Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA RESPON KOPING DENGAN KECEMASAN MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SAAT PERTAMA KALI PRAKTIK DIRUMAH SAKIT Rochmawati, Dwi Heppy; Abdussamad, Nawangsari Wahyuningtyas
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.596 KB)

Abstract

Praktek klinik memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam mencapai keberhasilan dalam proses pendidikan. Pengalaman klinik yang pertama kali merupakan pengalaman yang paling menyebabkan cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara respon koping dengan kecemasan mahasiswa S1 keperawatan pada saat pertama kali praktik dirumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan studi korelasi. Jumlah responden sebanyak 64 orang dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari sebagian besar responden memiliki berumur 18-19 tahun sebanyak 89,10% dan berjenis kelamin yaitu sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan sebanyak 89.10%. Hasil menunjukan bahwa 51,6 % responden mempunyai  respon koping maladaptif dan 60.9 % responden mempunyai cemas sedang. Tidak ada hubungan antara respon koping dengan kecemasan mahasiswa S1 keperawatan pertama saat kali praktik di rumah sakit p value 0,081 (>0,05) Kata kunci : Kecemasan, Non eksperimental, Purposive sampling   RELATIONSHIP BETWEEN THE RESPONSE WITH THE ANXIETY OF NURSING S1 STUDENTS AT THE FIRST TIME OF HOSPITAL PRACTICES ABSTRACTClinical practice provides learning experiences to students in achieving success in the education process. The first clinical experience was the most worrying experience. The purpose of this study was to determine the relationship between coping responses and the anxiety of nursing undergraduate students at the time of their first practice in the hospital. This research is a non-experimental quantitative study with correlation studies. The number of respondents was 64 people with a purposive sampling technique. Based on the results of the analysis, it was found that from the majority of respondents having an age of 18-19 years as many as 89.10% and having sex, most of them had female sex as much as 89.10%. The results showed that 51.6% of respondents had maladaptive coping responses and 60.9% of respondents had moderate anxiety. There is no relationship between coping responses and the anxiety of the first nursing S1 students when they practice at the hospital p value 0.081 (> 0.05)  Keywords: Anxiety, Non-experimental, Purposive sampling
MANAJEMEN KASUS SPESIALIS JIWA DEFISIT PERAWATAN DIRI PADA KLIEN GANGGUAN JIWA DI RW 02 DAN RW 12 KELURAHAN BARANANGSIANG KECAMATAN BOGOR TIMUR Rochmawati, Dwi Heppy; Keliat, Budi Anna; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.366 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.2.2013.%p

Abstract

Jumlah klien gangguan jiwa yang ditemukan adalah 18 orang (2,44%) dari total penduduk dewasa 737 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan dari estimasi gangguan jiwa di Jawa Barat (0,22%). Defisitperawatan diri adalah salah satu bentuk gangguan jiwa dan dialami oleh seluruh klien gangguan jiwa yang ditemukan. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan management of care kasus spesialis terhadap klien defisit perawatan diri dengan pendekatan Self Care Orem. Metode yang digunakan adalah studi serial kasus defisit perawatan diri pada klien gangguan jiwa dengan pemberian terapi spesialis keperawatan jiwa. Paket terapi yang diberikan : 1 Behaviour theraphy, 2 Behaviour theraphy dan Supportif Theraphy, 3 Behaviour theraphy, Supportif Theraphy dan Self Help Group. Terapi diberikan kepada 17 klien (9 skizofrenia, 4 retardasi mental dan 4 demensia). Hasil pelaksanaan terapi adalah paket terapi ketiga sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan menurunkan tanda gejala klien defisit perawatan diri dengan diagnosa medis skizofrenia dan retardasi mental. Terapi-terapi tersebut kurang efektif bagi klien demensia. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa behaviour theraphy, supportif theraphy dan self help group dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa bagi klien defisit perawatan diri khususnya dengan skizofrenia dan perlu dilakukan penelitian lanjut tentang terapi spesialis keperawatan jiwa yang tepat untuk klien defisit perawatan diri dengan demensia.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL MARAH PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Pangestika, Armelia Tri; Rochmawati, Dwi Heppy; -, Purnomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa adalah pola perilaku atau psikologis yang ditunjukkan oleh pasien yang menyebabkan distress, disfungsi, dan menurunkan kualitas kehidupan. Hal ini mencerminkan disfungsi psikologis dan bukan sebagai akibat dari penyimpangan social atau konflik dengan masyarakat. Perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif dari marah. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan pasien untuk mengontrol marah salah satunya adalah relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien RPK di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Rancangan penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan metode penelitian One Group Pre Post test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 responden dengan teknik pengambilan sampel purpose sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T–Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien RPK dengan 0.000 sedangkan nilai thitung 10.90 dan tabel 1.67 (thitung ttabel). Hal ini dikarenakan relaksasi otot progresif dapat meningkatkan keterampilan dasar relaksasi untuk mengontrol marah dan memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stres. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perawat dapat menggunakan relaksasi otot progresif sebagai alternatif untuk membantu mengontrol marah pada pasien resiko perilaku kekerasan.
Hubungan antara Konsep Diri dan Kemampuan Memaknai Hidup pada Narapidana Remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Semarang Rochmawati, Dwi Heppy
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.614

