Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN KELUHAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DENGAN LAMA PEMAKAIAN KB INTRA UTERINE DEVICE (IUD) PADA AKSEPTOR AKTIF IUD DI DESA LAMCEU KUTA BARO ACEH BESAR TAHUN 2020 Rahmayani, Rahmayani; Rosita, Sri; Deliana, Deliana
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.233

Abstract

In Aceh Province, the users of the IUD IUD are 12,659 (3.5%). From a report by the Aceh Besar Health Office, in 2019 the number of IUD contraceptive users was 3158 (129.11%). The low interest of users of IUD KB due to complaints of pain (pain), vaginal discharge and bleeding is one of the most important medical reasons an IUD acceptor decides to stop using it and it occurs 4-15% per year. The purpose of this study was to determine the Correlation between Complaints of Fertile Age Couples (PUS) and the Length of Intra-Uterine Device (IUD) KB for Active IUD Acceptors in Lamceu Village Kuta Baro Aceh Besar in 2020. This research is analytic with cross sectional design. The population and sample in this study were 90 people. The study was conducted in 27 Juni s/d 01 July 2020. Data were processed univariate and bivariate he results showed there is a relationship between changes in menstrual cycles (P value = 0.04), complaints of abdominal pain (P value = 0.005), vaginal discharge (0.04) and sexual relationship disorders (P value = 0.001) with the duration of KB intra-uterine device (IUD) On IUD Active Acceptors in Lamceu Village Kuta Baro Aceh Besar in 2020. It was expected that officers will establish a sustainable reproductive health education program, bearing in mind that there are still IUD acceptors who do not know clearly about complaints that might occur due to the use of an IUD. Health workers in this case serving family planning are expected to always provide education and information to prospective acceptors and acceptors of family planning IUDs about types of IUD contraception especially their advantages and disadvantages. Keywords: Duration of Use of IUD, PUS, Complaints IUD
Tinjauan Aksesibilitas Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Lampupok Kabupaten Aceh Besar Rahmayani, Rahmayani; Rosita, Sri; Nuzul ZA, Raudhatun; Husna, Malaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2324

Abstract

Latar Belakang Masalah: Berdasarkan survei pendahuluan yang penulis lakukan di Puskesmas Lampupok dapat dilihat bahwa masih ada keluhan ibu-ibu terhadap pelayanan petugas yang kurang tanggap dan kurang peduli bila pasien membutuhkan pelayanan. Dan masih ada pengaruh keluarga dalam pengambilan keputusan saat akan bersalin yang terkadang membuat keterlambatan dalam proses persalinan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui factor-faktor yang Berhubungan Dengan Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Di Puskesmas Lampupok Kabupaten Aceh Besar. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lampupok dari bulan November 2018 sampai Januari 2019 yaitu berjumlah 35 orang sekaligus menjadi sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2019. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden menyatakan kompetensi petugas kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Lampupok baik yaitu sebesar 68,6% (24 orang), dukungan keluarga yaitu sebesar 65,7% (23 orang), pelayanan kesehatan ibu dan anak baik yaitu sebesar 60% (21 orang). Saran: Disarankan Pihak puskesmas perlu meningkatkan kompetensi staf melalui pendidikan formal secara berjenjang yang disesuaikan dengan kebutuhan puskesmas dan selaras dengan peningkatan kualitas pelayanan puskesmas.Kata Kunci : Kesehatan Ibu dan Anak Based on preliminary surveys conducted by the author at the Lampupok Community Health Center, it can be seen that there are still complaints from mothers about the service of officers who are less responsive and care less when patients need services. And there is still the influence of the family in making decisions when going to labor which sometimes makes delays in the delivery process. The purpose of this study was to determine the factors associated with Maternal and Child Health Services (MCH) in Lampupok Health Center, Aceh Besar District. This research is analytic with cross sectional design. The population is all pregnant women in the working area of the Lampupok Community Health Center from November 2018 to January 2019, amounting to 35 people as well as a research sample. The study was conducted in March 2019. The results obtained by the majority of respondents stated that the competency of maternal and child health workers in Lampupok Health Center was good at 68.6% (24 people), family support at 65.7% (23 people), health services good mother and child which is 60% (21 people). It is recommended that the puskesmas need to improve staff competency through formal education in stages that are tailored to the needs of the puskesmas and in line with the improvement of the quality of puskesmas services.Keywords : Health of both mother and child
INTEGRASI MOTIVASI DAN PELATIHAN DALAM MENDORONG EFEKTIVITAS KERJA PETUGAS KIA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani; Yani, Evi Dewi; Yunita, Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4846

