Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DEKONSTRUKSI PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI KEPULAUAN RIAU Azhari, Ichwan
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 28, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v28i2.21067

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendekonstruksi materi pembelajaran sejarah di Kepulauan Riau yang a-historis terhadap eksistensi Orang laut dalam sejarah lokal di wilayah ini.    Sebagai salah satu wilayah kepulauan yang ada di Indonesia, rekam jejak sejarah Provinsi Kepulauan Riau tidak akan terlepas dari kehadiran Orang Laut sebagai aktor yang bermain dalam membesarkan dunia maritim Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. Keahlian Orang Laut dalam bertempur di laut dan di darat menjadi faktor kunci dalam mengamankan jalur perdagangan masa itu yang berhasil menarik minat bangsa-bangsa asing untuk berlayar ke perairan Nusantara. Orang Laut adalah pasukan tempur andalan Sriwijaya. Di masa Kesultanan Malakka dan Johor, Orang Laut menduduki posisi penting sebagai hulubalang dan panglima kerajaan yang sangat dihormati. Kegemilangan Orang Laut dan kejayaan Orang Laut yang terlupakan inilah yang akan dielaborasi dalam tulisan ini sebagai penguatan sejarah lokal di Kepulauan Riau yang sangat dekat dengan budaya maritim. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di dalam buku teks yang tersaji di sekolah kebesaran sejarah maritim Indonesia eksistensi Orang Laut terpinggirkan oleh label sebagai komunitas adat terpencil (KAT). Textbook oriented di sekolah-sekolah melalui buku-buku terbitan penerbit pulau Jawa belum memberi kontribusi yang berarti dalam mempopulerkan Orang Laut sebagai bagian integral sejarah lokal Kepulauan Riau. Penguatan eksistensi Orang Laut sebagai sejarah lokal ini tentu saja semakin mengokohkan pilar kemaritiman Kepulauan Riau yang menjadi akar dari sejarah nasional Indonesia sebagai bangsa maritim terbesar di kawasan Asia Tenggara.  
Validity and Effectiveness of the Historical Electronics Module for Senior High School Najuah, Najuah; Sidiq, Ricu; Azhari, Ichwan; Lukitoyo, Pristi Suhendro
Paramita: Historical Studies Journal Vol 32, No 2 (2022): Social, Political, and Economic History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v32i2.30576

Abstract

This study examines the content validity and presentation of historical electronics modules (HEM) based on higher-order thinking skills developed with the ADDIE model for class XII high school students in Indonesia. In addition, the assessment of the effectiveness of the module on improving critical and analytical thinking skills through a competency test. The research method used is a mixed-method with research and development and experimental designs, starting from the development of the electronic history module and starting from Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results showed that the validity of the content and presentation from the experts and the users, in this case, students were very valid, so HEM was very suitable. The effectiveness test results showed increased students’ ability to think critically and analytically as an indicator of higher-order thinking. The electronic developed with a higher-order thinking approach can improve students’ ability to think critically and analytically in learning history independently. Penelitian ini mengkaji validitas isi dan penyajian modul elektronika sejarah (HEM) berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan dengan model ADDIE untuk siswa kelas XII SMA di Indonesia. Selain itu, penilaian keefektifan modul terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan analitis melalui uji kompetensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan desain penelitian dan pengembangan dan eksperimen, dimulai dari pengembangan modul sejarah elektronika) mulai dari Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas isi dan penyajian dari ahli dan pengguna dalam hal ini siswa sangat valid, sehingga HEM sangat sesuai. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa sebagai indikator berpikir tingkat tinggi. Elektronik yang dikembangkan dengan pendekatan berpikir tingkat tinggi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan analitis dalam pembelajaran sejarah secara mandiri. Cite this article: Najuah, Sidiq, R., Azhari, I., Lukitoyo, P.S. (2022). Validity and Effectiveness of the Historical Electronics Module for Senior High School. Paramita: Historical Studies Journal, 32(2), 286-294. http://dx.doi.org/10.15294/paramita.v32i2.30576 
Cosmopolitanism of Langsa Society during Colonial Era Sumiyati, Sumiyati; Sulistiyono, Singgih Tri; Rochwulaningsih, Yety; Azhari, Ichwan
Indonesian Historical Studies Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v8i1.23500

