Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMETAAN KAJIAN BUDAYA SUNDA DALAM PENELITIAN FILM DI INDONESIA: SYSTEMATIC MAPPING REVIEW PUBLIKASI TERINDEKS GARUDA 2014–2024 Rangga Permana; Evi Rosfiantika
KABUYUTAN Vol 5 No 1 (2026): Kabuyutan, Maret 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v5i1.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan kajian budaya Sunda dalam penelitian film di Indonesia melalui pendekatan Systematic Mapping Review (SMR). Penelitian menggunakan Garuda (Garba Rujukan Digital) sebagai sumber data dengan kata kunci “film dan budaya Sunda” dan rentang publikasi 2014–2024. Garuda dipilih sebagai sumber data karena merupakan pangkalan data publikasi ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta menyediakan akses terhadap publikasi ilmiah yang teridentifikasi dan terindeks dalam sistem nasional. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh lima artikel yang menjadi korpus penelitian. Data dianalisis berdasarkan karakteristik publikasi, kecenderungan tema kajian, serta pendekatan teoretis dan metodologis yang digunakan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa publikasi mengenai budaya Sunda dalam penelitian film masih relatif terbatas, meskipun terdapat peningkatan publikasi yang cukup menonjol pada tahun 2024. Dari sisi tema, empat penelitian berfokus pada representasi budaya Sunda, sedangkan satu penelitian menempatkan film sebagai media pelestarian budaya. Pendekatan teoretis dan metodologis didominasi paradigma interpretatif, khususnya semiotika dan analisis representasi dengan pendekatan kualitatif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kajian budaya Sunda dalam penelitian film masih cenderung menempatkan film sebagai objek analisis budaya, sementara dimensi produksi, distribusi, konsumsi, resepsi khalayak, dan transformasi budaya melalui media digital masih relatif belum dikaji. Penelitian ini merekomendasikan perluasan perspektif menuju kajian film sebagai praktik budaya dalam ekosistem audiovisual.
Documentary Film as Knowledge Management: How AI Enables the Preservation and Reconstruction of Collective Memory Evi Rosfiantika; Merryam Agustine
ULTIMA Comm Vol 18 No 1 (2026): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v18i1.4863

Abstract

This paper examines documentary film as a dynamic knowledge management (KM) system, interrogating how artificial intelligence (AI) technologies mediate the preservation, organization, and reconstruction of collective memory. The central research question asks: in what ways does AI function as an enabler within documentary production to transform fragmented social memories into structured, accessible, and enduring collective knowledge? Drawing on a conceptual framework that synthesizes KM theory with media studies and collective memory scholarship, this study employs a qualitative analytical approach, mapping the documentary production process against four core KM stages which are knowledge creation, organization, storage, and dissemination. The analysis reveals that AI substantially enhances the efficiency, accuracy, and scalability of each stage, producing four distinct knowledge outputs: preserved collective memory, reconstructed fragmented memory, an informed citizenry, and historical accountability. The framework further identifies five critical ethical dimensions namely algorithmic bias, representation and power relations, digital access inequity, data privacy, and authenticity, that must be addressed to ensure responsible implementation. This paper contributes theoretically by repositioning documentary film not merely as a communicative artefact but as an AI-augmented knowledge management instrument capable of sustaining inclusive and accurate collective memory across generations.