Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Ibu-Ibu Peserta Posyandu di Posyandu Salak, Celengan, Tasikmadu Mengenai Pengaruh Pasteurisasi Terhadap Jumlah Koloni Bakteri pada Susu Segar dan UHT Liss Dyah Dewi Arini; Fredericus Pramonodjati; Saryadi, Saryadi
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.184

Abstract

Mother is a leader in a family whose duties include managing the family's healthy food and drink needs. One of the nutritious drinks that must be consumed by family members is milk. However, many family members do not understand about pasteurization or heating and non-pasteurization in cow's milk. In milk that has undergone pasteurization, the number of bacteria is less than in milk that has not undergone pasteurization. This community service activity aims to provide an understanding to the mothers of the Posyandu in Celengan, Kaling, Tasikmadu, Karanganyar villages to find out about contamination in pasteurized and non-pasteurized milk, to provide counseling to the mothers of the Posyandu about pasteurized milk and non-pasteurized milk. The counseling method is carried out using the lecture method and explanations about pasteurized and non-pasteurized milk and bacterial contamination in milk with posters and power points. The results of this community service activity are that the mothers of the Posyandu understand the differences between pasteurized and non-pasteurized milk and the presence of more bacterial contamination in non-pasteurized milk. The conclusion of this community service activity is that Posyandu mothers can learn the benefits of pasteurized milk for the body.
PENGARUH HASIL PEMERIKSAAN HBSAG DENGAN MENGGUNAKAN SPESIMEN DARAH LENGKAP, SERUM DAN PLASMA Pramonodjati, Fredericus; Arini, Liss Dyah Dewi; Juwitasari, Karina Sella
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/f5bxmq19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat hubungan yang signifikan antara jenis sampel (darah lengkap, serum, dan plasma) dan hasil pemeriksaan HBsAg (positif atau negatif). Sebanyak 90 sampel darah dikumpulkan, dengan masing-masing 30 sampel untuk setiap jenis (darah lengkap, serum, dan plasma). Desain Penelitian ini observasional dengan desain cross-sectional, data hasil dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square (?2). Hasil analisis menunjukkan nilai ?2 hitung sebesar 1.3636 dengan derajat kebebasan (df) 2. Pada tingkat signifikansi 0.05, nilai ?2 kritis adalah 5.991. Karena nilai ?2 hitung (1.3636) lebih kecil dari nilai ?2 kritis (5.991), hipotesis nol tidak dapat ditolak. Ini mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara jenis sampel yang digunakan dan hasil tes HBsAg. Meskipun data observasi menunjukkan sedikit variasi dalam jumlah kasus positif (darah lengkap: 24, serum: 22, plasma: 20), perbedaan ini dianggap sebagai fluktuasi acak dan tidak cukup besar untuk menunjukkan pengaruh nyata dari jenis sampel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketiga jenis sampel tersebut memberikan hasil yang konsisten untuk deteksi HBsAg dalam konteks penelitian ini.
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Pupuk Organik Cair dan Lilin Pada Ibu-Ibu PKK Desa Purbayan, Sukoharjo Hutapea, Henny Parida; Pramonodjati, Fredericus
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/chcrkg87

Abstract

Desa Purbayan merupakan salah satu desa di Sukoharjo, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan salah satu aktivitas di dapur yang dilakukan oleh ibu-ibu adalah memasak. Kegiatan ini dapat menghasilkan limbah, salah satu contoh adalah minyak jelantah. Penggunaan minyak jelantah secara berulang dalam proses memasak mempunyai potensi yang besar dalam membahayakan kesehatan tubuh. Salah satunya adalah mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tinggi guna mendukung zero waste. Salah satu yang dapat diterapkan dalam rangka pengelolaan minyak jelantah adalah dengan mengubahnya menjadi produk Pupuk Organik Cair (POC) dan lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual yang ekonomis. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bahaya penggunaan minyak goreng berulang dan pelatihan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai jual tinggi guna mendukung zero waste kepada masyarakat Desa Purbayan. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan langsung (praktik). Kegiatan pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah ini mampu menambah pemahaman, wawasan, kreatifitas dan meningkatnya peduli terhadap kebersihan serta dapat mengenali dampak negatif penggunaan minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan. Berdasarkan hasil evaluasi, menunjukkan bahwa seluruh peserta memberikan respon yang baik, sudah mampu membuat Pupuk Organik Cair dan lilin secara mandiri dan juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis dan nilai jual yang tinggi.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL MENIRAN (Phyllanthus urinaria) TERHADAP BAKTERI Campylobacter jejuni DAN Clostridium difficile Arini, Liss Dyah Dewi; Margono, Margono; Pramonodjati, F. Pramonodjati; Wijaya, Silvia Monika
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3881

