Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan penanganan cepat dan tepat, terutama pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan keterbatasan sumber daya. Puskesmas Pembantu Klambir V Desa Kebun menghadapi kendala dalam menentukan tingkat prioritas penanganan pasien berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk membantu tenaga medis dalam menentukan prioritas penanganan pasien DBD secara objektif dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah Simple Additive Weighting (SAW) dengan kriteria berupa jumlah trombosit, kadar hematokrit, jumlah leukosit, dan kondisi klinis pasien. Penelitian menggunakan pendekatan terapan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara tenaga medis, dan dokumentasi rekam medis pasien. Proses analisis meliputi penentuan bobot kriteria, normalisasi matriks keputusan, perhitungan nilai preferensi, serta pengelompokan hasil ke dalam kategori prioritas penanganan. Pengujian awal dilakukan terhadap 30 data pasien dengan membandingkan hasil sistem dan keputusan dokter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 27 dari 30 keputusan sistem sesuai dengan keputusan dokter, sehingga diperoleh tingkat kesesuaian sebesar 90%. Sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan rekomendasi secara lebih cepat dan konsisten untuk mendukung keputusan perawatan atau rujukan pasien. Namun, sistem ini berfungsi sebagai alat bantu dan tidak menggantikan penilaian klinis tenaga medis. Validasi lebih lanjut dengan jumlah data yang lebih besar masih diperlukan untuk menilai keandalan sistem secara lebih komprehensif.