Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

TINGKAT PENDIDIKAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN EFIKASI DIRI MEMPENGARUHI RISIKO DEPRESI POSTPARTUM DENGAN PERAWATAN BBLR DI RUANG PERINATOLOGI Subaedah, Siti; Aprilina, Happy Dwi; Estria, Suci Ratna; Aniarti, Reni Purwo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v20i2.1496

Abstract

AbstrakLatar Belakang:Postpartum adalah masa setelah plasenta lahir sampai organ kandungan kembali pada keadaan sebelum hamil. Pospartum dengan kelahiran bayi BBLR akan meningkatkan risiko depresi postpartum, terutama pada bayi yang mengalami gangguan kesehatan dan harus dirawat terpisah dengan ibu. Diperlukan ilmu pengetahuan tentang faktor apa saja yang menyebabkan gejala depresi pada ibu postpartum.Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi risiko depresi postpartum dengan BBLR di ruang perinatologi RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS)Metode:Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu postpartum yang melahirkan bayi BBLR dirawat di ruang perinatology dengan sampel berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling. Penelitian dilakukan di Ruang perinatology. Pengumpulan data dengan menggunakan Kuesioner EPDS, Efikasi Diri dan dukungan keluarga. Menggunakan uji statistic Chi ScuareHasil Penelitian:Hasil analisis didapatkan nilai p value usia (p=0,537), status pekerjaan (p=0,598), pendapatan (p=0,444), paritas (p=0.105), riwayat obstetri (p=0,020) Pendidikan (p=0,017), dukungan keluarga (p=0.037) dan efikasi diri (p=0,024)Kesimpulan:Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, status pekerjaan, pendapatan, paritas dengan risiko depresi postpartum, terdapat hubungan signifikan antara Pendidikan, dukungan keluarga, Riwayat obstetri, efikasi diri dengan risiko depresi postpartum.   
Pengaruh Musik Keroncong Terhadap Kecemasan Pasien Kanker Ginekologi Sari, Dhea Septian Meta; Aniarti, Reni Purwo; Isnaini, Nur; Widyaningsih, Susana
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i2.220

Abstract

Kanker ginekologi menjadi masalah kesehatan yang menyerang organ reproduksi perempuan. Pasien kanker ginekologi mengalami perubahan fisik dan perubahan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan merupakan perasaan takut tanpa sebab dengan timbulnya perasaan tidak nyaman. Penatalaksanaan dalam menurunkan kecemasan dapat menggunakan intervensi farmakologi dan nonfarmakologi. Intervensi nonfarmakologi dalam menurunkan kecemasan pasien kanker ginekologi salah satunya dengan musik keroncong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh musik keroncong dalam menurunkan kecemasan pasien kanker ginekologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan one group pre-test-post-test design. Sampel dalam penelitian ini 30 pasien kanker ginekologi yang mengalami kecemasan ringan-sedang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu lembar kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Responden diberikan intervensi musik keroncong selama 4 kali dalam seminggu dengan durasi kurang lebih 7 menit. Analisis yang digunakan adalah uji statistik paired t-test. Didapatkan hasil nilai sebelum diberikan musik keroncong sebesar 19,50 dan sesudah diberikan musik keroncong sebesar 8,13 dengan p value 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukan terdapat penurunan kecemasan pada pasien kanker ginekologi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto sesudah diberikan musik keroncong
HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERSEPSI BUDAYA, DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP SELF EFFICACY MENYUSUI Setiyani; Purwo Aniarti, Reni
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v9i1.10390