Abstract

Latar Belakang Masalah: Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Efektivitas kerja petugas KIA sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk motivasi kerja dan pengalaman pelatihan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan pelatihan dengan efektivitas kerja petugas KIA di Puskesmas Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi seluruh petugas KIA yang berjumlah 41 orang dan dijadikan sampel secara total. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi dan pelatihan, sedangkan variabel terikat adalah efektivitas kerja petugas. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,2% responden memiliki motivasi kerja rendah, dan 56,1% belum pernah mengikuti pelatihan. Terdapat hubungan signifikan antara motivasi (p=0,019) dan pelatihan (p=0,004) dengan efektivitas kerja petugas KIA. Disarankan agar dilakukan pelatihan teknis secara berkala yang relevan dengan tugas KIA, serta penguatan strategi peningkatan motivasi kerja melalui supervisi, penghargaan, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung.
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI PRODI KESEHATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES ACEH Rahmayani, Rahmayani; Rosita, Sri; Yunita, Yunita; Yani, Evi Dewi; Miani, Riza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4872

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi kasus penyakit menular seksual di Aceh pada laki-laki mencapai 79% dan Aceh Besar mencapai 28%. Tingginya kasus penyakit menular seksual disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap negatif masyarakat terhadap tindakan pencegahan penyakit.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh edukasi media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam pencegahan penyakit menular seksual di Prodi Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ialah seluruh mahasiswa Prodi Kesehatan Gigi tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 320 orang, sampel penelitian sebanyak 76 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Hasil Penelitian: dari hasil penelitian bahwa variabel pengetahuan (p value =0,000) dan sikap (p value =0,000) yang menunjukkan ada pengaruh antara edukasi dengan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam upaya pencegahan penyakit menular seksual di Prodi Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh.Kesimpulan: ada pengaruh antara edukasi dengan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam upaya pencegahan penyakit menular seksual. Agar mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai sumber edukasi yang tersedia seperti mengikuti seminar kesehatan di kampus, mengakses modul pembelajaran online tentang PMS, dan aktif dalam kegiatan peer education (pendidikan sebaya) sehingga meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap ke arah positif yang mendukung terbentuknya perilaku kesehatan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAPAKTUAN Rosita, Rosita; Rahmayani, Rahmayani; Husna, Husna; Rosita, Sri; Yani, Evi Dewi; Yunita, Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4891

Abstract

Latar Belakang: Data yang didapatkan di Puskesmas Tapaktuan diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan, ada 8 Posbindu yang tersebar di 8 desa. Jumlah Masyarakat yang berkunjung ke posbindu rata-rata berumur 40 tahun ke atas. Pada tahun 2024 jumlah kunjungan posbindu di masing-masing desa yaitu Air berudang 94 jiwa, Gunung kerambil 124 jiwa, Lhok Keutapang 143 jiwa, Hilir 85 jiwa, Tepi air 94 jiwa, Hulu 230 jiwa, Padang 97 jiwa, Jambo apha 81 jiwa. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tapaktuan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua Masyarakat yang berumur 40 tahun ke atas di wilayah Puskesmas Tapaktuan berjumlah 948 orang. Dan sampel penelitian setelah dicari dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 91 orang. Analisis digunakan univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kunjungan Posbindu PTM tidak aktif sebanyak 54,9%, pengetahuan responden kategori kurang baik sebanyak 57,1%, peran kader dengan kategori kurang berperan sebanyak 52,7%, jarak tempuh dengan kategori jauh sebanyak 59,3%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa pengetahuan dengan nilai p=0,036, peran kader p=0,001, jarak tempuh p=0,003. Kesimpulan: pengetahuan, peran kader dan jarak tempuh memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan. Diharapkan kepada tenaga Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan terkait penyakit tidak menular dan menginformasikan manfaat mengunjungi posbindu serta diharapkan keluarga untuk dapat mendukung anggota keluarganya yang memiliki resiko menderita PTM agar segera melakukan pemeriksaan salah satuntya dengan rutin mengunjungi posbindu.   
Implementasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani; ZA, Raudhatun Nuzul; Asnimar, Asnimar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3772

