Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh College Adjustment terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Baru di Masa Pandemii Marchya Devana Titania; Temi Damayanti Djamhoer
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5435

Abstract

Abstract. College Adjustment, where freshmen must be able to adjust themselves to the college environment both in terms of academic adjustment, social adjustment, personal-emotional adjustment, and institutional attachment. However, the COVID-19 pandemic learning process change to online, thus affecting the ability of new students at the Islamic University of Bandung to conduct College Adjustment. As a result, new students are prone to Academic Procrastination or procrastination in doing academic work and lectures because they cannot adapt to the academic culture of higher education. The research is aimed to looking at the description of the level of College Adjustment and Academic Procrastination on new students at the Islamic University of Bandung and the magnitude of the influence given by the College Adjustment on the level of Academic Procrastination. The method in this study is a quantitative method and the sample of this research is the first year freshmen at the Islamic University of Bandung who experience online learning which is selected based on the sampling technique, Simple Random Sampling, totaling 348 students. The measuring instrument used is the Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) from Baker & Siryk (1984) to measure the College Adjustment level and the Academic Procrastination Tendency Questionnaire from Ferrari (1995). Data analysis using simple linear regression using SPSS and the results of this study indicate that the College Adjustment level of new students is included in the low level and Academic Procrastination is included in the high level, and there is a negative effect of College Adjustment on Academic Procrastination of -0.984 which means a decrease of 1 score in College Adjustment will increase Academic Procrastination by 0.984 and College Adjustment can predict the level of Academic Procrastination negatively with an estimated prediction of 50.3%. Abstrak. College Adjustment, di mana mahasiswa baru harus dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan perguruan tinggi baik dalam aspek penyesuaian akademik, penyesuaian sosial, penyesuaian personal-emosional, dan kelekatan dengan institusi. Perkuliahan yang mengalami perubahan menjadi daring mempengaruhi kemampuan mahasiswa baru di Universitas Islam Bandung dalam melakukan College Adjustment. Akibatnya, mahasiswa baru rentan melakukan Prokrastinasi Akademik atau menunda-nunda dalam mengerjakan pekerjaan akademik dan perkuliahan karena tidak dapat beradaptasi dengan budaya akademik perguruan tinggi. Penelitian ini ditujukan untuk melihat gambaran tingkatan College Adjustment dan Prokrastinasi Akademik pada mahasiswa baru Universitas Islam Bandung dan besaran pengaruh yang diberikan College Adjustment terhadap tingkatan Prokrastinasi Akademik. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun pertama Universitas Islam Bandung yang mengalami pembelajaran daring yang dipilih berdasarkan Simple Random Sampling yang berjumlah 348 mahasiswa. Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) dari Baker & Siryk (1984) digunakan untuk mengukur tingkat College Adjustment dan Kuesioner Kecenderungan Prokrastinasi Akademik dari Ferrari (1995). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat College Adjustment mahasiswa baru termasuk kedalam tingkat rendah dan Prokrastinasi Akademik termasuk kedalam tingkat tinggi, dan hasil juga menunjukkan terdapat pengaruh negatif dari College Adjustment terhadap Prokrastinasi Akademik sebesar -0,984 yang berarti penurunan 1 skor College Adjustment akan meningkatkan Prokrastinasi Akademik sebesar 0,984 dan College Adjustment dapat memprediksi tingkat Prokrastinasi Akademik secara negatif dengan estimasi prediksi sebesar 50,3%.
KOMPETENSI GURU DI DALAM PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI PADA GURU SD NEGERI DI KOTA BANDUNG Temi Damayanti; Stephani Raihana Hamdan; Andhita Nurul Khasanah
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.1 Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.838 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.1947