Abstract

Keberhasilan dalam praktik menyusui dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kondisi fisiologis dan psikologis ibu, serta faktor eksternal, termasuk dukungan dari keluarga, lingkungan sosial ibu, dan latar belakang budaya. Kepercayaan diri atau keyakinan ibu dalam memberikan ASI, yang dikenal sebagai self-efficacy, juga menjadi bagian penting dari kesuksesan dalam menyusui. Memahami hubungan antara pengetahuan, persepsi budaya, dan dukungan keluarga terkait pemberian ASI dengan self-efficacy menyusui pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Mandiraja 2. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, dan data dianalisis dengan uji chi-square. Sebagian besar responden berusia antara 20-35 tahun, memiliki pendidikan terakhir SMP, dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Responden dengan self-efficacy tinggi umumnya memiliki pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 26 orang (96,3%), persepsi budaya yang mendukung sebanyak 28 orang (84,8%) dan pada mereka yang menerima dukungan keluarga yang baik, juga sebanyak 28 orang (84,8%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, persepsi budaya dan dukungan keluarga tentang pemberian ASI dan self-efficacy menyusui pada ibu primipara. Peran perawat dalam pendidikan menyusui efektif dengan memberikan informasi dan dukungan terkait teknik menyusui yang benar serta membantu ibu mengatasi masalah seperti nyeri puting atau kesulitan menyusui.
Pengaruh Musik Keroncong Terhadap Kecemasan Pasien Kanker Ginekologi Sari, Dhea Septian Meta; Aniarti, Reni Purwo; Isnaini, Nur; Widyaningsih, Susana
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i2.220

Abstract

Kanker ginekologi menjadi masalah kesehatan yang menyerang organ reproduksi perempuan. Pasien kanker ginekologi mengalami perubahan fisik dan perubahan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan merupakan perasaan takut tanpa sebab dengan timbulnya perasaan tidak nyaman. Penatalaksanaan dalam menurunkan kecemasan dapat menggunakan intervensi farmakologi dan nonfarmakologi. Intervensi nonfarmakologi dalam menurunkan kecemasan pasien kanker ginekologi salah satunya dengan musik keroncong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh musik keroncong dalam menurunkan kecemasan pasien kanker ginekologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan one group pre-test-post-test design. Sampel dalam penelitian ini 30 pasien kanker ginekologi yang mengalami kecemasan ringan-sedang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu lembar kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Responden diberikan intervensi musik keroncong selama 4 kali dalam seminggu dengan durasi kurang lebih 7 menit. Analisis yang digunakan adalah uji statistik paired t-test. Didapatkan hasil nilai sebelum diberikan musik keroncong sebesar 19,50 dan sesudah diberikan musik keroncong sebesar 8,13 dengan p value 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukan terdapat penurunan kecemasan pada pasien kanker ginekologi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto sesudah diberikan musik keroncong
Analisis Faktor Determinan Ibu Hamil Resiko Tinggi Dengan Kek Di Puskesmas Kalibagor Mu'minah, Ikhwah; Atmarina Yuliani, Diah; Purwo Aniarti, Reni
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15 No 2 (2025): Vol. 15, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v15i2.1639

Abstract

Pregnant women who do not get adequate nutritional needs will experience chronic energy deficiency. Pregnant women with chronic energy deficiency are pregnant women who are at risk of chronic energy deficiency, namely those who have an upper arm circumference below 23.5 cm or a pre-pregnancy body mass index or first trimester (gestational age ≤12 weeks) below 18.5 kg/ m2. Chronic lack of energy has an impact on the pregnancy process, causing anemia, stunted baby growth, during labor it will affect contractions (his) so that it will hinder the progress of labor, bleeding, low birth weight, and asphyxia. Cases of pregnant women with chronic energy deficiency must be treated intensively by health workers so that the mother's health condition can be well controlled to prevent complications that could occur and endanger the lives of the mother and fetus. Objective: Analyze the Determinant Factors for High Risk Pregnant Women with Chronic Energy Deficiency in the Kalibagor Community Health Center Work Area. Research type: This type of research is qualitative research with a phenomenological descriptive approach. Research results: The research results show that the cause of pregnant women experiencing chronic energy deficiency is due to a history of chronic energy deficiency and anemia from before pregnancy which was not handled properly. Apart from that, complaints of nausea and vomiting experienced by pregnant women as a form of discomfort during pregnancy result in a lack of nutritional intake containing balanced nutrition, thus having a negative impact on the health of pregnant women. Conclusion: Chronic energy deficiency in pregnant women needs serious treatment. Collaboration from various sectors is needed to overcome chronic energy deficiency in pregnant women. The role of midwives is very necessary for early detection of chronic energy deficiency starting from pre-conception so that chronic energy deficiency in pregnant women can be prevented. It is important to increase knowledge, especially among pregnant women, so that complications do not occur during pregnancy.
Efektivitas Terapi Audio Murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman terhadap Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia di Panti Gramesia Cirebonnti Gramesia Cirebon Putri Nurfitriani; Reni Purwo Aniarti; Mawar Amanda
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 3 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i3.220

