Tri Ernita
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE MIN-MAX UNTUK MINIMALISASI STOCKOUT DI PT SAPTAINDRA SEJATI JOBSITE ADARO MINING Teguh Putra Mulia; Henny Yulius; Tri Ernita
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/dvgsyy33

Abstract

Stockout adalah sebuah situasi dimana jumlah stok atau persediaan tidak dapat memenuhi permintaan kebutuhan. Stockout juga berdampak pada perkembangan bisnis perusahaan baik short term maupun long term. Oleh karena itu dengan adanya forcasting dan system pengendalian persediaan stok dapat membantu memenuhi permintaan kebutuhan part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 pada periode berlangsung maupun periode akan datang. Dalam memenuhi kebutuhan periode akan datang dilakukan forcasting (peramalan) permintaan yang dihitung dengan metode moving average method, exponential smoothing method dan linier regression method. Maka setelah didapat nilai forcasting selanjutnya tentukan nilai stock pengaman (safety stock), dan menentukan nilai persediaan dengan menggunakan metode min-max stock. Dengan pengendalian persediaan stock menggunakan metode min-max dapat mengatasi masalah stockout part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 di PT Saptaindra Sejati jobsite Adaro Mining.
Rancang Bangun Alat Pemipil Jagung Menggunakan Penggerak Motor Listrik Dengan Metode Quality Function Deployment (Qfd) Tri Ernita; Aziati Ridha Khairi; Shafa Tasya Salsabila; Ade Prima Putra
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/n850g851

Abstract

Sebagai komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industri pakan, jagung memerlukan penanganan pascapanen yang tepat agar kehilangan hasil dapat diminimalkan. Salah satu tahapan penting dalam penanganan tersebut adalah pemipilan, karena proses ini masih sering dilakukan secara manual oleh petani dan berpotensi menimbulkan kehilangan hasil serta membutuhkan waktu kerja yang relatif lama. Sudjudi (2004) menyatakan bahwa kehilangan hasil pada tahap pemipilan dapat mencapai 4%, sementara total kehilangan hasil jagung di tingkat petani mencapai 5,2%. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan rancangan alat pemipil jagung semi mekanis yang mudah digunakan, terjangkau, dan mampu membantu petani dalam meningkatkan efisiensi proses pemipilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quality Function Deployment. Hasil yang dapat disimpulkan dalam pengelohan data berdasarkan penyebaran kuesioner yaitu terdapat 10 atribut kebutuhan konsumen dan 10 respon teknis yang menjadi jawaban dari kebutuhan konsumen, respon teknis yang menjadi urutan pokok prioritas dalam perancangan alat pemipil jagung dimulai dari peringkat pertama hingga terakhir yaitu peringkat pertama Menggunakan saklar on/off untuk menghidupkan motor listrik, Menggunakan bahan besi siku, Tidak memakai bahan bakar, Dinamo ¼ HP, Menggunakan cat minyak, Perawatan mudah, Harga terjangkau, Warna biru, Terdapat pisau ulir, dan Pengelasan. Terdapat enam tahapan proses yang mana dimulai Pengukuran, Pemotongan, Pengeboran, Pembuatan ulir as mata pisau, Perakitan, dan Pengujian
Penerapan Konsep 5S Terhadap Kinerja Karyawan Pada Area Laboratorium PT. Surveyor Indonesia Henny Yulius; Tri Ernita; Thahira Tigris; Shafa Tasya Salsabila; Ali Sutan Nasution
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/wtdngq52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya bukti empiris tentang penerapan 5S di laboratorium jasa pengujian Indonesia, yang umumnya hanya terfokus pada manufaktur dan gudang. Padahal, laboratorium uji memiliki tuntutan khas seperti akurasi pengujian, ketertelusuran alat, dan keselamatan kerja, sehingga 5S dipilih sebagai fondasi lean yang paling relevan untuk mengatasi penataan ruang, visualisasi, kebersihan, standardisasi, dan disiplin. Tujuan penelitian adalah menganalisis perubahan implementasi 5S dan kinerja karyawan di PT. Surveyor Indonesia Cabang Batam. Metode yang digunakan adalah kuantitatif studi kasus dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 20 karyawan (total sampling). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, checklist audit 5S, dan kuesioner skala Likert. Analisis mencakup persentase implementasi, uji instrumen, uji normalitas selisih skor, paired t-test, serta Cohen's dz. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan implementasi 5S dari 44,8% (cukup) menjadi 84,2% (sangat baik), dengan lonjakan tertinggi pada Shitsuke (47 poin) dan Seiri (45 poin). Uji paired t-test mengonfirmasi perbedaan kinerja karyawan yang signifikan pada taraf 5%, dengan ukuran efek besar (dz = 1,77-2,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa 5S berkontribusi lebih dari sekadar housekeeping, melainkan sebagai mekanisme pembentukan budaya kerja yang tertata, aman, dan berorientasi mutu. Kebaruan penelitian terletak pada konteks laboratorium jasa pengujian di Indonesia serta integrasi audit 5S, pengukuran kinerja, ukuran efek, dan pembahasan validitas internal secara komprehensif.
IMPLEMENTASI METODE MIN-MAX UNTUK MINIMALISASI STOCKOUT DI PT SAPTAINDRA SEJATI JOBSITE ADARO MINING Teguh Putra Mulia; Henny Yulius; Tri Ernita
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/dvgsyy33

