Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Cegah Anemia bagi Remaja Putri sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting Ryadinency, Resty; Hamdan, Dian Furqani; Yamin, Rismayanti; Djano, Nur Asphina R.; Rosdiana, Rosdiana; Arif, Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18110

Abstract

ABSTRAK Salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya stunting adalah anemia. Pencegahan Stunting dapat dimulai dengan peningkatan pengetahuan tentang anemia. Peningkatan pengetahuan masyarakat dapat dilakukan melalui edukasi tentang anemia dalam rangka pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada remaja putri calon ibu. Metode yang dilakukan adalah menilai pengetahuan tentang anemia dan stunting pada siswa remaja putri. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diikuti oleh 23 responden dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan stunting (p=0,000). Edukasi yang diberikan pada peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan diharapkan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan agar mampu mencegah timbulnya stunting di masyarakat dengan cara mengatasi timbulnya anemia. Kata Kunci: Remaja Putri, Pengetahuan, Anemia, Stunting ABSTRACT One factor that can cause stunting is anemia. Stunting prevention can begin with increasing knowledge about anemia. Increasing public knowledge can be done through education about anemia in order to prevent stunting from an early age. This community service activity is carried out to increase knowledge and understanding as well as community participation in stunting prevention and early detection programs for young women and mothers-to-be. The method used was to assess knowledge about anemia and stunting in young female students. Knowledge is measured using a pre-test before educational activities and a post-test after being given counseling. Based on the results of the pre-test and post-test which were attended by 23 respondents, it can be stated that there is an influence of counseling on increasing teenagers' knowledge about anemia and stunting (p=0.000). The education provided to participants can increase knowledge and hopefully increase awareness about health in order to be able to prevent the emergence of stunting in the community by overcoming the emergence of anemia. Keywords: Teenage Girl, Knowledge, Anemia, Stunting
Penyuluhan Kesiapsiagaan dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa Menghadapi Bencana Gempa Bumi di SDN 252 Nikkel Sorowako Kabupaten Luwu Timur Andira, Putri; Suwandi, Suwandi; Ryadinency, Resty
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Juli Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/731t6b72

Abstract

Sekolah merupakan salah satu area yang memiliki resiko tinggi adanya korban jiwa pada saat terjadi gempa bumi. Tujuan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesiapsiagaan terhadap pengetahuan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi di SDN 252 Nikkel Sorowako Kabupaten Luwu Timur Tahun 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendekatan pre-test dan post-test. Peserta dalam kegiatan ini seluruh kelas 5a siswa SDN 252 Nikkel Sorowako yang berjumlah 26 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan hasil bahwa penyuluhan kesiapsiagaan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi. Kesimpulan penyuluhan kesiapsiagaan berpengaruh terhadap pengetahuan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi di SDN 252 Nikkel Sorowako Kabupaten Luwu Timur Tahun 2023.
Cemilan Sehat Ibu Hamil Bisikoik Lekok Kelorok sebagai Pencegahan Stunting di Kelurahan Bontonompo Selatan Kab. Gowa Muaningsih, Muaningsih; Lusiana, Evi; Suriyani, Suriyani; Ryadinency, Resty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12763

