Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DI ERA DIGITAL Priya Multazam, Andhika; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6286

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan utama tentang bagaimana transformasi peran guru berkontribusi pada pengembangan kreativitas siswa di era digital, dengan latar belakang masih terbatasnya integrasi pedagogi teknologi dalam praktik pembelajaran. Posisi penelitian ini mengisi celah dari studi sebelumnya yang umumnya hanya membahas penggunaan teknologi, tanpa menelaah perubahan peran guru, literasi digital, dan etika kreativitas secara bersamaan. Pertanyaan penelitian dianalisis melalui metode library research dengan telaah kritis terhadap jurnal nasional dan internasional terbaru. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pergeseran peran guru menjadi fasilitator inovasi digital, penguatan fungsi guru sebagai pembimbing literasi dan etika digital, serta tantangan struktural yang memengaruhi pemerataan kreativitas siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas siswa tidak muncul dari teknologi semata, tetapi dari desain pembelajaran dan bimbingan guru yang adaptif terhadap ekosistem digital.
Pengaruh Pelatihan Etika Profesi Terhadap Praktik Pengajaran Inklusif Untuk Siswa Berkebutuhan Khusus Isni Afif Ainiah; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan etika profesi terhadap praktik pengajaran inklusif guru dalam menangani siswa berkebutuhan khusus di madrasah ibtidaiyah. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, koordinator inklusi, lima guru yang telah mengikuti pelatihan etika profesi, serta dua orang tua siswa sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan etika profesi memberikan dampak signifikan pada peningkatan pemahaman guru mengenai prinsip keadilan, tanggung jawab, empati, serta penghormatan terhadap martabat peserta didik. Guru menunjukkan perubahan sikap yang lebih sabar, reflektif, dan responsif dalam berinteraksi dengan siswa berkebutuhan khusus sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan humanis. Selain itu, pelatihan ini mendorong guru untuk menerapkan strategi pembelajaran diferensiatif, adaptif, dan multisensori yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Dukungan sekolah juga meningkat melalui penyediaan fasilitas layanan individual, kebijakan inklusif baru, dan penguatan kolaborasi antara guru, orang tua, serta koordinator inklusi. Secara keseluruhan, pelatihan etika profesi terbukti berperan penting dalam memperkuat kompetensi profesional guru serta membangun ekosistem pembelajaran inklusif yang lebih berkeadilan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pelatihan etika profesi dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan profesional guru.  
PERAN KODE ETIK GURU UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU Ananta Muslimatuh Nur Jannah; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6408

Abstract

Pendidikan tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter yang berlandaskan nilai moral dan etika. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berfungsi sebagai teladan yang menanamkan nilai-nilai etika melalui sikap dan perilakunya di lingkungan sekolah. Di sisi lain, siswa juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai etika dengan bagaimana penerapan nilai etika antara guru dan murid dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai-nilai seperti saling menghormati, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif serta memperkuat pembentukan karakter positif pada diri siswa. Kolaborasi yang baik antara guru dan murid dalam menjaga etika yang sangat berperan besar dalam membangun lingkungan sekolah berkarakter dan berakhlak mulia.
Menginternalisasi Nilai – Nilai Etika Profesi Guru Melalui Pembelajaran Refleksi dan Humanistik Muanzil Aminatus Sholehah; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v3i6.2494

Abstract

This study aims to analyze the internalization of teacher professional ethics through reflective learning and a humanistic approach. The background of this research highlights ongoing moral issues in the educational environment, including violence, behavioral deviance, and abuse of authority, which emphasize the need for strengthening teacher ethical values. This research adopts a qualitative approach using library research methods by examining books, scholarly articles, and relevant documents related to teacher ethics, humanistic education, and reflective learning. The findings reveal that teacher professional ethics serve as a moral foundation in educational interactions and act as a guideline for teachers in carrying out their professional responsibilities. Reflective learning and the humanistic approach are proven to effectively support the internalization of ethical values, as they place learners at the center of the learning process, foster empathetic relationships, and create a safe and meaningful learning atmosphere. In the context of Islamic Religious Education, the teacher's roles as educator, role model, facilitator, motivator, and evaluator significantly contribute to the continuous formation of students' moral character. This study affirms that strengthening teacher professional ethics is essential to realizing an educational environment that is moral, ethical, and oriented toward holistic character development.