Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi Antri Ariani; Adelia Destyana; Andria Pragholapati
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.793 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v3i01.527

Abstract

Delivery Implementation and Complication Prevention (P4K) Program facilitated by village midwives in order to increase the active role of husbands, families and communities in planning safe deliveries and preparing for complications for pregnant women. P4K activities are collecting data and attaching stickers to pregnant women, birth attendants by health workers, delivery funds, village ambulances, post-delivery family planning and blood donation donations. P4K activities aim to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) which was recorded at 102 per live birth in 2015 and continues to increase by 359 per 100,000 live births. This study aims to describe the knowledge of pregnant women about the delivery planning program and prevention of complications at Puskesmas X. This research is a descriptive study that is about the description of knowledge of pregnant women about P4K.sampling technique was accidental sampling , with a population of 74 people. Data analysis used univariate analysis. The results showed that the knowledge of pregnant women about P4K was more than half of the respondents with less knowledge as much as 55.4%. Suggestions for the puskesmas are expected to increase understanding about P4K by providing information such as holding health counseling activities about P4K to pregnant women, husbands, cadres, and paraji shamans.
GAMBARAN SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA IBU HAMIL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN PENOLONG PERSALINAN DI DESA JATISARI KECAMATAN KUTAWARINGIN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2019 Antri Ariani
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.295 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v4i2.127

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Mengingat sekitar 90% kematian ibu terjadi pada saat persalinan sehingga kematian ibu bersalin erat kaitannya dengan penolong persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap dan dukungan keluarga pada ibu hamil dalam mengambil keputusan penolong persalinan di Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung tahun 2019. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang digunakan Purposive Sampling yaitu seluruh ibu hamil sebanyak 43 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariant. Hasil penelitian diketahui bahwa Sebagian besar ibu hamil berusia 20 – 35 tahun sebanyak 33 orang (76,7%). Lebih dari setengahnya ibu hamil berpendidikan dasar sebanyak 29 orang (67,4%). Lebih dari setengahnya ibu hamil berparitas multigravida sebanyak 26 orang (60,5%). Hampir seluruhnya ibu hamil tidak bekerja sebanyak 39 orang (90,7%). Lebih dari setengahnya sikap ibu hamil negatif sebanyak 22 orang (51,2%). Lebih dari setengahnya dukungan keluarga tidak mendukung sebanyak 24 orang (55,8%). Diharapkan tenaga kesehatan/bidan dapat bekerjasama dengan paraji untuk mengubah sikap ibu hamil. Serta perlu adanya peningkatan keterlibatan keluarga/suami dalam kesehatan ibu mulai dari kehamilan sampai dengan pemilihan penolong persalinan.
PENGARUH TEKNIK HYPNOTHERAPY PART THERAPY TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEBIDANAN Dewi Nurlaela Sari; Yanyan Mulyani; Antri Ariani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i1.755

Abstract

Latar belakang: Prokrastinasi akademik atau perbuatan menunda tugas pembelajaran merupakan salah satu masalah yang terjadi pada mahasiswa selama proses pendidikan. Hal tersebut pada umumnya meningkat pada akhir masa studi yaitu pada proses penyusunan tugas akhir. Data menunjukkan bahwa 90% mahasiswa tingkat akhir menjadi prokrastinator. Hal tersebut dapat menghasilkan konsekuensi negatif terhadap kelangsungan akademik jika tidak ditangani dengan baik. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi teknik part therapy terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Diploma 3 Kebidanan Metode: penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan one group pre-post test design. Sample yang digunakan adalah mahasiswa prodi Diploma 3 Kebidanan tingkat akhir sebanyak 30 mahasiswa. Teknik analisis menggunakan distrubusi frekuensi, uji normalitas dan uji bivariat dengan menggunakan wilcoxon melalui software computer SPSS versi 20.0, instrument prokrastinasi akademik menggunakan skala likert yang terdiri dari pernyataan positive dan negative. Hasil: Analisis univariat menunjukkan data bahwa hampir seluruh (80%) mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun laporan tugas akhir mengalami prokrastinasi akademik pada skala sangat tinggi sebelum dilakukan intervensi hipnoterapi teknik part therapy dan sesudah intervensi terjadi penurunan jumlah mahasiswa yang mengalami prokrastinasi akademik sangat tinggi menjadi 60%. Adapun hasil analisis bivariat didapatkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan hipnoterapi teknik part therapi, hal tersebut dilihat dari nilai p-value 0,000 < dari nilai alpha (0.05). Selain itu terlihat juga dari perbedaan nilai rata-raa dan standar deviasi. Kesimpulan: Hipnoterapi teknik part therapy memberikan kontribusi terhadap penanganan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir program diploma tiga kebidanan, sehingga disarankan dapat menjadi alternatif solusi yang dapat dilakukan.
Edukasi Gaya Hidup, Pola Jajan Sehat dan Pemberian Jus Abc (Apple Bit Carrot) untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Antri Ariani; Desi Wijayanti Eko Dewi; Anne Yuliantini; Rizki Siti Nurfitria; Asep Mulyana; Ermilda Ermilda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8970

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi di dunia, terutama di Negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO prevalensi anemia pada wanita di Indonesia yaitu sebesar 23,9%, yang terbagi dari prevalensi anemia pada wanita umur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan umur 15-25 tahun sebesar 18,4%. Remaja putri berisiko sepuluh kali untuk menderita anemia dibanding dengan remaja putri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untk memberikan edukasi pemahaman anemia, memberikan edukasi mencegah anemia dengan mengubah gaya hidup dan pola jajan dan memberikan edukasi mengobati anemia pada remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 26 November 2022 di ruang aula SMA Darul Fatwa, Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, yang dihadiri oleh 124 orang remaja putri,kegiatan dalam bebrapa tahapan yaitu identifikasi kebutuhan mitra, perancangan kegiatan, pembuatan produk, uji operasi, pendampingan operasional dan penerapan iptek kepada mitra. Kegiatan Pengabian didapatkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia berdasarkan nilai rata-rata pre test 42,3±11,8 naik menjadi  64,7±9,7 saat post test,  materi gaya hidup sehat nilai rata-rata pre test 46,3±17 naik menjadi 63,6±9,3 saat post test, tidak ada remaja putri yang mengalami anemia, semua remaja putri sudah diajarkan tentang pembuatan jus ABC (Apple Bit Carrot) dan bersedia minum jus. Edukasi pemahaman anemia edukasi mencegah anemia dengan mengubah gaya hidup dan pola jajan dan memberikan edukasi mengobati anemia pada remaja telah terlaksana secara efektif, Terdapat peningkatan pemahaman siswi SMA Darul Fatwa mengenai materi anemia, gaya hidup, dan pola jajan sehat. Kata Kunci: Edukasi, Anemia, Pola Jajan Sehat  ABSTRACT Anemia is a nutritional problem in the world, especially in developing countries including Indonesia. According to WHO the prevalence of anemia in women in Indonesia is 23.9%, which is divided into the prevalence of anemia in women aged 5-14 years of 26.4% and 15-25 years of age of 18.4%. Young women are ten times at risk for suffering from anemia compared to young women. This service activity aims to provide education on understanding anemia, provide education on preventing anemia by changing lifestyles and eating patterns and provide education on treating anemia in adolescent. This activity was held on Saturday, 26 November 2022 in the hall room of Darul Fatwa High School, Jatinagor, Sumedang, West Java, which was attended by 124 young women, activities in several stages, namely identifying partner needs, designing activities, making products, testing operations, operational assistance and application of science and technology to partners. Community Service activities found that there was an increase in knowledge of young women about anemia based on an average pre-test score of 42.3 ± 11.8, increasing to 64.7 ± 9.7 during the post-test, healthy lifestyle material pre-test average value of 46 .3 ± 17 increased to 63.6 ± 9.3 during the post test, no young women experienced anemia, all young women had been taught about ABC (Apple Bit Carrot) juice making and were willing to drink juice. Education on understanding anemia, education on preventing anemia by changing lifestyles and eating patterns and providing education on treating anemia in adolescents has been carried out effectively. There is an increased understanding of Darul Fatwa High School students regarding anemia, lifestyle and healthy snacking patterns. Keywords: Education, Anemia, Healthy Snack Patterns
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja Putri Antri Ariani; Yanyan Mulyani; Rosifa Rosifa
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol10.iss2.262

