Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENILAIAN TAMAN KOTA BANDA ACEH BERDASARKAN KRITERIA RUANG PUBLIK RAMAH ANAK Arafah, Yunita; Fauzullana, Fauzullana; Sabila, Farisa; Refiyanni, Meidia
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 11, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v11i1.11901

Abstract

The Child Friendly City policy is part of the fulfilment of children's rights in a city, including the provision of parks as creative and recreational facilities for physical development. However, from research conducted by Wulandari et al. (2022) on the implementation of KLA policies in Banda Aceh City found that the facilities and infrastructure provided by the Banda Aceh City government in an effort to fulfil children's rights have a lot of quantity, but in terms of quality it is still far from feasible, including children's playgrounds with play facilities that are not maintained and not suitable for use. The purpose of this study is to determine visitor perceptions of public spaces in Banda Aceh City as child-friendly public spaces. Measurement of visitors' perceptions is carried out because in this case visitors are connoisseurs of public space. The research location is in three parks in Banda Aceh City which are active parks according to DLHK3 Banda Aceh, namely Tibang City Forest Park, Bustanussalatin Park, and Meuraxa Tourism Park. This research was conducted using quantitative methods and analysed using Likert scale scoring and weighting techniques. Data were obtained from primary survey results, namely observation. Based on the results, it is known that the park in Banda Aceh still cannot bu fully said to be a child-friendly public space, where there are still many indicators that are not in accordance with the criteria for child-friendly public space. Therefoe, additions and improvements of facilities are needed for the parks
Strategi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Pantai Lhok Rukam Aldawiyah, Aldawiyah; Zainuddin, Zainuddin; Sabila, Farisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 9, No 2 (2025): Volume 9, No.2, Mei 2025 (in progress)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v9i2.31998

Abstract

Pantai Lhok Rukam merupakan wisata pantai prioritas dan bagian unit kawasan wisata I dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan (RIPPARKAB). Terletak secara startegis dan memiliki karakteristik unik, pantai ini menawarkan beragam atraksi wisata seperti wisata pantai, kuliner, nelayan, dan desa warna-warni. Namun, perkembangan dan pengelolaan wisata ini belum optimal dengan timbul permasalahan seperti kualitas dan kuantitas fasilitas pendukung, sistem manajemen wisata, keterlibatan masyarakat, dampak terhadap ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya, aksesibilitas, serta pemasaran dan promosi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting wisata Pantai Lhok Rukam dan merumuskan strategi pengembangan berkelanjutan yang dapat diterapkan. Dengan menggunakan menggunakan analisis Matriks SWOT dan Matriks IFE-EFE, penelitian ini menghasilkan sejumlah strategi, antara lain: memaksimalkan dan pengembangan atraksi wisata, peningkatan kualitas dan kuantitas aksesibilitas dan akomodasi menuju dan di lokasi wisata, pengembangan fasilitas pendukung wisata berbasis kearifan lokal, penguatan sinergitas antar pemangku kepentingan, serta pemanfaatan SDM dan SDA lokal secara optimal. Hasil utama penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan wisata Pantai Lhok Rukam diarahkan pada pendekatan berkelanjutan yang menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya guna mewujudkan wisata yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.
Workshop Ketukangan Material Bambu Untuk Inovasi Bangunan Modern Berbasis Kepariwisataan di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Wulandari, Elysa; Widyojatmoko, Andry; Permana, Asep Yudi; Sari, Laina Hilma; Agustina, Sylvia; Djamaludin, Masdar; Sabila, Farisa; Arafat, Pratitou; Mardhatillah, Rizqi; Aditya, Atika
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i3.50195

Abstract

Bamboo is very abundant in the Gayo Highlands, but locals mostly use it for simple things like temporary shelters in rice fields and fences around houses. In the past, before modern materials became widely available, bamboo played a significant role in traditional Gayo buildings, both structurally and culturally. A three-day bamboo workshop was held to revive bamboo as a versatile, sustainable building material for modern architecture, while preserving its cultural significance. The workshop had two main goals: teaching how bamboo can work with modern materials like steel and cement, and showing new designs for tourism buildings using bamboo. Participants learned how to process bamboo, connect pieces, and preserve it. They also created new building ideas combining bamboo with other materials. The workshop helped the community understand bamboos environmental, cultural, and economic importance, supporting sustainable tourism and contributing to global goals for sustainable cities and responsible use of resources.
Environmental Quality Assessment of Planned Residential Areas in a Peri-Urban Zone Under Urban Sprawl Pressure: A Case Study of Ingin Jaya Subdistrict, Indonesia Hasan, Zainuddin; Arisaputri, Sri Batara Nurfajri; Alicia, Fradisa; Sabila, Farisa; Fuady, Zahrul
Elkawnie Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i2.31691

Abstract

Abstract: Urban sprawl in peri-urban areas encourages rapid growth of planned settlements, but this is often not accompanied by the provision of adequate basic infrastructure, thereby potentially reducing the quality of the settlement environment. This study aims to quantitatively assess the quality of planned settlements in Ingin Jaya Subdistrict, Aceh Besar Regency, as a peri-urban area experiencing post-disaster urban sprawl pressure. The assessment was conducted at the residential block level using a scoring and weighting method based on seven environmental quality parameters, including building layout, width and condition of access roads, residential location, drainage system, availability of clean water, and waste management facilities. A total of 61 residential blocks were analyzed out of 286 blocks, using proportional stratified random sampling. The results of the study show that 52% of residential blocks are in good condition, 36% are in fair condition, and 12% are in poor condition. The parameters of building layout and clean water availability generally meet the standards, while road width, road condition, drainage systems, and waste management facilities are the main factors causing a decline in the environmental quality of residential areas. Based on these evaluation results, improvement guidelines were formulated, focusing on enhancing basic infrastructure, enforcing spatial planning regulations, and strengthening the roles of local governments, developers, and the community. Abstrak: Urban sprawl di kawasan peri-urban mendorong pertumbuhan pesat permukiman terencana, namun perkembangan tersebut sering kali tidak diikuti oleh penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, sehingga berpotensi menurunkan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai secara kuantitatif kualitas lingkungan permukiman terencana di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, sebagai kawasan peri-urban yang mengalami tekanan urban sprawl pascabencana. Penilaian dilakukan pada tingkat blok permukiman dengan menggunakan metode skoring dan pembobotan berdasarkan tujuh parameter kualitas lingkungan, meliputi tata letak bangunan, lebar dan kondisi jalan masuk, lokasi permukiman, sistem drainase, ketersediaan air bersih, serta fasilitas pengelolaan sampah. Sebanyak 61 blok permukiman dianalisis dari total 286 blok melalui teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% blok permukiman berada pada kategori baik, 36% kategori sedang, dan 12% kategori buruk. Parameter tata letak bangunan dan ketersediaan air bersih umumnya telah memenuhi standar, sementara lebar jalan masuk, kondisi permukaan jalan, sistem drainase, dan fasilitas persampahan menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan permukiman. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dirumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman yang bersifat empiris, dengan penekanan pada perbaikan infrastruktur dasar, penegakan pengendalian pemanfaatan ruang, serta penguatan peran pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat dalam pengelolaan permukiman secara berkelanjutan.