Abstract

Stockout adalah sebuah situasi dimana jumlah stok atau persediaan tidak dapat memenuhi permintaan kebutuhan. Stockout juga berdampak pada perkembangan bisnis perusahaan baik short term maupun long term. Oleh karena itu dengan adanya forcasting dan system pengendalian persediaan stok dapat membantu memenuhi permintaan kebutuhan part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 pada periode berlangsung maupun periode akan datang. Dalam memenuhi kebutuhan periode akan datang dilakukan forcasting (peramalan) permintaan yang dihitung dengan metode moving average method, exponential smoothing method dan linier regression method. Maka setelah didapat nilai forcasting selanjutnya tentukan nilai stock pengaman (safety stock), dan menentukan nilai persediaan dengan menggunakan metode min-max stock. Dengan pengendalian persediaan stock menggunakan metode min-max dapat mengatasi masalah stockout part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 di PT Saptaindra Sejati jobsite Adaro Mining.
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Mi Kuning dengan Metode DMAIC pada Ud. Tani Mulia Henny Yulius; Tri Ernita; Boby Rachman; Fathayatul Salma
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/d2ja4e36

Abstract

Kualitas produk menjadi tujuan penting bagi perusahaan dalam membuat suatu  produk. Bagaimanapun setiap perusahaan akan berusaha mempertahankan kualitas produknya agar tetap terjaga. Salah satunya adalah pada UD.Tani Mulia yang memproduksi produk mi kuning yang mana masih mengalami produk reject setiap produksi seperti reject kotor, reject patah, dan reject remuk. Dengan menggunakan metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control), penelitian ini berupaya memahami alasan penolakan produk mie kuning dan menyarankan cara untuk menyempurnakan produk tersebut. Manusia, prosedur, lingkungan, mesin, dan bahan mentah semuanya diidentifikasi sebagai sumber kesalahan potensial dalam temuan penelitian ini. Pada pengolahan DPMO (Defect Per Million Opportunity) didapatkan nilai sebesar 26.391,6 dan nilai sigma sebesar 4,25 dimana perusahan harus melakukan perbaikan agar mencapai tingkat kualitas sigma yang baik yaitu 6σ. Dari penyebab cacat yang diketahui dilakukan usulan perbaikan agar dapat meminimalisir cacat terhadap produk mi kuning. Ada beberapa usulan seperti melakukan perawatan mesin dan alat agar tetap bersih saat melakukan produksi, serta melakukan pelatihan keahlian dalam mengulung mi oleh perusahaan.
Perawatan Mesin Ketel Uap dengan Menerapkan Total Productive Maintenance di PT Wilmar Nabati Indonesia Unit Pelintung Melliana; Trisna Mesra; Tri Ernita; Yusrizal; Muharafiz Zikhri
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/m84mvf39