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Bontonompo selatan merupakan salah satu wilayah kerja dari Puskesmas Bontonompo 1. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi di puskesmas Bontonompo 1, selain itu Ibu hamil juga perlu untuk diberikan gizi maksimal karena salah satu pencetus stunting adalah karena gizi pada saat hamil yang kurang diperhatikan. Terdapat 14 anak stunting dan 6 Ibu hamil KEK. Data ini diperoleh dari 20 kader posyandu yang tersebar di masing-masing dusun. Puskesmas Bontonompo telah memiliki program untuk penanganan gizi anak stunting yaitu program dapur gizi. Namun kader kesulitan dalam pemanfaat bahan pangan yang tersedia di sekitar serta beberapa program yang belum menyentuh Ibu hamil. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader terkait stunting, Ibu hamil KEK serta pemanfaatan daun kelor salah satunya dengan pembuatan BISIKOIK LEKOK KELOROK. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini diantaranya observasi berupa pengukuran BB dan TB anak serta Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk Ibu hamil, pendidikan kesehatan serta demonstrasi. Observasi awal pengukuran stus gizi anak, diperoleh sebanyak 14 anak yang teridentifikasi stunting serta 6 Ibu hamil KEK, observasi dilaksanakan selama 2 hari. Kemudian dilakukan pendidikan kesehatan kepada seluruh kader dan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan biskuit yang berbahan dasar daun kelor. Pendampingan dan distribusi bikcuit dilaksanakan oleh kader. Kegiatan pengabdian memberi dampak pada pengetahuan kader serta berdampak pula pada peningkatan status gizi balita stunting dan Ibu hamil KEK. Biskuit daun kelor ini menjadi salah satu menu yang diberikan pada kegiatan posyandu balita dan Ibu hamil, serta menu selingan pada program Pemberian Makanan Tambahan yang telah berjalan di Desa Tanrara yang terlaksana setiap 1 (satu) kali dalam seminggu Kata Kunci: Biskuit Daun Kelor, Ibu Hamil KEK, Stunting, Kader Pelatihan  ABSTRACT South Bontonompo Village is one of the working areas of the Bontonompo Health Center. Stunting is one of the nutritional problems faced at the Bontonompo Health Center, besides that pregnant women also need to be given maximum nutrition because one of the triggers of stunting is due to nutrition during pregnancy that is not considered. There were 14 stunted children and 6 pregnant women with SEZ. This data was obtained from 20 posyandu cadres spread across each hamlet. Puskesmas Bontonompo has a program for handling the nutrition of stunted children, namely the nutrition kitchen program. However, cadres have difficulty in utilizing the food available around them and some programs have not touched pregnant women. The implementation of this Community Service aims to provide education to cadres related to stunting, pregnant women with SEVERITY and the utilization of moringa leaves, one of which is by making BISIKOIK LEKOK KELOROK. There are several methods used in the implementation of this service including observation in the form of measuring children's weight and TB and Upper Arm Circumference (LILA) for pregnant women, health education and demonstrations. Initial observations of measuring the nutritional status of children, obtained as many as 14 children who were identified as stunted and 6 pregnant women with SEZ, observations were carried out for 2 days. Health education was then provided to all cadres and continued with a demonstration of making biscuits made from moringa leaves. Assistance and distribution of biscuits were carried out by cadres. Moringa leaf biscuits are one of the menus that can be given at posyandu activities for toddlers and pregnant women, as well as a side menu in the Supplementary Feeding program that has been running in Tanrara Village which is carried out once a week. Keywords: Moringa Leaf Biscuits, Pregnant Women With SEZ, Stunting, Cadres Training
Pengaruh Penggunaan Air Bersih dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Keluarga dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lamasi Timur Wati Barakka, Agustiel; Ryadinency, Resty; Ba’ru, Periyent
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 2 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/janhgt90

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang singnifikan, ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari  standar usianya, dan seringkali diperparah oleh infeksi berulang. Kondisi ini menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak, serta dapat berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Di wilayah kerja Puskesmas Lamasi Timur, angka stunting menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dari tahun 2022 hingga 2024. Kualitas air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga diidentifikasi sebagai faktor kunci yang mempergaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh penggunaan air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga terhadap kejadian stunting pada wilayah kerja puskesmas lamasi timur. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 50 balita stunting sebagai sampel, dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisi menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Ditemukan pengaruh signifikan antara penggunaan air bersih (p = 0,015) dan PHBS keluarga (p = 0,003) dengan kejadian stunting pada balita. Intervensi yang berfokus pada peningkatan akses air bersih dan edukasi PHBS sangat krusial untuk pencengahan stunting di wilayah kerja puskesmas lamasi timur.
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Tenaga Kesehatan dalam Pemilahan Limbah Infeksius dan Noninfeksius Akmal; Ryadinency, Resty; Ba’ru, Periyent
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 4 No. 1 (2025): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/xp213y26

Abstract

Limbah rumah sakit berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara signifikan jika limbah infeksius dan non-infeksius tidak dipisahkan dengan baik. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan, lama masa kerja, ketersediaan fasilitas, dan kebijakan berhubungan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam memisahkan limbah infeksius dan non-infeksius di Instalasi Bedah Sentral dan Departemen PONEK RSUD Sawerigading, Palopo, pada tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian adalah 34 tenaga kesehatan (perawat dan bidan) yang bekerja di Instalasi Bedah Sentral dan Departemen PONEK RSUD Sawerigading, Palopo, dengan menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan nilai p sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki nilai p sebesar 0,000, lama layanan memiliki nilai p sebesar 0,228, fasilitas memiliki nilai p sebesar 0,023, dan kebijakan memiliki nilai p sebesar 0,017. Pendidikan, ketersediaan fasilitas, dan kebijakan berhubungan dengan perilaku pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius. Sementara itu, lama layanan tidak memiliki hubungan dengan perilaku pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius.