Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Hygiene Sanitasi dengan Konsumsi Jajan Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani; ZA, Raudhatun Nuzul; Munandar, Aris
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2828

Abstract

Latar Belakang Masalah: Banyak hal yang dapat menyebabkan suatu makanan menjadi tidak aman, salah satu di antaranya dikarenakan terkontaminasi. Pengetahuan tentang makanan dan kesehatan adalah faktor internal yang mempengaruhi konsumsi makanan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Prilaku Hygiene Sanitasi Dengan Konsumsi Jajan Siswa Pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Teunom dengan menggunakan jernis penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD di Kecamatan Teunom. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik proporsional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden di 6 SD Kecamatan teunom. Analisa data menggunakan uji chi quare. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan konsumsi jajan siswa SD di Kecamatan Teunom (p=0,02) dan ada hubungan perilaku hygiene dengan konsumsi jajan siswa SD di Kecamatan Teunom (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan yang rendah dan perilaku hygiene yang kurang dapat mempengaruhi konsumsi jajan tidak sehat Pada Siswa Sekolah DasarKecamatan teunom. Diharapkan kepada sekolah agar dapat memberikan bekal informasi kepada siswa dan orang tua siswa untuk menyiapkan bekal makan sehat setiap anak berangkat sekolah.  Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku Hygiene, Konsumsi JajanBackground of the Problem: There are so many things that can cause a food to be unsafe, one of which is due to contamination. Knowledge about food and health are internal factors that influence consumption of street food. This study aims to determine the relationship between knowledge and behavior of hygiene sanitation and snack consumption of students in school children in Teunom District in 2021, using descriptive analytic types of research. The population in this study were all elementary school students in Teunom District. The sampling technique in this study used a proportional sampling technique with a total sample of 72 people. The data was collected by distributing questionnaires to respondents in 6 SD Teunom sub-districts from 10 to 17 February 2021. Data analysis used the chi quare test. The results showed that there was no relationship between knowledge and snack consumption of elementary school students in Teunom District (p = 0.274) and there was a relationship between hygiene behavior and snack consumption of elementary school students in Teunom District  (p = 0.000). The conclusion of this study is that low knowledge and poor hygiene behavior can affect the consumption of unhealthy snacks in school students in Teunom District. It is hoped that schools can provide information to students and parents of students to prepare healthy food supplies for every child going to school.Keywords: Knowledge, Hygiene Behavior, Snack Consumption
Hubungan Karakteristik Individu dan Perilaku Dengan Kejadian Asma Pada Pasien Di Poly Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Simeulue Rahmayani, Rahmayani; Rosita, Sri; ZA, Raudhatun Nuzul; Rafiansyah, Rafiansyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3771