Abstract

Dysmenorrhea is also known as menstrual cramps or menstrual pain. In Indonesia, there is a prevalence of dysmenorrhea of 64,5% in adolescents aged 17-24 years. Which affect fatigue, pain in the area below the waist, feelings of anxienty and tension, headaches, confusion, nausea and vomiting, diarrhea, stomach cramps and abdominal pain and activity disturbances. The most common symptons felt by midwifery students who experienced dysmenorrhea were low back pain and lower abdominal pain. In English, dysmenorrhea is often referred to as a "painful period" or painful menstruation, menstruation is usually with cramping and pain centered in the lower abdomen. One of the treatments to reduce dysmenorrhea with non- pharmacological therapy is by giving lemon aromatherapy. Limeone is one of the ingredients in lemon aromatherapy oil that can inhibit the prostaglandin working system so that it can reduce pain. The purpose of this study was to determine the effect of lemon aromatherapy in reducing dysmenorrhea in teenage girl. This study uses a pre-experimental method with a one-group-pre-test-post-test- design. The sample consisted of 35 respondents with the sampling method using a purposive sampling approach. The results using the dependent T-test (paired sample T-test) obtained a p-value of 0.000 (p<0.05). There is an effect of giving lemon aromatherapy to decrease dysmenorrhea in Midwifery students, Faculty of Health Sciences at Bhakti Kencana University. So it is hoped that lemon aromatherapy can be used as a therapy to reduce dysmenorrhea which is a complementary therapy
PENGEMBANGAN KOMPLEMENTER PADA IBU NIFAS DENGAN PENDEKATAN TERAPI MENGGUNAKAN DAUN SIRIH DAN DAUN BINAHONG UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA Antri Ariani; Hani Oktafiani; Andria Pragholapati
JURNAL PARADIGMA (PEMBERDAYAAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PARADIGMA VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : STIKES NGUDIA HUSADA MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perineal wound care can be done to avoid delays in the wound, one of which is by using boiled water from binahong leaves or boiled water from red betel leaves which have an antibiotic effect. After being evaluated from survey data, the more effective way to dry perineal wounds is binahong leaves because mothers who use boiled water of binahong have perfectly dry perineal sutures within 4 days while mothers who use boiled water of betel leaves have perfectly dry perineal sutures within 7 days.
Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil Melalui Edukasi Pencegahan Penyulit Kehamilan Dengan Sigap Resti (Resiko Tinggi) Ina Sugiharti; Antri Ariani; Meda Yuliani; Intan Yusita; Tika Lubis; Dewi Nurlaela Sari; Iceu Mulyati; Dyah Ayu Fitriani; Nova Mawar Senja; Khilfa Syawalia Kusumah; Elsa Nurohimah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1095

Abstract

Peningkatan Kesehatan dan kesejateraan dalam masa kehamilan merupakan tujuan salah satu tujuan dalam program SGDs. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat Kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang Kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Pemberian edukasi ini selain menggunakan metode ceramah juga dilakukan pemberian leafleat sebagi pendukung edkuasi. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko, penyulit kehamilan,serta tentang penguatan deteksi komplikasi dengan sigap resti.  Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat melibatkanbidan desa setempat, kader dan puskesmas. Kegiatan Pertama yaitu edukasi mengenai kehamilan beresiko, penyulit pada kehamilan serta penguatan pengahaman tentang sigap resti sebagai pemberdayaan ibu hamil dalam meningktakan kesehatannya. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang kehamilan beresiko sebelum dan sesudah yaitu sebesar 19 % kenaikan untuk tingkatan pengatahuan baik, dan sebesar 28,5 % pada tingkatan cukup, dan pada tingkatan pengetahuan kurang mengalami penurunan 48,1 %. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman dengan sigap resti diharapkan ibu hamil dapat lebih aware  terhadap kondisi kehamilannya dan lebih rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Efforts to Improve the Health of Pregnant Women Through Education on Prevention of Pregnancy Complications with a Sprightly Resti (High Risk) Improving health and well-being during pregnancy is one of the goals in the SGDs program. Education is one of the efforts to improve the degree of health, with increasing knowledge about health will change a person's attitude and behavior about health. In addition to using the lecture method, leafleat is also given as a supporter of education. This community service activity is carried out by providing lectures with the help of modified media about risky pregnancies, pregnancy complications, and about strengthening the detection of complications swiftly. This is to increase knowledge for pregnant women, also change the behavior and attitudes of pregnant women and empower pregnant women to detect themselves regarding their pregnancy conditions so that they can optimize health during pregnancy. The core activity carried out is the provision of education. Partners in community service activities involve local village leaders, cadres and puskesmas. The first activity is education about risky pregnancies, difficulties in pregnancy and strengthening understanding about swiftness as an empowerment of pregnant women in notarizing their health. The results obtained from this community service activity were an increase in knowledge about pregnancies at risk before and after, namely by 19% increase for the level of good knowledge, and by 28.5% at the sufficient level, and at the level of knowledge less decreased by 48.1%. With this change in the level of knowledge and strengthening understanding swiftly, it is hoped that pregnant women can be more aware of the condition of their pregnancy and more routinely conduct pregnancy check-ups.
Penerapan Massage Tu Ina dan Edukasi Untuk Pencegahan Stunting Pada Anak Ecih Winengsih; Agung Sutriyawan; Antri Ariani; Iceu Mulyati; Tata Juarta
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2285