Abstract

ABSTRACTLatar Belakang Masalah: Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) mempunyai tiga indikator penting yang harus diterapkan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan peserta JKN di FKTP. Adapun ketiga indikator tersebut adalah angka kontak ≥ 150 per mil, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik ≤2%,dan rasio peserta prolanis terkendali ≥ 5%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pelaksanaan Kapitasi Berbasis Kinerja  (KBK) Di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan indept interview, observasi, dan telah dokumen sebagai cara untuk mengumpulkan data. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data secara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Angka Kontak mencapai target pada zona aman dengan kriteria rating 4 dengan capaian angka kontak ≥150% nilai capaian 1,6. Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non Spesialistik mencapai target pada zona aman dengan kriteria rating 4 dengan capaian Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non Spesialistik ≤ 2%  nilai capaian 2 dan Rasio peserta prolanis tidak mencapai zona aman dengan kriteria rating 1 dengan capaian Rasio peserta prolanis terkendali <3% nilai capaian 0. Diharapkan Puskesmas Meuraxa melakukan koordinasi dengan kepala desa dan kader puskesmas serta optimalisasi  penjadwalan konsultasi dan pemeriksaan penunjang secara rutin dan kunjungan ke rumah.Kata kunci: Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), Prolanis.Background of the Problem: Performance Based Capitation (KBK) have three indicators that are applied as an effort to improve the quality of services for JKN participants at the FKTP. The three indicators are contact rate ≥ 150 per mile, non-specialist outpatient referral ratio ≤2%, and Prolanis participant ratio controlled ≥ 5%. The purpose of this study was to analyze the implementation of performance-based capitation (KBK) at the Meuraxa Public Health Center, the Banda Aceh City. This study used a qualitative approach using in-depth interviews, observation, and documents as a way to collect data. The number of informants in this study were 5 people with purposive sampling technique. Data analysis in qualitative research consists of the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The results showed that the contact number reached the target in the safe zone with a rating criterion of 4 with a contact number achievement ≥150%, an achievement value of 1.6. Outpatient Referral Ratio for Non-Specialistic Cases reached the target in the safe zone with rating criteria 4 with the achievement of Outpatient Referral Ratio for Non-Specialistic Cases ≤ 2%, score of 2 and the ratio of prolanis participants not reaching the safe zone with rating criteria 1 with the achievement of controlled prolanist participant ratio 3% achievement value 0.1. It is hoped that the Meuraxa Health Center will coordinate with the village head and puskesmas cadres as well as optimize the scheduling of consultations and routine supporting examinations and home visits.Keywords: Performance Based Capitation (KBK), Prolanis
The Influence of the Work Environment and Work Facilities on Work Productivity Through Work Morale as an Intervening Variable at PT. Jambi Regional Development Bank Sarolangun Branch Office Kasmir Rahim; Sigit Indrawijaya; Sri Rosita
International Journal of Economics and Management Research Vol. 3 No. 2 (2024): August: International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v3i2.211

Abstract

The work provided by the company is required to be done quickly and precisely in today's increasingly advanced technological era. Changes are occurring in various fields, especially in the industrial world. Without carrying out responsive and adaptive transformation, companies risk being unable to maintain their business model and this effort is to prevent technological disruption. In this era of industrial revolution 4.0, competition in various fields cannot be avoided. All organizations, both social and economic, utilize technological advances to meet needs and be able to compete. All parties adapt to technological advances or ongoing trends so that they can survive and be able to compete. In line with the aim of surviving and being able to compete, the productivity of the organization is also expected to be effective and maximal.
Pengaruh Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami dengan Efek Samping Pemakaian Kontrasepsi Suntik Diwilayah Kerja Puskesmas Lamno Kabupaten Aceh Jaya Rosita, Sri; ZA, Raudhatun Nuzul; Nurlaini, Nurlaini
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1967