Abstract

Remaja  yang  bermasalah  dengan  hukum  akan  mengalami  suatu  perubahan psikologis yang dapat mempengaruhi pembentukan konsep diri dan kemampuan memaknai hidup yang dimilikinya sehingga berakibat pada ketidakmampuan memaknai hidupnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hubungan antara konsep diri dan kemampuan memaknai hidup pada narapidana remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan menggunakan metode cross sectional. Data dianalisa menggunakan korelasi pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  sebanyak  17  responden  (68%)  mempunyai  konsep  diri positif dengan makna hidup tinggi dan 4 responden (16%) mempunyai konsep diri positif dengan  makna  hidup  rendah.  Sebanyak  1  responden (4%)  mempunyai konsep  diri  negatif  dengan  makna  hidup  tinggi  dan  3   responden  (12%) mempunyai konsep diri negatif dengan makna hidup rendah. Ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan memaknai hidup pada narapidana remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Hubungan bersifat positif dengan kekuatan korelasi cukup (R = 0,533). Artinya semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi makna hidup, dimana setiap kenaikan satu skor konsep diri akan dapat meningkatkan 1,061 skor makna hidup. Konsep diri memberikan kontribusi sebesar 28,4% (R2 = 0,284) terhadap makna hidup. Hubungan ini bermakna secara statistik, ditunjukkan dengan nilai p value = 0,006 (< 0,05). 
Pembentukan Kader Siaga Covid-19 Jogo Tonggo Kelurahan Bandarharjo (Sijago Bandarharjo) Janitra, Fitria Endah; Rochmawati, Dwi Heppy; Wibawa, Yan Adi
Community Empowerment Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.335 KB) | DOI: 10.31603/ce.4594

Abstract

Covid-19 merupakan masalah kesehatan yang menimbulkan dampak yang besar di seluruh aspek kehidupan baik sosial, fisik, ekonomi dan kesehatan jiwa masyarakat. Penerapan protokol kesehatan Covid-19 merupakan kunci dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang dalam hal ini dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat di suatu daerah. Daerah yang memiliki tingkat pendidikan yang kurang serta ekonomi yang relatif lemah menyebabkan kurangnya kesadaran akan penerapan protokol kesehatan. Kelompok pengabdian masyarakat Unissula memandang Kelurahan Bandarharjo Semarang perlu mendapatkan pendampingan dengan membentuk Kader Siaga Covid-19 Jogo Tonggo (Sijago Bandarharjo). Kegiatan yang dilakukan berupa edukasi, pembuatan hand sanitizer, serta pembagian face shield dan masker kepada kelompok rentan. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian, pengetahuan kader meningkat dari 62% menjadi 90% dan penerapan protokol Covid-19 meningkat dari 57% menjadi 74%.
Community-based family companions empowerment for People with Mental Disorders (PWMD) in Bandarharjo Village, Semarang Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo; Ellyawati, Hetty Catur
Community Empowerment Vol 6 No 6 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.627 KB) | DOI: 10.31603/ce.4631