Abstract

Fenomena ditemukannya berbagai permasalahan terkait siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti sistem pembelajaran reguler di sekolah dasar negeri menuntut sekolah dasar menyelenggarakan pembelajaran inklusi yang menyatukan proses belajar mengajar antara siswa reguler dengan siswa berkebutuhan khusus. Oleh karena itu guru di sekolah dituntut memiliki kompetensi dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mendapat gambaran empirik mengenai kompetensi guru dalam proses mengajar siswa berkebutuhan khusus. Kompetensi guru dibatasi dengan konsep kompetensi profesional guru yang diadaptasi dari konsep dari Mulyasa (2013) dan Garnida (2015) mengenai kompetensi guru profesional dalam pendidikan inklusif. Subjek penelitian adalah guru wali kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 yang menangani siswa berkebutuhan khusus dari perwakilan 9 wilayah rayon yang menjadi representasi kota Bandung. Hasil penelitian kompetensi domain student, assessment, instruction, collaboration communication dan professional, mayoritas sedang, sedangkan untuk domain content mayoritas menunjukkan komptensi yang rendah. Domain yang mayoritas hasilnya tinggi yaitu domain learning environment.
Peningkatan Pengetahuan Moral Siswa Melalui Cerita Rakyat Daerah dalam Program “Diksi Ceria” Nur Maulidia Rusmiati; Fernanda Dwi Fadhilah; Lischa Nabila Wilianaza; Muhammad Azzam Ramadhani Asykar; Annisa Nurkarimah; Temi Damayanti Djamhoer
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1569

Abstract

Abstract. Lack of morality become hot topics recently due to bullying incident between student at the elementary school level. According to Lickona (2012), This behavior was representing the moral degradation. One of the methodology to prevent the incident is Folktale storytelling. This methodology is an experiment that use quantity approach. Research through “Diksi Ceria” Program which facilitate discussion about folktale for elementary student can improve knowledge about their knowledge about attitude and keep the story still exists, because folktale usually have many moral value behind the story. Diksi Ceria had effective in increasing moral knowledge through story telling at SDN 023 Pajagalan Bandung. Abstrak. Kondisi moral saat ini memprihatinkan karena banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh siswa terhadap teman sebaya. Perilaku ini mewakili ciri-ciri penurunan moral menurut Lickona (2012). Berdasarkan kasus tersebut, diperlukan metode baru untuk meningkatkan pengetahuan moral siswa, salah satunya melalui cerita rakyat. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian melalui program “Diksi Ceria (Diskusi mengenai Cerita Rakyat Daerah)” yang memfasilitasi pendiskusian cerita rakyat bagi siswa sekolah dasar sebagai media untuk meningkatkan pengetahuan moral siswa serta menjaga eksistensi cerita rakyat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh cerita rakyat daerah dalam program “Diksi Ceria” sebagai media dalam meningkatkan pengetahuan moral siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan program Diksi Ceria “Diskusi Cerita Rakyat Daerah” efektif meningkatkan pengetahuan moral pada siswa kelas 4 SDN 023 Pajagalan, Bandung.
PELATIHAN SELF-REGULATED LEARNING MEREDUKSI PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENYUSUN SKRIPSI Ulfy Marsyah; Yuli Aslamawati; Temi Damayanti Djamhoer
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rapun.v15i1.126653

Abstract

Abstrak: Efektifitas Intervensi Pelatihan Self-Regulated Learning dalam Mereduksi Prokrastinasi Akademik. Prokrastinasi akademik merupakan suatu perilaku menunda-nunda tugas dikalangan mahasiswa yang umum terjadi. Prokrastinasi akademik yang timbul berkaitan dengan penulisan skripsi sering kali dialami oleh para mahasiswa akhir yang sedang menyelesaikan skripsi. Hal ini menyebabkan mahasiswa kesulitan mengerjakan tugas dengan baik, mendapat peringatan dari dosen dan menghambat kelulusan. Tujuan penelitian ini adalah melihat efektivitas dari intervensi pelatihan self-regulated learning dalam mereduksi prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang menyusun skripsi di Universitas X. Penelitian ini menggunakan the non-equivalent control group dengan jumlah 30 subjek, 15 orang pada kelompok eksperimen dan 15 orang kelompok control. Hasil penelitian menunjukan pelatihan self-regulated learning efektif mereduksi tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa sebesar -15%. Hal ini juga terlihat dari hasil uji Paired Sample T-Test 0,000 < 0,05 yang artinya adanya perbedaan tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan pelatihan, dan uji Independent Sample T Test 0,00 < 0,05 yang artinya adanya perbedaan tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu pada kelompok eksperimen yang diberikan pelatihan terjadi penurunan prokrastinasi sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan terjadi peningkatan pada prokrastinasi akademik.
Pengaruh Job Crafting terhadap Work Engagement pada Guru Sekolah Dasar Negeri di Bandung Fernanda Dwi Fadhilah; Djamhoer, Temi Damayanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10046