Abstract

Latar Belakang Masalah: Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS)  di wilayah kerja puskesmas Lamno pada tahun 2019 sebanyak 502 orang, yang menggunakan KB suntik sebanyak 368 orang. Berdasarkan survei awal, efek samping yang dirasakan antara lain yaitu adanya gangguan pola haid seperti pendarahan bercak, perubahan berat badan,sakit kepala dan lainnya. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pengetahuan ibu, dukungan suami dengan efek samping pemakaian kontrasepsi suntik di wilayah kerja puskesmas lamno. Metode Penelitian: deskriptif analitik dengan desain cross sectional studi. Sampel penelitian 79 responden PUS dengan teknik purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan P. Value sebesar 0,035 < dari nilai α = 0,05 dan dukungan suami P. Value sebesar 0,041 < dari nilai α = 0,05  dengan efek samping pemakaian konrasepsi suntik sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, yang berarti ada pengaruh yang sangat signifikan pengetahuan ibu, dukungan suami dengan efek samping pemakaian kontrasepsi suntik di wilayah kerja puskesmas lamno. Saran: Diharapkan petugas Puskesmas Lamno meningkatkan pemberian konseling, promosi kesehatan PUS tentang efek samping pemakaian kontrasepsi suntik dan melibatkan suami akseptor KB.Kata kunci : Efek Samping, KB Suntik, Pengetahuan, Dukungan SuamiBackground of the Problem: The number of couples of childbearing age (PUS) in the working area of the Lamno Health Center in 2019 was 502 people, who used injectable family planning as many as 368 people. Based on the initial survey, the perceived side effects include menstrual pattern disturbances such as spotting bleeding, weight changes, headaches and others. The purpose of the study: to determine the effect of mother's knowledge, husband's support with side effects of injecting contraceptive use in the working area of Lamno Public Health Center. Research Method: analytic descriptive with cross sectional study design. The research sample was 79 EFA respondents with purposive sampling technique. Univariate and bivariate data analysis. Research Results: There is a significant effect between knowledge P. Value of 0.035 < from the value of = 0.05 and husband's support P. Value of 0.041 < from the value of = 0.05 with side effects of using injection contraceptives so it can be concluded that Ha is accepted and H0 is rejected, which means that there is a very significant effect of mother's knowledge, husband's support with side effects of using injectable contraceptives in the working area of Lamno Public Health Center. Suggestion: It is hoped that Lamno Public Health Center officers will improve the provision of counseling, promotion of EFA health about the side effects of using injectable contraceptives and involve the husbands of family planning acceptors.  Keywords: Side Effects, Injectable Family Planning, Knowledge, Husband's Support 
Determinan Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit (Mtbs) Di Puskesmas Jaboi Kota Sabang Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani; ZA, Raudhatun Nuzul; Hamzah, Diza Fathamira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3407

