Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Media dalam Program Hitam Putih: Perspektif Ekonomi Politik Budaya media Khasanah, Mayla Virotul; Rohimi, Primi
Gandiwa Jurnal Komunikasi Vol 5, No 1 (2025): Gandiwa Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/g.v5i1.3521

Abstract

Penelitian yang berjudul “Representasi Media dalam Program Hitam Putih: Perspektif Ekonomi Politik dari Budaya Media” ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana program talkshow “Hitam Putih” di Trans7 merepresentasikan berbagai persoalan sosial dan budaya melalui lensa ekonomi politik. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media tidak hanya menyampaikan informasi, namun juga membentuk persepsi masyarakat terhadap realitas sosial yang ditampilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berperan penting dalam membentuk opini masyarakat dan mempengaruhi perilaku sosial melalui pengemasan konten yang menarik dan relevan. Acara “Hitam Putih” berhasil menarik perhatian penonton dengan menyajikan isu-isu terkini secara menarik, sehingga menimbulkan persepsi positif di kalangan masyarakat. Selain itu, representasi presenter yang lebih menghibur dan informal juga berkontribusi terhadap keberhasilan program dalam menarik minat penonton, meskipun hal ini mengubah ekspektasi mengenai kualitas intelektual seorang pembawa acara talk show.Melalui analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa “Hitam Putih” tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, namun juga sebagai alat untuk mengkonstruksi realitas sosial yang dapat mempengaruhi pandangan dan sikap masyarakat terhadap berbagai permasalahan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan antara media, budaya, dan ekonomi politik dalam konteks komunikasi massa. 
Komunikasi Interpersonal Kepala Desa Piji dalam Menjaga Moralitas Masyarakat Sakira, Flora; Rohimi, Primi
KOMUNIKASIA: Journal of Islamic Communication and Broadcasting Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Study of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kpi.v4i2.5138

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh kepala desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, dalam menjaga moralitas masyarakat. Moralitas menjadi hal yang penting untuk diperhatikan ditengah arus modernisasi yang sering kali mengikis nilai-nilai lokal. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal Kepala Desa melibatkan pendekatan persuasive, dialogis, dan partisipatif melalui forum masyarakat, kunjungan rumah, dan penggunaan media tradisional. Temuan ini mengungkapkan bahwa hubungan erat antar kepala desa dengan warganya menjadi kunci dalam menciptakan pengaruh positif terhadap perilaku masyarakat. penelitian ini menjadi manfaat dalam memperkaya wawasan tentang strategi komunikasi pemimpin lokal untuk menjaga nilai-nilai moral di komunitas desa, sehingga relevan untuk diterapkan di berbagai daerah lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Kepala Desa, Moralitas Masyarakat.
Komodifikasi Simbol Religi dalam Iklan Wardah: Studi Ekonomi Politik Media rizqi, fadhilahamelia; Rohimi, Primi
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v10i1.112

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi komodifikasi simbol-simbol religius dalam iklan produk kosmetik Wardah dengan pendekatan ekonomi politik media. Sebagai salah satu merek kosmetik halal terkemuka di Indonesia, Wardah menggunakan identitas religius sebagai bagian dari strategi pemasarannya untuk menarik pasar Muslim. Studi ini mengkaji bagaimana simbol-simbol seperti hijab, doa, dan nilai-nilai Islam dihadirkan sebagai elemen estetika dan retoris dalam iklan mereka. Melalui metode analisis isi dan wawancara mendalam, penelitian ini mengungkap bahwa simbol-simbol religius dalam iklan Wardah tidak hanya berfungsi sebagai representasi identitas, tetapi juga berperan sebagai alat komersialisasi yang memperkuat posisi merek di pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik tersebut mencerminkan dinamika ekonomi politik media, di mana nilai-nilai budaya dan agama berpadu dengan kepentingan kapitalisme. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti aspek etis dari komodifikasi simbol-simbol religius, terutama terkait dampaknya terhadap persepsi konsumen terhadap nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penelitian ini akan menghasilkan data berupa data deskriptif tentang Komodifikasi Simbol Religi Dalam Iklan Wardah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sekaligus menggali sumber-sumber informasi dan data dari informan, serta memberikan penjelasan, deskripsi secara keseluruhan tentang "Komodifikasi Simbol Religi Dalam Iklan Wardah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan sumbangan penting bagi kajian komunikasi, pemasaran, dan ekonomi politik media, khususnya dalam konteks industri kosmetik halal di Indonesia.  
Peran Kompas TV dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan di Indonesia Fatihah, Nurul; Rohimi, Primi
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 3 No 2 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v3i2.6552

