Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemberdayaan Melalui Kreativitas Membatik Telur Asin dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Rahmawati, Destia; Shodiqin, Asep; Abidin, Yusuf Zaenal
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 9, No 1 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i1.24637

Abstract

Perkembangan zaman kian melesat jauh dengan segala pancapaiannya yang spektakuler. Untuk tetap berperan dan bermain di tengah budaya global, dakwah harus tetap memegang kendali dan mengatasi problematika zaman salah satunya di bidang ekonomi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dakwah yang dilakukan oleh pihak komunitas Telur Asin Batik terhadap masyarakat di Desa Dawuan Barat melalui daya atau penguatan, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya, dan nilai tambahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah melalui penguatan dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya melalui beberapa tahap di antaranya yaitu tahap plan, do/action, see, dan bentuk dakwah melalui nilai tambah dengan adanya pengajian rutin serta mengadakan kegiatan Islam lainnya.
Pengaruh Bahasa Visual Infografis @tirtoid terhadap Minat Mahasiswa dalam Memperoleh Informasi Afina, Rayna Nur; Abidin, Yusuf Zaenal; Muhaemin, Enjang
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 7 No. 3 (2022): ANNABA: Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v7i3.28495

Abstract

Infografis mulai banyak digunakan sebagai media informasi pada media sosial khususnya instagram. Sebagai media informasi di era digital, infografis memiliki karakter dan ciri khas yang berbeda di setiap media. Karakter tersebut dilihat dari penggunaan bahasa visual dan disenyalir dapat berpengaruh terhadap perbedaan segmen pembaca yang dituju oleh media. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan bahasa visual pada infografis @tirtoid terhadap minat segmen pembaca mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh penggunaan font pada infografis @tirtoid terhadap minat mahasiswa dalam memperoleh informasi dengan peraihan skor 3,32 dari skor maksimal 4; (2) tidak terdapat pengaruh penggunaan warna pada infografis @tirtoid terhadap minat mahasiswa dalam memperoleh informasi dengan peraihan skor 3,12 dari skor maksimal; dan (3) terdapat pengaruh penggunaan gambar pada infografis @tirtoid terhadap minat mahasiswa dalam memperoleh informasi dengan peraihan skor 3,37 dari skor maksimal 4. Namun, secara keseluruhan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh bahasa visual pada infografis @tirtoid terhadap minat mahasiswa dalam memperoleh informasi.
Implementasi Manajemen Layanan Haji Di Masa Pandemi Covid-19 Al Qudsy, Nakhila Hunafa; Abidin, Yusuf Zaenal; Setiawan, Asep Iwan
Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra Vol. 1 No. 2 (2022): Mabrur:Academic Journal of Hajj and Umra
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjhu.v1i2.26451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam pelayanan calon jemaah haji di masa pandemi Covid-19 berdasarkan pada teori empat fungsi manajemen yang dikemukakan oleh George R Terry. Penelitiaan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen layanan haji di masa pandemi Covid-19 dilihat dari perencanaan terdapat lima program pelayanan untuk calon jemaah haji, pengorganisasian pelayanan dilaksanakan oleh staf-staf yang terbagi menjadi lima bidang berdasarkan keahlian dan kemampuan, pelaksanaan program pelayanan dijalankan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, staf dibagi menjadi dua tim, dan pelayanan diberikan dalam bentuk pelayanan lisan, tulisan, serta perbuatan dan pada proses pengawasan dilakukan secara langsung dan tidak langsung yang diawasi oleh kepala seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Aktivitas Dakwah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Wakaf Buku Sesylia, Susan Sania; Abidin, Yusuf Zaenal; Aziz, Rohmanur
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i2.24422

Abstract

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Program for International Student Assesment (PISA) pada 2019 bahwasan nya Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara yang artinya memiliki tingkat literasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, potensi dan juga tingkat kemandirian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program wakaf buku adalah sebagai berikut : 1) Pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan cara menerima hibah dan wakaf buku dari semua kalangan khususnya ASN Jawa Barat dan menyalurkan nya kepada Lembaga yang membutuhkan, 2) Melalui program wakaf buku yang diselenggarakan ini memiliki manfaat salah satu nya untuk memperkuat potensi yang dimiliki oleh tiap individu, 3) Tingkat Kemandirian Masyarakat hingga saat ini mayoritas masyarakat yang memanfaatkan buku dari hasil program ini hanya sampai pada taraf untuk menambah koleksi perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat.
Pemberdayaan Melalui Kreativitas Membatik Telur Asin dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Rahmawati, Destia; Shodiqin, Asep; Abidin, Yusuf Zaenal
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i1.24637