Abstract

Latar Belakang Masalah: Cakupan pelayanan Manajemen terpadu balita sakit di Puskesmas Jaboi masih sangat rendah yaitu sebesar 40,5% dari jumlah kunjungan balita sakit. Cakupan tersebut belum mencapai indikator yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (minimal 60% dari jumlah kunjungan balita sakit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelayanan MTBS pada ibu balita di puskesmas Jaboi Kota Sabang . Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional studi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 205 orang ibu balita dengan sampel sebanyak 67 orang, yang diambil dengan metode accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0,047)) dan konseling (p value = 0,021) dengan pelayanan MTBS. Kesimpulan bahwa pengetahuan, dan konseling mempunyai hubungan dengan pelayanan MTBS. Disarankan kepada Puskesmas Jaboi untuk meningkatkan penyuluhan tentang manfaat pelayanan MTBS kepada ibu balita secara berkala, meningkatkan peran petugas melalui pendekatan konseling kepada ibu balita.Kata kunci : Pengetahuan, Konseling, MTBSBackground of the Problem: Service coverage for integrated management of sick toddlers at the Jaboi Community Health Center is still very low, namely 40.5% of the number of visits for sick toddlers. This coverage has not yet reached the indicators set by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (minimum 60% of the number of visits by sick toddlers). This study aims to determine factors related to IMCI services for mothers of toddlers at the Jaboi Community Health Center, Sabang City. This research is descriptive analytic with a cross sectional study design. The population in this study was 205 mothers of toddlers with a sample of 67 people, taken using the accidental sampling method. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi-square statistical test with a 95% confidence interval. The research results show that there is a significant relationship between knowledge (p value = 0.047) and counseling (p value = 0.021) with IMCI services. The conclusion is that knowledge, the role of officers and counseling have a relationship with IMCI services. It is recommended that the Jaboi Community Health Center regularly increase outreach about the benefits of MTBS services to mothers of toddlers, increase the role of officers through a counseling approach to mothers of toddlers.Keywords: Knowledge Counseling, MTBS
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues Rahmayani, Rahmayani; Rosita, Sri; ZA, Raudhatun Nuzul; Salamah, Umi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3471

Abstract

Latar Belakang Masalah: Demam tifoid adalah infeksi yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Biasanya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Kasus yang parah dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kematian. Berdasarkan data yang diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Aceh di tahun 2019 hingga 2020 kasus demam tifoid terjadi peningkatan 60 % dengan jumlah 3.254 kasus. Berdasarkan rekapitulasi laporan demam tifoid sekabupaten Gayo Lues pada tahun 2018 hingga 2020 kasus demam tifoid masih tinggi yaitu 483 kasus. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sarana air bersih, penggunaan jamban, dan personal hygiene dengan kejadian demam tifoid di wilayah Kerja Puskesmas Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Metode Penelitian: Penelitian berbentuk survey analitik dengan teknik case control dan gabungan metode probability sampling. Penelitian dilaksanakan pada 19 Januari s.d 08 Februari 2022. Data dianalisis dengan menggunakan statistik chi-squre. Hasil analisa bivariat dari 104 responden, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 51 kasus dan 51 kontrol. Hasil penelitian: Diperoleh bahwa ada hubungan antara sarana air bersih (P. 0,002), penggunaan jamban (P. 0,001), dan personal hygiene (P. 0,002) dengan kejadian demam tifoid.. Saran: Diharapkan kepada setiap ibu untuk menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan dalam mencegah penyakit demam tifoid dan kepada instansi terkait supaya melaksanakan sosialisasi secara maksimal.Kata Kunci : Demam tifoid, sumber air bersih, penggunaan jamban dan personal hygieneProblem Background: Typhoid fever is a life-threatening infection caused by Salmonella Typhi bacteria. It usually spreads through contaminated food or water. Severe cases can cause serious complications or even death. Based on data obtained from the Aceh Province Health Profile in 2019 to 2020, typhoid fever cases increased by 60% with a total of 3,254 cases. Based on the recapitulation of typhoid fever reports in Gayo Lues Regency from 2018 to 2020, typhoid fever cases were still high, namely 483 cases. Research objectives: This study aims to determine the relationship between clean water facilities, latrine use and personal hygiene with the incidence of typhoid fever in the Rikit Gaib Community Health Center work area, Gayo Lues Regency. Research Method: Research takes the form of an analytical survey with case control techniques and a combination of probability sampling methods. The research was carried out from January 19 to February 8 2022. Data was analyzed using chi-square statistics. Bivariate analysis results from 104 respondents, with the number of samples in this study being 51 cases and 51 controls. Research results: It was found that there was a relationship between clean water facilities (P. 0.002), use of toilets (P. 0.001), and personal hygiene (P. 0.002) with the incidence of typhoid fever. Suggestion: Every mother is expected to maintain personal hygiene, families, and the environment in preventing typhoid fever and to related agencies to carry out maximum outreach.Keywords : Typhoid fever, clean water sources, use of latrines and personal hygieneÂ