Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Cemilan Sehat Ibu Hamil Bisikoik Lekok Kelorok sebagai Pencegahan Stunting di Kelurahan Bontonompo Selatan Kab. Gowa Muaningsih, Muaningsih; Lusiana, Evi; Suriyani, Suriyani; Ryadinency, Resty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12763

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Bontonompo selatan merupakan salah satu wilayah kerja dari Puskesmas Bontonompo 1. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi di puskesmas Bontonompo 1, selain itu Ibu hamil juga perlu untuk diberikan gizi maksimal karena salah satu pencetus stunting adalah karena gizi pada saat hamil yang kurang diperhatikan. Terdapat 14 anak stunting dan 6 Ibu hamil KEK. Data ini diperoleh dari 20 kader posyandu yang tersebar di masing-masing dusun. Puskesmas Bontonompo telah memiliki program untuk penanganan gizi anak stunting yaitu program dapur gizi. Namun kader kesulitan dalam pemanfaat bahan pangan yang tersedia di sekitar serta beberapa program yang belum menyentuh Ibu hamil. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader terkait stunting, Ibu hamil KEK serta pemanfaatan daun kelor salah satunya dengan pembuatan BISIKOIK LEKOK KELOROK. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini diantaranya observasi berupa pengukuran BB dan TB anak serta Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk Ibu hamil, pendidikan kesehatan serta demonstrasi. Observasi awal pengukuran stus gizi anak, diperoleh sebanyak 14 anak yang teridentifikasi stunting serta 6 Ibu hamil KEK, observasi dilaksanakan selama 2 hari. Kemudian dilakukan pendidikan kesehatan kepada seluruh kader dan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan biskuit yang berbahan dasar daun kelor. Pendampingan dan distribusi bikcuit dilaksanakan oleh kader. Kegiatan pengabdian memberi dampak pada pengetahuan kader serta berdampak pula pada peningkatan status gizi balita stunting dan Ibu hamil KEK. Biskuit daun kelor ini menjadi salah satu menu yang diberikan pada kegiatan posyandu balita dan Ibu hamil, serta menu selingan pada program Pemberian Makanan Tambahan yang telah berjalan di Desa Tanrara yang terlaksana setiap 1 (satu) kali dalam seminggu Kata Kunci: Biskuit Daun Kelor, Ibu Hamil KEK, Stunting, Kader Pelatihan  ABSTRACT South Bontonompo Village is one of the working areas of the Bontonompo Health Center. Stunting is one of the nutritional problems faced at the Bontonompo Health Center, besides that pregnant women also need to be given maximum nutrition because one of the triggers of stunting is due to nutrition during pregnancy that is not considered. There were 14 stunted children and 6 pregnant women with SEZ. This data was obtained from 20 posyandu cadres spread across each hamlet. Puskesmas Bontonompo has a program for handling the nutrition of stunted children, namely the nutrition kitchen program. However, cadres have difficulty in utilizing the food available around them and some programs have not touched pregnant women. The implementation of this Community Service aims to provide education to cadres related to stunting, pregnant women with SEVERITY and the utilization of moringa leaves, one of which is by making BISIKOIK LEKOK KELOROK. There are several methods used in the implementation of this service including observation in the form of measuring children's weight and TB and Upper Arm Circumference (LILA) for pregnant women, health education and demonstrations. Initial observations of measuring the nutritional status of children, obtained as many as 14 children who were identified as stunted and 6 pregnant women with SEZ, observations were carried out for 2 days. Health education was then provided to all cadres and continued with a demonstration of making biscuits made from moringa leaves. Assistance and distribution of biscuits were carried out by cadres. Moringa leaf biscuits are one of the menus that can be given at posyandu activities for toddlers and pregnant women, as well as a side menu in the Supplementary Feeding program that has been running in Tanrara Village which is carried out once a week. Keywords: Moringa Leaf Biscuits, Pregnant Women With SEZ, Stunting, Cadres Training
Pengaruh Penggunaan Air Bersih dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Keluarga dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lamasi Timur Wati Barakka, Agustiel; Ryadinency, Resty; Ba’ru, Periyent
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 2 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/janhgt90

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang singnifikan, ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari  standar usianya, dan seringkali diperparah oleh infeksi berulang. Kondisi ini menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak, serta dapat berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Di wilayah kerja Puskesmas Lamasi Timur, angka stunting menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dari tahun 2022 hingga 2024. Kualitas air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga diidentifikasi sebagai faktor kunci yang mempergaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh penggunaan air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga terhadap kejadian stunting pada wilayah kerja puskesmas lamasi timur. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 50 balita stunting sebagai sampel, dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisi menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Ditemukan pengaruh signifikan antara penggunaan air bersih (p = 0,015) dan PHBS keluarga (p = 0,003) dengan kejadian stunting pada balita. Intervensi yang berfokus pada peningkatan akses air bersih dan edukasi PHBS sangat krusial untuk pencengahan stunting di wilayah kerja puskesmas lamasi timur.
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Tenaga Kesehatan dalam Pemilahan Limbah Infeksius dan Noninfeksius Akmal; Ryadinency, Resty; Ba’ru, Periyent
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 4 No. 1 (2025): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/xp213y26