Abstract

Community empowerment is an effort to provide power or strengthening to the community. Bandarharjo Village, Semarang has 54 people with mental disorders. As many as 75% have received treatment. Among those who have received treatment, 50% of people with mental disorders regularly control and take medication. Therefore, it takes the participation of the family as well as the community known as the mental health cadres to pay attention to this mental health problem. Activities were carried out using the nursing process method which includes assessment, planning, action and evaluation. This service has succeeded in forming mental health cadres in Bandarharjo Village. In addition, the cadres have also been given orientation so that they are expected to be able to carry out their role well in handling people with mental disorders.
PENGARUH COGNITIVE THERAPY PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI SMC RS TELOGOREJO Yuliyanti, Roseka; Rochmawati, Dwi Heppy; -, Purnomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Ginjal Kronik merupakan masalah kesehatan utama di beberapa negara maju dan berkembang.Perubahan fisik tersebut mengakibatkan pasien menjadi seseorang yang lemah, tidak mampu melakukan kegiatan seperti sediakala dan tidak berdaya.Sebagian besar  penderita gagal ginjal kronik mengalami keputusasaan karena mereka merasa dirinya tidak berguna lagi karena penyakit yang dideritanya. Pasien  gagal ginjal kronik mengalami kondisi putus asa  memerlukan kombinasi antara terapi medis dengan terapi psikososial khususnya Cognitive Therapy. Terapi yang dibutuhkan pada pasien Ini  dapat berupa terapi psikososial, seperti Cognitive Therapy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Cognitive Therapy terhadap pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Keputusasaan di SMC RS Telogorejo. Metode dalam penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain one group pre dan post test. Populasi sebanyak 37 orang sehingga menggunakan total sampling dengan variabel terikat keputusasaan pasien Gagal Ginjal Kronik dan variabel bebas Cognitive Therapy.   Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Keputusasaan, Cognitive Therapy
HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH DENGAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Nofiansyah -; Dwi Heppy Rochmawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.94 KB)

Abstract

Golongan darah adalah sebuah ciri khusus darah berdasarkan ada atau tidaknya substansi antigen (karbohidrat, protein, glikoprotein, glikolipid) yang menempel pada permukaan sel darah merah. Golongan darah dapat menggambarkan  karakter seseorang. Dari empat jenis golongan darah (A, B, O dan AB) ada yang memiliki karakter cenderung mudah  bosan dan gejolak emosi yang besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara golongan darah dengan perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik Observasi denganmenggunakan desain pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan Probability Sampling jenis Simple Random Sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji Chi-Square.: Berdasarkanhasil analisa diperoleh bahwa dari 80 responden, sebagian besar memiliki jenis golongan darah B 43,8% responden,golongan darah O 30% responden,golongan darah A22,5% responden, dan golongan darahAB3,8% responden. Hasil penelitian juga menunjukan 73,8% responden perilaku kekerasan berat,17,5% responden perilaku kekerasan sedang, dan 8,8%  responden perilaku kekerasan ringan. Golongan darah Bsebanyak 40% mengalami perilaku kekerasan berat dari jumlah keseluruhan responden. Hasil penelitian dengan uji Chi-Square  menunjukannilai P Value = 0,036 ( <0,05), maka ada hubungan antara golongan darah dengan perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa.
MAKNA KEHIDUPAN KLIEN DENGAN DIABETES MELITUS KRONIS DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI Dwi Heppy Rochmawati; Achir Yani S. Hamid; Novy Helena CD
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.086 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.1.2013.%p

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana klien Diabetes Melitus memberikan makna kehidupan dalam kondisi sakitnya. Tujuan dalam penelitian ini menguraikan persepsi, respon psikososial, kebutuhan penatalaksanaan,harapan dan makna kehidupan klien. Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif . Hasil penelitian menemukan tujuh tema besar yang sesuai dengan tujuan penelitian dan satu tema tambahan yaitu beban yang dihadapi klien. Kesimpulannya makna kehidupan klien didapatkan dalam kondisi penderitaan dan pendalaman nilai spiritual. Penelitian ini menyarankan penggunaan model Adaptasi Roy dalam pengembangan teori keperawatan khususnya masalah psikososial; tersusunnya format pengkajian psikososial sebagai panduan mengidentifikasi masalah psikososial di keluarga, rumah sakit maupun masyarakat. Kata Kunci : makna kehidupan, diabetes melitus, kualitatif.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN BEBAN KERJA GURU DI SEKOLAH LUAR BIASA Fandi Muhbar; Dwi Heppy Rochmawati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.028 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.2.2017.82-86

