Husnul Khatimatun Inayah
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sosialisasi KTR “Siswa Cerdas Tanpa Rokok” di SMK Syuhada Banjarmasin Yeni Riza; Meilya Farika Indah; Eddy Rahman; Husnul Khatimatun Inayah
Al-Khidmah Vol 2, No 1 (2019): AL-KHIDMAH (Agustus)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.055 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v2i1.1420

Abstract

The results of riskesdas years 2013 mentioned the prevalence of smokers in indonesia reach 36,5 % consisting of 68,8 % smokers laki-laki and 6,9 %. women smokersThis fact made indonesia ranked third in the event of an epidemic in the world. highest cigarette consumption. The increasing prevalence of smoking and reach the burden of disease and economic as well as a result of the decline in cigarette consumption of health care and quality of human resources ( human resources ) indonesia in the days to come ( febriani, 2014 ). Therefore will be held this community activity devotion to the students in order to prevent kids from smoking, especially at the age of who is a minor.Objectives of the activities is to come up with the knowledge for the for the youth pt pgn promised to supply student of class two of vocational high school on the prohibition area of without the city from cigarette smoke and the dangers of smoking for the health of as well as intelligence to make the young generation which is free from cigarettes . The main target or targeted from the activities of these are the students or a student of two smk witness banjarmasin who beramatkan in the way of a brig .Jend .Hasan basri no. 23 banjarmasin north, city banjarmasin Methods used in this activity is through the video, lectures, and discussion and integration.Through socialization activities in students in smk area - to the participants without cigarette understand the whole material extension that have characterized by participants disampai fully answers the questions given instructor and team after the socialization to students in smk - about “KTR and the danger of cigarette” is  61 students (81 %) having attitude to quit smoking and the remaining 14 students ( 19 % ) still no desire to quit smoking.Key Words: KTR, danger, smoking, students
PENGETAHUAN LOKAL IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN PERSALINAN DI KOTA BANJARMASIN Husnul Khatimatun Inayah
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v4i1.601

Abstract

Millenium Development Goals (MDGs) mempunyai salah satu tujuan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 75 persen antara tahun 1990 sampai tahun 2015. Faktanya AKI masih belum seperti yang diharapkan dan naik turun dari tahun 2015 sampai dengan 2019. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesi (SDKI) 2002-2003 AKI di Indonesi masih cukup tinggi yaitu: 307/100.000 kelahiran. Kondisi“4 terlambat” dimana, terlambat mengenali tanda bahaya, merupakan salah satu penyebabnya. Terlambat mengenali tanda bahaya dkarena kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan yang berdampak meningkatnya kematian ibu. Bappenas (2015). Pengetahuan lokal yang berasal praktik-praktik budaya tradisional berpengaruh terhadap kematian ibu. Beberapa penelitian menemukan adanya persepsi yang salah dan kurangnya pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan lokal ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan di Kota Banjarmasin. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan etnografi. Hasil Penelitian ibu hamil mengenal pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan melalui pantangan yang dilakukan saat hamil dan melahirkan. Sebagian pengetahuan lokal tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan ada yang bertentangan dan ada yang tidak bertentangan serta adapula yang mendukung kesehatan. Disarankan Perlunya informasi tentang tanda bahaya saat hamil dan bersalin melalui penyuluhan, konseling untuk meluruskan pengetahuan lokal yang bertentangan dengan kesehatan, meningkatkan pengetahuan ibu dan memotipasi ibu hamil/bersalin untuk terus melaksanakan budaya/kebiasaan yang mendukung kesehatan
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI PUSKESMAS LANDASAN ULIN TAHUN 2021 Noorhidayah Noorhidayah; Husnul Khatimatun Inayah; Annisa Sintya Rahayu
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7058

