Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penerapan Hukum Benford Dalam Mendeteksi Potensi Fraud Pada Data Klaim JKN Rawat Inap Di RS X Efri Tri Ardianto; Azizah Nur Pratiwi; Alinea Dwi Elisanti
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v4i2.1891

Abstract

Fraud in healthcare services is any form of deception carried out by various parties in healthcare services to gain personal benefits beyond the profits obtained from normal practices. At RS X, there is a team called the National Health Insurance (JKN) Fraud Prevention Team, which functions to ensure that the quality of healthcare services provided meets the applicable standards. One of the methods to analyze the distribution of abnormal data in a dataset is by using the concept of Benford's Law. The purpose of this research is to detect potential fraud in inpatient JKN claim data at RS X using Benford's Law. The type of research used is descriptive quantitative research. The population in this study is the JKN inpatient claim data for the period from August 2024 to October 2024, consisting of 11,789 rows of data. The use of Benford's Law to examine the differences in the "Hospital Rate" values shows that there is no difference in the pattern between the actual frequency and the expected frequency according to Benford's Law. The hypothesis test using chi-squared where the null hypothesis of the study is accepted, namely that the first digit numbers in the "Hospital Rates" column from August to October 2024 are distributed according to Benford's law.
Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Inap Dengan Kejadian Pulang Atas Permintaan Sendiri di RSD Balung Jember Hania Dania Zata Lini; Efri Tri Ardianto; Atma Deharja; Veronika Vestine
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i3.6101

Abstract

Pulang atas permintaan sendiri merupakan pulang atas permintaan pasien atau keluarga pasien sebelum diputuskan boleh pulang oleh dokter. Hasil studi pendahuluan di RSD Balung diketahui dari 10.441 pasien keluar rumah sakit, terdapat 655 (6,3%) pasien pulang atas permintaan sendiri dalam 1 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien rawat inap dengan kejadian pulang atas permintaan sendiri di RSD Balung. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan Checklist. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 10.441 berkas dan jumlah Sampel yaitu 366 berkas. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi serta analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar karakteristik pasien pulang rawat inap yaitu kategori lansia, perempuan, tidak menggunakan asuransi, berpendidikan rendah, dan tidak bekerja. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pulang atas permintaan sendiri adalah sumber pembiayaan (Sig = 0,046), pendidikan (Sig = 0,030), dan pekerjaan (Sig = 0,045). Variabel yang tidak berhubungan dengan pulang atas permintaan sendiri adalah umur (Sig = 0,759), dan jenis kelamin (Sig = 0,828).
Faktor Penyebab Ketidakefisienan Penggunaan Tempat Tidur Berdasarkan Grafik Barber Johnson di Rumah Sakit Kalisat Fatimatus Zahro; Ida Nurmawati; Atma Deharja; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.700

Abstract

Kualitas layanan kesehatan di rumah sakit dapat tercermin dari seberapa efisien penggunaan tempat tidur. Nilai indikator penggunaan tempat tidur di RSD Kalisat Tahun 2017-2022 belum mencapai standar Barber Johnson. Tahun 2022 nilai BOR sebesar 49,84%, LOS 2,62 hari, TOI 3,68 hari, BTO 58,04 kali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakefisienan penggunaan tempat tidur dengan menggunakan pendekatan sistem. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala unit rekam medis, 3 perawat, 1 bidan, 2 dokter, kepala bidang pelayanan medis, dan kepala bagian promosi dan perlengkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tempat tidur di RSD Kalisat belum efisien. Tiga faktor penyebab utama tidak efisiennya penggunaan tempat tidur di RSD Kalisat yaitu fasilitas penunjang medis dan non medis belum tersedia lengkap, jumlah dokter yang tersedia kurang dan belum lengkapnya dokter spesialis, serta belum maksimalnya kegiatan promosi. Rekomendasi penyelesaian penyebab masalah tersebut yaitu penyediaan CT-multislice, menambah jumlah dokter dan dokter spesialis yang belum tersedia, membuat konten yang menarik untuk mempromosikan RSD Kalisat, serta membuat jadwal rutin kegiatan promosi di lapangan dan sosial media.
Analisis Penerimaan SIMRS dengan Metode TAM di Rawat Inap RSUD Lahat Sumatera Selatan Yessy Arniza; Maya Weka Santi; Atma Deharja; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.702

Abstract

RSUD Lahat telah menggunakan SIMRS sejak 2013, namun masih ada kendala seperti SDM yang tidak mampu mengoperasikan SIMRS, ketidakpatuhan petugas dalam entry data, serta diagnosis dan tindakan yang tidak tercatat. Pada 2023, diagnosis pasien rawat inap yang tidak terinput di SIMRS mencapai 11,93%. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan SIMRS dengan metode Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji Spearman Rank. Sampel berjumlah 37 orang, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasilnya, variabel kemudahan mendapat persentase 62,2%, kebermanfaatan 78,4%, dan penerimaan SIMRS 64,9%. Terdapat hubungan signifikan persepsi kemudahan pengguna dan persepsi kebermanfaatan (koefisien 0.810, p-value 0.000), antara persepsi kebermanfaatan dan persepsi penerimaan pengguna teknologi (koefisien 0.753, p-value 0.000), serta antara persepsi kemudahan pengguna dan persepsi penerimaan pengguna teknologi (koefisien 0.900, p-value 0.000). Saran penelitian ini adalah rumah sakit perlu mengevaluasi SIMRS setiap triwulan, mengadakan pelatihan dan sosialisasi terkait SIMRS, serta menyusun dan mendistribusikan buku pedoman ke setiap ruangan.
Analisis Faktor Penyebab tidak Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember Bella Imania Putri; Efri Tri Ardianto; Indah Muflihatin; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.746

Abstract

Penggunaan tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember belum mencapai efisien dilihat dari nilai BOR pada tahun 2019-2021 yang semakin menurun. Kondisi ini berdampak pada kualitas pelayanan rumah sakit seperti tenaga kesehatan yang tidak memenuhi standar dan fasilitas rumah sakit yang masih kurang mengakibatkan ketidakpuasan pasien, serta kegiatan promosi yang tidak maksimal berdampak pada ketidakefisienan pelayanan kesehatan dikarenakan banyak masyarakat yang kurang tahu terkait rumah sakit dan fasilitas apa saja yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyebab tidak efisiennya pemakaian tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember tahun 2019-2021. Jenis penilitan ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah perawat dan pasien. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat faktor internal dan eksternal penyebab ketidakefisienan penggunaan tempat tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember. Faktor internal adalah jumlah tenaga medis khususnya perawat yang tidak sesuai dengan standart yang telah ditetapkan, kurangnya alat pemeriksaan penunjang seperti CT Scan dan Lab PA, serta promosi yang dilakukan belum dapat meningkatkan jumlah kunjungan di rumah sakit. Sedangkan faktor eksternal adanya wabah (pandemi covid-19) yang sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pasien. Saran dari peneliti yaitu perlu melakukan penambahan tenaga kesehatan khususnya perawat, melakukan pengadaan terkait alat pemeriksaan penunjang yang kurang, dan memaksimalkan promosi rumah sakit.
Geospatial Analysis of Stunting: A QGIS-based Case Study in Jember Regency Efri Tri Ardianto; Alinea Dwi Elisanti; Rusdiarti Rusdiarti; Tegar Wahyu Yudha Pratama; Muhammad Abdul Rauf
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v3i2.6684

Abstract

Malnutrition, particularly stunting, remains a significant public health concern in Indonesia. In Jember Regency, the prevalence of stunting in 2024 reached 11.4%, which is notably higher than the East Java provincial average of 5.1%. Despite various intervention efforts, the reduction in stunting cases has not been significant, largely due to the lack of evidence-based approaches. This study aimed to analyze the spatial distribution of stunting cases using a geospatial approach. Data were obtained from the electronic Community-Based Nutrition Recording and Reporting System (e-PPGBM) of the Jember District Health Office for the years 2024–2025. The unit of analysis was 31 sub-districts in Jember Regency. Spatial analysis was conducted using Quantum GIS (QGIS) version 3.40.2. In 2024, 58% sub-districts were categorized as very high prevalence, 19.4% sub-districts as high, 19.4% sub-districts as moderate, and 3.2% sub-districts as low. In 2025, the distribution shifted, with 32.3% sub-districts categorized as very high, 25.8% sub-districts as high, 25.8% sub-districts as moderate, and 16.1% sub-districts as low. Trend analysis revealed that 12.9% sub-districts experienced an increase in stunting cases, 41.9% sub-districts remained unchanged, and 45.2% sub-districts showed a decline. Regarding the spatial relationship between regional distance and stunting incidence, urban and coastal areas tend to have fewer cases than highlands areas. Research findings indicate that this is due to limited access to animal protein sources, particularly seafood. Most residents rely on their own livestock products, such as eggs, chicken, and others. Prioritizing interventions in areas with high and very high prevalence rates while strengthening programs to sustain regions with low stunting cases, supported by enhanced geospatial analysis in nutritional surveillance to enable more effective stunting reduction strategies.
Forecasting Kasus Pneumonia Untuk Kebutuhan Tempat Tidur Menggunakan Metode Triple Exponential Smooting Dani Setiawan; Efri Tri Ardianto; Bakhtiyar Hadi Prakoso; Rossalina Adi Wijayanti
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v3i1.1906