Abstract

Stres adalah suatu kondisi ketegangan yang bisa mempengaruhi emosi seseorang, proses berpikir, khawatir, gelisah dan takut. Stres dapat terjadi pada siapa pun dan di mana pun, termaksud pada guru yang berada di SLB. Setiap guru mengalami stres dari berbagai macam sumber seperti beban kerja yang terlalu berat, sampai dengan kondisi kerja yang tidak memuaskan. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Jumlah responden sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan menggunakan uji spearman. Penelitian dengan jumlah responden 30 guru di dapatkan hasil hubungan antara tingakat stres dengan beban kerja guru SLB, diperoleh significancy 0,044 (p value<0,05). Diharapkan ada upaya yang dapat diberikan untuk mengurangi tingkat stres dan beban kerja guru tersebut. Kata kunci: Tingkat stres, Beban kerja, SLB THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL STRESS WITH WORKLOAD OF TEACHERS IN EXTRAORDINARY SCHOOL ABSTRACTStress is a condition of tension that can make a person's emotions, thought process,worry, anxiety and fear. Stress can happen to anyone and anywhere, including on teachers in extraordinary schools.Every teacher under stress from a variety of sources such as the workload is too heavy, to the working conditions unsatisfactory. This is an analytical observational study with cross sectional design. The data were collected using questionnaire and interview. There were 30 respondents obtained using total sampling technique. The obtained data were analyzed statistically using Spearman correlational test. The research with respondents 30 teachers obtained the relationship between stress levels with the workload of teachers in extraordinary school obtained significant 0,44 (p value<0,05. Expected efforts can be given to reduce the stress level and the workload of the teacher. Keywords: Stress levels, workload, extraordinary schools
Co-Authors ., Ellisa Abdurrouf, Muh. Abdurrouf, Muhammad Abdussamad, Nawangsari Wahyuningtyas Achir Yani S. Hamid Achmad Noerkhaerin Putra Adhitya Indra Maulana Agatha Alfadiazti Agus Budi Raharjo Ahmad Ikhlasul Amal Ahya Sari Dian Nitami Alghozali, Rasyid Ardan Armelia Tri Pangestika Aslam, Putri Latifa Astry Ratna Afriyanti Bakhtiar, Erwin benita irma widyastini Betie Febriana Budi Anna Keliat Cita Setya Utami Citra Permani Putri Dea Yuhanda W, Dea Desy Nur Laili, Desy Dewi, Perwita Rameka Dhani Luthfi Hakim Dwi Nurul Badiah Dyah Wiji Puspita Sari, Dyah Wiji Puspita Erna Melastuti, Erna Ersa Putri Andini Fajrin Ziad Syahputra Fandi Muhbar Febriana, Betty Haq, Baihaqi Izzul Hendrawan, Gagah Satria Hetty Catur Ellyawati, Hetty Catur Honan, Honan Ice Yulia Wardani Ika Chandra Putri Imas Triayani Indah Puji Lestari Indah Puji Lestari, Indah Puji Lestari Indah Tri Ayu Irgi Ahmad Fahrezi Iskim Luthfa Isni Rahim Paramaasri Istiadah, Ika Lilis Janitra, Fitria Endah Laela Elisia, Laela Laili Sukmawati Laily Nafisah Leni Alfiyah Lia Khainun Nisa’ Lidya Fitrianingrum Lindawati Lindawati Lolla Loviana Subakir Masrokan Mochamad Abdoel Gofoer Muhbar, Fandi Mutiara Salsa Nabila Nawangsari Wahyuningtyas Abdussamad Nofiansyah - Noviana, Aini Niswatun Novy Helena Chatarina Daulima Nur Hidayah, Nur Hidayah Nurul Azzahrah Pangestika, Armelia Tri Pratama, Raditiya Beni Purnomo - Putri, Mayshella Reghita Putri, Sinta Asaliyah Annisa Roseka Yuliyanti Roseka Yuliyanti, Roseka S. Eko Purnomo, S. Eko Senti Sene Septiani, Amalia Setyowati, Wahyu Endang Sholekhah, Sholekhah SITI FATIMAH Siti Nur Rochmayanti Srie, Fatriyani Yuli Susanto, Wigyo Suyanto Suyanto Syahrani, Nabilah Targunawan -, Targunawan Titik Suerni Tyas, Lutvi Mahendra Ning Ulumuddin, Muhammad Ikmal Umi Aghni Umi Nuraini, Umi Nuraini Wahyu Endang Setyowati Waluyo Sejati Wibawa, Yan Adi