Abstract

Perkembangan zaman kian melesat jauh dengan segala pancapaiannya yang spektakuler. Untuk tetap berperan dan bermain di tengah budaya global, dakwah harus tetap memegang kendali dan mengatasi problematika zaman salah satunya di bidang ekonomi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dakwah yang dilakukan oleh pihak komunitas Telur Asin Batik terhadap masyarakat di Desa Dawuan Barat melalui daya atau penguatan, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya, dan nilai tambahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah melalui penguatan dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya melalui beberapa tahap di antaranya yaitu tahap plan, do/action, see, dan bentuk dakwah melalui nilai tambah dengan adanya pengajian rutin serta mengadakan kegiatan Islam lainnya.
Ekoteologi dalam Bingkai Etika Sadar Kawasan sebagai Alternatif dalam Menjawab Krisis Lingkungan Budiman, Arip; Hasbiyallah, Hasbiyallah; Aludin, Aludin; Solahudin, Dindin; Abidin, Yusuf Zaenal
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i2.23721

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji kemungkinan kontribusi ekoteologi Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pembacaan atas etika sadar kawasan yang dikembangkan Komunitas Patanjala, sebagai artikulasi kearifan lokal Sunda yang terasimilasi dengan nilai-nilai Islam. Masalah utama yang diajukan adalah: pertama, apakah paradigma teologis Islam memiliki elastisitas untuk merespons krisis ekologis tanpa harus menanggalkan watak antroposentrisnya; kedua, bagaimana etika sadar kawasan Patanjala dapat menjadi medium rekonstruksi paradigma relasi manusia–alam yang kosmosentris dan berkeadilan ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan, yang mengkaji teks-teks ekoteologi kontemporer, literatur tentang krisis ekologi, serta sumber-sumber mengenai falsafah Patanjala dan praktik etika kawasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akar krisis ekologis tidak terletak pada doktrin agama, melainkan pada pembacaan yang memutus alam dari dimensi kesakralannya dan mereduksi manusia menjadi subjek eksploitasi tanpa batas. Dalam kerangka Patanjala, etika sadar Kawasan –dengan pembedaan tata ruang, tata wayah, dan tata lampah– menawarkan cara pandang lain yang menempatkan hak-hak alam sebagai prasyarat penentuan hak manusia, sekaligus menghidupkan kembali fungsi khalifah sebagai amanah etis dan spiritual. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya diskursus ekoteologi kontemporer dengan menghubungkan maqāṣid al-sharī‘ah, konsep khalīfah fī al-arḍ, dan kearifan lokal Sunda dalam satu kerangka etis operasional dan praksis keagamaan. Praktis, etika sadar kawasan memberikan kerangka evaluatif untuk menimbang kebijakan dan gerakan lingkungan berbasis agama lokal. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa antroposentrisme teologis Islam dapat direformulasi melalui etika sadar kawasan menjadi paradigma tanggung jawab ekologis, sejalan dengan semangat deep ecology, sehingga ekoteologi Islam berpotensi tampil bukan hanya apologetik, tetapi propositif dalam merumuskan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.ABSTRACT: This study aims to examine the potential contribution of Islamic ecotheology in addressing the global environmental crisis through an analysis of etika sadar kawasan (area-conscious ethics) as developed by the Patanjala Community, understood as an articulation of Sundanese local wisdom assimilated with Islamic values. The study raises two principal questions: first, whether the Islamic theological paradigm possesses sufficient elasticity to respond to ecological crises without abandoning its anthropocentric character; and second, how Patanjala’s area-conscious ethics may serve as a medium for reconstructing a cosmocentric and ecologically just paradigm of human–nature relations. Employing a qualitative approach with a descriptive-analytical method based on library research, this study examines contemporary ecotheological texts, literature on ecological crises, and sources concerning Patanjala philosophy and practices of spatial ethics. The findings indicate that the roots of the ecological crisis lie not in religious doctrine per se, but in interpretive frameworks that sever nature from its sacred dimension and reduce humans to subjects of limitless exploitation. Within the Patanjala framework, area-conscious ethics—through the differentiation of tata ruang (spatial order), tata wayah (temporal order), and tata lampah (practical conduct)—offers an alternative perspective that positions the rights of nature as a prerequisite for determining human rights, while revitalizing the concept of khalīfah as an ethical and spiritual trusteeship. Theoretically, this study enriches contemporary ecotheological discourse by integrating maqāṣid al-sharī‘ah, the concept of khalīfah fī al-arḍ, and Sundanese local wisdom into a coherent framework of operational ethics and religious praxis. Practically, area-conscious ethics provides an evaluative framework for assessing environmentally oriented policies and faith-based ecological movements grounded in local religious traditions. The study concludes that Islamic theological anthropocentrism can be reformulated through area-conscious ethics into a paradigm of ecological responsibility aligned with the spirit of deep ecology, thereby enabling Islamic ecotheology to emerge not merely as apologetic, but as a propositional force in articulating sustainable environmental governance.