Abstract

Pneumonia is one of the leading causes of death in the world, including Indonesia. This case is also included in the top 10 inpatient diseases at Kaliwates General Hospital, Jember Regency, and the number continues to increase from 2018 to 2022. The purpose of this study is to predict the need for hospital beds in pneumonia patients and reduce the number of hospitalized patients. This study is a quantitative descriptive study that studies the daily population survey of inpatients at Kaliwates General Hospital. The data collection technique used is documentation. The results of the study show that the days of pneumonia case care every year from 2018-2022 tend to increase and decrease repeatedly. The results of the calculation of the estimated value from actual or predicted data show that the fitted value follows the actual data pattern. In addition, the addition of beds is quite a lot needed for pneumonia cases. The suggestion that can be proposed by the researcher is that Kaliwates General Hospital is expected to be able to analyze patient care days by predicting care days in order to find out the need for beds as a reference in making decisions regarding determining bed capacity. The hospital should also plan bed needs by relocating beds from several inpatient rooms with low disease accuracy.
Hubungan Diabetes Melitus dengan Angina Pectoris Berdasarkan Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik Ikhda Latifatun; Ervina Rachmawati; Novita Nuraini; Efri Tri Ardianto
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v3i2.1910

Abstract

Angina pectoris is left chest pain that occurs due to impaired blood flow to the heart, preventing the heart muscle from receiving adequate oxygen. This case ranked third in the top 10 morbidity report at Jember Clinic Plantation Hospital in 2022. The number of morbidity and mortality events of angina pectoris continued to increase from 2020 to 2022. This study aimed to analyze the relationship between diabetes mellitus with angina pectoris based on medical records of inpatients at the Jember Clinic Plantation Hospital. This type of research is quantitative research with a case control study design. The study sample consisted of 164 case and 164 control samples selected using simple random sampling. The results showed that there was a significant association of diabetes mellitus (p value = 0,001) with angina pectoris. The suggestion of this study is that people with diabetes mellitus check their blood sugar regularly to prevent angina pectoris.
Analisis Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 berdasarkan Rekam Medis Rawat Inap di RS Citra Husada Jember Indah Feby Kusuma Wardani; Ervina Rachmawati; Novita Nuraini; Efri Tri Ardianto
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v4i1.1917

Abstract

The number of inpatients at Citra Husada Hospital with type 2 DM continues to increase every year until 2023, there were 734 patients. The purpose of this study was to examine how gender, a history of obesity, and a history of hypertension relate to risk factors for type 2 diabetes. Based on medical record data from inpatients at Citra Husada Hospital in 2023, this study sought to examine the association between the occurrence of type 2 DM and risk variables for the disease, including gender, history of obesity, and history of hypertension. This kind of study used secondary data in analytic observational case control methodology. Using basic random sampling, 133 case samples and 133 control samples made up the study sample. descriptive analysis for univariate data analysis and the chi-square test for bivariate data analysis. The results showed variables associated with Type 2 DM, namely a history of obesity (p = 0.000) with a risk of 3.297 times developing Type 2 DM and a history of hypertension (p = 0.020) with a risk of 1.836 times developing Type 2 DM and unrelated variables, namely Gender (p = 0.376).
Nilai Gizi MP-ASI “Jagung Bose Modifikasi” dan Asupan Gizi Balita Stunting Alinea Dwi Elisanti; Efri Tri Ardianto
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 2 No 1 (2024) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v2i1.6572

Abstract

Stunting merupakan keadaan dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding anak lain seusianya. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diperoleh oleh bayi atau janin selama masa 1000 hari pertama kehidupan. Efek stunting pada balita bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan otak, pertumbuhan masa tubuh dan komposisi badan, gangguan metabolism, penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar, kekebalan tubuh, kapasitas kerja, dan terjadinya penyakit tidak menular. Prevalensi balita stunting di Desa Sukamakmur pada bulan Juli 2022 mencapai 37,5 %, sedangkan target RPJMN penurunan stunting tahun 2024 adalah 14%. Penanganan stunting saat ini diarahkan pada pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitive. Pencegahan stunting melalui intervensi gizi spesifik bisa dilakukan melalui pembuatan produk MP-ASI berbasis pangan lokal salah satunya menjadi Jagung Bose Modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai gizi MP-ASI Jagung Bose Modifikasi sebagai intervensi gizi pada balita stunting dan mengidentifikasi asupan gizi balita stunting. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2.555 kepala keluarga. Sedangkan sesuai kriteria inklusi diambil sampel sejumlah 20 ibu balita dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif univariate menggunakan aplikasi dietducate dan form recall. Hasil dan Kesimpulan bahwa 265 gram MP-ASI Jagung bose modifikasi memiliki kandungan nilai gizi energi: 154,9 kkal, protein: 8,9 gram, lemak: 5,7 gram, karbohidrat: 19 gram, sedangkan rata-rata asupan gizi pada 8 balita stunting dalam kategori defisit ringan pada energi, protein dan lemak, serta asupan kurang pada karbohidrat. Saran penambahan asupan karbohidrat pada balita stunting bisa dilakukan secara berkala untuk menunjang tumbuh kembang balita stunting diiringi dengan penambahan asupan makan yang mengandung energi, protein dan lemak.