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul “Peran Kompas TV dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan di Indonesia”, bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Kompas TV terutama dalam meningkatkan literasi keagamaanya di Indonesia, dan bagaimana Kompas TV menangani kontraversi atau konflik yang terkait dengan isu Agama, terutama Agama Islam dalam liputannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, subjek penelitian ini dengan mewawancarai produser lapangan pada hari Selasa, 28 Mei 2024 yang menjadi narasumber saat Kunjungan di Kompas TV. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV mampu meningkatkan literasi keagamaan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mendukung penerapan syariat Islam. Adapun peran Kompas TV dalam meningkatkan literasi keagamaan di Indonesia yaitu Melalui konten inspiratif dan edukatif, fokus pada eksplorasi Indonesia, kualitas konten yang tinggi, visi dan misi yang jelas, dan penghargaan dan pengakuan, Kompas TV telah berperan aktif dalam meningkatkan literasi keagamaan di Indonesia. Abstract: This research, entitled "The Role of Kompas TV in Increasing Religious Literacy in Indonesia", aims to find out the role of Kompas TV, especially in increasing religious literacy in Indonesia, and how Kompas TV handles controversy or conflict related to religious issues, especially Islam in its coverage. This research uses a qualitative approach and descriptive methods, the subject of this research is interviewing Ms. Meirita Efendi who was a resource person during a visit to Kompas TV. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observation and documentation. The research results show that Kompas TV is able to increase religious literacy in accordance with applicable laws and regulations and supports the implementation of Islamic law. The role of Kompas TV in increasing religious literacy in Indonesia is through inspirational and educational content, focus on exploration of Indonesia, high quality content, clear vision and mission, and awards and recognition, Kompas TV has played an active role in increasing religious literacy in Indonesia.
Gelar Karya Sebagai Upaya Penguatan Public Speaking Mahasiswa Program Studi KPI IAIN Kudus Zykratul Rahma, Alya; Rohimi, Primi
Journal Proxemics Vol. 1 No. 2 (2024): Proxemics Vol 1 No 2
Publisher : Communication Sciences Study Program, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jprox.v1i2.119

Abstract

The purpose of this study is to determine the effectiveness of gelar karya as an effort to strengthen public speaking skills for students of the Islamic Broadcasting Communication (KPI) study program at IAIN Kudus. This research employs a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The collected data undergoes a process of reduction, interpretation, and conclusion drawing to explore how gelar karya contributes to strengthening students' public speaking skills. The research findings indicate that gelar karya plays a significant role in training students to appear confident in public, although many still experience anxiety. In conclusion, gelar karya is an effective means of strengthening public speaking skills for KPI students at IAIN Kudus. It is not only beneficial in an academic context but also crucial in equipping students with essential communication skills needed in the professional world.
Konsumsi Media Dan Identitas Budaya Di Kalangan Remaja Juwana, Kabupaten Pati Tsania Mishbahun Naila; Primi Rohimi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8867

