Rusnaldy Rusnaldy
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Rotasi

MEASUREMENT OF LINEAR POSITIONAL ERROR AND STRAIGHTNESS ERROR BY LASER INTERFEROMETER Rusnaldy, Rusnaldy
ROTASI Volume 10, Nomor 1, Januari 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.489 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.10.1.29-31

Abstract

This paper presents the results of measurement of linear positional error and straightness error of a vertical machining center (VMC) using laser interferometer. The laser interferometry tests were performed to measure the linear positional error and straightness error.
STUDI KETAHANAN BALISTIK BAJA HIGH STRENGTH LOW ALLOY AISI 4140 Rusnaldy, Rusnaldy; Herlangga, Herlangga
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.188 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.1.24-28

Abstract

Baja adalah material yang mudah diperoleh dan relatif murah harganya. Selama ini material tahan peluru yang digunakan untuk membuat kendaraan tempur (Tank) masih berasal dari negara lain. Baja yang digunakanpun kebanyakan adalah dari jenis baja armor atau baja khusus untuk menahan serangan peluru. Pada studi ini baja komersial yang terdapat di pasaran digunakan untuk diteliti kemampuannya dalam menahan peluru. Jenis baja tersebut adalah jenis baja high strength low alloy (HSLA) AISI 4140. Agar dapat menahan peluru, baja tersebut perlu ditingkatkan kekuatan dan kekerasannya melalui proses perlakuan panas. Disamping itu perlu dicari berapa ketebalan minimum dari baja jenis ini yang masih dapat menahan penetrasi peluru. Uji balistik dilakukan di lapangan tembak markas Brimob di Semarang. Uji tembak dilakukan oleh personil Brimob yang memiliki keahlian menembak dari jarak jauh (sniper) dengan menggunakan senjata AK 101 yang mampu melontarkan peluru dengan kecepatan 900 m/s. Peluru yang digunakan memiliki kaliber 5,6 mm dengan jarak tembak 25 m. Setelah uji tembak, dilakukan pengamatan terhadap jenis kerusakan yang terjadi pada pelat target. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa proses perlakuan panas hardening dapat meningkatkan ketahanan peluru baja AISI 4140, dimana ketebalan minimum pelat yang masih dapat menahan peluru adalah 7 mm
PROSES SIMULASI UNTUK MENENTUKAN BESARNYA GAYA POTONG PADA PROSES BUBUT Rusnaldy, Rusnaldy
ROTASI Volume 11, Nomor 1, Januari 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4400.314 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.1.29-32

Abstract

Gaya potong dalam proses permesinan merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Gaya potong yang besar akan memperbesar getaran dalam proses permesinan serta meningkatkan gesekan antara pahat dan benda kerja, sehingga akan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan, misalnya produk yang dihasilkan akan memiliki kekasaran permukaan yang besar. Besar kecilnya gaya potong dipengaruhi oleh parameter pemotongan (kecepatan potong, rake angle, depth of cut, feed rate) dan geometri pahat potong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parameter pemotongan dan geometri pahat potong terhadap gaya potong pada proses bubut dengan menggunakan software DEFORM 2D V8.1. Simulasi digunakan untuk melihat kecenderungan perubahan gaya potong pada proses pemotongan untuk setiap variasi proses pemotongan.
Terbentuknya White Layer pada Proses Milling Austempered Ductile Iron (ADI) Rusnaldy, Rusnaldy; Umardani, Yusuf
ROTASI Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.22.3.180-187

