Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Gerakan Anak Cerdas Memilih Jajanan Sehat Melalui Edukasi Di SDN 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru Hilda Irianty; Fitri Novita Sari Widodo; Jesica Pretisia; Fransisco Leo Tasik; Sarah Zein; M. Rifki Andra Firdaus; Ridha Hayati; Mahmudah Mahmudah; Hikmah Yusida; Deni Suryanto
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1058

Abstract

Pendahuluan: Dilihat dari kegiatan pengabdian sebelumnya, program edukasi masih terbatas dan belum mampu meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membentuk perilaku nyata anak dalam memilih jajanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa/i sekolah dasar melalui gerakan anak cerdas dalam memilih jajanan sehat melalui edukasi di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan tanya jawab, serta ada ice breaking  yang dilaksanakan di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru, dengan khalayak sasaran kelas VI B berjumlah 24 orang. Adapun metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahapan, yaitu perizinan, perencanaan, dan pelaksanaan. Alat dan bahan yang digunakan berupa poster, PowerPoint untuk pemberian edukasi, LCD, spanduk, snack dan hadiah untuk siswa yang menjawab pertanyaan. Hasil : Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah pemberian edukasi tentang jajanan sehat, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kebiasaan konsumsi yang kurang sehat. Banyak siswa menyatakan kurang menyukai sayuran dan lebih cenderung mengonsumsi jajanan kemasan. Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri jajanan yang sehat, aman, dan bergizi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai jajanan sehat masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan penyuluhan yang berkelanjutan.
Hubungan Pengetahuan dan Peran Guru Terhadap Larangan Merokok Pada Siswa-Siswi Di SMP SMIP 1946 Kota Banjarmasin Tahun 2023 M. Ridha Ilhami; Ridha Hayati; M. Bahrul Ilmi; Husnul Khatimatun Inayah
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 6 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dari hasil studi pendahuluan di SMP SMIP 1946 dengan metode wawancara kepada Kepala Sekolah, diketahui ada beberapa siswa yang merokok di sekitar lingkungan luar Sekolah Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran Guru dan pengetahuan siswa-siswi terhadap larangan merokok di Sekolah. Metode: Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif bersifat analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel yaitu seluruh siswa-siswi kelas 7 dan 8 SMP SMIP 1946 yang berjumlah 44 siswa-siswi, menggunakan kuesioner dan di analisis dengan uji chi square. Hasil: Hasil dari variabel larangan merokok menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih setuju 72,7%, kategori pengetahuan kurang sebesar 75% dan kategori peran Guru baik sebesar 61,4%. Hasil uji chi square tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan larangan merokok (p-value = 0.672), sedangkan ada hubungan antara variabel peran Guru dengan larangan merokok (p-value = 0.000). Simpulan: Diharapkan Guru memberikan edukasi menarik dan bisa memacu semangat siswa-siswi terkait edukasi yang di sampaikan, seperti dari segi video animasi atau video komedi bertujuan membuat para siswa-siswi bisa memahami isi dari edukasi terkait larangan merokok.
Analisis pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kecamatan Banjarbaru Selatan Ridha Hayati; Hilda Irianty
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i2.517

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi ancaman kematian dalam diam (sillent killer) dimana prevalensi global hipertensi menjadi 22% dari total populasi dunia. Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk ≥ 18 tahun berdasarkan pengukuran nasional sebesar 34,11%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan prevalensi hipertensi pada Riskesdas tahun 2013 sebesar 25,8%. Penderita hipertensi harus meminum obat seumur hidup, namun kadang kala tidak dihiraukan karena belum merasakan gejalanya. Pengetahuan dan sikap sangat berperan penting dalam menentukan perilaku seseorang. Selain meminum obat teratur, ada beberapa upaya pengendalian tekanan darah, antara lain mengatur pola makan, pola istirahat dan melakukan aktifitas fisik setiap hari. Di zaman gadget ini, kebanyakan masyarakat memiliki rutinitas yang pasif, kurang bergerak, dan karena tuntutan waktu, masyarakat memilih makanan instan daripada yang berserat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalilis hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan metode cross sectional, dengan jumlah keseluruhan sampel 80 orang di wilayah Kecamatan banjarbaru Selatan, data diambil menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji statistic. Hasil: Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p value 0,000) dan sikap (p value 0,001) dengan pengendalian tekanan darah, hal ini membuktikan bahwa perilaku yang baik di dasari oleh pengetahuan dan sikap yang positif. Simpulan: Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dan instansi kesehatan bisa bekerjasama dalam memberikan promosi kesehatan.
Hubungan Pengetahuan, Personal Hygiene dan Ketersediaan Air Bersih dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Tahun 2024 Ridha Hayati; Muhammad Rifki Alfiannoor; Mahmudah Mahmudah; Erwin Ernadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 6 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i6.805