Abstract

Abstract. Work engagement in an organization is an important thing to pay attention to because it is very important for the overall work function of employees and the sustainability of the organization. One of the efforts to increase work engagement is by doing job crafting or modification in work. This study aims to determine how much influence job crafting has on work engagement in elementary school teachers. The research method used is the causality method through multiple regression analysis with 373 public elementary school teachers in Bandung as subjects, including 10 elementary schools in Bandung City and 4 elementary schools in Bandung Regency. The measuring instruments used in this study are Job Crafting Scale developed by Tims [10], and adapted by Astuti (2023) and Utrecht Work Engagement Scale developed by Schaufeli & Bakker [12]. The results showed that public elementary school teachers in Bandung had a high level of job crafting, which amounted to 96.8%. In addition, the teachers also have a high level of work engagement, which is 99.2%. The effect of job crafting on work engagement found is 52% with the increasing structural job resources dimension as the dimension that has the highest value. Increasing structural job resources is done through efforts to utilize opportunities to develop and optimize personal abilities. Abstrak. Keterikatan kerja atau work engagement pada suatu organisasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena sangat penting untuk keseluruhan fungsi kerja karyawan dan keberlanjutan organisasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan work engagement adalah dengan melakukan job crafting atau modifikasi dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh job crafting terhadap work engagement pada guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kausalitas melalui analisis regresi berganda dengan 373 guru Sekolah Dasar Negeri di Bandung sebagai subjek, mencakup 10 SDN di Kota Bandung dan 4 SDN di Kabupaten Bandung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Job Crafting Scale yang dikembangkan Tims [10], dan diadaptasi oleh Astuti (2023) dan Utrecht Work Engagement Scale yang dikembangkan oleh Schaufeli & Bakker [12]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Sekolah Dasar Negeri di Bandung memiliki tingkat job crafting yang tinggi, yaitu sebesar 96.8%. Disamping itu, para guru juga memiliki tingkat work engagement yang tinggi, yaitu sebesar 99.2%. Pengaruh job crafting terhadap work engagement yang ditemukan adalah 52% dengan dimensi increasing structural job resources sebagai dimensi yang memiliki nilai paling tinggi. Increasing structural job resources dilakukan melalui upaya pemanfaatan kesempatan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan diri.
Pengaruh Basic Need Satisfaction terhadap Work Engagement pada Dosen Perguruan Tinggi di Bandung Anjani, Rera; Djamhoer, Temi Damayanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10078

Abstract

Abstract. Lecturers play an important role in the context of higher education, which includes delivering learning materials, academic guidance, and developing student skills. The role of lecturers is not just a provider of information, but also includes character building and the development of thinking skills in students. In addition to these tasks, lecturers are also involved in research and academic development activities to continuously improve the quality of education. Therefore, lecturer performance assessment does not only focus on the teaching aspect, but also involves their contribution in research and community service. This study aims to determine the effect of basic need satisfaction on work engagement conducted on college lecturers in Bandung. This research method uses a non-experimental quantitative approach, using multiple regression analysis tests. The number of samples in this study amounted to 99 lecturers at Bandung Universities. The measuring instrument used is the basic need satisfaction measuring instrument from Van den Broeck et.al, (2010) and the work engagement measuring instrument from Schaufeli & Bakker. The results of multiple regression tests state that there is a significant influence of basic need satisfaction on work engagement with a large influence of 0.255. And the need for competence aspect is the aspect that has the most dominant influence in shaping work engagement. Abstrak. Dosen memberikan peranan penting dalam konteks pendidikan tinggi, yang mencakup penyampaian materi pembelajaran, bimbingan akademik, dan pengembangan keterampilan mahasiswa. Peran dosen tidak hanya sekedar sebagai pemberi informasi, tetapi juga mencakup pembinaan karakter dan pengembangan kemampuan berpikir pada mahasiswa. Selain tugas-tugas tersebut, dosen juga terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan akademis guna terus meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, penilaian kinerja dosen tidak hanya berfokus pada aspek pengajaran, tetapi juga melibatkan kontribusinya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh basic need satisfaction terhadap work engagement yang dilakukan pada dosen perguruan tinggi di Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental, dengan menggunakan uji analisis regresi berganda. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 99 dosen di Perguruan Tinggi Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur basic need satisfaction dari Van den Broeck et.al, (2010) serta alat ukur work engagement dari Schaufeli & Bakker. Hasil Uji regresi berganda menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan basic need satisfaction terhadap work engagement dengan besar pengaruh 0.255. Serta aspek need for competence menjadi aspek yang memiliki pengaruh paling dominan dalam membentuk work engagement.
Academic Hardiness: Studi Literatur Daphna Ivanka Latisha; Djamhoer, Temi Damayanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10158