Abstract

The advent of modernization in the 19th century significantly influenced the development of Langsa City, Aceh Province, as a cosmopolitan city. Despite having a strong Islamic tradition, Langsa was able to embrace cosmopolitanism without losing its Acehnese identity. This study focuses on the influence of cosmopolitanism on the socio-cultural life of the Langsa community. Cosmopolitanism in Langsa also influenced the lifestyle of its people, as seen in their global thinking and the perspectives of the educated elite. The research findings indicate that cosmopolitanism in Langsa has been ongoing for a long time, starting from the pre-Islamic era, continuing through the waves of European and other foreign arrivals, the influence of colonialism, independence, the arrival of modernist Islam, and up to the New Order political era. With abundant natural resources, Langsa has attracted foreigners. The interaction of people from various nations has led to the convergence of diverse cultures. However, despite being influenced by external cultures, the people of Langsa have also maintained their original culture amidst a hybrid culture. This is partly because the native people of Langsa, in their lifestyle, tend to follow the ulama(religious scholars) rather than the umara (secular leaders). As a cosmopolitan city, Langsa has also become a meeting place for modernist thoughts. One example is the acceptance of Muhammadiyah as a modernist Islamic organization.
Pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran seni budaya materi Tari Lenggang Patah Sembilan Kusumayanti, Dessy Rahmi; Saragi, Daulat; Azhari, Ichwan
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 2 (2022): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i2.57633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk multimedia interaktif tari Lenggang Patah Sembilan untuk pembelajaran tari di SMP yang tervalidasi oleh ahli materi, ahli media pembelajaran,dan siswa calon pengguna. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tiga tahap pengembangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penilaian evaluasi ahli materi pada aspek kebenaran konsep memiliki skor rata-rata hasil sebesar 87,5, aspek materi memiliki skor rata-rata hasil sebesar 90, dan aspek pembelajaran memiliki skor rata-rata hasil sebesar 85, dan termasuk dalam kategori layak. Hasil evaluasi ahli media pada aspek tampilan memiliki skor rata-rata hasil sebesar 86 dan aspek pemrograman memiliki skor rata-rata hasil sebesar 92,5, dengan kategori layak. Hasil uji coba lapangan terbatas dengan subjek uji coba sebanyak 5 orang pada aspek tampilan memiliki skor rata-rata hasil sebesar 90, aspek materi memiliki skor rata-rata hasil sebesar 92,5, dan aspek pembelajaran memiliki skor rata-rata hasil sebesar 92,5, dan masuk kategori layak. Hasil uji coba lapangan utama dengan subjek uji coba sebanyak 30 orang pada aspek kebenaran konsep memiliki skor rata-rata hasil sebesar 87,75, aspek materi memiliki skor rata-rata hasil sebesar 89, dan aspek pembelajaran memiliki skor rata-rata hasil sebesar 88,5, dan termasuk kategori layak. Dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran seni tari di SMP.AbstractThis study aims to develop the interactive multimedia product of Lenggang Patah Sembilan dance for dance learning in junior high school validated by material experts, learning media experts, and prospective users. This type of research is development research with three stages of development. The results showed that the evaluation of the material expert on the aspect of the concept of concept had an average yield score of 87.5, the material aspect had an average yield score of 90, and the learning aspect had an average yield score of 85, and was included in the category worthy. The results of the evaluation of media experts in the appearance aspect have an average yield score of 86, and the programming aspect has an average yield score of 92.5, with a decent category. The field trial results are limited to 5 people in the display aspect, with an average yield score of 90. The material aspect has an average yield score of 92.5, and the learning aspect has an average yield score of 92.5 and falls in the decent category. The results of the main field trial with a trial subject of 30 people in the aspect of truth concept have an average yield score of 87.75, the material aspect has an average yield score of 89, and the learning aspect has an average yield score of 88, 5, and belongs to a decent category. The media developed can be an alternative to dance learning media in junior high school.
Pemanfaatan Bunker Jepang di Batu Bara Kecamatan Pesisir Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara sebagai Media Pembelajaran Sejarah Hutapea, Dewi Margareta; Putri, Dita Marcellia; Safitri, Rahma Dina; Maulana, Rizki; Azhari, Ichwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.17565