Abstract

Meniran (Phyllanthus urinaria) mengandung senyawa bioaktif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri (antibakteri) dan membunuh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak tumbuhan meniran (Phyllanthus urinaria) dan konsentrasi efektif tumbuhan meniran (Phyllanthus urinaria) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Campylobacter jejuni dan Clostridium difficile. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta dan untuk ekstraksi tumbuhan meniran (Phyllanthus urinaria) dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bakteri uji yang digunakan adalah bakteri Campylobacter jejuni dan Clostridium difficile yang didapat dari Laboratorium Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 11 perlakuan yang terdiri dari konsentrasi ekstrak 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% ,90% dan 100% dengan 3 kali ulangan pada masing-masing bakteri. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Anava Tunggal dan Uji lanjut menggunakan BNT 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak tumbuhan meniran (Phyllanthus urinaria) terhadap pertumbuhan bakteri Campylobacter jejuni dan Clostridium difficile dan konsentrasi ekstrak tumbuhan meniran yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Campylobacter jejuni adalah 80% sedangkan konsentrasi yang efektif mampu menghambat pertumbuhan bakteri Clostridium difficile adalah 90%.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN DARAH RUTIN YANG DISIMPAN PADA SUHU 4-8ï‚°C DITUNDA 1 JAM DAN 3 JAM Wijaya, Silvia Monika; Pramonodjati, F. Pramonodjati; Prabandari, Anggraeni Sih; Sari, Ajeng Novita
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3887

Abstract

Latar Belakang: Pemeriksaan darah rutin dilakukan untuk membantu diagnosa penyakit dan mengetahui adanya kelainan. Pemeriksaan ini meliputi hemoglobin, hematokrit, laju endap darah, hitung sel leukosit, hitung sel eritrosit, dan hitung sel trombosit. Pemeriksaan terkadang bisa tertunda karena saluran listrik yang rusak, alat mengalami gangguan, stok reagen habis dan keterbatasan ATLM. Pada kondisi tersebut, sampel dapat disimpan di lemari pendingin. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan darah rutin pada sampel yang disimpan suhu 4-8℃ dan ditunda pemeriksaannya selama 1 dan 3 jam dibandingkan dengan spesimen yang diperiksa segera. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 10 darah EDTA. Pemeriksaan dilakukan secara otomatis menggunakan hematology analyzer. Uji statistik yang digunakan adalah uji normalitas Shapiro Wilk dan uji beda oneway ANOVA. Hasil Penelitian: Kadar hemoglobin dan hematokrit relatif stabil terhadap pengaruh waktu dan suhu dibandingkan parameter lainnya. Leukosit, trombosit dan laju endap darah cenderung meningkat pada spesimen yang disimpan pada suhu dingin, sebaliknya kadar eritrosit justru menurun. Hasil uji beda oneway ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan hasil antara spesimen yang diperiksa langsung dan penundaan pemeriksaan selama 1 dan 3 jam pada spesimen yang disimpan pada suhu dingin (nilai sig seluruh parameter >0,05). Simpulan: Spesimen pemeriksaan darah rutin yang disimpan pada suhu 4-8℃ dengan penundaan pemeriksaan 1 dan 3 jam memberikan hasil yang sama baik dengan spesimen yang langsung diperiksa.
PENGARUH PENUNDAAN WAKTU DAN SUHU PEMERIKSAAN TERHADAP KADAR GLUKOSA URIN DAN PROTEIN URIN Permanasari, Novalia Gita; Rosi, Fatika Putri; Suryanti, Suryanti; Pramonodjati, F.Pramonodjati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3892