Abstract

Machining processes cause a white layer at the surface of a work piece. A white layer is a featureless layer that typically forms on machined steel surfaces and appears white when observed under an optical microscope after standard metallographic preparation. A white layer is known to be a function of the cutting conditions and its thickness ranges from a few microns to a few tens of microns. A white layer is generally a hard phase and leads to the surface becoming brittle causing crack permeation and product failure. This layer has been reported in a wide range of materials, from mild steels to nickel-based super alloys. This paper reports on an investigation of white layer formation for a range of cutting speeds, feeds and depth of cut  in milling of Austempered Ductile Iron (ADI). To produce ADI, ductile irons  were first austenitized in furnace at 900oC for 1 hour and then they were quenched in salt bath at 375oC for 1 hour.  The machined specimens were analysed using a optical microscope with software Lumenera Infinity 1 to measure the thickness of white layer dan a micro hardness tester. The present results reveal that white layers were formed on the machined surfaces of ADI. The machined surface showed an increase in hardness with respect to the bulk material. The effects of cutting speeds, feeds and depth of cut on thickness and micro hardness of  white layers are reported in this paper.
ANALISIS KETERLAMBATAN GERAK LENGAN ROBOT MANIPULATOR BERBASIS INTERNET OF THINGS Paryanto, Paryanto; Saputra, Calvin Darma; Rusnaldy, Rusnaldy
ROTASI Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.26.1.%p

Abstract

Lengan robot merupakan alat yang berguna dalam industri dengan berbagai fungsi yang memungkinkan keterlibatan manusia menjadi minimal dengan kepresisian dan akurasi yang tidak dimiliki manusia. Lengan robot umumnya dikendalikan manual menggunakan komunikasi kabel dalam fasilitas spesifik, namun dalam skenario tertentu, pengendalian secara nirkabel dengan jarak jauh dibutuhkan. Implementasi Internet of Things dapat menjadi salah satu solusi untuk memitigasi pengendalian jarak jauh, namun hal tersebut akan menghasilkan masalah baru yakni keterlambatan penyampaian data. Tujuan Tugas Akhir ini adalah perancangan lengan robot beserta aplikasi pengendalinya dan pengujian keterlambatan penyampaian data yang diakibatkan oleh sistem tersebut dalam jaringan internet tertentu, jumlah sendi yang dikendalikan, dan interval pengiriman data tertentu. Sistem lengan robot terdiri dari mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan jaringan internet kabel dan 4G melalui Wi-fi serta PCA9685 PWM Driver untuk mengendalikan servo MG996R dan MG90S. Pengendalian dilakukan menggunakan aplikasi yang dibuat pada MIT App Inventor 2 yang mengirimkan data ke Firebase Realtime Database. Performa terbaik didapat dari pengujian menggunakan jaringan internet kabel berbeda ruangan dengan keterlambatan 63ms pada interval pengiriman data 10ms saat menggunakan 1 sendi, sedangkan performa terburuk didapat dari pengujian menggunakan jaringan internet 4G dengan kondisi berbeda ruangan dengan keterlambatan 1702ms pada interval pengiriman data 10ms saat menggunakan 5 sendi sekaligus.
Prototyping Smart Maintenance System Berbasis Augmented Reality Untuk Steam Turbine Di PLTP Paryanto, Paryanto; Surya, Rizqi Diaz; Rusnaldy, Rusnaldy
ROTASI Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.25.4.31-42

Abstract

Augmented Reality adalah teknologi yang memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan dan menghadirkan objek virtual ke dalam realitas fisik secara langsung. Penggunaan augmented reality dalam konteks perawatan dinilai dapat meningkatkan pemahaman para pekerja dalam memvisualisasikan proses perawatan dengan lebih mudah. Sehingga penulis tertarik untuk Prototyping Smart Maintenance System berbasis Augmented Reality untuk Steam Turbine di Pembangkit Listrik. Hal ini didasari oleh besarnya waktu, tenaga, biaya serta resiko yang dikeluarkan pada saat maintenance. Pada penelitian ini peneliti mengembangkan sebuah smart maintenance system berbasis augmented reality yangmudah untuk digunakan berbagaiorang. Pada aplikasi ini peneliti merancang aplikasi dengan 2 fitur yaitu fitur simulasi rangkaian Steam Turbine dan fitur manual Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengujian fitur aplikasi meliputi pengujian simulasi Steam Turbine berbasis augmented reality pada fitur simulasi rangkaian Steam Turbine dan pengujian smart maintenance yang berisikan tata cara maintenance pada Steam Turbine pada fitur manual SOP. Pada pengujian fitur aplikasi yang sudah dibuat, didapatkan bahwa aplikasi dapat beroperasi dengan baik menggunakan protokol TCP/IP, sehingga visual simulasi rangkaian Steam Turbine dapat ditampilkan dengan baik. Pada pengujian fitur manual SOP didapatkan bahwa link yang berisikan tata cara maintenance Steam Turbine dapat digunakan dengan baik.
Uji Performance Alat Uji Pengereman Kereta Cepat Untuk Kecepatan 160 km/jam Bakhri, Mohammad Samsul; Rusnaldy, Rusnaldy; Paryanto, Paryanto
ROTASI Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.26.3.16-22