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara konsumsi media dan identitas budaya di kalangan remaja Juwana, Kabupaten Pati, dengan fokus pada pengaruh media terhadap pemahaman dan keterikatan remaja terhadap budaya lokal. Penelitian ini didorong oleh tren peningkatan penggunaan media sosial yang berpotensi mengubah cara remaja memahami nilai-nilai budaya daerah. Konsumsi media yang tidak terkontrol dapat memudarkan nilai-nilai lokal, sementara pemanfaatan yang tepat dapat memperkuat identitas budaya. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk menggali pengalaman remaja dalam menggunakan media. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan remaja dan pengamatan terhadap pola interaksi mereka dengan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun media sosial mendorong kesadaran akan tradisi dan nilai budaya lokal, penggunaan bahasa gaul yang dominan menciptakan kesenjangan generasi yang dapat melemahkan keterikatan budaya. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membangun literasi media yang bijak. Dengan literasi media yang baik, konsumsi media dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya remaja tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, peran edukasi dalam mengarahkan pemanfaatan media menjadi sangat krusial demi pelestarian budaya lokal di era digital. This article explores the relationship between media consumption and cultural identity among the youth of Juwana, Pati Regency, with a focus on the influence of media on adolescents' understanding of and attachment to local culture. This research is motivated by the increasing trend of social media use that has the potential to change the way adolescents understand local cultural values. Uncontrolled media consumption can diminish local values, while proper utilization can strengthen cultural identity. The novelty of the research lies in the qualitative approach that combines in-depth interviews and participatory observation to explore adolescents' experiences in using media. Data was obtained through structured interviews with teenagers and observations of their interaction patterns with the media. The results show that although social media encourages awareness of local cultural traditions and values, the dominant use of slang creates a generation gap that can weaken cultural attachment. This research underscores the importance of synergy between families, schools and communities in building wise media literacy. With good media literacy, media consumption can be utilized as a means to strengthen adolescents' cultural identity without ignoring local values. Therefore, the role of education in directing media utilization is crucial for the preservation of local culture in the digital era. This research explores the relationship between media consumption and cultural identity among teenagers in Juwana, Pati Regency, with a focus on the main question regarding how media influences teenagers' understanding and attachment to local culture. The background to this problem arises from the increasing use of social media which has the potential to change the way teenagers understand regional cultural values. The novelty of this research lies in the qualitative approach which combines in-depth interviews and observations to explore teenagers' experiences in media consumption. The methodology used involves analysis of data from interviews with teenagers and observations of their interactions with the media. The main results show that teenagers who are active on social media tend to be more aware of local cultural traditions and values, although the use of slang creates a generation gap that can reduce attachment to that culture. This research emphasizes the importance of collaboration between families, schools and communities in educating teenagers so they can use media wisely. The conclusion of this discussion confirms that with the right approach, media consumption can strengthen cultural identity without ignoring local values, so it is important to increase media literacy among teenagers.
Representasi Relasi Suami Istri dalam Islam pada Film Buya Hamka Vol. 1 dan Vol. 2 Lutfiah, Zumrotul; Primi Rohimi, Primi Rohimi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i1.9651

Abstract

Film Buya Hamka merupakan film bioskop Indonesia yang menggambarkan perjalanan hidup Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) serta relasi rumah tangganya dengan Siti Raham. Artikel  ini bertujuan untuk menganalisis representasi relasi suami istri dalam Islam yang digambarkan dalam film tersebut sekaligus memahami konstruksi makna di baliknya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teori representasi Stuart Hall dan analisis semiotika Roland Barthes pada level denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menemukan bahwa relasi suami istri dalam film ini merefleksikan nilai tanggung jawab, kesetiaan, saling menghormati, dan keterlibatan intelektual. Pada level denotasi, rumah tangga digambarkan harmonis dan penuh kasih sayang; pada level konotasi, relasi suami istri tidak hanya domestik tetapi juga ideologis dan intelektual; sementara pada level mitos, film membangun gambaran rumah tangga ideal dalam Islam sebagai relasi yang egaliter, dialogis, serta menjadi fondasi kekuatan moral dan perjuangan umat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi Islam dan studi representasi melalui media film, dengan menunjukkan bagaimana film religius dapat berfungsi sebagai sarana dakwah kultural sekaligus inspirasi dalam membangun rumah tangga Islami yang harmonis dan berkeadilan. The film Buya Hamka is an Indonesian movie that depicts the life journey of Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) and his marital relationship with Siti Raham. This article aims to analyze the representation of husband-wife relationships in Islam as depicted in the film and to understand the construction of meaning behind it. This study employs a literature review method with a descriptive qualitative approach, drawing on Stuart Hall's theory of representation and Roland Barthes' semiotic analysis at the denotative, connotative, and mythical levels. This study finds that the husband-wife relationship in this film reflects the values of responsibility, loyalty, mutual respect, and intellectual involvement. At the denotative level, the household is depicted as harmonious and loving; at the connotative level, the husband-wife relationship is not only domestic but also ideological and intellectual; while at the mythical level, the film constructs an image of the ideal household in Islam as an egalitarian, dialogical relationship that serves as the foundation of moral strength and the struggle of the ummah. This research contributes to enriching the study of Islamic communication and representation through film media by showing how religious films can serve as a means of cultural da'wah (proselytizing) as well as inspiration in building a harmonious and just Islamic household.
Analisis Teknik Public Speaking Pada Stand Up Comedy Pada Komunitas Stand Up Indo Kudus Husna, Indah; Rohimi, Primi
Journal of Da'wah Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v3i2.4629