Abstract

Ketersediaan obat saat ini menjadi tuntutan pelayanan kesehatan, sehingga harus selalu tersedia setiap saat agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal. Proses pengelolaan obat di Puskesmas akan berjalan efektif dan efisien apabila ditunjang dengan pengelolaan manajemen logistik obat yang baik. Ketersediaan obat di Puskesmas Landasan Ulin belum dapat terlaksana secara optimal karena permintaan obat terkadang belum terpenuhi disebabkan kekosongan obat dari Dinas Kesehatan. Sarana dan prasarana belum memadai seperti ruang penyimpanan obat yang kurang. Tujuan penelitian  menganalisis manajemen logistik obat melalui komponen input dan proses dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara kepada pihak Dinas Kesehatan  dan Puskesmas Landasan Ulin. Hasil penelitian dilihat dari komponen input bahwa SDM di instalasi farmasi sudah mencukupi namun tidak semua SDM pernah mengikuti pelatihan terkait manajemen logistik obat, anggaran dana sudah sesuai dengan peraturan yang ada, sarana dan prasarana masih belum  memadai. Pada komponen proses manajemen logistik obat sudah berjalan dengan baik seperti perencanaan, penerimaan, distribusi, administrasi dan proses penyimpanan dimana sudah dilaksanakan sesuai dengan SOP dari segi permintaan belum berjalan dengan baik dikarenakan masih belum terpenuhinya permintaan obat, dari segi pemusnahan dan penarikan masih belum berjalan dengan baik karena belum terjadwalnya kegiatan tersebut, pada proses pengendalian masih belum berjalan dengan baik karena masih ada kekurangan obat, serta proses pemantauan dan evaluasi belum berjalan dengan baik dikarenakan masih tidak terjadwal. Diharapkan pihak Puskesmas dapat memenuhi sarana prasarana logistik obat, dan bagi Dinas Kesehatan untuk memenuhi keseluruhan permintaan obat, memberikan pelatihan kepada SDM instalasi farmasi Puskesmas, dan membentuk tim khusus pemantauan dan evaluasi.Kata kunci: Manajemen, Logistik, ObatKepustakaan: 10 (2009-2021) 
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DIWILAYAH KERJA KLINIK BASECAMP PT KIDECO KECAMATAN BATU SOPANG Chandra Chandra; Husnul Khatimatun Inayah; Heni Yeni
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7095

Abstract

Kejadian ISPA di wilayah kerja Klinik BaseCamp PT Kideco Jaya Agung yang terjadi di masyarakat terutama pada balita baik dari penyebab, gejala serta pengobatannya. Beberapa gejala seperti hidung tersumbat, batuk, suara serak dan demam. Tujuan penelitian mengetahui hubungan , status imunisasi dan kebiasaan merokok dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) anak balita 1-5 tahun di wilayah kerja Klinik BaseCamp PT kideco Jaya Agung. Penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sasaran balita 1-5 tahun sebanyak 88 balita.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian dilakukan dengan wawancara melalui kuesioner. Hasil analisis univariat balita yang tidak mengalami ISPA 53 orang (39,8%),status imunisasi dasar balita lengkap 54 orang (61,4%), Anggota keluarga yang merokok 50 orang (56,8%). Berdasarkan uji statistik ada hubungan ada hubungan status imunisasi (p-value = 0,000), ada hubungan kebiasaan merokok (p-value = 0,014) dengan kejadian ISPA pada balita. Bagi Klinik BaseCamp PT Kideco Jaya Agung  diharapkan lebih meningkatkan program kesehatan khususnya program pemberantasan penyakit ISPA dapat lebih diperbaiki dan memberikan penyuluhan mengenai bahaya asap rokok terhadap balita dan  faktor-faktor yang dapat menyebabkan ISPA sehingga dapat mengurangi kejadian terjadinya penyakit  ISPA.
PENGETAHUAN LOKAL IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN PERSALINAN DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH KOTA BANJARMASIN Husnul Khatimatun Inayah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 1 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i1.3010