Abstract

The bunker remnants from the Japanese occupation in Batu Bara represent a historical site that holds various educational and cultural values. This research aims to examine the role of the bunker as an effective medium for historical learning for students. The primary focus of this study is to explore the potential of the bunker as a learning medium that can enrich students' educational experiences. Through a qualitative approach, the research gathers data from literature reviews related to the history of the Japanese occupation in Indonesia. The findings indicate that the bunker not only serves as a silent witness to the past but also has the potential to become an interactive and engaging learning medium. The results show that the bunker can enhance students' awareness of the importance of cultural heritage and local history. Moreover, utilizing the bunker as a learning medium can increase students' motivation and interest in studying history, as well as develop their critical and analytical thinking skills. By leveraging the bunker as an educational tourist attraction, it is hoped that students' historical awareness will be heightened, fostering a sense of love for their homeland.
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Sikap Konservasi Siswa di Medan Lestari, Wiwik; Azhari, Ichwan
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v6i2.15783

Abstract

This study aims to explore the influence of the social environment on the attitude of primary school students in Medan City towards coastal conservation. Through a qualitative approach, this research identifies how interactions with family, friends, and community can shape students' views on the importance of coastal conservation. The results showed that a positive social environment can increase students' awareness and participation in conservation activities, while a less supportive environment can inhibit pro-environmental attitudes. The findings are expected to provide insights into developing more effective environmental education programs in primary schools.. Keywords: Social environment, students' attitudes, coastal conservation, environmental education.
Sejarah Kelam: Konflik Warga Tionghoa Di Indonesia Dengan Voc (Geger Pacinan Oktober 1740) Sari, Kartika; Nur’aisyah, Salsadilla Siti; Rangkuti, Ilhan Rayfatsyah; Alawiyah, Isnaini; Sari, Adinda Fuspita; Azhari, Ichwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10375

Abstract

Artikel ini membahas tentang sejarah kelam di Nusantara yang saat itu sedang diduduki oleh kongsi dagang Belanda (VOC). Sejarah kelam itu adalah sejarah Geger Pacinan atau nama lainnya Tragedi Angke dan Chinezenmoord (Pembunuhan Orang Tionghoa) yang terjadi pada kurun waktu Oktober1740) di kota Batavia. Peristiwa itu dilatar belakangi oleh perubahan sosial ekonomi dalam kota tersebut. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menambah wawasan sejarah bagi penulis dan pembaca serta memperkaya sumber referensi mengenai bahasan “Konflik Warga Tionghoa di Indonesia dengan VOC (Geger Pacinan 1740)” serta untuk mengetahui latar belakang Peristiwa Geger Pacinan, dan akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan yaitu dengan mencari sumber-sumber referensi dari buku, jurnal, atau artikel yang relevan dengan topik pembahasan yaitu mengenai Sejarah Konflik Warga Tionghoa dan VOC yang dilakukan dengan tahap pencarian sumber referensi, menganalisis isi sumber dan menelaahnya, serta dilakukan penulisan hasil dari pemahaman penulis terhadap berbagai sumber yang telah didapatkan tersebut.
SAFAR RITUAL IN SERUWAY ACEH TAMIANG DISTRICT Aqmarina, Yusria; Gultom, Ibrahim; Azhari, Ichwan
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 17 No. 1 (2025): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v17i1.65341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hal yang melatarbelakangi pelaksanaan ritual kenduri safar, proses pelaksanaan ritual kenduri safar serta makna simbolik yang terdapat pada pelaksanaan ritual kenduri safar di Kampung Pantai Balai, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi. Ritual kenduri safar merupakan salah satu acara budaya penting di Kampung Pantai Balai, Aceh Tamiang, yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Safar. Bulan ini dianggap suci, dengan berbagai larangan, seperti bepergian dan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Ritual ini dilakukan untuk tolak bala (menolak bencana) dan mencari perlindungan dari bahaya, memperkuat solidaritas dan hubungan sosial. Pada bulan safar ini juga mengkhawatirkan masyarakat di Kampung Pantai Balai, oleh karena itu dilaksanakan ritual kenduri safar dengan kata lain tolak bola. Kenduri safar biasanya dilakukan untuk menolak bala dan meminta perlindungan dari segala bentuk mara bahaya. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari tokoh adat, pemuka agama, hingga masyarakat umum. Semua masyarakat berpartisipasi pada proses tahap ritual kenduri safar. Mulai dari tahap persiapan, masak bersama, doa bersama dan makan bersama untuk menciptakan sebuah kebersamaan yang kokoh di masyarakat. Ritual kenduri safar berakar pada tradisi keagamaan Islam, dengan unsur-unsur lokal seperti makanan khusus dan doa bersama di tempat yaitu pinggir sungai. Kenduri safar menjadi salah satu wujud pelestarian identitas budaya lokal. Melalui makna simbolik kenduri safar, doa bersama, dan praktik yang telah dilakukan secara turun-temurun, tradisi ini menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi.
STRATEGI PENYELAMATAN CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN ASAHAN Amelia, Pidia; Azhari, Ichwan; Fibriasari, Hesti; Syahputra, Ricky Andi; Setiawati, Nanda Ayu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30505

