Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

STRATEGI PROMOSI KESEHATAN PUSKESMAS DTP TAROGONG KABUPATEN GARUT Saleha Rodiah; Evi Rosfiantika; Andri Yanto
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.666 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9357

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Pusat Kesehatan Masyarakat Dengan Tempat Perawatan (Puskesmas DTP) Tarogong Kabupaten Garut dalam kegiatan strategi promosi kesehatan ditinjau dari : 1)pemberdayaan, 2) bina suasana, 3) advokasi dan 4) kemitraan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan berupa wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik purposif, informan penelitian ini berjumlah 9 orang. Kesimpulan penelitiannya adalah: 1) strategi promosi kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dilakukan berjenjang oleh petugas kesehatan Puskesmas DTP Tarogong serta kader pemberdayaan masyarakat (KPM) kepada individu, kelompok dan masyarakat dalam bentuk penyuluhan, konseling, demonstrasi dan dialog; 2) Bina suasana diupayakan melalui kegiatan promosi kesehatan di luar gedung dan di dalam gedung, dengan pengunaan media promosi serta perilaku petugas kesehatan; 3) advokasi ditujukan dan melibatkan komitmen serta dukungan seperti Pimpinan Kecamatan Tarogong Kaler dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dalam upaya pembuatan kebijakan/ regulasi dan pengadaan sumber daya; dan 4) kemitraan saat ini masih mengandalkan kehadiran mitra yang menawarkan kegiatan tertentu untuk ikut sertadalam kegiatan promosi kesehatan.
Bisnis Vlogging dalam Industri Media Digital di Indonesia Jimi Narotama Mahameruaji; Lilis Puspitasari; Evi Rosfiantika; Detta Rahmawan
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.364 KB) | DOI: 10.24002/jik.v15i1.1007

Abstract

This study explores the phenomenon of Vlogger as a new business in the digital media industry in Indonesia. Vlogger refer to social media users who regularly upload a variety of video content with various themes. We used case study to describe and analyze Youtube’s significant role in managing Vlogger communities, and also design support systems to make the communities growth and sustainable. We also explore Vlogger role as Online Influencer. This study is expected to be one of the references related to Vlogger phenomenon in the context of digital media studies in Indonesia.
TEKNIK PELAKSANAAN PROGRAM SAHABAT PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI 1 GUNUNGHALU KAB. BANDUNG BARAT Dede Hani R; Dian Sinaga; Evi Rosfiantika
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.445 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v2i2.11648

Abstract

This study discusses the Design of "Library Friend" Program in the School Library Development at the Library of SMA Negeri 1 Gununghalu. The purpose of this study is to determine human resource management, the activities and techniques of "Library Friend" program implementation. The method used is a qualitative method of action research. The data were collected by interview, observation, library research and the collection of documentation. The Informants in this study are the coordinator of the library, library staff, teachers, and the students of SMAN 1 Gununghalu. The members involved in the program are the students and the library staff. The activities of the program are making competitions, such as: reading poetry competition, scientific work competition, storytelling, writing Sundanese short stories contest (culture), and an exhibition of the library. The technical implementation of the Library Friend program will have several stages of implementation such as: socialization, counseling together, inauguration, work-meeting, the implementation of activities, job evaluation and work reports of the Library Friend program.  Penelitian ini membahas Desain Program "Perpustakaan Teman" dalam Pengembangan Perpustakaan Sekolah di Perpustakaan SMA Negeri 1 Gununghalu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan manajemen sumber daya manusia, kegiatan dan teknik pelaksanaan program "Perpustakaan Teman". Metode yang digunakan adalah metode kualitatif penelitian tindakan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan pengumpulan dokumentasi. The Informan dalam penelitian ini adalah koordinator perpustakaan, staf perpustakaan, guru, dan siswa SMAN 1 Gununghalu. Anggota yang terlibat dalam program ini adalah mahasiswa dan staf perpustakaan. Kegiatan dari program ini membuat kompetisi, seperti: kompetisi membaca puisi, lomba karya ilmiah, cerita, menulis Sunda cerita lomba pendek (budaya), dan pameran perpustakaan. Teknis pelaksanaan program Teman Perpustakaan akan memiliki beberapa tahapan implementasi seperti: sosialisasi, konseling bersama-sama, peresmian, pertemuan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi pekerjaan dan laporan kerja dari program Perpustakaan Teman.
PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA KARYA CETAK DI KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH (KAPD) Ahmad Nurfatah; Ute Lies Khadijah; Evi Rosfiantika
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.431 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11050