Abstract

This study discusses the public speaking techniques used by members of the Stand Up Indo Kudus Community in their stand-up comedy performances. Public speaking in this context involves the skill of speaking in front of an audience with the aim of entertaining and building effective communication through humor. The study employs a descriptive qualitative approach using semi-structured interviews to gather in-depth data from active comedians within the community. The findings reveal that frequently used public speaking techniques include voice intonation control to emphasize punchlines, body language to strengthen the narrative, and eye contact to create interaction with the audience. Additionally, improvisation plays a crucial role in handling unexpected situations on stage. Through activities such as open mic sessions and group discussions, the community consistently develops its members’ communication skills, shaping confident, creative, and adaptive comedians in various situations
Public Speaking Tokoh Agama dalam Menjaga Toleransi di Desa Kalirejo, Undaan, Kudus Bahtiar, Mohamad Bayu; Rohimi, Primi
Journal of Da'wah Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v3i2.4642

Abstract

Penyampaian pesan toleransi di Desa Kalirejo, Kudus, tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik melalui khutbah Jumat maupun kegiatan sosial yang melibatkan umat dari berbagai agama. Khutbah yang disampaikan oleh para kyai menggunakan teknik public speaking yang efektif untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya saling menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Melalui kutipan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis, para kyai menekankan bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehendak Allah dan harus dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang harmonis antar sesama. Selain dalam khutbah, tindakan sosial seperti membantu keluarga non-Muslim yang berduka dan partisipasi dalam gotong-royong di lingkungan desa menjadi bentuk nyata penerapan nilai toleransi. Tindakan ini tidak hanya mempererat hubungan antarumat beragama, tetapi juga memperkuat solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberagaman agama dan budaya di Desa Kalirejo tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan sosial yang memperkuat solidaritas dan kerukunan. Oleh karena itu, pesan toleransi yang disampaikan melalui public speaking dan aksi sosial menciptakan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan saling mendukung.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH DIGITAL DI RUBRIK RELIGI RADAR KUDUS Dimas Labib Al Azka; Rohimi, Primi
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.8221

Abstract

This study aims to analyze digital da’wah communication strategies in the Rubrik Religi of Radar Kudus as a local media outlet seeking to balance its da’wah mission with the principles of professional journalism. The focus of the study is directed toward examining how digital communication strategies are implemented to convey Islamic messages that are relevant to the Kudus community. The analysis employs Lasswell’s Communication Model, which encompasses five key elements—who says what, through which channel, to whom, and with what effect. This model is used to examine the role of the editorial team as the communicator, the form and structure of da’wah messages, the digital media utilized, the characteristics of the target audience, and the communicative effects produced. The research adopts a descriptive qualitative approach through rubric observation and literature review. The findings indicate that Radar Kudus implements persuasive, reflective, and educative da’wah strategies using a popular journalistic style grounded in Islamic values. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah digital dalam Rubrik Religi Radar Kudus sebagai media lokal yang berupaya menyeimbangkan misi dakwah dengan prinsip jurnalisme profesional. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana strategi komunikasi dakwah diterapkan melalui platform digital untuk menyampaikan pesan keislaman yang relevan bagi masyarakat Kudus. Kajian ini menggunakan Model Komunikasi Lasswell yang meliputi lima unsur komunikasi, yaitu siapa menyampaikan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dan dengan efek apa. Model tersebut digunakan untuk menelaah posisi redaksi sebagai komunikator, bentuk serta struktur pesan dakwah, medium digital yang dimanfaatkan, karakteristik audiens sasaran, dan dampak komunikatif yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi rubrik dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radar Kudus menerapkan strategi dakwah persuasif, reflektif, dan edukatif dengan gaya jurnalistik populer yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.