Abstract

ABSTRACTLatar Belakang : Menurut Data Puskesmas Simeulue Timur (2014) penderita asma di wilayah kerja Puskesmas Simeulue Timur sebanyak 32 orang. Dan yang menderita penyakit asma di wilayah Puskesmas ini adalah bervariasi antara anak-anak, remaja dan orang dewasa. Dari studi pendahuluan yang penulis lakukan dilapangan dengan wawancara kepada 5 orang masyarakat, diketahui bahwa pengetahuan masyarakat masih kurang tentang penyakit asma, mereka hanya tahu bahwa asma timbul karena factor keturunan, bukan akibat makanan dan yang lainnya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan perilaku dengan kejadian asma pada masyarakat di Puskesmas Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berkunjung ke poly penyakit dalam RSUD Simeulue yang berjumlah 157 pasien dari bulan Januari-Mei 2016. Dan yang menjadi sampel penelitian sebanyak 61 pasien. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11-15 Juli 2016. Analisa data menggunakan analisis Chi-Square. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian diketahui ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian Asma di Poly Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Simeulue dengan p value 0,001. ada hubungan antara perilaku dengan kejadian Asma di Poly Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Simeulue dengan p value 0,001. Kesimpulan: ada hubungan pekerjaan dan perilaku dengan kejadian Asma di Poly Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Simeulue. Dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit asma dan cara pencegahannya serta pengobatan yang baik untuk penderita penyakit asma.Kata Kunci: Pekerjaan, Perilaku, Kejadian AsmaBackground: According to East Simeulue Health Center data (2014), there are 32 people suffering from asthma in the East Simeulue Health Center work area. And those who suffer from asthma in this Puskesmas area vary between children, teenagers and adults. From a preliminary study that the author conducted in the field by interviewing 5 people in the community, it is known that the public's knowledge is still lacking about asthma, they only know that asthma arises due to hereditary factors, not due to food and other things. Research Objective: To determine the relationship between individual characteristics and behavior and the incidence of asthma in the community at the East Simeulue Community Health Center, Simeulue Regency. Research Method: This research is a quantitative study using analytics with a cross sectional design. The population of this study were outpatients who visited the internal medicine polyclinic at Simeulue District Hospital, totaling 157 patients from January-May 2016. And the research sample was 61 patients. This research was conducted on 11-15 July 2016. Data analysis used Chi-Square analysis. Research Results: From the research results it is known that there is a relationship between work and the incidence of Asthma in the Internal Medicine Clinic of Simeulue District Hospital with a p value of 0.001. There is a relationship between behavior and the incidence of asthma in the Internal Medicine Clinic of Simeulue District Hospital with a p value of 0.001. Conclusion: there is a relationship between work and behavior with the incidence of Asthma in the Internal Medicine Clinic of Simeulue District Hospital. Can provide education to the public about asthma and how to prevent it as well as good treatment for asthma sufferers.Keywords: Occupation, Behavior, Asthma Incidence
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI RUANG SEKRETARIAT DINAS KESEHATAN PROVINSI ACEH Rosita, Sri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.505

Abstract

The workload experienced by employees of the Aceh Provincial Health Office Secretariat room during the Covid-19 pandemic increased, not only inside the building but also outside the building. such as the formation of a task force to deal with covid-19 so that the workload of employees outside the building and inside the building increases. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and employee performance in the Aceh Provincial Health Office secretariat room. This research is a descriptive analytic study with a cross sectional design. This research was conducted from October 7 to November 2 2020 in the Aceh Provincial Health Office secretariat room using the interview method. The research sample was 86 respondents with total sampling technique. Univariate and bivariate data analysis. From the results of the chi-square statistical test, it can be concluded that there is a relationship between workload and employee performance with a p value of 0.01. It is hoped the leadership in the secretariat room, is to evaluate the workload assigned to employees and according to their fields of expertise so that good performance can be maintained.
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
Pemanfaatan WhatsApp Grup sebagai Media Edukasi: Dampak Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang ASI Eksklusif Lestari, Silvia; Hanum, Nisrina; Juliana, Cut; Usman, Said; Rosita, Sri; ismail, ismail
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1318

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan pemenuhan gizi penting yang diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan. Akan tetapi cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia terutama Aceh masih belum mencapai target resntra. Intervensi promosi Kesehatan menggunakan video melalui whatsapp diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan pre-test post-test one group desain. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki anak usia 0-6 bulan diwilayah kerja puskesmas Darul Imarah yang berjumlah 30 orang. Intervensi yang diberikan berupa video edukasi tentang ASI eksklusif yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp. Video dikirimkan setiap hari selama lima hari berturut-turut, dengan materi yang berbeda pada setiap harinya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap ibu sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh video edukasi menggunakan whatsapp grup terhadap pengetahuan tentang ASI Eksklusif (p=0,004) dan ada juga pengaruh video edukasi menggunakan whatsapp grup terhadap sikap dalam pemberian ASI eksklusif (p=0,035). Video Edukasi yang diberikan melalui whatsapp grup berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Darul Imarah. Diharapkan petugas kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Grup sebagai media penyampaian edukasi kesehatan, khususnya terkait ASI eksklusif, guna meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu