Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penyuluhan Dan Pelatihan Bagi Ibu Hamil Tentang Pengolahan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura Yasir Farhat; Aprianti Aprianti; Niken Pratiwi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1780

Abstract

Stunting (kondisi tubuh pendek atau sangat pendek dibandingkan usia) tetap menjadi masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kesehatan anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Kondisi ini merupakan indikator status gizi kronis yang mencerminkan hambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang. Data terkini dari Puskesmas Astambul di Martapura per 16 April 2025 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 33,98% pada balita. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Farhat dkk. pada Maret 2025 menemukan tingkat stunting sebesar 39% pada balita di beberapa Posyandu. Salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini adalah memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai cara yang tepat dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam menyiapkan makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari sesi penuluhan melalui presentasi/ceramah dan tanya jawab yang dilanjutkan dengan pelatihan praktik. Sebanyak dua puluh lima ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tingkat pengetahuan dievaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta; nilai rata-rata meningkat dari 89,2 sebelum pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan menjadi 95,6 setelahnya. Penyuluhan dan pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting serta keterampilan mereka dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan pangan lokal, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengatasi tantangan program gizi, khususnya terkait stunting pada balita.
Pengaruh Riwayat Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, ASI Eksklusif, dan Penyakit Infeksi dengan Risiko Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Ellen Agustina Putri Sion; Niken Widyastuti Hariati; Rusmini Yanti; Aprianti Aprianti
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2026): September : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i5.2446

Abstract

Stunting is a growth failure caused by chronic malnutrition and remains a public health problem in Indonesia, including in the working area of Puskesmas Basirih Baru with a relatively high prevalence. This study aimed to analyze the effect of birth weight, birth length, exclusive breastfeeding, and infectious diseases on stunting risk among children aged 24–59 months in the working area of Puskesmas Basirih Baru, West Banjarmasin District. This study was conducted from January to February 2026 using an analytical observational design with a case-control approach. Meanwhile, the research sample utilized a 1:1 case-control ratio, consisting of 41 stunted toddlers and 41 non-stilted toddlers. Data were collected through questionnaires and public health center reports, then analyzed using chi-square and logistic regression tests. The results showed that most children in the case group had low birth weight (65%), low birth length (66.7%), exclusive breastfeeding history (54%), and frequent infectious diseases (64.5%). Only infectious disease history was significantly associated with stunting (p=0.040; OR=2.597; 95% CI:1.032–6.538). Infectious disease history was identified as a factor affecting stunting risk.Prevention of infectious diseases through clean and healthy living behavior, immunization, and routine health monitoring is needed to reduce stunting risk.