Abstract

 Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003 AKI di Indonesia masih cukup tinggi yaitu: 307/100.000 kelahiran. Kondisi“4 terlambat” dimana, terlambat mengenali tanda bahaya, merupakan salah satu penyebabnya. Terlambat mengenali tanda bahaya dkarena kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan yang berdampak meningkatnya kematian ibu. Bappenas (2015). Pengetahuan lokal yang berasal praktik-praktik budaya tradisional berpengaruh terhadap kematian ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui  pengetahuan lokal ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan di Puskesmas Alalak Tengah Kota Banjarmasin. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan etnografi. Hasil Penelitian ibu hamil mengenal pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan melalui pantangan yang dilakukan saat hamil dan melahirkan. Sebagian pengetahuan lokal tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan ada yang bertentangan dan ada yang tidak bertentangan serta adapula yang mendukung kesehatan. Disarankan kepada tenaga kesehatan terutama bidan untuk lebih meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya saat hamil dan bersalin melalui penyuluhan, konseling untuk meluruskan pengetahuan lokal yang bertentangan dengan kesehatan, dan memberikan motipasi pada ibu hamil/bersalin untuk terus melaksanakan budaya/kebiasaan yang mendukung kesehatan.
Hubungan Pengetahuan, Paritas Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2023 Mariani, Mariani; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i2.13074

Abstract

Data rekapan Puskesmas Amuntai Selatan menyebutkan bahwa selama tahun 2022 sebanyak 87 ibu hamil mengalami KEK dengan angka LILA <23,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang gizi terhadap kejadian kekurangan energi kronik (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Amuntai Selatan Tahun 2023. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang mengalami KEK di wilayah kerja Puskesmas Amuntai Selatan berdasarkan data Januari-April Tahun 2023 sebanyak berjumlah 116 orang. Sampel sebanyak 60 responden menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden  mengalami KEK sebanyak 32 orang (53,3%), sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 30 orang (50,0%), sebagian besar responden memiliki paritas tidak berisiko sebanyak 40 orang (66,7%). Ada hubungan pengetahuan ibu hamil (p-value=0,003) dan paritas ibu hamil (p-value=0,001) terhadap kejadian kekurangan energi kronik di Puskesmas Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2023. Diharapkan Puskesmas dapat memberikan lebih banyak motivasi dan dorongan kepada ibu hamil untuk memperhatikan masa kehamilannya banyak mengkonsumsi nutrisi dan gizi dan memberikan pengetahuan tentang tanda bahaya, resiko dan cara mengatasi KEK selama kehamilan.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Gang Purnawirawan RT 2 Kelurahan Pelambuan Banjarmasin Husnul Khatimatun Inayah; Netty Netty; Ari Widyarni; Elsi Setiandari Lely Octaviana
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i1.378

Abstract

Cancer is a major health problem in the world and in Indonesia, according to the Global Burden of Cancer (Globocan) released by WHO in the Data and Information Center of the Ministry of Health on 2020, the number of deaths from cancer until 2018 continues to increase from year to year.Breast cancer prevention Effort by SADARI. Data from the Banjarmasin City Health Office in 2020 there were 98 cases of breast cancer in 2020 and 31 deaths. The target of the education is the mothers of Gang Punawirawan, Pelambuan village, Banjarmasin with a population of 250 families where 90 women are adults and there is 1 case of death due to breast cancer and many mothers and cadres do not know SADARI. The purpose of this community service is for cadres and mothers to understand and be able to carry out SADARI to remind breast cancer prevention.Targets and outcomes of this service, there is an increase in understanding and skills about breast cancer and early detection of cancer by SADARI. The outputs are Scientific Publications in Journals with ISSN/Proceedings, Youtube publications, and teaching materials in the form of dictation. The method of implementing this activity is in the form of pretest, breast cancer counseling, BSE training and posttest.The final result of the implementation of this activity is an increase in knowledge, understanding and skills about breast cancer, this can be seen from the comparison between the average pretest and posttest scores. Conclusion The understanding of cadres and mothers in Gang Purnawirawan RT 2, Pelambuan village can be increased through providing training and counseling about breast cancer and how to prevent it through SADARI.
Edukasi Kontrasepsi IUD pada Akseptor KB di Rt. 9 Kelurahan Pasar Lama Wilayah Kerja Puskesmas S.Parman Kota Banjarmasin Husnul Khatimatun Inayah; Netty Netty; Nurul Indah Qariati; Ari Widyarti
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 2, No 2 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v2i2.102

