Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pelaksanaan Shalat 5 Waktu dengan Quality Of Life pada Mahasiswa di Semarang Laily Nafisah; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Jurnal Anestesi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v3i2.1739

Abstract

A number of students often put aside prayer because of the demands of assignments or work that they consider cannot be abandoned. This can result in prolonged stress and poor self-control. Performing prayer can make it easier to resolve various matters, including overcoming work challenges. Prayer has a horizontal function that can renew human qualities and personality. This research aims to determine the relationship between performing the 5 daily prayers and the quality of life of students. This research is a cross sectional study. The data used in this research was obtained from direct questionnaires by respondents. The sample used in this research was 59 respondents. The sampling technique is total sampling. Research data analysis used univariate and bivariate tests, bivariate analysis used the chi-square test. The results of the univariate analysis of the 5th prayer at most times were sometimes with 28 people with a percentage of (47.5%). The highest quality of life was moderate with 29 percentages (49.2%). The highest data of respondents with female gender was 48 students with a percentage of (81.4%). The largest number of respondents was 20 years old with a total of 34 students with a percentage of (57.6%). The results of bivariate analysis with the chi-square test show that there is a relationship between the 5 daily prayers and quality of life with a p value of 0,000, this value is <0,005.
Hubungan Tingkat Harga Diri dengan Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Lia Khainun Nisa’; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1178

Abstract

Self-esteem exerts a significant influence on an individual's confidence and adaptability, indirectly influencing students' academic success. This research seeks to examine the association between self-esteem levels and the Cumulative Grade Point Average (GPA) of students at the Faculty of Economic, Sultan Agung Islamic University, Semarang. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. The research sample consists of 185 respondents selected randomly using the simple random sampling method. Data were collected through the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) questionnaire to measure self-esteem levels and students' latest GPA records. Data analysis was conducted using the Spearman correlation test. The findings of this investigation reveal a robust positive correlation between self-esteem levels and students' GPA (p = 0.000; r = 0.774). This suggests that elevated self-esteem is intrinsically linked to improved scholastic performance. This study is anticipated to serve as a foundational reference for support programs aimed at enhancing students' self-confidence. In conclusion, a profound and statistically significant association is evident between self-esteem and students' academic performance.
Hubungan Antara Terapi Wudhu Sebelum Tidur dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Astry Ratna Afriyanti; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2025): Maret : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i1.1180

Abstract

Sleep disturbances can result in physical problems and a decrease in a person's ability to focus. Ablution can serve as a way for relaxation that helps improve sleep quality. This study aims to explore the relationship between ablution performed before bed and sleep quality among students. This type of research is pre-experimental. The data used in this study was collected through a questionnaire given directly to the respondents. A total of 50 respondents were involved as a sample in this study. The sampling method used is total sampling. To analyze the data, univariate and bivariate tests are used, where bivariate analysis is carried out by chi-square test. The results of the univariate analysis showed that 78% of respondents always performed ablution, while 22% only did it occasionally. Good sleep quality was found in 68% of respondents, while 32% experienced poor sleep quality. Most respondents were 20 years old, reaching 42%, with the lowest being 19 years old at 10%. In terms of gender, 68% of respondents were male and 32% were female. Bivariate analysis using the Chi-Square test showed that there was no significant relationship between the practice of ablution before bed and the quality of students' sleep, with a value of 0.591 which was greater than 0.005. Therefore, it can be concluded that there is no relationship between the practice of ablution before bed and the quality of sleep among students.
Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjelajahi Hemodialisa Di RS Bhakti Asih Brebes Mochamad Abdoel Gofoer; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2429

Abstract

Kecemasan pada pasien chronic kidney disease (CKD) dapat muncul akibat kekhawatiran berlebih, takut, dan merasa terancam karena pengobatan yang dijalani. Penurunan kualitas tidur merupakan salah satu dampak akibat kecemasan yang dialami oleh pasien CKD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RS Bhakti Asih Brebes. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RS Bhakti Asih Brebes yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kecemasan diukur menggunakan Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS), sementara kualitas tidur diukur menggunakan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti. Sebanyak 20 pasien CKD (54,1%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 30 pasien CKD (81,1%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CKD (X2 =7,338; p = 0,025). Terdapat hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CKD di RS Bhakti Asih Brebes. Keluarga dapat memberikan dukungan secara verbal maupun non-verbal kepada pasien untuk menurunkan kecemasan sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Hubungan Antara Peran Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Yang Dirawat Di ICU Di RS Bhakti Asih Brebes Adhitya Indra Maulana; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2437

