Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dari Limbah Menjadi Berkah: Strategi Karang Taruna Mengelola Sampah Sayur untuk Pupuk Organik Berkelanjutan Refranisa, Refranisa; Nugroho, Lucky; Mudita, Mudita; Najuah, Najuah; Purnama, Adhy; Mihadi Putra, Yananto; Nurlinayanti, Leni
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v4i1.239

Abstract

The problem of vegetable waste management in Ciputri Village, especially in RT 05, has caused various negative impacts on the environment and public health, such as clogged waterways, local flooding, foul odors, and increased fly populations. In fact, organic waste has the potential to be processed into liquid organic fertilizers and ecoenzymes that benefit agriculture and the environment. This Community Service activity empowers Karang Taruna as a driving force in managing vegetable waste into value-added products. The approach includes technical training in manufacturing organic fertilizers based on anaerobic fermentation, continuous mentoring, and preparing practical guidelines to ensure the program's sustainability. The results of the activities showed a significant increase in the knowledge and skills of Karang Taruna members, the achievement of organic fertilizer production exceeding the initial target, and the start of implementing a household-based waste management system. The main recommendation of this activity is the need to strengthen cooperation networks, continuous mentoring, and the development of marketing strategies for processed products to maintain sustainability and expand the program's benefits.
DAGUSIBU untuk Desa Sehat: Edukasi Pengelolaan Obat yang Benar bagi Karang Taruna Najuah, Najuah; Nurlinayanti, Leni; Mudita, Mudita; Refranisa, Refranisa; Nugroho, Lucky; Purnama, Adhy; Putra, Yananto Mihadi
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v4i1.242

Abstract

Rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terkait cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar menjadi tantangan serius dalam menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pengelolaan obat yang aman di kalangan Karang Taruna Desa Ciputri melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas dengan mengedepankan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Program dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif, simulasi, serta pendampingan yang didukung dengan media edukasi cetak dan digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, terbentuknya kader Duta Literasi Obat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan obat yang tepat. Rekomendasi utama mencakup pendampingan berkelanjutan, penguatan peran perpustakaan sebagai pusat edukasi, serta kolaborasi lintas sektor guna memperluas jangkauan dan dampak edukasi ini.
GERAKAN ARON DI TANAH KARO TAHUN 1942 Najuah, Najuah; Saragih, Rini Suryani; Iswandari, Fanny; PA, Eininta Annisa; Simarmata, Esra; Faeda , Sarah Nur
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27683

Abstract

Artikel ini akan membahas mengenai bagaimana gerakan-gerakan Aron yang terjadi di Tanah Karo .Yang dimana gerakan aron ini muncul karena adanya masalah tanah,ketika peralihan dari pemerintahan Belanda ke Jepang yang berlansung pada tahun 1942.Pada awalnya itu muncul karena ada sebuah ketidakpastian dasar umum dan reorientasi yang juga menyertai perubahan rezim,pada saat itu mereka yang tidak memilki posisi dan peluang untuk menuntut hak mereka.Kata Aron sendiri sering digunakan di kalangan Batak karo Deli dibuat untuk menyebut sekelompok orang pedesaan yang memanen secara kolektif berpindah-pindah di ladang masing-masing anggotanya secara bergantian. Namun, pada akhir tahun 1930-an, sistem itu runtuh di bawah tekanan populasi yang meningkat pesat di Sumatera Timur yang makmur, dan ketidak sabaran yang tumbuh dari perkebunan atas sistem jaluran. Setiap tahun membawa konflik yang lebih besar mengenai jaluran yang didistribusikan, terutama di daerah Karo yang lebih eksplosif. Isu tersebut memuncak pada tahun 1938, diperparah dengan diumumkannya rancangan undang-undang untuk menghapuskan jaluran sama sekali demi blok-blok penghidupan tetap bagi petani, sehubungan dengan penulisan ulang hak-hak perkebunan dalam bentuk erfpaohten (sewa jangka panjang).