Abstract

Kabupaten Asahan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki sejarah yang panjang dan penting. Mulai dari era kesultanan hingga era revolusi kemerdekaan. Dari sejarah yang Panjang tersebut telah meninggalkan berbagai jejak sejarah bendawi yang penting. Kabupaten Asahan memiliki potensi cagar budaya yang sangat besar dan memiliki nilai penting yang tinggi, diantaranya nilai penting pendidikan, agama, ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan. Potensi cagar budaya yang terdapat di Kabupaten Asahan meliputi bangunan bersejarah, artefak tradisional, dan jejak sejarah lainnya. Kondisi kekinian dari seluruh objek cagar budaya Kabupaten Asahan penting untuk diketahui apakah saat ini dalam kondisi baik, terawat, rusak, telah berubah, atau bahkan telah hilang. Sehingga penting untuk dirancang strategi penyelamatan terhadap kelestarian cagar budaya tersebut. Penelitian ini mengusulkan strategi penyelamatan cagar budaya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi cagar budaya, menyusun strategi penyelamatan, dan melakukan kegiatan publikasi untuk memperkenalkan potensi cagar budaya kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis dan arkeologis. Data akan dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, observasi lapangan, dan analisis data. Hasil penelitian akan diinterpretasikan untuk merancang strategi penyelamatan cagar budaya.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT BATAK TOBA DI LAGUBOTI TAPANULI UTARA TAHUN 1913-1940 Azhari, Ichwan; Tanjung, Yushar; Amalia, Dwi Suci; Nduru, Desimartin; Manalu, Jeslin; Simamora, Nur Hadizah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35987

Abstract

Laguboti merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara Indonesia, dimana Kecamatan Laguboti terdiri dari 22 Desa dan 1 Kelurahan yang terbagi ke dalam 99 Dusun Kelurahan dalam ibu kota dan pusat pemerintahan Kecamatan Laguboti Desa Haunatas II. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Batak Toba di daerah Laguboti Tapanuli Utara dimana salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan dalam individu dan masyarakat di daerah Laguboti terhadap pengaruh penjajahan Belanda di tahun 1913-1940. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang fokus pada perubahan sosial masyarakat Laguboti. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh kolonialisme Belanda dibeberapa bidang yakni Agama, Kebudayaan, Ekonomi, Pendidikan dan Politik.