Abstract

Kecemasan pada keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) akan mempengaruhi pengambilan keputusan medis yang bersifat segera. Peran perawat dapat mengurangi kecemasan keluarga melalui perilaku caring. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran perawat dengan kecemasan pada keluarga pasien yang dirawat di ICU. Studi observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 40 penunggu pasien di ICU RS Bhakti Asih Brebes dipilih menggunakan teknik total sampling. Peran perawat dan kecemasan diukur menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Analisis yang dilakukan menggunakan uji Spearman rank untuk mengetahui hubungan variabel. Sebanyak 20 orang keluarga pasien (50%) menilai perawat sangat berperan, dan 16 orang (40%) memiliki kecemasan ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan kecemasan keluarga pasien(p = 0,0001; r = -0,749). Terdapat hubungan antara peran perawat dengan kecemasan pada keluarga pasien di ICU di RS Bhakti Asih Brebes. Semakin berperan seorang perawat semakin rendah kecemasan yang dirasakan oleh keluarga pasien. Perawat diharapkan dapat mengoptimalkan perannya untuk memenuhi kebutuhan psikologis keluarga pasien.
Pengaruh Healing of Magic Terhadap Tingkat Kecemasan Masyarakat Desa Manggihan Kabupaten Semarang Jawa Tengah Susanto, Wigyo; Sejati, Waluyo; Setyowati, Wahyu Endang; Rochmawati, Dwi Heppy; Febriana, Betty
Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 No. 1 2025
Publisher : Yayasan Healing and Healthcare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jkkhc.v3i1.100

Abstract

Excessive anxiety is one of the reasons a person can become sick (stressed), can tantrum, and can lock himself up. In order to stay relaxed and relaxed a person needs adaptive coping. Magic games have been used as a therapeutic method in rehabilitation settings since 1982 in America, and have received strong recognition as an effective method for treating anxiety in patients (Healing of magic). With the provision of healing of magic, it is hoped that the patient's anxiety can be resolved properly. This study aims to measure the level of anxiety of the residents of the Manggihan village affected by COVID-19 before and after being given an intervention in the form of Healing of magic therapy (magic therapy). The study was conducted on 18 respondents by giving a Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) questionnaire before and after therapy. The questionnaire was then analyzed using the marginal homogeneity test, and the p value results showed the number .003, which means that there is a significant difference between the level of anxiety before therapy and the level of anxiety after therapy. So it can be concluded that healing of magic therapy is very effective in reducing anxiety levels.
Hubungan Antara Sholat Tahajud dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang Lolla Loviana Subakir; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2025): Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v3i2.4886

Abstract

Students are learners as well as part of society who are vulnerable to mental health disorders. This is due to the challenging academic journey, from the beginning of their studies to the final semester, in order to develop their ability to fulfill intellectual responsibilities. There are several simple methods that can be practiced independently to reduce anxiety symptoms, such as deep breathing techniques, avoiding alcohol consumption, sharing feelings with close ones, and strengthening spiritual connection with Allah SWT through performing Tahajud prayer. This study aims to analyze the relationship between Tahajud prayer and the level of anxiety among students at Sultan Agung Islamic University Semarang. The study employs a correlational design with a cross-sectional approach. Data were collected through questionnaires completed by 75 students using a total sampling technique. The results indicate that the majority of respondents, 65 students (86.7%), engage in Tahajud prayer regularly. However, most respondents, 50 students (66.7%), still experience high levels of anxiety. Statistical tests revealed a p-value of 0.000 (<0.05), demonstrating a significant relationship between Tahajud prayer and anxiety levels. Based on these findings, it can be concluded that there is a correlation between Tahajud prayer and students' anxiety levels. This study is expected to serve as a reference for future research and encourage students to utilize Tahajud prayer as a form of spiritual therapy in managing anxiety.
Hubungan Intensitas Shalat Dhuha dengan Tingkat Kecemasan Ibu Rumah Tangga yang Mengalami Masalah Finansial Lidya Fitrianingrum; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Jurnal Medika Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v3i2.1751

Abstract

Housewives who face financial problems often feel high levels of anxiety. This is caused by various daily demands that arise, causing feelings of anxiety, worry, and restlessness. However, by performing the dhuha prayer regularly, housewives can find it easy to reduce anxiety while facilitating their fortune. This study aims to examine the relationship between the intensity of dhuha prayer and the level of anxiety in housewives who experience financial problems. This study was conducted in Morosari Village, RT 02 RW 05, Sayung District, Demak Regency, and used a cross-sectional method. Data were obtained through questionnaires that were distributed directly to 58 respondents who were housewives. The sampling technique used was total sampling, and data analysis was carried out using univariate and bivariate tests, using the Spearman correlation test for bivariate analysis. The results of the univariate analysis showed that most respondents, as many as 23 people (39.7%), rarely performed the dhuha prayer. In addition, the highest level of anxiety occurred in 27 respondents (46.6%) who were classified as experiencing severe anxiety. Most of the respondents were in the age range of 40-50 years, as many as 27 people (46.6%). Bivariate analysis with Spearman correlation test showed that there was a significant relationship between the intensity of dhuha prayer and the level of anxiety in housewives who experienced financial problems, with a significance value of 0.000.
Hubungan Body Image dengan Kejadian Bullying pada Remaja Putri, Sinta Asaliyah Annisa; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5894