Abstract

Auditory hallucinations are one of the main symptoms experienced by patients with schizophrenia. Non-pharmacological interventions, such as spiritual therapy, serve as important alternatives to support treatment. One increasingly used method is the recitation of Qur’anic verses (murottal therapy), which provides psychological and spiritual calming effects.  To determine the impact of murottal audio therapy of Surah Ar-Rahman on the intensity of auditory hallucinations in patients with schizophrenia at Gramesia Nursing Home, Cirebon.  This scientific paper is presented in the form of a nursing care report focusing on the application of murottal audio therapy using Surah Ar-Rahman as an intervention.  Before the therapy, the patient experienced moderate auditory hallucinations, accompanied by intense emotional reactions and difficulty controlling behavior. After undergoing murottal audio therapy, there was a decrease in hallucination intensity and improvement in the patient’s emotional condition. Murottal audio therapy of Surah Ar-Rahman is effective as a non-pharmacological approach to reduce auditory hallucinations and support psychological recovery in patients with schizophrenia. Following the intervention, patients reported a significant decrease in the intensity of their hallucinations. Emotional reactions were notably less intense, and patients displayed improved emotional regulation and greater behavioral control. The results suggest that murottal audio therapy using Surah Ar-Rahman is an effective non-pharmacological intervention that not only reduces the intensity of auditory hallucinations but also plays a supportive role in the psychological recovery of patients with schizophrenia. The findings emphasize the importance of integrating spiritual therapies into comprehensive treatment plans, as they offer a holistic approach to managing schizophrenia. This intervention can complement traditional pharmacological treatments, providing patients with a sense of spiritual calm and emotional stability, which can enhance their overall mental health and well-being.
Mekanisme koping sebagai kunci resiliensi pada perempuan dewasa muda dengan kanker ginekologi Syahda, Tiara Maulina; Aniarti, Reni Purwo; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti; Elsanti, Devita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1509

Abstract

Background: The reproductive health of young adult women is vulnerable to disorders, one of which is gynecological cancer, which is the leading cause of death of women in the world and Indonesia. Early detection of cancer, such as through IVA, is still low, including in Central Java. Gynecologic cancer causes physical and psychological distress, so that coping mechanisms and resilience are very important to support patient adaptation. Purpose: To knowing the relationship between coping mechanisms and resilience in young adult women who experience gynecological cancer. Method: This quantitative study used a cross-sectional approach. The sample consisted of 94 respondents aged 20-40 years, using a consecutive sampling method. Data were collected using a questionnaire and analyzed using statistical tests. Data analysis used the chi-square test. Results: The chi square test analysis show that there is a relationship between coping mechanisms and resilience in young adult women who experience gynecological cancer with a p-value of 0.001. Conclusion: There is a relationship between coping mechanisms and resilience in young adult women who experience gynecological cancer.   Keywords: Coping Mechanism; Gynecological Cancer; Resilience.   Pendahuluan: Kesehatan reproduksi wanita dewasa muda rentan terhadap gangguan, salah satunya kanker ginekologi, yang menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia dan Indonesia. Deteksi dini kanker, seperti melalui IVA, masih rendah, termasuk di Jawa Tengah. Kanker ginekologi menimbulkan tekanan fisik dan psikologis, sehingga mekanisme koping dan resiliensi sangat penting untuk mendukung adaptasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan resiliensi pada wanita usia dewasa muda yang mengalami kanker ginekologi. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 94 responden yang berusia 20-40 tahun dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Analisis uji chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan resiliensi pada wanita usia dewasa muda yang mengalami kanker ginekologi dengan hasil p-value 0,001. Simpulan: Terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan resiliensi pada wanita usia dewasa muda yang mengalami kanker ginekologi.   Kata Kunci: Kanker Ginekologi; Mekanisme Koping; Resiliensi.
Perbedaan Pengaruh Kompres Bawang Merah dan Daun Kubis terhadap Breast Engorgement Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Arsyada, Alin Sabrina; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti; Aprilina, Happy Dwi; Aniarti, Reni Purwo
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.23606