Abstract

PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) unit Pelintung merupakan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) untuk menghasilkan minyak goreng berkualitas. Minyak sawit mentah diolah melalui proses pemurnian (refinery) yang menghasilkan Refined Bleached Deodorization Palm Oil (RPDPO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), lalu dilanjutkan dengan fraksinasi untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Olein (RBDOL) dan Refined Bleached Deodorized Stearin (RBDST). Ketel uap atau boiler memainkan peran penting dalam pabrik kelapa sawit, menghasilkan uap untuk perebusan tandan buah segar (TBS) dan proses lainnya. Untuk mengurangi downtime dan kerusakan mesin selama produksi, diperlukan sistem pemeliharaan yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pemeliharaan mesin ketel uap menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi breakdown dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin ketel uap masih di bawah standar (85%), dengan rata-rata 70,33%. Nilai OEE terendah terjadi pada Maret (45,59%), sementara nilai tertinggi di Oktober (85,83%). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan kinerja mesin ketel uap agar memenuhi standar OEE, sehingga mendukung kelancaran produksi dan efisiensi operasional perusahaan.
Rancang Bangun Egrek Mekanis Pemotong Tandan Buah pada Proses Pengambilan Sawit Secara Ergonomis Tri Ernita; Aziati Ridha Khairi; Boby Rachman; Mardani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/rgstnx33

Abstract

Penelitian di Desa Plasma Tiga melibatkan tiga peneliti yang menganalisis dan mewawancarai petani kebun sawit tentang waktu pengambilan buah kelapa sawit dan pelepah sawit. Desa ini memiliki 58 kartu keluarga yang menanam kelapa sawit, dengan setiap pemilik memiliki dua hektar lahan. Proses pengambilan buah kelapa sawit di desa ini membutuhkan waktu 5 hingga 6 menit, dan seringkali menyebabkan kelelahan pada lengan dan bahu petani karena penggunaan egrek lama. Penggunaan egrek lama tidak efektif dalam mengambil dua buah kelapa sawit, dan menyebabkan masalah kesehatan pada bagian atas tubuh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko gangguan postur tubuh bagian atas saat menggunakan egrek lama dan baru, serta merancang alat yang nyaman dan mempercepat proses pengambilan buah kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RULA, yang menganalisis postur tubuh petani sawit. Hasil akhir dari pengembangan alat egrek adalah untuk mengetahui risiko gangguan postur tubuh bagian atas saat menggunakan egrek lama dan baru, serta merancang alat bantu atau mesin pemetik buah sawit yang nyaman bagi petani.
Studi Kelayakan Aspek Teknis Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Piko-hidro (PLTPH) untuk Listrik Desa dengan Penggerak Mula Pompa Sentrifugal sebagai Turbin Asep Neris Bachtiar; Boby Rachman; Riko Ervil; Ahmad Fauzi Pohan; Tri Ernita
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/pc6cg544