Abstract

Body Image yang positif berperan penting dalam kesehatan mental remaja. Namun, remaja sering kali mengalami masalah body image yang dapat berkontribusi terhadap kejadian Bullying. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara body image dan kejadian Bullying pada remaja di Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, dari total populasi sebanyak 358 kelas X, peneliti mengambil sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu berdasarkan nomor absen genap pada setiap kelas. Untuk menentukan besarnya sampel dihitung menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan total 189 responden. pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Somers’d. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara body image dengan kejadian Bullying pada remaja, dengan nilai p < 0,05, yang menunjukkan bahwa body image yang buruk berhubungan dengan peningkatan kejadian Bullying.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan kejadian Bullying pada remaja di Semarang, yang menunjukkan pentingnya perhatian terhadap body image dalam upaya pencegahan Bullying.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Citra Diri pada Mahasiswa Dewi, Perwita Rameka; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5899

Abstract

Penampilan yang bersih dan cantik merupakan indikator penting dari keremajaan dan kesehatan seseorang. Hal pertama yang kita perhatikan tentang cerminan kepribadian seseorang adalah kerapian akan penampilanya. Di zaman modern sekarang ini, tidak sedikit kaum muda sedang lantang menampakkan kemudaan dan keelokkannya melalui wajah dan penampilan. Jika setiap adanya perubahan dari penampilan dan penampilan itu kurang ideal akan dipandang negatif. Stres dapat menjadi salah satu pemicu timbulnya citra diri yang negatif. Stres muncul sebagai respons terhadap rangsangan yang memicu reaksi di otak. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dengan citra diri pada mahasiswa fakultas agama islam. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan penelitian direkrut dari mahasiswa yang terdaftar di Fakultas Agama Islam, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan total 138 responden. Pengambilan data dengan cara menyebarkan link kuesioner gform dengan koordinasi melalui komting kelas kemudian di share melalui grup angkatan masing-masing. Dalam menguji korelasi, penelitian ini menerapkan uji Spearman rho. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari 138 responden, mayoritas berusia antara 21 hingga 22 tahun, yaitu sebanyak 76 responden (55,1%), dan sebagian besar adalah perempuan dengan jumlah 116 responden (84,1%). Temuan penelitian ini juga mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam menunjukkan tingkat stres dalam kategori normal dengan jumlah 59 responden (42,8%). Dalam hal citra diri, sebagian besar mahasiswa memiliki citra diri yang positif, tercatat sebanyak 127 responden (92%). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rho menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) yang mengarah pada penolakan H0 dan penerimaan H1. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan citra diri pada mahasiswa Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Co-Authors ., Ellisa Abdurrouf, Muh. Abdussamad, Nawangsari Wahyuningtyas Achir Yani S. Hamid Achmad Noerkhaerin Putra Adhitya Indra Maulana Agus Budi Raharjo Ahmad Ikhlasul Amal Ahya Sari Dian Nitami Alghozali, Rasyid Ardan Armelia Tri Pangestika Aslam, Putri Latifa Astry Ratna Afriyanti Bakhtiar, Erwin benita irma widyastini Betie Febriana Budi Anna Keliat Cita Setya Utami Citra Permani Putri Dea Yuhanda W, Dea Desy Nur Laili, Desy Dewi, Perwita Rameka Dyah Wiji Puspita Sari, Dyah Wiji Puspita Erna Melastuti, Erna Ersa Putri Andini Fajrin Ziad Syahputra Fandi Muhbar Febriana, Betty Haq, Baihaqi Izzul Hendrawan, Gagah Satria Hetty Catur Ellyawati, Hetty Catur Honan, Honan Ice Yulia Wardani Ika Chandra Putri Indah Puji Lestari Indah Puji Lestari, Indah Puji Lestari Indah Tri Ayu Iskim Luthfa Isni Rahim Paramaasri Istiadah, Ika Lilis Janitra, Fitria Endah Laela Elisia, Laela Laili Sukmawati Laily Nafisah Lia Khainun Nisa’ Lidya Fitrianingrum Lindawati Lindawati Lolla Loviana Subakir Masrokan Mochamad Abdoel Gofoer Muhbar, Fandi Nawangsari Wahyuningtyas Abdussamad Nofiansyah - Noviana, Aini Niswatun Novy Helena Chatarina Daulima Nur Hidayah, Nur Hidayah Pangestika, Armelia Tri Pratama, Raditiya Beni Purnomo - Putri, Mayshella Reghita Putri, Sinta Asaliyah Annisa Roseka Yuliyanti Roseka Yuliyanti, Roseka S. Eko Purnomo, S. Eko Senti Sene Septiani, Amalia Setyowati, Wahyu Endang Sholekhah, Sholekhah SITI FATIMAH Siti Nur Rochmayanti Susanto, Wigyo Suyanto Suyanto Syahrani, Nabilah Targunawan -, Targunawan Titik Suerni Tyas, Lutvi Mahendra Ning Ulumuddin, Muhammad Ikmal Umi Aghni Umi Nuraini, Umi Nuraini Wahyu Endang Setyowati Waluyo Sejati Wibawa, Yan Adi