Abstract

AbstractThe total population of Indonesia in 2016 was 258,986 people with a population increase of 3.24 million people per year. The efforts of the government to reduce the rate of population growth by the number of births through the Family Planning program and to maintain the age of first marriage. The most dominant contraceptive method in Indonesia is the short-term contraceptive method, namely injections (52.8%) and pills (23, 77%). Whereas Contraception in the Womb or IUD (IUD) (4.73%), which has good effectiveness and long term contraception is in great demand. Low IUD allocation. External and internal factors. internal factors include incorrect knowledge about the IUD and low education. The target of education is the mother of acceptors in RT 9 Kelurahan, Pasar Lama, working area in the Puskesmas S. Parman, Banjarmasin. Where active KB acceptors are 38 people, who use contraceptive pills 20 people, injections 18 people, condoms and IUDs were absent during 2018 and January - August 2019, active KB acceptors 39 people, who used contraceptive pills 21 people, injections 18 people, condoms and the IUD does not exist. The purpose of this activity is to increase the knowledge of family planning acceptors about contraception in general and IUD contraception in particular. The method used is an explanation using flipcharts and questions and answers. As a result of community service activities, an increase in knowledge about IUD contraception occurred.
Hubungan Kondisi Geografis dan Lingkungan Sosial terhadap Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Satui Tahun 2022 Muhammad Rizki Hanafi; Eddy Rahman; Husnul Khatimatun Inayah; Erwin Ernadi
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v12i2.666

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis cases in the work area of the Satui Health Center are currently increasing with the cases as many as 13 cases in 2020 and has increased so far.  This study aims to determine the relationship between geographical conditions and social environment on the incidence of tuberculosis in the work area of the satui care health center in 2022. Survey research method by distributing questionnaires and interviews with case control approach method. The total of samples used is 46 respondents with a total of 23 case respondents and 23 control respondents. The variables of this research were regional classification, economic occupation, knowledge and habits. Statistical test using Chi-Square test. The results of test show that there is a relationship between the independent variable and the dependent variable. The test results show that there is a relationship between the independent variable and the dependent variable. The result of test show that there is a relationship between regional classification (p-value = 0.025), occupation (p-value = 0.018), and economy (p-value = 0.003) with the incidence of Tuberculosis. Suggestion for the community to be able to get used to doing PHBS such as using masks in public places, using masks when sick with coughing, covering mouth when coughing and others. By getting used to doing good PHBS, individuals are not easily infected and do not transmit the seeds of disease.
Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Scabies Di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Rahman, Aulia; Anggraeni, Septi; Fauzan, Akhmad; Dhewi, Siska; Inayah, Husnul Khatimatun
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i2.17425

Abstract

Di Provinsi Kalimantan Selatan, setiap tahun terdapat kasus skabies. Penyakit skabies menempati urutan ketigabelas di Kabupaten Banjar, dan skabies menempati urutan keenam dari sepuluh penyakit terbanyak di Provinsi Kalimantan Selatan. Data Puskesmas Astambul tahun 2023 terdapat 150 kasus scabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian scabies di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Astambul dengan kasus scabies tertinggi dan terendah dengan sampel yaitu sebanyak 85 orang. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar tidak terkena scabies (62,8%), personal hygiene sebagian baik (53,3%) dan sanitasi lingkungan sebagian besar baik (65,1%). Ada hubungan personal hygiene dengan kejadian scabies (p-value=0,0001) dan ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian scabies (p-value=0,0001). Diharapkan dapat meningkatkan upaya promosi Kesehatan tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit scabies.