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme tidak menular yang bersifat kronis dimana kerja insulin, sekresi, atau keduanya terganggu. Kekurangan insulin menganggu metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Salah satu diagnose/parameter pemeriksaan penyakit tersebut adalah dengan pemeriksaan Glukosa dan Protein Urin. Namun pada perjalanan pemeriksaan dilaboratorium terkadang terjadi penundaan pemeriksaan karena berbagai hal, seperti gangguan alat, reagen yang terhambat pengadaannya atau jumlah pasien yang terlalu banyak, sehingga terjadi penundaan pemeriksaan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh waktu dan suhu penundaan pemeriksaan urin pada penderita DM. Metode Penelitian : Penelitian yang dilaksanakan adalah jenis penelitian eksperimental analitik dengan rancangan penelitian Cross-sectiona. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode stick carik celup Healgen yang kemudian disesuaikan skala warna yang terbentuk pada alat tes tersebut. Hasil Penelitian : Hasil pemeriksaan glukosa urine dan protein urine yang segera diperiksa dengan penundaan 1 jam pada suhu ruang dan suhu dingin memiliki hasil yang sama tidak ada perubahan dalam sampel urin yang diperiksa, tetapi mengalami perubahan hasil pada penundaan waktu 3 jam pada suhu ruang dengan penurunan hasil dikarenakan mengalami perkembang biakan pada bakteri. Pada uji beda One Way ANOVA didapatkan hasil bahwa pemeriksaan langsung tidak ada beda nyata terhadap pemeriksaan kadar glukosa, namun terdapat beda nyata pada penundaan waktu 1 jam dan 3 jam pada pemeriksaan glukosa dan protein. Simpulan : Pemeriksaan secara langsung dan ditunda 1 jam pada suhu ruang dan suhu dingin dapat dilakukan untuk pemeriksaan glukosa dan protein. Tetapi pada penundaan waktu 3 jam pada suhu ruang tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan glukosa dan protein.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF HBSAG DETECTION RESULTS ON THE INTERPRETATION OF ANTI-HBC RESULTS IN THE DIAGNOSIS OF HEPATITIS B INFECTION Pramonodjati, Fredericus; Arini, Liss Dyah Dewi; Martins, Santana; Pasha, Erlanda Islami
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/78ywbv17

Abstract

This study aims to analyze the relationship between Hepatitis C Virus Antibody (anti-HCV) test results using the ELISA method and Hepatitis B surface Antigen (HBsAg) test results using the rapid test method. HBV and HCV co-infection is a clinically relevant issue as it can accelerate the progression of chronic liver disease. Data from 62 patient samples were analyzed using the Chi-Square test to examine the significance of the relationship between these two categorical variables. The statistical analysis revealed a Chi-Square value of 3.89 with a P-value of 0.048, which is below the 0.05 significance level. This finding indicates a statistically significant association between the HBsAg and anti-HCV test results. This study concludes that in the sampled population, a reactive result on one test is associated with reactivity on the other, highlighting the importance of dual screening for both viruses in high-risk populations.
MICROBIAL SAFETY OF STREET FOOD SAUCES : DETECTION OF ESCHERICHIA COLI AMONG VENDORS IN KLATEN REGENCY Arini, Liss Dyah Dewi; Pramonodjati, Fredericus; Fitria, Azizah Zahra Nur
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/n3tpt073

Abstract

Egg rolls are one type of food that requires additional ingredients in the form of sauce. Many egg sellers use bicycles or two-wheeled vehicles, with merchandise placed behind the bicycle or motorbike. However, the cleanliness of egg rolls is often ignored, one of the causes is exposure to dust and air that enters the food. This study aims to test for contamination of Eschericia coli bacteria and identify the presence of these bacteria in the sauce used in egg rolls. The method used in this study was a field survey with random and descriptive sampling techniques to determine the presence or absence of Eschericia coli in several types of sauces sold with egg rolls. Sampling was carried out by selecting 10 types of sauces from egg roll food sold around in Klaten Regency. Tests for Eschericia coli bacteria were carried out at the Biology Laboratory of Sebelas Maret University, Surakarta, and one sample as a negative control using the most probable number (MPN) method, Escherichia coli test and gram staining. The results of the Most Probabe Number test and confirmation test showed that there was Eschericia coli, while from the results of gram staining, the detected bacteria were included in the gram-negative category. The results of the biochemical test showed that the bacteria in the sample included the Enterobacter and Escherichia coli species. The tests carried out showed that all results did not meet the standards set in SNI 01-3546-2004, which regulates the maximum limit of the Total Plate Count (TPC) in tomato sauce is 2 x 10² colonies/g, while according to the Regulation of the Head of the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia number HK. 00. 06. 1. 52. 401, the maximum limit of the Most Probable Number (MPN) Coliform in tomato sauce is 100 colonies/g.
OPTIMASI EKSTRAK CURCUMINOID KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN) PADA PEWARNAAN SEDIMEN URINE Parida Hutapea, Henny; Pramonodjati, Fredericus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25990

Abstract

Pemeriksaan sedimen urine merupakan pemeriksaan mikroskopis unsur-unsur organik dan anorganik dari darah, ginjal, saluran kemih yang bertujuan untuk pemeriksaan penyaring. Meskipun pemeriksaan dilakukan dengan alat analyzer urine otomatis, namun konfirmasi hasil tetap menggunakan cara manual dengan pewarna Sternheimer malbin sebagai baku emas. Urine disentrifuge sehingga unsur-unsur organik dan anorganik mengendap dan endapan tersebut diambil lalu diberi zat pewarna. Zat warna ini bersifat karsinogen, tidak stabil dan toksik bagi lingkungan sehingga perlu dicari pewarna alternatif yang alami, misalnya curcuminoid yang terdapat pada rimpang kunyit (Curcuma longaLinn). Curcumin yang berwarna kuning umum digunakan sebagai pewarna makanan, tekstil dan jaringan. Sifat curcuminoid pada kunyit yang aman, mudah larut dalam etanol, mudah meresap di dalam jaringan dan mudah ditemukan diharapkan dapat mewarnai sedimen urine dan digunakan sebagai pengganti Stenheimer Malbin dalam pewarnaan rutin sedimen urine di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan curcumin dalam mewarnai sedimen urine yang meliputi sel epitel, sel darah, dan kristal sekaligus menentukan konsentrasi optimalnya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan perlakuan menggunakan pewarna ekstrak curcumin 5%, 10%, 20%, 30%, 50%. Pemeriksaan sedimen urine menggunakan metode mikroskopis dengan sampel urine patologis selama satu bulan. Penilaian menggunakan likert scale 1-3 meliputi tingkat pewarnaan, kontras, dan kekotoran. Setelah dilakukan penelitian variasi konsentrasi ekstrak curcumin 10% yang optimal dalam mewarnai sedimen urine dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna Sternheimer-malbin
PENYULUHAN BAHAYA PENGGUNAAN MINYAK GORENG BEKAS PAKAI TERHADAP KESEHATAN PADA IBU-IBU PKK DI KELURAHAN PURBAYAN KECAMATAN BAKI SUKOHARJO Prabandari, Anggraeni Sih; Rokhmah, Laela Nur; Sari, Ajeng Novita; Pramonodjati, Fredericus; Utami, Nataly Ayu
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/g59age11

Abstract

Minyak goreng menjadi kebutuhan pokok manusia. Tingkat konsumsi minyak goreng terus meningkat dipicu munculnya aneka jenis makanan yang diolah dengan cara menggoreng (deep fry). Meningkatnya kebutuhan akan minyak goreng dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran memicu munculnya perilaku menggunakan minyak goreng berulang kali. Hal ini berbahaya bagi kesehatan karena pemanasan pada suhu tinggi menyebabkan hilangnya vitamin dan antioksidan di dalam minyak serta memicu timbulnya radikal bebas dan zat karsinogenik. Kegiatan edukasi dampak konsumsi minyak jelantah bagi kesehatan telah dilakukan pada ibu-ibu PKK Rt 03 RW 09 Kelurahan Purbayan Kecamatan Baki Sukoharjo pada hari Sabtu, 09 Desember 2023. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 26 orang. Materi disampaikan melalui ceramah ilmiah dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Dalam kegiatan ini juga digali informasi tentang kebiasan penggunaan minyak goreng pada masyarakat. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi “sangat memahami/sangat baik” yang dukur dari kuisioner sebelum dan setelah kegiatan edukasi dilaksanakan.