Abstract

This  study  aims  to  determine  the processing operations of library materials in the Regional Office of Archives and Library (KAPD) Bogor in detail, which is based on four main points, namely inventory, classification, cataloging, and shelving.   This   research   was   conducted from   February   until   April   2015.   The method used is qualitative method with descriptive case study approach to give a deep  and  detailed  overview. The techniques of data collection used are observation, interviews, library and documents research. The results of the survey shows that the inventory is mplemented under the written policy according to the Law of library including assigning and recording the identification numbers, stamping the identity of a library on the book, etc. The books come from APBD, BAPUSIPDA, and PERPUSNAS. The classification mostly done manually by using the DDC book, while the process of entry is done by using the SLIMs program. The making of card catalog has been discontinued since 2010 and OPAC is currently used in exchange. The shelving is conducted based on classification number, notation number,  and the code number. The public books are adjusted by the classification numbers and the reference books are adjusted by the code number. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pengolahan bahan pustaka karya cetak di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (KAPD) Kota Bogor, didasarkan pada 4 poin, inventarisasi, klasifikasi, cataloging dan shelving. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari hingga April 2015. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif melalui deskriptif, pendekatan studi kasusu untuk memberikan pendalaman dan rinci. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi literatur dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan perundang-undangan tertulis termasuk menugaskan dan merekam nomor dan pelabelan identitas buku perpustakaan. Buku-buku tersebut berasal dari APBD, BAPUSIPDA, dan PERPUSNAS. Klasifikasi sebagian besar digunakan secara manual melalui buku DDC, lalu menggunakan program SLIM setelah kegiatan entri selesai. Pembuatan kartu katalog telah dihentikan sejak 2010 dan saat ini menggunakan OPAC dalam pertukaran rak yang dilakukan berdasarkan nomor klasifikasi, jumlah notasi dan nomor kode. Buku-buku umum disesuaikan dengan nomor klasifikasi dan buku referensi disesuaikan dengan jumlah kode. 
BELAJAR BERSAMA PARA JAMAAH DI PERPUSTAKAAN MASJID Evi Rosfiantika; Pawit M Yusup
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.004 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i2.9998

Abstract

The  mosque is  a  place  of  worship for Muslims, both in nature mahdoh and ghoerumahdhoh. In the context of worship latter, very broad and diverses, one of which is a mosque used as a place of activities for the benefit of mankind. One of the activities is to build mosque to learn add to the general knowledge and religious through reading. Means and facilities for reading in mosque activities carried out by the Mosque Library. These activities are not directly become binding pilgrims to stay longer while reading in the library of the mosque. One example of such activities include: (1) discussion and shared learning and reading and its implications for the intellectual development   of   Muslims   in   general;   (2)   the provision of facilities books and other media that are   useful;   (3)   The   activities   of   assistance  to pilgrims in learning and reading according to their specialization.Masjid adalah tempat ibadah bagi Muslim, baik di alam mahdoh dan ghoerumahdhoh. Dalam konteks penyembahan kedua, dan diverses sangat luas, salah satu yang adalah sebuah masjid digunakan sebagai tempat kegiatan-kegiatan untuk kepentingan manusia. Salah satu kegiatan adalah untuk membangun masjid untuk mempelajari menambahkan ke pengetahuan umum dan melalui agama membaca. Berarti fasilitas dan untuk membaca masjid di kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Masjid. Kegiatan ini tidak langsung menjadi mengikat peziarah untuk tinggal lebih lama di saat membaca di perpustakaan masjid. Salah satu contoh dari kegiatan-kegiatan seperti ini mencakup: (1) diskusi dan belajar bersama dan membaca dan implikasi untuk perkembangan intelektual Muslim secara umum; (2) penyediaan fasilitas buku dan media lain yang berguna; (3) aktiviti-aktiviti bantuan kepada peziarah dalam pembelajaran dan membaca menurut spesialisasi mereka.
Analisis Interaksi Simbolik pada Konten Ofensif Iklan Grab #pilihaman Sri Seti Indriani; Lilis Puspitasari; Evi Rosfiantika
ProTVF Vol 3, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.591 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v3i1.21245

Abstract

Iklan memiliki sifat yang menyerap dan terkadang berlebihan. Iklan dapat ditemukan di setiap platform area lingkungan kita, baik secara cetak maupun online, sehingga menyerap perhatian kita. Pertumbuhan belanja iklan sepanjang Januari-September 2018 menunjukkan tren positif di angka 5 persen, dengan total belanja iklan baik di media televisi dan cetak mencapai Rp 114,4 Triliun. Pordusen iklan berlomba-lomba bersaing merebut perhatian publik agar supaya iklan produk mereka terjual dan terbeli. Banyak cara yang dilakukan pengiklan agar menarik perhatian publik. Perhatian tersebut bisa bersifat positif maupun negatif dan bahkan tidak etis untuk ditayangkan. Salah satu iklan yang ditarik kembali oleh produsennya adalah iklan video kampanye Grab #PilihAman karena menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Iklan tersebut diunduh oleh Grab di YouTube pada tahun 2016. Penelitian ini berupaya untuk menjelaskan bagaimana iklan tersebut menggunakan taktik pujian dalam menekankan sebuah kebenaran dan bagaimana penonton melihat iklan video kampanye Grab#PilihAman tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif-kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Beberapa informan yang merupakan pemerhati iklan ditarik sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian mengungkap bahwa adanya empat cara iklan tersebut menarik perhatian publik: (1) Pseudo_claims, (2) Comparison with an unidentified other, (3) Irrelevant Comparisons dan (4) juxtaposition. Penonton melihat iklan konten Grab tersebut sebagai hal yang: (1) ofensif (penyerang), (2) berlebihan (overclaim), (3) ektsrim dan (4) tidak etis.
SIARAN TELEVISI PAGI HARI (BREAKFAST TELEVISION) DI TELEVISI INDONESIA Aceng Abdullah; Evi Rosfiantika; Rangga Saptya Mohamad Permana
ProTVF Vol 1, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.594 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i2.19875

Abstract

Perkembangan televisi siaran di Indonesia cukup pesat. Media massa yang satu ini di Indonesia jauh lebih disukai dibanding media massa cetak atau pun media radio. Para pengusaha media massa ini melihat kue iklan di Indonesia yang pada tahun 2016 saja mencapai angka sekitar Rp 150 trilyun. Dari jumlah itu sekitar 80% diraup oleh stasiun televisi besar di Jakarta yang jumlahnya hanya beberapa buah. Siaran televisi yang melayani para pemirsanya di pagi hari acaranya disebut sebagai Breakfast Television, yakni acara televisi yang dikhususkan bagi mereka yang akan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja, sekolah, kuliah, atau aktivitas lainnya. Tujuan studi atau pengkajian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana ragam siaran televisi pagi hari di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa hampir setiap stasiun TV menayangkan acara Film kecuali MetroTV, tvOne dan Kompas TV. Ternyata hampir semua program TV yang biasa ditayangkan pada jam di luar pagi ditayangkan di pagi hari.
REPRESENTASI YOGYAKARTA DALAM FILM ADA APA DENGAN CINTA 2 Evi Rosfiantika; Jimi Narotama Mahameruaji; Rangga Saptya Mohamad Permana
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.612 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13333