Abstract

Indonesia is currently developing an international standard high-speed train industry. One of the important components of the fast train is the braking system. The fast train braking test rig at Diponegoro University has a speed of 160 km/h using a pneumatic braking system accompanied by disk brake and brake pad components for high speed. The performance test of the fast train braking test equipment needs to be done to find out if the test rig is in accordance with PT INKA standards and ensure it is safe to test. The purpose of this research is to test the performance of the braking test equipment, including the deceleration, braking distance, and mechanical vibration criteria. Measurement of deceleration and braking distance is carried out using a tachometer sensor and stopwatch, while mechanical vibration is measured using a vibration meter. The test results of deceleration and braking distance obtained were then compared with PT INKA standards, and the results of vibration signals obtained were then compared with ISO 10816 vibration level standards. The results showed that in normal braking conditions with a pressure of 3.8 bar, the average value of deceleration was 1.44 m/s2 , and the braking distance was 684 m. In emergency braking conditions with a pressure of 5 bar, the average value of deceleration was 2.70 m/s2 , and the braking distance was 365 m. The resulting mechanical vibration shows on bearing 1 the average Vrms value on the horizontal accelerometer of 0.03 in/s, the vertical accelerometer of 0.01 in/s, and the axial accelerometer of 0.01 in/s, and on bearing 2 the average Vrms value on the horizontal accelerometer of 0.02 in/s, the vertical accelerometer of 0.01 in/s, and the axial accelerometer of 0.01 in/s. From these vibration results, it can be concluded that the vibration conditions in accordance with ISO 10816 are safe to operate.
Analisis Densitas, Laju Keausan Dan Konduktivitas Termal Brake Pad Berbasis Tembaga Untuk Kereta Api Cepat 160 Km/Jam Menggunakan Test Rig Santoso, Budi; Rusnaldy, Rusnaldy; Paryanto, Paryanto; F, Nur Kholis; Toriq, Sulthan
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fisis dan termal brake pad berbasis tembaga (Cu-based composite) yang digunakan pada sistem pengereman kereta api cepat dengan kecepatan simulasi 160 km/jam menggunakan test rig berskala. Pengujian dilakukan untuk mengetahui parameter penting seperti densitas, laju keausan spesifik, dan konduktivitas termal, dengan dua variasi tekanan pengereman yaitu 0,95 bar dan 1,25 bar. Pengukuran densitas dilakukan menggunakan prinsip Archimedes dengan alat density meter, menghasilkan nilai densitas sebesar 5,13 g/cm³. Laju keausan dihitung berdasarkan selisih massa sebelum dan sesudah pengereman serta energi pengereman, menghasilkan nilai keausan rata-rata sebesar 0,377 cm³/MJ. Pengukuran konduktivitas termal dilakukan menggunakan pendekatan hukum Fourier berdasarkan data eksperimental suhu permukaan, gaya gesek, dan waktu pengereman. Hasilnya menunjukkan bahwa konduktivitas termal meningkat dari 105,7 W/m·K pada tekanan 0,95 bar menjadi 133,8 W/m·K pada tekanan 1,25 bar. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan tekanan pengereman tidak mempengaruhi laju keausan secara signifikan, namun berdampak terhadap peningkatan konduktivitas termal akibat kenaikan suhu gesekan. Kebaruan dari studi ini adalah penggunaan test rig berskala hasil pengembangan dalam negeri dan pengukuran berbasis data eksperimen aktual, yang dapat menjadi acuan pengembangan brake pad tembaga nasional untuk mendukung kemandirian transportasi perkeretaapian cepat di Indonesia.