Abstract

Pendahuluan: Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan, yang dimana penyakit diare di desa pasar jati berjumlah 43 kasus diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian diare, pengetahuan, personal hygiene dan ketersediaan air bersih serta menganalisis hubungan antara variabel tersebut. Metode Jenis penelitian ini yaitu menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh balita yang ada di Desa Pasar Jati yang berumur 1-5 tahun berjumlah sebanyak 256 balita.sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 72 responden. Instrument penelitian menggunakan wawancara dan dilakukan door to door menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil: Hasil univariat sebagian besar balita tidak terkena diare (65,3%), sebagian besar ibu balita mempunyai pengetahuan kurang (52,8%), sebagian besar personal hygiene baik (52,8%), sebagian besar air bersih tidak memenuhi syarat (63,9%). Hasil analisis diperoleh ada hubungan pengetahuan ibu (p-value =0,000) dan personal hygiene (p-value =0,000) dengan kejadian diare pada balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar 2024. tidak ada hubungan ketersediaan air bersih (p-value =0,193) dengan kejadian diare pada balita di Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar tahun 2024. Kesimpulan: Saran bagi masyarakat lebih aktif terhadap berbagai penyuluhan dan bagi pemerintah desa agar bisa mengadakan penyuluhan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Pengaruh Video Animasi Diet Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Terhadap Pengetahuan Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru Tahun 2025 Ridha Hayati; Mahmudah; Hilda Irianty
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i1.840

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, dengan jumlah penderita di Kota Banjarbaru mencapai 15.282 jiwa pada tahun 2023. Peningkatan ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup seperti pola makan dan minimnya pengetahuan masyarakat. Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) direkomendasikan sebagai program diet terbaik untuk mengurangi hipertensi. Upaya edukasi menggunakan media audiovisual, seperti video animasi Diet DASH, dinilai efektif karena lebih menarik dan dapat diulang. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video animasi Diet DASH terhadap pengetahuan dan pola makan pada masyarakat Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimen dan direncanakan dilakukan di Aula Kelurahan Sungai Besar. Populasi total adalah 55 anggota PKK Kelurahan Sungai Besar. Pengumpulan data menggunakan dua instrumen: instrumen pengetahuan dan instrumen pola makan, yang diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemutaran video. Analisis data menggunakan T test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pre-test menunjukkan bahwa dari 55 responden, 40 responden berpengetahuan cukup baik dan 7 responden berpengetahuan kurang. Setelah intervensi pemutaran video animasi Diet DASH, hasil post-test sebulan berikutnya menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 80% responden berpengetahuan baik dan 20% berpengetahuan cukup baik. Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui video animasi Diet DASH efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Diet DASH di Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru.
Analisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Tahun 2025 Rojib Bakti Alphalah Ilham Cahaya; Ridha Hayati; Mahmudah; Elsi Setiandari LO; Hikmah Yusida
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.867

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin di hadapkan dengan berbagai kendala antara lain dari segi sumber daya manusia dan sarana prasarana sistem dan aplikasi. Tujuan: menganalisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin berdasarkan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang efektif melalui pertemuan resmi atau lokakarya mini (lokmin) sangat berperan dalam kesuksesan implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin, meskipun ada tantangan terkait pemahaman pasien mengenai RME belum merata. Keterlibatan pegawai terlihat solid, masih terdapat kekurangan dalam hal sumber daya, seperti aplikasi BPJS, sistem E-pus atau jaringan internet serta dalam hal dukungan pelatihan yang memadai atau berkelanjutan dan belum adanya tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas. Disposisi positif staf terhadap penggunaan RME menunjukan potensi keberhasilan, meskipun masih perlu perbaikan dan peningkatan dalam integrasi data atau sistem dan pelatihan. Struktur birokrasi dari SOP dan struktur organisasi juga merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan implementasi RME. Simpulan: dari penelitian ini merekomendasikan peningkatan dalam sistem E-pus, aplikasi BPJS dan jaringan internet serta peningkatan dari Sumber Daya dan pengadaan pelatihan secara berkelanjutan serta pengadaan tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas sangat mendukung untuk efektivitas implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin.
Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah: Determinants of Prevention of Gastrical Disease in Taruna Village Hulu Sungai Tengah Hilda Irianty; Ridha Hayati; Deni Suryanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2759

Abstract

Latar Belakang: Gastritis yang umum dikenal oleh kalangan masyarakat dengan sebutan maag adalah penyakit yang sering terjadi di jumpai di klinik,penyebab paling sering dari penyakit ini adalahpenggunaan Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (OAINS), kortikosteroid, pola hidup dengan tingkat stres tinggi, konsumsi alkohol.kopi dan merokok. Data yang didapatkan di Puskesmas Barikin pada tahun 2021 dengan kasus sebanyak 96 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis Determinan Pencegahan Penyakit Gastritis Di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dan menggunakan Uji Chi-Square. Sampel sebanyak 61 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Hasil: Hasil penelitian dari data analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (P.Value 0,397), sikap (P. Value 1,000) dan dukungan keluarga (P.Value 0,172) dengan pencegahan penyakit Gastritis dan ada hubungan yang signifikan antara varibel sumber informasi (P.Value 0,036) dengan pencegahan penyakit Gastritis. Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan lebih dari 50 % responden sudah melakukan pencegahan penyakit Gastritis. ada hubungan yang siginifikan antara variabel sumber informasi dengan pencegahan penyakit Gastritis. tidak ada hubungan yag signifikan antara variabel pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pencegahan penyakit Gastritis.
Hubungan Karakteristik dan Aktifitas Fisik dengan Hipertensi pada Masyarakat Pralansia di Kota Banjarbaru: The Relationship Between Characteristics and Physical Activity with Hypertension in Pre-Elderly Communities in Banjarbaru City Ridha Hayati; Hilda Irianty
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3264

