hasanah; Yuliananingsih; Fety Novianty; Hana Mauludea; Sumantri
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10599

Abstract

Program pengabdian di SMA Negeri 1 Sekayam, perbatasan Indonesia–Malaysia, menanggapi sikap ekonomi parsial dan konflik identitas budaya siswa akibat pengaruh lintas batas. Solusinya melalui lokakarya nasionalisme kontekstual dan penguatan pendidikan kewarganegaraan berbasis lokalitas secara edukatif-partisipatoris bagi siswa di wilayah perbatasan. Tujuannya adalah menanamkan nasionalisme yang berakar pada kesadaran kritis siswa sebagai warga negara di wilayah perbatasan. Metode pelaksanaan PKM dilakukan secara sistematis melalui tahap persiapan dan analisis kebutuhan, perencanaan penyusunan modul nasionalisme kontekstual berbasis isu lokal perbatasan, serta pelaksanaan lokakarya interaktif dan studi kasus dinamika lintas batas. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan melalui proyek aksi literasi kebangsaan dan diakhiri evaluasi menggunakan testimony tertulis. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi tantangan nasionalisme di wilayah perbatasan, memahami relasi antara kebutuhan ekonomi dan identitas kebangsaan, serta mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan secara lebih reflektif dan kontekstual.
The Effect of Transformational Leadership Towards Affective Commitment In Vocational Schoolof West Kalimantan Ahmad Yani T; Rustam Rustam; Agus Syahrani; Sulha Sulha; Mahmuda Sumarno
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Number 2 September 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v9i2.5664

Abstract

In the era of industrial revolution 4.0, the functional reformation must be conducted to vocational education. The vocational education sector has been in a crucial position to prepare good quality human resources (teachers and students) that are well-prepared in the era of industrial revolution 4.0. An ability of computer literacy and noble character (akhlakul karimah) of human resources are two essential aspects that have been concern in the effort of the superior human preparation. Therefore, this aim of this study is to develop a new model of affective commitment and see its impact to transformational leadership in vocational school across west Kalimantan. A quantitative approach using partial least squares path modeling (PLS-SEM) Wrappls version 7 was used to calculate 254 data sample from 29 private and public vocational high schools throughout West Kalimantan. The result revealed that the role of affective commitment as a mediating variable had been able to provide a positive and significant influence as well as this variable was able to improve the performance of leaders and teachers in vocational high schools throughout West Kalimantan through exogenous variables in the form of transformational leadership.
PENDIDIKAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA SEBAGAI PEMILIH PEMULA DI KOTA SINGKAWANG Sitti Uswatun Hasanah; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7475

Abstract

Siswa sebagai warga negara Indonesia yang dikategorikan sebagai pemilih pemula yang baru pertama kali mengikuti kegiatan politik. Melalui pendidikan politik, siswa dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuannya dalam berpartisipasi politik baik di sekolah maupun dalam pemilihan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pendidikan politik dalam meningkatkan partisipasi politik siswa sebagai pemilih pemula. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan teknik penelitian angket/google form, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, pada siswa SMA/SMK/MA se-Kota Singkawang. Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu siswa sebagai pemilih pemula perlu memahami pentingnya pendidikan politik dan juga mendukung kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan politik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pendidikan politik terhadap siswa di sekolah, dilaksanakan melalui mata pelajaran PPKn, kegiatan OSIS, kegiatan Pramuka, dan melalui sosialisasi pemilu yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang. Siswa yang memperoleh pendidikan tersebut, partisipasi politiknya menjadi meningkat ditandai dengan dengan kemampuan siswa berpendapat didalam kelas, dan kesadaran siswa berpartisipasi dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pramuka, dan ikut aktif dalam Organisasi lainnya yang ada di sekolah. Partisipasi politik siswa juga terlihat dari kesiapan mereka yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula, untuk ikut serta dalam pemilihan umum tahun 2024.
Rancangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pendekatan Design Thinking untuk Pendidikan Resolusi Konflik dalam Pendidikan Multikultural Idham Azwar; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9778

Abstract

Penelitian ini berfokus pada rancangan model pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan design thinking sebagai strategi untuk pendidikan resolusi konflik dalam konteks pendidikan multikultural. Melalui analisis literatur sistematis terhadap kajian akademik terkait, penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam mengasah keterampilan pemecahan masalah kritis terhadap isu-isu sehari-hari di lingkungan sosial mereka. Dua konsep utama yang dikaji adalah pendidikan multikultural dan model pembelajaran inovatif. Model design thinking yang dikembangkan menekankan kemampaun untuk :1) berempati; 2) mendefinisikan; 3) mengideasikan; 4) membuat prototipe; dan 5) menguji. Tahap-tahap dalam berpikir desain ini dapat menjadi acuan terbaik untuk merancang media pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan permasalahan siswa  (test)  yang difasilitasi guru sebagai pengembang dan fasilitator. Implementasi model ini diharapkan dapat menumbuhkan berpikir kritis siswa sekaligus mencegah potensi konflik negatif di kalangan mahasiswa sebagai upaya respons terhadap dinamika kompleksitas sosial kontemporer.
Kearifan Lokal sebagai Basis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Penguatan Identitas Nasional Siswa Idham Azwar; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10715

Abstract

Globalisasi dan disrupsi teknologi telah mempercepat arus pertukaran budaya yang berpotensi melemahkan identitas nasional generasi muda, terutama dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan, namun praktik pembelajarannya masih cenderung normatif dan kurang kontekstual dengan realitas sosial budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PKn serta kontribusinya terhadap penguatan identitas nasional peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di sekolah menengah atas di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, angket terbuka, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi dalam pembelajaran PKn meningkatkan pemahaman kebangsaan, sikap toleransi, dan kebanggaan terhadap identitas nasional. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka integrasi sistematis kearifan lokal sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat identitas nasional dan karakter kewarganegaraan dalam masyarakat multikultural.