Abstract

ABSTRACT Breast engorgement is a common problem among postpartum mothers that can cause pain, discomfort, and hinder the breastfeeding process. Non-pharmacological interventions such as shallot and cabbage leaf compresses are widely used, but comparative studies are still limited. This study aimed to analyze the difference in effectiveness between shallot compresses and cabbage leaf compresses in reducing breast engorgement among postpartum mothers. This quasi-experimental study used a pretest-posttest design with 45 postpartum mothers, divided into two intervention groups. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney U tests. The results showed that onion compresses significantly reduced breast engorgement, with 95.45% of respondents in the mild category after the intervention (p=0.001). Cabbage leaf compresses demonstrated more consistent results, with 100% of respondents in the mild category after the intervention (p=0.000). A comparative analysis between groups revealed no significant difference in reducing breast engorgement (p=0.823). Non-pharmacological therapy using onion and cabbage leaf compresses is effective in alleviating breast engorgement in postpartum women. Compresses with cabbage leaves showed more consistent outcomes. Keywords: Breast Engorgement, Cabbage Leaf Compress, Postpartum, Shallot Compress.   ABSTRAK Breast engorgement merupakan masalah umum pada ibu nifas yang dapat menimbulkan nyeri, ketidaknyamanan, dan menghambat proses menyusui. Intervensi non-farmakologis seperti kompres bawang merah dan daun kubis banyak digunakan, namun penelitian komparatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas kompres bawang merah dan daun kubis dalam menurunkan breast engorgement pada ibu nifas. Desain penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest pada 45 ibu nifas yang dibagi dalam dua kelompok intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney-U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompres bawang merah signifikan menurunkan breast engorgement, dengan 95,45% responden berada pada kategori ringan setelah intervensi (p=0,001). Kompres daun kubis menunjukkan hasil yang lebih konsisten, dengan 100% responden berada pada kategori ringan setelah intervensi (p=0,000). Analisis komparatif antar kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam menurunkan breast engorgement (p=0,823). Terapi non farmakologis menggunakan kompres bawang merah dan daun kubis terbukti efektif menurunkan breast engorgement pada ibu nifas. Kompres dengan daun kubis menunjukkan hasil yang lebih konsisten. Kata Kunci: Breast Engorgement, Kompres Bawang Merah, Kompres Daun Kubis, dan Ibu Nifas.
Interpersonal Support And Motivation Of Woman Of Childbearing Age In VIA Examination: A Cross-Sectional Study Hani Muhayah; Happy Dwi Aprilina; Yektiningtyastuti yektiningtyastuti; Reni Purwo Aniarti
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.1.2026.39-51

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia. The VIA examination is important for early detection, but the participation of women of childbearing age is still low, partly due to the lack of interpersonal support from husbands, family, health workers, and friends. To determine the relationship between interpersonal support (husband, family, health workers, and friends) and motivation of WUS members of PCA Aisyiyah Gumelar to undergo VIA examination. This quantitative research uses a correlation study design with a cross-sectional approach. A sample of 82 women of childbearing age (WUS) was taken using total sampling techniques. Data was collected through an interpersonal support questionnaire including husband, family, health workers, friends, and motivation, with a research time frame of May 31, 2025, and analyzed using the Spearman rank test (α = 0.05) and logistic regression. The results show a significant relationship between interpersonal support and the motivation of WUS. Support from husbands (p = 0.000; r = 0.533), support from family (p = 0.000; r = 0.614), support from health workers (p = 0.000; r = 0.485), and support from friends (p = 0.000; r = 0.491). Interpersonal support from husbands, family members, healthcare workers, and peers is significantly associated with motivation to undergo VIA screening. These findings indicate statistical associations rather than causal relationships.
Pengaruh sistem informasi kemoterapi (SIKEMO) terhadap pengetahuan dan kepatuhan menjalani kemoterapi pada pasien kanker ginekologi Lestari, Yayu; Aniarti, Reni Purwo; Aprilina, Happy Dwi; Elsanti, Devita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2521