Abstract

Yogyakarta menjadi setting tempat dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. AADC 2 memberikan nuansa seni dan romantisme dalam dialog dan cerita  Film tersebut, Yogyakarta sebagai kota yang memiliki kebudayaan yang khas direpresentasikan dalam aktifitas seni, kehidupan keseharian dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakatnya. Film termasuk ke dalam salah satu media massa yang bisa merepresentasikan nilai-nilai budaya dan identitas bangsa. Bertujuan untuk mengetahui representasi Yogyakarta dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Metode yang digunakan adalah semiotik. Berisi pengamatan dan analisis simbol-simbol yang muncul mengenai Yogyakarta dalam film AADC 2. Untuk triangulasi dilakukan studi pustaka dan wawancara.Hasilnya menjadi acuan/bahan/materi dari beberapa mata kuliah Program Studi Televisi dan Film yaitu Sosial Budaya Indonesia, Produksi Film, dan Kajian Film.Kata-kata Kunci: Representasi, Budaya, Yogyakarta, Film, Semiotik
SI DOEL ANAK SEKOLAHAN, SINETRON INDONESIA PALING FENOMENAL (TINJAUAN ILMU KOMUNIKASI ATAS SINETRON SI DOEL ANAK SEKOLAHAN) Aceng Abdullah; Jimi Narotama Mahameruaji; Evi Rosfiantika
ProTVF Vol 2, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.731 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i2.20822

Abstract

Sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” (SDAS) arahan Rano Karno sampai tahun 2018 masih diputar ulang di salah satu stasiun TV kita. “SDAS” saat ini menjadi satu-satunya sinetron yang sukses meraih simpati penonton di Indonesia. Selain mampu meraih rating dan share tertinggi dalam acara televisi di Indonesia pada tahun 90-an, sinetron ini sampai hampir 25 tahun kemudian masih diputar ulang dan masih dipercaya oleh para pemasang iklan. Karena daya tariknya, SDAS pun sukses di beberapa versi layar lebar termasuk “Si Doel The Movie” yang menjadi film nomor-4 di Indonesia yang paling digemari. Mengapa sinetron ini begitu fenomenal, padahal di pertengahan tahun 90-an itu hampir semua stasiun TV sedang terlena dengan sinetron-sinetron yang mengumbar kemewahan dan seting kisah yang tidak realistis, sementara SDAS hanyalah sebuah sinetron berjenre etnis yang pemainnya kebanyakan adalah seniman lenong Betawi dan Srimulat yang berkisah tentang kaum marginal yang terpinggirkan secara sosial, ekonomi termasuk pendidikan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui Genre, nilai dramatik serta aspek Komunikasi dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan Berdasarkan kajian ilmu komunikasi, SDAS sukses karena kisah yang ditampilkan, tokoh yang dimunculkan, setting dan adegan yang dibangun merupakan refleksi dari wajah khalayak televisi Indonesia sendiri. SDAS adalah gambaran masyarakat Indonesia yang sesungguhnya. Keluguan dan kesederhanaan yang ditampilkan tampil dengan natural tidak berlebihan. Dari sudut pandang ilmu komunikasi klasik, SDAS sudah amat sesuai dengan bidang pengalaman dan kerangka referensi dari khalayaknya.
PESAN RASISME DALAM EPISODE THE VINYARDS PADA FILM AMERICAN HISTORY X Sri Seti Indriani; Evi Rosfiantika
ProTVF Vol 2, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.389 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i1.19879

Abstract

Film berlatarbelakang rasisme yang menekankan anti-rasisme sepertinya menjadi tren di perfilman Hollywood. Film-film tersebut sebagai media informasi ini mendemonstrasikan perubahan masyarakat yang rasisme menjadi ‘post-rasisme’ American History X merupakan salah satu film yang berupaya menekankan anti-rasis. Film tersebut menceritakan bagaimana kebencian seseorang terhadap perbedaan ras dapat menjadi suatu masalah besar bahkan menghancurkan sebuah keluarga. Fokus penelitian ini bertujuan untuk melihat penanda sebagai petanda pesan rasisme pada salah satu episode dalam film American History X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan semiotika dalam menemukan penanda dan petanda pesan rasisme yang ada pada episode “The Vinyards” pada film American History X.  Subjek analisis dalam penelitian ini merupakan komunikasi verbal dan nonverbal yang berupa dialog dan narasi gambar pada episode tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penanda sebagai petanda pesan rasisme pada episode ”The Vinyards” dalam film American History X dilihat dari penggunaan komunikasi verbal dan nonverba yang meniputi (1) bahasa tubuh, (2) bahasa verbal, (3) bahasa non-verbal yang dilakukan berupa kekerasan yang terjadi, (4) intonasi suara, (5) teknik pengambilan gambar, dan (6) sudut pandang pengambilan gambar.