Abstract

Potensi air skala kecil dengan debit kurang  dari 200 L/s cukup banyak terdapat di pedesaan Sumatera Barat, akan tetapi kenyataannya potensi air tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dengan membangun pembangkit listrik tenaga piko-hidro (PLTPH). Masalah yang perlu ditindaklanjuti adalah bagaimana dapat mewujudkan model sistem pembangkit listrik tenaga piko-hidro yang praktis dan murah yang dapat dibangun sendiri oleh masyarakat desa, khususnya oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga piko-hidro di desa terpencil yang belum memiliki jaringan listrik dengan menggunakan pompa sentrifugal sebagai turbin. Hasil analisis aspek teknis diketahui spesifikasi sistem pembangkit adalah daya potensi: 5 kW, daya efektif turbin: 3,51 kW, daya generator: 3,0 kW, putaran turbin: 543 rpm, kecepatan spesifik: 133, head aktual: 7,5 m, head efektif turbin: 6,6 m, debit air masuk turbin: 104 L/s, diameter pipa pesat: 10 inchi (di = 267,4 mm), panjang pipa pesat: 10,9 m, diameter runner pompa sebagai turbin: 8 inchi (203,2 mm). Hasil analisis di atas menunjukkan pembangunan PLTPH dengan penggerak mula pompa sentrifugal sebagai turbin layak untuk dilaksanakan. Studi kelayakan ini dapat dilanjutkan dengan menganalisis dari aspek lain seperti aspek ekonomi dan aspek lingkungan.
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Mi Kuning dengan Metode DMAIC pada Ud. Tani Mulia Henny Yulius; Tri Ernita; Boby Rachman; Fathayatul Salma
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/d2ja4e36

Abstract

Kualitas produk menjadi tujuan penting bagi perusahaan dalam membuat suatu  produk. Bagaimanapun setiap perusahaan akan berusaha mempertahankan kualitas produknya agar tetap terjaga. Salah satunya adalah pada UD.Tani Mulia yang memproduksi produk mi kuning yang mana masih mengalami produk reject setiap produksi seperti reject kotor, reject patah, dan reject remuk. Dengan menggunakan metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control), penelitian ini berupaya memahami alasan penolakan produk mie kuning dan menyarankan cara untuk menyempurnakan produk tersebut. Manusia, prosedur, lingkungan, mesin, dan bahan mentah semuanya diidentifikasi sebagai sumber kesalahan potensial dalam temuan penelitian ini. Pada pengolahan DPMO (Defect Per Million Opportunity) didapatkan nilai sebesar 26.391,6 dan nilai sigma sebesar 4,25 dimana perusahan harus melakukan perbaikan agar mencapai tingkat kualitas sigma yang baik yaitu 6σ. Dari penyebab cacat yang diketahui dilakukan usulan perbaikan agar dapat meminimalisir cacat terhadap produk mi kuning. Ada beberapa usulan seperti melakukan perawatan mesin dan alat agar tetap bersih saat melakukan produksi, serta melakukan pelatihan keahlian dalam mengulung mi oleh perusahaan.
Perawatan Mesin Ketel Uap dengan Menerapkan Total Productive Maintenance di PT Wilmar Nabati Indonesia Unit Pelintung Melliana; Trisna Mesra; Tri Ernita; Yusrizal; Muharafiz Zikhri
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/m84mvf39

Abstract

PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) unit Pelintung merupakan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) untuk menghasilkan minyak goreng berkualitas. Minyak sawit mentah diolah melalui proses pemurnian (refinery) yang menghasilkan Refined Bleached Deodorization Palm Oil (RPDPO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), lalu dilanjutkan dengan fraksinasi untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Olein (RBDOL) dan Refined Bleached Deodorized Stearin (RBDST). Ketel uap atau boiler memainkan peran penting dalam pabrik kelapa sawit, menghasilkan uap untuk perebusan tandan buah segar (TBS) dan proses lainnya. Untuk mengurangi downtime dan kerusakan mesin selama produksi, diperlukan sistem pemeliharaan yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pemeliharaan mesin ketel uap menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi breakdown dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin ketel uap masih di bawah standar (85%), dengan rata-rata 70,33%. Nilai OEE terendah terjadi pada Maret (45,59%), sementara nilai tertinggi di Oktober (85,83%). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan kinerja mesin ketel uap agar memenuhi standar OEE, sehingga mendukung kelancaran produksi dan efisiensi operasional perusahaan.