Abstract

Background: Gynecological cancer is a major cause of death in women, affecting the reproductive organs. Chemotherapy, a gynecological cancer treatment, can kill cancer cells but can cause physical and psychological side effects. Therefore, increasing knowledge capacity is necessary to encourage patient compliance with chemotherapy. One effort to improve knowledge and compliance with chemotherapy is through a telehealth intervention, the chemotherapy information system. Purpose: To determine the effect of the chemotherapy information system on knowledge and compliance with chemotherapy in gynecological cancer patients. Method: This quantitative study used a pre-experimental approach with a one-group pre-post-test. The study was conducted at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Regional General Hospital in the Wijayakusuma Ward from December 2024 to January 2025. The sample size for this study was 33 gynecological cancer patients, selected using consecutive sampling. The research instruments used included a chemotherapy knowledge questionnaire and a modified MMAS-8 compliance questionnaire. The intervention was conducted for 3 weeks, with patients using the education and schedule reminder features in the chemotherapy information system application. The Wilcoxon signed-rank test was used for analysis. Results: The average knowledge score increased from 62.50 (pre-test) to 81.25 (post-test). The compliance rate also increased from 6.36 (pre-test) to 7.42 (post-test). Statistically, SIKEMO had a significant effect on knowledge and compliance with chemotherapy in gynecological cancer patients (p-value = 0.000). Conclusion: The chemotherapy information system intervention significantly increased knowledge and compliance with chemotherapy in gynecological cancer patients (p-value = 0.000). Effective use of the chemotherapy information system application provided patients with the necessary information to improve their understanding and adherence to the chemotherapy schedule. Suggestion: Future research could expand the analysis of chemotherapy information system participant characteristics to understand specific factors contributing to gynecological cancer management. Developing the chemotherapy information system application to be more compatible with various smartphone models and simplifying the download process through the application platform.   Keywords: Adherence; Chemotherapy; Chemotherapy Information System; Gynecological Cancer Patients; Knowledge.   Pendahuluan: Kanker ginekologi merupakan salah satu penyumbang kematian utama pada perempuan yang menyerang organ reproduksi. Kemoterapi sebagai salah satu pengobatan kanker ginekologi yang dapat digunakan membunuh sel kanker, tetapi menyebabkan efek samping secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pengetahuan untuk mendorong kepatuhan pasien dalam menjalani kemoterapi. Upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan menjalani kemoterapi salah satunya dengan intervensi tele-health berupa Sistem Informasi Kemoterapi (SIKEMO). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh sistem informasi kemoterapi (SIKEMO) terhadap pengetahuan dan kepatuhan menjalani kemoterapi pada pasien kanker ginekologi. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan one group pre-post-test. Penelitian dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto di ruang Wijayakusuma, pada Desember 2024 - Januari 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 pasien kanker ginekologi yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner pengetahuan kemoterapi dan kuesioner kepatuhan MMAS-8 yang telah dimodifikasi. Intervensi dilakukan selama 3 minggu, pasien menggunakan fitur edukasi dan pengingat jadwal pada aplikasi SIKEMO. Analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62.50 (Pre-test) menjadi 81.25 (Post-test). Tingkat kepatuhan juga mengalami peningkatan dari 6.36 (pre-test) menjadi 7.42 (Post-test). Secara statistik, terhadap pengaruh signifikan SIKEMO terhadap pengetahuan dan kepatuhan kemoterapi pasien kanker ginekologi dengan p-value = 0.000 (p<0.05). Simpulan: Intervensi SIKEMO berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan tingkat kepatuhan menjalani kemoterapi pasien kanker ginekologi (p-value= 0.000). Penggunaan aplikasi SIKEMO secara efektif mampu membekali pasien dengan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kedisiplinan dalam mengikutijadwal prosedur kemoterapi. Saran: Penelitian selanjutnya, dapat memperluas analisis data karakteristik partisipan SIKEMO untuk memahami faktor-faktor spesifik yang berkontribusi pada penangan kanker ginekologi. Mengembangkan aplikasi SIKEMO agar lebih kompatibel dengan berbagai jenis smartphone dan mempermudah proses pengunduhan melalui platform aplikasi.   Kata Kunci: Kemoterapi; Kepatuhan; Pasien Kanker Ginekologi; Pengetahuan; Sistem Informasi Kemoterapi (SIKEMO).