Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Foot Self Care dengan Kejadian Neuropati Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Palmatak Nora Agustina Sinurat; Zakiah Rahman; Meily Nirnasari; Soni Hendra Sintindaon
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.158

Abstract

Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf yang bersifat fokal atau difus akibat keadaan kadar gula darah yang sangat berlebihan. Neuropati diabetik menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada kaki dan menyebabkan gangguan fungsi jalan. Salah satu bentuk penanganan neuropati adalah foot self-care.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Foot Self Care Dengan Kejadian Neuropati Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Palmatak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental (pre eksperimental design). Desain yang digunakan one group pretest postest design. Waktu penelitian 11 juli sampai 30 Juli 2023. Populasi Seluruh pasien diabetes mellitus di RSUD Palmatak sejumlah 75 responden. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, sebanyak 22 responden. Uji bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Pada Pretest didapatkan sebanyak 22 responden (100%) mengalami penurunan sensasi. Setelah dilakukan tindakan Foot Self Care, sebanyak 17 responden (77%) mengalami perbaikan sensitivitas kaki menjadi normal dan 5 responden (23%) masih mengalami penurunan sensasi. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar  0.000 (<0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Foot Self Care Dengan Kejadian Neuropati Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Palmatak.
Hubungan Antara Lingkungan Pergaulan Dengan Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Di Sman 1 Jemaja Tahun 2023 Fairus Ardana; Wasis Pujiati; Zakiah Rahman; Safra Ria Kurniati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.180

Abstract

Cases of sexual behavior are increasing and endangering adolescents and there is always an increase. Risky sexual behavior in adolescents if not handled properly can lead to unwanted pregnancies (KTD), trigger unsafe abortions, infanticide, STIs and HIV/AIDS, and even death. Seeing the impact above, it is necessary to know the factors that influence risky sexual behavior. The purpose of this study was to find out the relationship between the social environment and free sex behavior in adolescents at Jemaja 1 Public High School in 2023. The research design is Quantitative Descriptive Correlation with a cross sectional approach. The subjects of the study were 192 students in grades X - XI. Stratified Random Sampling sample collection technique. Respondents with a negative social environment were 136 (70.8%.) and respondents with a positive social environment were 56 (29.2%.) people. Respondents with bad sexual behavior were 127 (66.1%.) and respondents with good sexual behavior were 65 (33,9%.) people. Based on the p-value (0.020) <α 0.05 means that the social environment has a significant relationship to free sex behavior in adolescents. For adolescents, it is hoped that they can choose a place or social environment that is good with conditions and an atmosphere that can support and seek information about reproductive health and sex from trusted sources so that free sex behavior in adolescents does not occur between pre and post knowledge and behavior towards occupational health and safety education in Sri Tanjung village.
Faktor Risiko Kejadian Barotrauma Telinga pada Nelayan Penyelam Tradisional di Desa Ladan Kecamatan Palmatak Sofia Kartika; Zakiah Rahman; Ernawati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.185

Abstract

Nelayan penyelam tradisional, sebagai bagian dari profesi nelayan, mencari tangkapan berharga dengan menyelam di perairan dalam. Meskipun memiliki peran penting dalam perekonomian lokal dan menyumbang sebagian besar penghasilan penduduk pesisir, nelayan penyelam tradisional menghadapi tantangan seperti keselamatan kerja, peningkatan keterampilan dan teknologi dalam penangkapan ikan, serta risiko kejadian barotrauma telinga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kajdian barotrauma telinga pada nelayan penyelam tradisional di Desa Ladan Kecamatan Palmatak. Desain Penelitian kuantitatif dengan metode korelatif analitik dengan pendekatan cross sectional study, jumlah sampel 76 responden dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mengunggunakan uji spearman rank dengan signifikan <0,05. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur, masa kerja, kedalaman menyelam, penggunan alat kerja, lama menyelam dan frekuensi menyelam terhadap kejadian barotrauma telinga pada nelayan penyelam tradisional di Desa Ladan Kecamatan Palmatak, yang ditunjukkan melalui hasil analisis uji spearman rank dengan nilai p=0,000 untuk semua faktor yang memberi pengaruh. Pembahasan dari berbagai faktor resiko kejadian barotrauma telinga, frekuensi menyelam merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian barotrauma telinga nelayan penyelam tradisional.
Hubungan Pengetahuan Perawat Bedah dengan Kepatuhan Surgical Safety Checklist (SSC) di Ruang Operasi Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Tahun 2024 Eli Yulius; Soni Hendra Sitindaon; Zakiah Rahman
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/kdevzt96

Abstract

Surgical Safety Cheklist (SSC) bertujuan untuk meningkatkan keamanan operasi dan mengurangi kesalahan dalam prosedur pembedahan. Rendahnya tingkat kepatuhan pengisian SSC berpotensi menimbulkan masalah terkait keselamatan pasien. Berbagai faktor menentukan kepatuhan, namun pengetahuan menjadi salah satu faktor utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat bedah dengan kepatuhan Surgical Safety Checklist (SSC) Di Ruang Operasi Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional dan metode analitik observasional. Sampel perawat bedah di ruang kamar operasi yang berjumlah 30 responden dengan teknik sampel yaitu total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Februari-15 Maret 2024. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 18 pernyataan dan kuesioner  kepatuhan SSC yang terdiri dari 22 pertanyaan terkait Sign in (9 pertanyaan), Time out (6 pertanyaan), Sign out (7 pertanyaan). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square dengan taraf signifikansi α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat sebagian besar berada pada kategori Baik yaitu sebesar 16 orang (53,3%) dengan melaksanakan penerapan SSC secara patuh yaitu sebanyak 15 orang (50%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p value = 0,00 < α (0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penerapan SSC perawat bedah Di Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Penelitian ini merekomendasikan adanya penyegaran pengetahuan pada perawat bedah terkait SSC untuk meningkatkan  kepatuhan perawat.
Hubungan Perilaku Cerdik dengan Pengontrolan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Desa Terempa Selatan Tahun 2023 Yani Ekasari; Zakiah Rahman; Mawar Eka Putri; Liza Wati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jxa42k06

Abstract

Pasien dengan hipertensi dapat mengalami kematian atau komplikasi meliputi gagal jantung, stroke, gagal ginjal apabila kurang dalam melakukan deteksi dini. Salah satu upaya untuk pengontrolan hipertensi yaitu perilaku CERDIK akronim dari Cek kesehatan secara berkala, Enyah asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. Sehingga penderita hipertensi dapat melakukan modifikasi perilaku untuk meningkatkan kesehatan dan dapat mengontrol tekanan darah dengan melakukan perilaku CERDIK. Mengetahui hubungan perilaku cerdik dengan pengontrolan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Terempa Selatan 2023. Jenis Penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan tanggal November 2022 sampai 31 Mei 2023. Jumlah sampel total penelitian sebanyak 72 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Purposive. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner demografi responden, kuesioner dan lembar observasi. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan antara variable independent dan dependen. Diketahui terdapat hubungan perilaku cerdik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Terempa Selatan Tahun 2023 (p=0,003). Hasil analisis menunjukkan perilaku CERDIK baik dilakukan oleh penderita hipertensi dan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di desa terempa selatan tahun 2023