Abstract

Abstract. This article is a literature review aimed at delving into the concept of academic hardiness in the academic context and as a form of stress management. A profound understanding of this concept is essential to depict the role of academic hardiness in facing challenges within the academic environment. Through literature analysis, this article seeks to provide a comprehensive overview of the significance of academic hardiness in understanding and managing stress in the academic domain. Abstrak. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mendalami konsep academic hardiness dalam konteks akademis dan sebagai suatu bentuk manajemen stres. Pemahaman yang mendalam terhadap konsep ini menjadi kunci untuk menggambarkan peran academic hardiness dalam menghadapi tantangan di lingkungan akademis. Melalui analisis literatur, artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang arti penting academic hardiness dalam memahami dan mengelola stres di ranah akademis.
Pengaruh Work Study Conflict terhadap Work Engagement pada Mahasiswa Pekerja Part Time di Coffee Shop Kota Bandung Citra Ayu Purnama Sari; Temi Damayanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.12463

Abstract

Abstract. Coffee shops are one of the business sectors that students choose to do part time. Students who work will have two different demands which can cause work study conflicts. Work study conflict is an experience when the demands and responsibilities of work interfere with a person's ability to handle the demands and responsibilities of education. Apart from demands on studies, students have demands for responsibility at work regarding their work performance. Work engagement is something positive that is related to behavior at work which includes thoughts about the relationship between workers or employees and their work, which is characterized by vigor, dedication, and absorption in work. This research aims to obtain empirical data regarding the influence of work-study conflict on work engagement among part-time students in Bandung city coffee shops with 100 part-time students in Bandung city coffee shops as respondents. This research was conducted using the Work-study conflict measuring instrument which refers to the theory of Markel & Frone (1998) and using the UWES measuring instrument which consists of 17 items which is a development of the measuring instrument from Schaufeli et al., (2010). The sampling technique used is the convenience sampling technique. The method used is a quantitative causality method with simple linear regression analysis techniques. The results of this research show that the large contribution of the influence of work-study conflict (X) on work engagement (Y) among part-time students in coffee shops in the city of Bandung can be seen through the coefficient of determination of 8.80%, which means that work-study conflict has an insignificant effect on work engagement. Abstrak. Coffee shop meurpakkan salah satu sektor usaha yang dipillih mahasiswa untuk melakukan part time. Mahasiswa yang bekerja akan memiliki dua tuntutan berbeda yang dapat menimbulkan work study conflict. Work study conflict merupakan pengalaman ketika tuntutan dan tanggung jawab dalam pekerjaan mengganggu kemampuan seseorang dalam tuntutan dan tanggung jawab dalam pendidikan. Selain tuntutan pada studi, mahasiswa memiliki tuntutan tanggung jawab pada tempat bekerja bagaimana performa kinerja terhadap pekerjaannya. Work engagement adalah sesuatu yang bersifat positif yang berkaitan dengan perilaku dalam pekerjaan yang meliputi pikiran mengenai hubungan antara pekerja atau karyawan dengan pekerjaannya, yang ditandai dengan vigor, dedication, absorption dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai pengaruh work study conflict terhadap work engagement pada mahasiswa part time di coffee shop kota Bandung dengan responden sebanyak 100 orang mahasiswa part time di coffee shop kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat ukur work study conflict yang mengacu pada teori Markel & Frone (1998) dan menggunakan alat ukur UWES yang terdiri dari 17 item yang merupakan pengembangan alat ukur dari Schaufeli et al., (2010). Teknik sampling yang digunakan teknik convenience sampling. Metode yang digunakan metode kuantitatif kausalitas dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya kontribusi pengaruh work study conflict (X) terhadap work engagement (Y) pada mahasiswa part time di coffee shop kota Bandung dapat diketahui melalui koefisien determinasi 8,80% yang artinya work study conflict berpengaruh tidak signifikan terhadap work engagement.
Pengaruh Work-Life Balance terhadap Psychological Wellbeing Nazwa Adelya Suhardi; Djamhoer, Temi Damayanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12862

