Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Kedai Kopi Nan Yo di Kota Padang Muhammad Haekal Ghifari; Ifdal Ifdal; Yusri Usman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen kedai kopi Nan yo, (2) Mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi di kedai kopi Nan Yo Kota Padang.. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan responden yang digunakan adalah konsumen kedai Kopi Nan Yo, dan konusmen yang tidak memilih kedai Kopi Nan Yo. Analisis  data menggunakan metode regresi logistik dengan dibantu dengan program statistik SPSS 21.0. 1. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum dari konsumen kedai kopi Nan Yo didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 44-50 tahun. Pendidikan terakhir dari responden mayoritas adalah strata 1, dengan pendapatan perbulan sebesar 3.000.000.- Rp,4.000.000. Mayoritas konsumen kedai kopi Nan Yo sudah berkeluarga dan memiliki 4-5 orang anggota keluarga.Sedangkan karakteristik khusus dari konsumen kedai kopi Nan Yo adalah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di  kedai kopi Nan Yo, mayoritas konsumen datang sekali dalam sebulan, dengan sekali pengeluaran dalam membeli adalah dibawah Rp.20.000.  Menurut konsumen, harga yang di tawarkan di kedai kopi Nan Yo adalah pas/sesuai. Mayoritas responden sudah datang ke kedai kopi Nan Yo lebih dari 10 tahun, dan mau untuk merekomendasikan kedai kopi Nan Yo ke teman atau keluarganya. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan memilih atau tidak kedai kopi Nan Yo adalah faktor Psikologi, dan faktor produk, Nilai signifikasi dari faktor psikologi adalah 0,000, dan nilai signifikasi dari faktor produk adalah 0,002. Sedangkan faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan kedai kopi Nan Yo.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Kedai Kopi Nan Yo di Kota Padang Muhammad Haekal Ghifari; Ifdal Ifdal; Yusri Usman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen kedai kopi Nan yo, (2) Mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi di kedai kopi Nan Yo Kota Padang.. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan responden yang digunakan adalah konsumen kedai Kopi Nan Yo, dan konusmen yang tidak memilih kedai Kopi Nan Yo. Analisis  data menggunakan metode regresi logistik dengan dibantu dengan program statistik SPSS 21.0. 1. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum dari konsumen kedai kopi Nan Yo didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 44-50 tahun. Pendidikan terakhir dari responden mayoritas adalah strata 1, dengan pendapatan perbulan sebesar 3.000.000.- Rp,4.000.000. Mayoritas konsumen kedai kopi Nan Yo sudah berkeluarga dan memiliki 4-5 orang anggota keluarga.Sedangkan karakteristik khusus dari konsumen kedai kopi Nan Yo adalah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di  kedai kopi Nan Yo, mayoritas konsumen datang sekali dalam sebulan, dengan sekali pengeluaran dalam membeli adalah dibawah Rp.20.000.  Menurut konsumen, harga yang di tawarkan di kedai kopi Nan Yo adalah pas/sesuai. Mayoritas responden sudah datang ke kedai kopi Nan Yo lebih dari 10 tahun, dan mau untuk merekomendasikan kedai kopi Nan Yo ke teman atau keluarganya. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan memilih atau tidak kedai kopi Nan Yo adalah faktor Psikologi, dan faktor produk, Nilai signifikasi dari faktor psikologi adalah 0,000, dan nilai signifikasi dari faktor produk adalah 0,002. Sedangkan faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan kedai kopi Nan Yo.
Analisis Risiko Produksi Cabai Merah di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar Fikhriyyah, Alya; Ifdal, Ifdal; Paloma, Cindy
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i3.481

Abstract

AbstrakPetani cabai Nagari Tabek Patah memiliki beberapa kendala yang dihadapi petani seperti masih rendahnya penerapan pengelolaan sarana alat mesin pertanian oleh petani, faktor cuaca dan iklim yang cukup ekstrim serta tingginya serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai. Hal ini menjadikan produktivitas cabai merah memiliki banyak risiko dalam produktivitas usahatani cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko, tingkat risiko dan manajemen risiko produksi cabai merah untuk mengatasi risiko produksi cabai merah di Nagari Tabek Patah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan Teknik Proporsionated Random Sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga sumber risiko pada usahatani cabai merah di Nagari Tabek Patah yaitu risiko sosial, risiko fisik, dan risiko ekonomi. Berdasarkan perhitungan analisis tingkat risiko produksi cabai merah yang dihitung menggunakan koefisien variasi adalah 0,14 artinya tingkat risiko produksi cabai merah tergolong rendah dan terhidar dari kerugian. Manajemen risiko yang dilakukan petani cabai merah di Nagari Tabek Patah dengan metode pengendalian risiko (risk control) seperti mengatur pola tanam, tidak menanam tanaman yang sefamili dengan cabai, menanam 2-3 benih cabai pada satu lobang tanam, membiarkan gulma dipinggir bedengan, mengikuti kegiatan penyuluhan, dan penyortiran buah cabai serta melakukan diversifikasi dan pembiayaan risiko (risk financing) dengan metode penanggungan risiko (risk retention) dengan cara pengendalian hama penyakit secara kimiawi.