Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peran Dukungan Keluarga Dalam Meningkatkan Ketahanan Mental Anak Binaan Selama Masa Pidana di LPKA Kelas II Bengkulu Pasha, Muhammad Daffa Rivano; Ali Muhammad; Umar Anwar; Budi Priyatmono
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2093

Abstract

Ketahanan mental anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sangat dipengaruhi oleh keberadaan dukungan keluarga yang konsisten. Fenomena tingginya stres, kecemasan, dan isolasi sosial yang dialami anak binaan menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan keluarga dalam meningkatkan ketahanan mental anak binaan serta mengidentifikasi hambatan yang menghalangi peran tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kunjungan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan memiliki kontribusi signifikan dalam menumbuhkan resiliensi anak binaan, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan finansial, stigma sosial, dan minimnya keterampilan keluarga. Temuan ini mengimplikasikan perlunya program pelatihan keluarga, peningkatan fasilitas kunjungan, dan konseling berkelanjutan guna memperkuat peran keluarga sebagai faktor protektif utama dalam pembinaan anak
Gambaran Guilty Feeling Pada Narapidana Kasus Pencabulan Anak Guna Efektivitas Pembinaan Kepribadian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Wonogiri Destian Hastinozwestin; Umar Anwar; Ali Muhammad; Budi Priyatmono
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2185

Abstract

Perasaan bersalah merupakan aspek psikologis yang berperan penting dalam proses pembinaan narapidana karena berkaitan dengan kesadaran moral, refleksi diri, dan motivasi untuk berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika guilty feeling pada narapidana kasus pencabulan anak serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas pembinaan kepribadian di Lapas Kelas IIB Wonogiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap empat narapidana sebagai informan utama dan petugas lapas sebagai sumber pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap aktivitas pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guilty feeling yang dikelola secara adaptif mampu meningkatkan kesadaran moral, partisipasi dalam kegiatan keagamaan, dan komitmen perubahan diri, sedangkan guilty feeling yang maladaptif menimbulkan keputusasaan, penarikan diri, dan resistensi terhadap program pembinaan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis dan pendekatan spiritual yang empatik agar perasaan bersalah dapat diarahkan menjadi energi positif untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana secara berkelanjutan
Implemetasi Pemenuhan Hak Makanan Dan Hunian Layak Dalam Meningkatkan Kepatuhan Tata Tertib Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta Bayu Abroor Prasetyo; Umar Anwar; Ali Muhammad; Budi Priyatmono
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2221

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi hak atas makanan dan hunian layak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta serta dampaknya terhadap kepatuhan narapidana terhadap tata tertib. Hak-hak dasar tersebut pada dasarnya dijamin sebagai bagian dari hak asasi manusia, namun dalam praktiknya sering terhambat oleh permasalahan overkapasitas, keterbatasan anggaran, dan ketidakseimbangan sumber daya manusia sehingga pemenuhannya belum optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas pemasyarakatan serta narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak makanan dan hunian layak belum sepenuhnya terlaksana akibat kendala struktural, lemahnya komunikasi, dan rendahnya komitmen institusional, sehingga memicu pelanggaran tata tertib, termasuk kekerasan antar narapidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan alokasi anggaran, evaluasi standar operasional prosedur, serta penguatan program pembinaan berbasis humanis sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan narapidana dan mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif
Metode Pembinaan Kepribadian Narapidana Narkotika Dalam Mencegah Resiko Residivisme Pada Rutan Kelas IIB Bantul Arsy Eza Atalla; Umar Anwar; Ali Muhammad; Budi Priyatmono
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2222