Abstract

Permasalahan stunting masih tinggi di Indonesia mencapai 24,4% melebihi standar World Health Organization yaitu 20%. Dampak yang ditimbulkan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan untuk memberikan edukasi pemahaman terkait pencegahan stunting dan memberikan keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan anak. Metode kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan keterampilan dengan dibantu oleh media power poin serta memberikan contoh dari keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua yang memiliki anak di RW 10 dan RW 13, Desa Nagrog yang berjumlah 44 orang. Hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan orang tua meningkat setelah diberikan edukasi dan keterampilan massage Tui Na dengan hasil sebelum diberikan edukasi sebesar 41% cukup dan setelah diberikan edukasi sebanyak 90,9% baik. Kesimpulan bahwa orang tua yang memiliki anak setelah diberikan edukasi menjadi paham terkait dengan pencegahan stunting dan penerapan massage Tui Na. Rekomendasi diharapkan orang tua dapat menerapkan keterampilan massage Tui Na di kehidupan sehari-hari agar nafsu anak meningkat sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting. Application of Tui Na Massage and Education to Prevent Stunting in Children The problem of stunting is still high in Indonesia, reaching 24.4%, exceeding the World Health Organization standard of 20%. The resulting impact increases child morbidity and mortality rates. The aim is to provide educational understanding regarding stunting prevention and provide Tui Na massage skills to increase children's appetite. This community service activity method is carried out by providing education and skills assisted by power point media as well as providing examples of Tui Na massage skills to increase the understanding and skills of parents who have children in RW 10 and RW 13, Nagrog Village, totaling 44 people. The results obtained were that parents' knowledge increased after being given education and Tui Na massage skills with the results before being given education being 41% adequate and after being given education being 90.9% good. The conclusion is that parents who have children after being given education understand the prevention of stunting and the application of Tui Na massage. The recommendation is that parents can apply Tui Na massage skills in everyday life so that children's appetite increases so that they can reduce the incidence of stunting.
The Description of Knowledge about Antenatal Care in Village X Bandung Regency in 2019 Antri Ariani; Andria Pragholapati
Journal of Ners and Midwifery Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v8i1.ART.p033-037

Abstract

The lack of maternal Antenatal care visit is one of the determinants that cause maternal mortality rates in Indonesia. Antenatal care is care for pregnant women during pregnancy, starting from conception to the birth of the fetus. The purpose of this study was to study the Antenatal Care Knowledge Overview in Village X Bandung Regency in 2019. The design of this study was quantitative descriptive with 74 postpartum mothers respondents. Data were collected using a knowledge questionnaire. The results obtained from the knowledge of Antenatal Care in Village X Bandung Regency in 2019 were high knowledge of Antenatal Care (73%) and low knowledge of 27%. The conclusion of the study showed respondents who had high knowledge of ANC was more than 73% compared to those who had low knowledge of 27%. Health workers need to improve health education for mothers with high gestational age and home visits.