Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PENERAPAN PATIENT SAFETY DI IGD RSUD LABUANG BAJI: Overview of Nurses' Knowledge of the Application of Patient Safety in the IGD of Labuang Baji Hospital Abd Hady Junaidi; Baharuddin K; Dyah Ekowatiningsih; Mardiana Mustafa; A. Asmayanti Muslimin; Hariani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pendahuluan : Pengetahuan mengenai keselamatan pasien yang dimiliki oleh seorang perawat sangatlah berkaitan dengan usaha peningkatan keselamatan pasien, sebab, bilamana seorang perawat memiliki pengetahuan yang sedikit, maka tentunya hal tersebut sangat memengaruhi pengimplementasian patient safety yang diaplikasikan di rumah sakit. Tujuan : Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety di IGD RSUD Labuang Baji. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif sederhana. Sampel penelitian ini adalah semua dari jumlah populasi perawat di IGD RSUD Labuang Baji dengan jumlah 31 orang menggunakan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian yang dilakukan peneliti di IGD RSUD Labuang Baji bahwa dari 31 responden, seluruh responden memiliki pengetahuan baik berjumlah 31 responden (100,0%). Untuk mengembangkan patient safety diperlukannya kinerja yang baik dari perawat dimana pengetahuan adalah salah satu faktor yang memengaruhi kinerja tersebut. Perawat dapat meningkatkan pelaksanaan patient safety jika perawat memiliki pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Pengetahuan perawat tentang penerapan patient safety di IGD RSUD Labuang Baji seluruh responden memiliki mengetahuan dengan kriteria baik. Kata Kunci : Pengetahuan, Perawat, Patient Safety
IMPLEMENTASI TERAPI NEBULIZER PADA PASIEN DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS DI INSTALASI GAWAT DARURAT Dyah Ekowatiningsih; Mardiana Mustafa; Heriansyah Heriansyah; Yulianto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1488

Abstract

Pendahuluan : Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan mengi. Pasien dengan asma sering mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas, yang dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko kegawatan. Terapi nebulizer menjadi salah satu intervensi yang digunakan untuk mengatasi gejala tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi terapi nebulizer pada pasien dengan asma bronkial yang mengalami gangguan bersihan jalan napas di instalasi gawat darurat. Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan enam responden yang mendapatkan terapi nebulizer. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi nebulizer memberikan dampak positif berupa penurunan frekuensi napas dan suara mengi, peningkatan saturasi oksigen, serta peningkatan kemampuan bersihan jalan napas, meskipun dalam beberapa kasus masih memerlukan intervensi tambahan seperti terapi fisioterapi dada dan oksigen nasal kanul. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi nebulizer efektif dalam meredakan gejala asma bronkial dan sebagian besar dapat membantu mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT IGD TENTANG CODE BLUE SYSTEM DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR: Description of Emergency Room Nurses' Knowledge Regarding the Code Blue System at the Community Lung Health Center (BBKPM) Makassar Mardiana Mustafa; Heriansyah Heriansyah; Dyah Ekowatiningsih; Rauf Harmiady; Yulianto M
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1928

Abstract

Background: Code Blue is a universal emergency management system designed to handle critical medical cases requiring immediate intervention, particularly cardiac arrest. This system was first implemented at Bethany Medical Center, Kansas, USA, and remains the only color code used globally for identical emergencies. In Indonesia, the general use of Code Blue was established in 2008 in alignment with healthcare service quality standards. Objective: This study aims to identify the level of nurses' knowledge regarding the Code Blue System in the Emergency Room (IGD) of the Lung Health Center (BBKPM) in Makassar. Methods: This study utilized a quantitative approach with a simple descriptive design. The sampling technique employed was total sampling, involving the entire population of nurses in the unit. Results: The results illustrate the nurses' knowledge regarding the Code Blue System at BBKPM Makassar. The data indicates that the knowledge level of nurses in the Emergency Room falls into the good category. Conclusion: It can be concluded that nurses in the BBKPM Emergency Room possess a good level of knowledge regarding the Code Blue System. However, the consistent implementation of this system within the hospital environment remains crucial to improving service quality and fostering a sense of safety for patients, especially in cardiac arrest cases. It is recommended that future researchers conduct more in-depth studies on this topic.   Keywords: Code Blue System, Knowledge Level, Nurses, Emergency Room, Emergency Care