Abstract

Abstract. Factory employees often face their own difficulties in achieving a balance between the demands of work and personal life, which can have a significant impact on their psychological well-being. The purpose of this study is to see how high work-life balance and psychological wellbeing are, as well as to see the effect of work-life balance on psychological wellbeing. The research uses quantitative methods that are non-experimental causality, analysis using simple linear regression. The population in this study were employees of Production Plant 1A and 1B PT Pupuk Kujang, with stratified random sampling technique obtained 68 samples. The measuring instrument used in this study is the work-life balance scale from Fisher (2002) which has been adapted by Gunawan et al., (2019) and the psychological wellbeing scale from Ryff (1989), which has been adapted to Indonesian culture and language by Rachmayani & Ramdhani (2014). The results of the analysis state that there is an effect of work-life balance on psychological wellbeing with a significance value of p=0.000, the effect of work-life balance variables on psychological wellbeing variables is 27% and the regression coefficient result is -1.326 which means the effect is opposite. In addition, the results of the analysis also stated that 50% of respondents had high work-life balance and 51% of respondents had low psychological wellbeing. Abstrak. Karyawan pabrik sering menghadapi kesulitan tersendiri dalam mencapai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, yang dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa tinggi work-life balance dan psychological wellbeing, juga melihat pengaruh work-life balance terhadap psychological wellbeing. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang bersifat kausalitas non experimental, analisis menggunakan regresi linear sederhana. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan Pabrik Produksi 1A dan 1B PT Pupuk Kujang, dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling diperoleh 68 sampel. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala work-life balance dari Fisher (2002) yang sudah diadaptasi oleh Gunawan et al., (2019) dan skala psychological wellbeing dari Ryff (1989), yang sudah diadaptasi ke budaya dan bahasa Indonesia oleh Rachmayani & Ramdhani (2014). Hasil dari analisis menyatakan bahwa terdapat pengaruh work-life balance terhadap psychological wellbeing dengan nilai signifikansi p=0.000, pengaruh variabel work-life balance terhadap variabel psychological wellbeing sebesar 27% dan hasil koefisien regresi sebesar -1,326 yang berarti pengaruhnya berlawanan. Selain itu, hasil analisis juga menyatakan bahwa 50% responden memiliki work-life balance tinggi dan 51% responden memiliki psychological wellbeing rendah.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Ghaida Salsabila; Temi Damayanti Djamhoer
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5053

Abstract

Abstract. In several studies conducted previously, the heavy academic load on medical students can cause academic burnout. Academic Burnout that is not addressed properly is worried that it will have an impact on the residency stage. The purpose of this study was to determine the effect of emotional intelligence on Academic Burnout in first to third year students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic niversity. To describe the effect of emotional intelligence on Academic Burnout The research method used is Quantitative with non-experimental causality design. The data analysis used was simple linear regression involving 248 subjects from first to third year students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University with Convenience Sampling Technique. Academic Burnout was measured using the Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) measuring instrument adapted by Agustia (2015) and the Emotional Intelligence measuring instrument using the Emotional Intelligence Inventory (EII) which was compiled based on aspects of Goleman and adapted by Arlinkasari & Akmal (2017). The results of this study indicate that emotional intelligence has an influence on Academic Burnout by 86.3%. The majority of Faculty of Medicine students have high emotional intelligence, namely 90% and 53.6% of students have a low level of Academic Burnout. Abstrak. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya beban Akademik berat pada Mahasiswa Kedokteran dapat menyebabkan academic burnout. Academic Burnout yang tidak diatasi dengan baik khawatir akan berdampak pada tahap residensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap academic Burnout pada mahasiswa tahun pertama hingga ketiga Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Untuk menggambarkan pengaruh kecerdasan emosional terhadap Academic Burnout. Metode Penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif dengan rancangan kausalitas non eksperimental. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana yang melibatkan 248 subjek yang berasal dari Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tingkat satu sampai tiga dengan Teknik Convenience Sampling. Academic Burnout diukur dengan menggunakan alat ukur Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) yang diadaptasi oleh Agustia (2015) dan alat ukur Kecerdasan Emosional menggunakan Emotional Intelligence Inventory (EII) yang disusun berdasarkan aspek-aspek dari Goleman dan diadaptasi oleh Arlinkasari & Akmal (2017). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecerdasan emosional memiliki pengaruh terhadap academic burnout sebesar 86,3%. Mayoritas Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki kecerdasan emosi yang tinggi yakni sebanyak 90% serta sebesar 53,6% Mahasiswa memiliki tingkat Academic Burnout yang rendah.