Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pembelajaran Coding Berbasis Scratch Sebagai Upaya Inovasi Pembelajaran Informatika di SMP Al Islam Bayu Dwi Raharja; Didik Nugroho; Rahmatika Rahmatika
ABDI KARYA : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: ABDI KARYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69697/abdikarya.v3i1.362

Abstract

The development of digital technology forces educational institutions to implement informatics learning that focuses not only on the use of tools, but also on improving computational thinking and problem-solving skills. However, informatics learning in junior high schools still faces problems, such as limitations in interactive learning materials and low student enthusiasm for programming lessons. This community service activity aims to implement coding learning using Scratch as part of an innovative effort in teaching informatics at Al Islam Junior High School. The method used is mentoring and practice-based training with a project-based learning approach. The participants were eighth-grade students from Al Islam Junior High School who were actively involved in creating animations and simple games using Scratch. The results of the activity showed that students' understanding of basic programming concepts, such as logic, command sequences, repetition, and branching, had increased. In addition, students' interest and participation in learning informatics also increased. This activity has a positive impact on the quality of informatics learning and can be an example of digital learning innovation at the junior high school level.
Campur Tangan Atau Cawe Cawe Presiden Jokowi Terkait Pemilihan Presiden 2024 Sebagai Pelaksanaan Sila Keempat Butir Pertama Terkait Informasi Teknologi Arie Febrianto; Didik Nugroho; Suryanti Galuh Pravitasari
Rampai Jurnal Hukum (RJH) Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/rjh.v2i2.2591

Abstract

In carrying out development, it must take place in continuity so that when a change of leadership occurs it can run well, peacefully and be continued by the next president as a result of the election. And every Indonesian as citizens and members of society, every Indonesian has the same rights and obligations. Pancasila as the basis of the State in the fourth Principle of Democracy which is led by the Wisdom of Wisdom in Representative Deliberations through the first point As Citizens and Citizens of the Community, every Indonesian has the same rights and obligations in facing Globalization. Hypothesis of the problem is that the President will intervene in the 2024 Election in order to achieve continuity. Between the previous government and the future government, even though they want to do this, the goals are no longer purely in accordance with this, but there are deviations due to the factor of wanting to prioritize one's own group but with the protection of saying it is for the common interest or the interests of the State. In completing this paper, the author carried out or used a research method through library studies and reading materials from other media with the aim of completing the material or data in preparing this paper. Abstrak Dalam melakukan pembangunan harus berlangsung dengan kesinambungan sehingga ketika terjadi pergantian kepemimpinan dapat berjalan dengan baik , damai dan dilanjutkan oleh presiden berikutnya sebagai hasil pemilu. Serta setiap masyarakat Indonesia sebagai warga Negara dan warga masyarakat setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan hak dan kewajiban yang sama. Pancasila sebagai dasar Negara dalam Sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan melalui butir Pertama Sebagai Warga Negara dan Warga Masyarakat setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan hak dan kewajiban yang sama menghadapi Globalisasi Hipotesa terhadap permasalahan yaitu Turut Camput Presiden dalam Pemilu 2024 demi tercapainya kesinambungan Antara pemerintahan terdahulu dengan pemerintahan yang akan dating walau ingin melakukan hal ini namun tujuan sudah tidak murni sesuai dengan hal ini namun terdapat penyimpangan dikarenakan ada factor ingin mementingkan kelopmpok nya sendiri tetapi dengan perlindungan menyebut demi kepentingan bersama atau kepentingan Negara. Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis melakukan atau menggunakan metode penelaahan melalui studi pustaka dan bahan bacaan dari media lainnya yang bertujuan untuk melengkapi materi atau data-data dalam penyusunan makalah ini.
Student Smoking, School Discipline, and the Second Principle of Pancasila: A Qualitative Case Study of Violence in a Senior High School in Banten, Indonesia arie_febrianto febrianto; Didik Nugroho; Sri Harjanto; Sri Tomo
International Journal of Law and Legal Ethics Vol 7 No 1 (2026): Vol 7 Issue 1 April 2026
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ijlle.v7i1.7042

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1s3YssutAKvvZruahXtOLJwLsR-VtHx56/edit?usp=sharing&ouid=112411647335528457171&rtpof=true&sd=true
PERUNDUNGAN SISWI SMK DI BANDUNG BARAT SEBAGAI INKONSISTENSI PENDIDIKAN PANCASILA TERKAIT PELAKSANAAN SILA KEDUA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB BUTIR PERTAMA DAN KEENAM TERKAIT INFORMASI TEKNOLOGI: BULLYING OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS IN WEST BANDUNG AS AN INCONSISTENCY OF PANCASILA EDUCATION RELATED TO THE IMPLEMENTATION OF THE SECOND PRINCIPLES CONCERNING INFORMATION TECHNOLOGY Arie Febriyanto Febriyanto; Sri Tomo; Didik Nugroho
Smart Law Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/slj.v3i2.62

Abstract

Makna Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah tidak semena-mena terhadap orang lain., terutama perbuatan yang terkait dengan perundungan dan sebisa mungkin menghindari perbuatan perundungan. Permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah mengenai memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, salah satunya adalah menghindari perbuatan perundungan, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis kajian hukum normatif. Hasil penelitian bahwa butir pertama  dijalankan dengan tidak konsisten atau inkonsistensi melalui perbuatan A terhadap NPN berupa ketika NPN istirahat dan diminta masak oleh A sehingga dengan hal ini terjadi pelanggaran terhadap harkat dan martabat seorang manusia. Selanjutnya Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab butir kelima Mengembangkan Sikap Tidak Semena-mena dilakukan tidak konsisten oleh A dengan meminta bantuan dengan tiba-tiba dengan memaksa mengerjakan tugas kepada NPN dan meminta NPN menggendong A ke kamar mandi. Selanjutnya akibat hal tersebut NPN mengalami depresi kemudian fisiknya mengalami pelemahan dan akhirnya NPN meninggal dunia dimana pelanggaran terhadap hak asasi manusia NPN berupa hak hidup.