Claim Missing Document
Check
Articles

PERUNDUNGAN SISWI SMK DI BANDUNG BARAT SEBAGAI INKONSISTENSI PENDIDIKAN PANCASILA TERKAIT PELAKSANAAN SILA KEDUA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB BUTIR PERTAMA DAN KEENAM TERKAIT INFORMASI TEKNOLOGI Arie Febriyanto Febriyanto; Sri Tomo; Didik Nugroho
Smart Law Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makna Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah tidak semena-mena terhadap orang lain., terutama perbuatan yang terkait dengan perundungan dan sebisa mungkin menghindari perbuatan perundungan. Permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah mengenai memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, salah satunya adalah menghindari perbuatan perundungan, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis kajian hukum normatif. Hasil penelitian bahwa butir pertama  dijalankan dengan tidak konsisten atau inkonsistensi melalui perbuatan A terhadap NPN berupa ketika NPN istirahat dan diminta masak oleh A sehingga dengan hal ini terjadi pelanggaran terhadap harkat dan martabat seorang manusia. Selanjutnya Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab butir kelima Mengembangkan Sikap Tidak Semena-mena dilakukan tidak konsisten oleh A dengan meminta bantuan dengan tiba-tiba dengan memaksa mengerjakan tugas kepada NPN dan meminta NPN menggendong A ke kamar mandi. Selanjutnya akibat hal tersebut NPN mengalami depresi kemudian fisiknya mengalami pelemahan dan akhirnya NPN meninggal dunia dimana pelanggaran terhadap hak asasi manusia NPN berupa hak hidup.
Implementasi Pembelajaran Coding Berbasis Scratch Sebagai Upaya Inovasi Pembelajaran Informatika di SMP Al Islam Bayu Dwi Raharja; Didik Nugroho; Rahmatika Rahmatika
ABDI KARYA : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: ABDI KARYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69697/abdikarya.v3i1.362

Abstract

The development of digital technology forces educational institutions to implement informatics learning that focuses not only on the use of tools, but also on improving computational thinking and problem-solving skills. However, informatics learning in junior high schools still faces problems, such as limitations in interactive learning materials and low student enthusiasm for programming lessons. This community service activity aims to implement coding learning using Scratch as part of an innovative effort in teaching informatics at Al Islam Junior High School. The method used is mentoring and practice-based training with a project-based learning approach. The participants were eighth-grade students from Al Islam Junior High School who were actively involved in creating animations and simple games using Scratch. The results of the activity showed that students' understanding of basic programming concepts, such as logic, command sequences, repetition, and branching, had increased. In addition, students' interest and participation in learning informatics also increased. This activity has a positive impact on the quality of informatics learning and can be an example of digital learning innovation at the junior high school level.