Abstract

Limbah rumah sakit berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara signifikan jika limbah infeksius dan non-infeksius tidak dipisahkan dengan baik. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan, lama masa kerja, ketersediaan fasilitas, dan kebijakan berhubungan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam memisahkan limbah infeksius dan non-infeksius di Instalasi Bedah Sentral dan Departemen PONEK RSUD Sawerigading, Palopo, pada tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian adalah 34 tenaga kesehatan (perawat dan bidan) yang bekerja di Instalasi Bedah Sentral dan Departemen PONEK RSUD Sawerigading, Palopo, dengan menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan nilai p sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki nilai p sebesar 0,000, lama layanan memiliki nilai p sebesar 0,228, fasilitas memiliki nilai p sebesar 0,023, dan kebijakan memiliki nilai p sebesar 0,017. Pendidikan, ketersediaan fasilitas, dan kebijakan berhubungan dengan perilaku pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius. Sementara itu, lama layanan tidak memiliki hubungan dengan perilaku pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Covid-19 pada Siswa SMAN 7 Luwu Timur Tahun 2021: Relationship between Knowledge and Attitude with Covid-19 Prevention Measures for Students of SMAN 7 East Luwu in 2021 Nilawati Uly; Resty Ryadinency; Izhak; Zamli; Sinta Hikma
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2683

Abstract

Latar Belakang: Virus corona atau covid-19 muncul pertama kali di Wuhan 2019 yang merupakan ibu kota Provinsi Hubei, China. Virus corona diidentifikasi memiliki homolog dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERSCoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat Pengetahuan tentang pencegahan penyakit covid-19 merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus penyakit covid-19 yang terlalu cepat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan rumus lemeshow dengan teknik stratified proportional sampling, didapatkan 163 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan computer program Microsoft Exel dan program statistik SPSS versi 20. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi freskuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,003) dan hubungan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,019). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021
Hubungan Sanitasi Lingkungan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Pararra Kecamatan Sabbang Tahun 2021: Relationship between Family Environmental Sanitation and Stunting Incidents in Toddlers in Pararra Village, Sabbang District in 2021 Resty Ryadinency; Izhak; Nilawati Uly; Zamli; Rahma Ayu Kinanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2684

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi balita yang memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.Adapun penyebab stunting secara langsung yaitu asupan nutrisi yang tidak memadai dan penyakit infeksi dan penyebab stunting secara tidak langsung yaitu berasal dari faktor ketahanan pangan keluarga, pola asuh, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan yang tidak memadai mencakup air dan sanitasi lingkungan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan keluarga dengan kejadian Stunting pada balita di Desa Pararra Kecamatan Sabbang Tahun 2021. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini keluarga yang memiliki balita stuntingdi Desa Pararra Kecamatan Sabbang yang berjumlah 56 balita. Data disajikan dalam Statistical Packageof Science (SPSS) dengan uji chi square. Hasil: Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0,026 yang berarti < 0,05 artinya ada hubungan antara komponen rumah dengan kejadian stunting pada balita, Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0,010 berarti ada hubungan antara sarana sanitasi dengan kejadian stunting pada balita, diperoleh nilai p = 0,001 berarti artinya ada hubungan antara perilaku lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan: Ada hubungan antara komponen rumah dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara sarana sanitasi dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara perilaku lingkungan dengan kejadian stunting pada balita.
PENGARUH EDUKASI GIZI TENTANG STUNTING DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA Resty Ryadinency; Dian Furqani Hamdan; Nur Asphina Revodi Djano; Wahyuni Arif; Ishak Ishak
Darussalam Nutrition Journal Vol. 10 No. 1 (2026): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v10i1.16

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang berperan penting dalam pencegahan stunting. Salah satu faktornya adalah kurangnya pengetahuan remaja. Upaya untuk mengurangi stunting di Indonesia melibatkan berbagai faktor, seperti edukasi gizi melalui media video. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi gizi melalui media video dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang stunting di SMAN 2 Palopo. Metode: Desain penelitian adalah pre eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Responden adalah remaja sebanyak 17 orang yang diberikan intervensi berupa media video. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji T dependen. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan pada remaja sebelum dan setelah diberikan intervensi berupa edukasi gizi tentang stunting melalui media video (Δ = 0,88). Ada pengaruh edukasi gizi pada peningkatan pengetahuan remaja tentang stunting (p = 0,035). Kesimpulan:  Edukasi gizi melalui media video memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik pada peningkatan pengetahuan remaja dibandingkan sebelum diberikan intervensi.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO Hasriani Hasriani; Resty Ryadinency; Achmad R Muttaqien Al-Maidin
Darussalam Nutrition Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v9i2.29

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that remains a serious concern in Indonesia, including in the Wara Timur District of Palopo. Environmental factors and maternal health during pregnancy are key determinants of stunting among toddlers. Objective: To identify factors associated with the incidence of stunting among toddlers in Wara Timur District, Palopo City, in 2025. Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population included all toddlers experiencing stunting in the area, with a total sample of 42 respondents selected through total sampling. Research instruments included a questionnaire and anthropometric measurements. Data were analyzed using the chi-square test with a 95% confidence level. Results: The analysis showed a significant relationship between environmental sanitation (p = 0.015), indoor smoking behavior (p = 0.009), and a history of chronic energy deficiency (CED) during pregnancy (p = 0.004) with stunting among toddlers. Conclusion: Poor environmental sanitation, smoking behavior, and maternal CED history are significantly associated with stunting. Community- and household-based interventions are needed to reduce the prevalence of stunting in the region.