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ?140/90 mmhg¹. Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala dimana tekanan yang abnormal tinggi didalam arteri menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan. Berdasarkan data dari 3, hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 25,8%. Prevalensi tertinggi di Bangka Belitung (30,9%), diikuti Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%), Jawa Barat (29,4%), dan Gorontalo (29,4%). Hipertensi berkaitan dengan perilaku dan gaya hidup. Pengendalian hipertensi dicapai dengan memodifikasi perilaku, yang meliputi rajin aktivitas fisik, menghindari merokok, makan makanan yang sehat, dan tidak mengkonsumsi alkohol (P2PTM Kemenkes RI). Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Data Dinas kesehatan provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan angka Hipertensi di Kota Banjarbaru tertinggi ke 4 setelah Banjarmasin, Kab. Banjar dan Balangan. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan karakteristik yang meliputi jenis kelamin, genetik, pekerjaan, aktifitas fisik dan lama bekerja dengan hipertensi pada masyarakat pralansia di Kota Banjarbaru tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional, serta pendekatan cross sectional dan mengambil sampel/responden yang kebetulan ditemui (accidental Sampling) yaitu berjumlah 114 orang baik pegawai maupun pengunjung di kantor Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan, kantor Kecamatan Banjarbaru Utara dan Kantor Kelurahan Sungai Besar di kota Banjarbaru. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis kelamin (p value 0,63), genetic (p value 0,11), IMT (p value 0,74), aktifitas fisik (p value 0,58) dan lama bekerja (p value 0,79) tidak berhubungan dengan hipertensi. Kesimpulan: variable resiko jenis kelamin, genetic, IMT, Aktifitas fisik dan lama bekerja tidak berhubungan dengan hipertensi, selama faktor resiko dikendalikan dengan pola makan sehat dan pola istirahat yang baik. Disarankan kepada institusi pendidikan dan instansi kesehatan agar bekerja sama dalam melaksanakan promosi hipertensi dalam kegiatan masyarakat.
Analisis Peran Guru dan Orang Tua dalam Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di MA SMIP 1946 Banjarmasin Siti Shofaa Lawahizoh; Yeni Riza; Ridha Hayati; Fakhsiannor Fakhsiannor
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.7253

Abstract

The Smoke-Free Area (SFA) policy in schools should be the first line of defense in protecting adolescents from the dangers of smoking. However, in environments with a strong smoking culture, this policy often faces obstacles, one of which is low participation from teachers and parents. This study was conducted to analyze the role of teachers and parents in the implementation of the The Smoke-Free Area policy  at MA SMIP 1946 Banjarmasin. This study was a descriptive qualitative study using snowball sampling techniques. Data were collected  through interviews, observations, and documentation ang analyzed using the Miles-Huberman analysis technique. Data validity was tested using technical triangulation. The results of this research were obtained from 9 informants consisting of the principal, 4 teachers and 4 parents who showed that teachers have actively enforced the SFA through supervision, raids, sanctions, awarding points for violations and summoning parents. Conversely, parental involvement is still lowl, where permissive attitudes normalize smoking behavior. Using family ecological theory, it can be concluded that this study emphasizes that the succes of SFA in schools is not sufficient only with enforcement at the school level, but also requires active collaboration from parents to counter pro-smoking cultural norms at home.
Hubungan Nomophobia, Distraksi Digital, dan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Unsafe Behavior pada Mahasiswa Fkm Uniska Erwin Ernadi; Dina; Deni Suryanto; Ridha Hayati
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 Juli-September
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan ketergantungan teknologi digital berpotensi memicu gangguan kognitif dan perilaku berisiko keselamatan. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional ini bertujuan menganalisis hubungan antara nomophobia, distraksi digital, dan durasi penggunaan smartphone dengan unsafe behavior pada mahasiswa tingkat akhir FKM UNISKA MAB Banjarmasin Tahun 2026. Sampel berjumlah 100 mahasiswa dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari total populasi 134 orang di enam peminatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden mengalami nomophobia sedang (87,0%), distraksi digital sedang (92,0%), durasi smartphone sedang (65,0%), dan unsafe behavior sedang (70,0%). Analisis bivariat mengungkapkan tidak terdapat hubungan signifikan antara nomophobia (p=0,334) maupun distraksi digital (p=0,089) dengan unsafe behavior. Namun, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi penggunaan smartphone dengan unsafe behavior (p=0,033). Kesimpulannya, akumulasi durasi pemaparan layar harian (screen time) merupakan determinan utama yang berhubungan langsung dengan unsafe behavior. Institusi direkomendasikan memformulasi program edukasi rekayasa perilaku keselamatan berbasis digital (digital ergonomics) guna memitigasi risiko di lingkungan kampus.