Abstract

Peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Bantul, dengan 135 perkara tercatat pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pembinaan kepribadian narapidana narkotika di Rutan Kelas IIB Bantul berdasarkan teori behavioristik B.F. Skinner serta mengidentifikasi hambatan dalam pencegahan pengulangan tindak pidana. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam dengan narapidana, petugas poliklinik, dan kepala subseksi pelayanan tahanan, disertai observasi dan analisis dokumen resmi yang diverifikasi dengan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan metode Therapeutic Community (TC), konseling individu, serta penguatan positif berupa hadiah sederhana berhasil meningkatkan partisipasi, keterbukaan emosional, dan kedisiplinan narapidana. Kendati demikian, efektivitas program masih terkendala oleh overcrowding, keterbatasan tenaga konseling, ketidaktuntasan program akibat pemindahan atau pembebasan bersyarat, serta lemahnya kesinambungan rehabilitasi pasca-bebas. Penelitian ini menegaskan bahwa rehabilitasi berbasis behavioristik berpotensi mengurangi residivisme apabila dilaksanakan secara konsisten, didukung sarana-prasarana memadai, serta diperkuat dengan pengawasan berkelanjutan setelah narapidana kembali ke masyarakat
Pemberdayaan Narapidana Melalui Keterampilan Pengolahan Kedelai Dalam Pelaksanaan Pembinaan Kemandirian di Lapas Kelas IIA Cikarang Prasetio , Rizki; Budi Priyatmono; Umar Anwar; Ali Muhammad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2090

Abstract

Pemberdayaan narapidana melalui keterampilan pengolahan kedelai menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Cikarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pelatihan keterampilan pengolahan kedelai serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka terhadap petugas dan narapidana peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan keterampilan praktis, memperkuat kemandirian, serta membuka peluang reintegrasi sosial narapidana. Namun, hambatan utama meliputi keterbatasan sarana prasarana, kurangnya dukungan pemasaran, dan daya tahan produk yang rendah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar program pembinaan kemandirian berbasis keterampilan dapat berkembang secara optimal
Peran Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) Dalam Mendukung Reintegrasi Sosial Klien Di Bapas Kelas II Wonosari Farhan Anugerah Purnama; Ali Muhammad; Budi Priyatmono; Umar Anwar
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2292

Abstract

Fenomena reintegrasi sosial klien pemasyarakatan masih menghadapi tantangan besar seperti keterbatasan akses terhadap layanan sosial, pendidikan, dan pekerjaan, serta kuatnya stigma masyarakat terhadap mantan narapidana yang menghambat proses adaptasi sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) dalam mendukung reintegrasi sosial klien di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas Bapas, koordinator Pokmas Lipas, serta klien pemasyarakatan sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pokmas Lipas berperan penting dalam memberikan dukungan psikologis, pelatihan keterampilan kerja, pembimbingan spiritual, serta penguatan jejaring sosial yang membantu klien membangun kembali kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi. Namun, pelaksanaan program masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia, minimnya dukungan anggaran, serta lemahnya koordinasi antar lembaga.
Upaya Reintegrasi Sosial Anak Pelaku Klitih: Tinjauan Strategi Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Yogyakarta dalam Menghadapi Stigma Nuriyansyah, Bayu Rhamadhan; Budi Priyatmono; Umar Anwar; Ali Muhammad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2357

Abstract

Maraknya fenomena klitih di Yogyakarta yang melibatkan anak-anak di bawah umur, yang kemudian menghadapi stigma negatif dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembimbing kemasyarakatan dalam mengatasi stigma sosial pada anak kasus klitih di Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi (attachment, commitment, involvement, belief) untuk memahami penyebab perilaku menyimpang dan pencegahannya, serta Teori Stigma Erving Goffman untuk menjelaskan dampak pelabelan negatif terhadap identitas sosial individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembimbing kemasyarakatan menerapkan strategi yang berfokus pada rekonstruksi ikatan sosial anak dan pengelolaan identitas mereka yang tercemar. Implementasi strategi ini meliputi penguatan kedekatan emosional anak dengan keluarga (berdasarkan attachment), dorongan untuk berinvestasi pada nilai-nilai positif dan kegiatan produktif (berdasarkan commitment), fasilitasi partisipasi aktif dalam aktivitas positif (berdasarkan involvement), serta penanaman keyakinan terhadap norma dan hukum (berdasarkan belief). Namun, strategi ini menghadapi hambatan signifikan seperti kuatnya stigma masyarakat, kurangnya pemahaman masyarakat tentang diversi, dukungan keluarga yang belum optimal, pengaruh negatif teman sebaya, serta keterbatasan sumber daya Bapas (waktu, dana, dan SDM).
Strategi Pemasaran Sandal Hotel pada Program Pembinaan Kemandirian Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang Vikri, Vikri; Budi Priyatmono; Ali Muhammad; Umar Anwar
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2369

Abstract

Lapas Padang membina kemandirian narapidana melalui produksi sandal hotel, namun penjualannya rendah karena lemahnya pemasaran, minim branding, dan stigma negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran sandal hotel yang diproduksi oleh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pemasarannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk sandal hotel Lapas Padang memiliki kualitas yang baik. Penetapan harga dilakukan secara detail, sehingga harga jual kompetitif. Pemasaran saat ini masih didominasi secara offline melalui rekomendasi mulut ke mulut, dan belum memanfaatkan platform digital. Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran promosi, kesulitan negosiasi harga, dan stigma negatif masyarakat terhadap produk narapidana. Stigma negatif ini diperparah oleh minimnya edukasi dan sosialisasi tentang program pembinaan kemandirian narapidana serta manfaat sosial dan ekonomi dari produk mereka. Untuk mengatasi hal ini, program "PROKANA" diusulkan, yang berfokus pada digital marketing melalui Instagram dan TikTok dan storytelling untuk menonjolkan nilai sosial produk, serta membangun kemitraan strategis. harapannya dapat meningkatkan penjualan, mengubah persepsi dan memberikan keterampilan kepada narapidana
Peranan Pembimbing Kemasyarakatan dalam Proses Reintegrasi Sosial Klien di Balai Pemasyarakatan Kelas I Palembang Aziza, Annisa Nur; Umar Anwar; Laysah Afrika; Ali Muhammad; Budi Priyatmono
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2547

Abstract

Kegiatan magang di Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Palembang dilaksanakan untuk memahami secara mendalam peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kebutuhan untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional di lapangan dalam rangka mewujudkan sistem pembinaan yang manusiawi dan berkeadilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan fungsi-fungsi utama Pembimbing Kemasyarakatan, meliputi penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan, pengawasan, serta pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara, studi dokumentasi, dan partisipasi aktif selama periode magang dari Juli hingga Oktober 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan berperan strategis dalam proses reintegrasi sosial melalui penyusunan Litmas yang komprehensif, pelaksanaan pendampingan hukum dan psikososial, serta pembimbingan kemandirian dan kepribadian bagi klien. Namun, ditemukan beberapa kendala, antara lain inefisiensi dalam proses registrasi awal klien, lemahnya koordinasi administratif antara lapas dan bapas, serta terbatasnya kesinambungan program pembimbingan kemandirian. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi sistem digitalisasi layanan dan penguatan kerja sama lintas sektor. Kesimpulannya, pelaksanaan magang memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya sinergi antara teori dan praktik dalam membentuk Pembimbing Kemasyarakatan yang profesional, adaptif, dan berintegritas dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien.
Pengaruh Implementasi Kebijakan Registrasi Klien Berbasis Teknologi Informasi Terhadap Efektivitas Pelayanan Di Balai Pemasyarakatan Kelas I Serang Krisye Latupeirissa; Ali Muhammad; Budi Priyatmono; Umar Anwar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12061

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital dalam pelayanan publik, khususnya di Balai Pemasyarakatan (Bapas), dimana sistem registrasi manual masih menimbulkan keterlambatan, ketidakefisienan, serta kurangnya transparansi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh implementasi kebijakan registrasi klien berbasis teknologi informasi terhadap efektivitas pelayanan di Bapas Kelas I Serang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang terdiri dari pejabat, staf, dan petugas PK. Analisis didasarkan pada Teori Implementasi Kebijakan George C. Edwards III dan teori efektivitas organisasi Richard M. Steers. Hasil penelitian menunjukkan implementasi registrasi berbasis IT berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelayanan dengan kontribusi 97,81%. Kesimpulannya, digitalisasi registrasi klien terbukti meningkatkan kualitas layanan. Saran penelitian ini adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan peningkatan kapasitas SDM guna menjaga keberlanjutan layanan digital. Sehingga menjadi dasar pengembangan kebijakan pelayanan pemasyarakatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.