Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Jenis Inokulan dengan Lama Inokulasi pada Fermentasi Limbah Sludge Kelapa Sawit untuk Pakan Ternak John Bimasri; Fadillah Permana; Etty Safriyani
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v12i1.9342

Abstract

Sludge is solid waste resulting from palm oil processing that has not been widely utilized and causes environmental pollution. The research was carried out for 2 months from March to April 2024, in Inderalaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province. The research uses experimental methods with a Completely Randomized Design (CRD). Treatment in the form of inoculam type (J), consisting of Aspergillus oryzale (J1), Rhizopus orizae (J2), and Neurospora shitophilla (J3), and fermentation time (I), consisting of 3 days (I1), 6 days (I2), and 9 days (I3). The parameters observed were dry matter, crude protein, crude fat, and crude fiber, before fermentation and after fermentation. Data were analyzed using analysis of variansces (ANOVA). Accuracy is tested with the Diversity Coefficient, and treatments that have a real to very real effect is tested using the Honestly Significant Difference Test (HST). The resulting conclusion is that sludge can be used as additional feed for ruminants, by first fermenting it using an inoculant. Sludge fermentation using the inoculant Neurosprora shitophilla produces the best quality sludge for use as animal feed, because it contains high protein and crude fat and low dry matter and fiber. The best fermentation time is 9 days, because it can reduce dry matter and crude fiber, and increase protein and crude fat.
DAMPAK EL NINO TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elais guinnensis Jacq) DI KABUPATEN MUSI RAWAS Holepa, Rena; Safriyani, Etty; Holidi, Holidi
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 18 No. 1 (2024): Juni 2024: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v18i1.15253

Abstract

El Nino merupakan fenomena anomali dimana permukaan air laut di Samudera Pasifik dan Atlantik naik sehingga menyebabkan kenaikan permukaan laut dan selanjutnya kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak El Nino terhadap produksi kelapa sawit di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 hingga Februari 2024. Penelitian ini menggunakan data yang terdiri dari data suhu, curah hujan dan kelembaban tahun 2019 hingga 2020, data Oceanic Nino Index (ONI) serta data produksi kelapa sawit pada tahun 2020 – 2024. Data yang sudah di peroleh dianalisis mengunakan analisis statistik data tertinggi dan terendah. Hasil penelitian menujukan bahwa fenomena El Nino di Kabupaten Musi Rawas terjadi pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2023 dengan SST kuat mencapai 2,0 untuk intensitas curah hujannya tertinggi yaitu 552 mm dan kelembaban terendah 65,40 %. Rata – rata produksi TBS selama tahun 2020 – 2024 pada umur 8 tahun tertinggi pada bulan April 2023 yaitu 61 ton/ha dan terendah pada bulan Januari 2023 yaitu 5 ton/ha, umur 20 tahun tertinggi pada bulan September 2022 yaitu 19 ton/ha dan terendah pada bulan Januari 2024 yaitu 7 ton/ha, dan umur 26 tahun tertinggi pada bulan September 2023 yaitu 196 ton/ha dan terendah pada bulan April 2023 yaitu 5 ton/ha. Sehingga dapat disimpulkan, dampak El Nino mempengaruhi produksi kelapa sawit. Meskipun dampaknya tidak langsung terjadi tetapi muncul dalam waktu 12 hingga 24 bulan setelah terjadinya kekeringan berlangsung.
KERAGAAN NDVI PADA AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT UNTUK EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN DAN KERAPATAN VEGETASI Ridho, Zehan Fatur; ., Holidi; Safriyani, Etty; ., Wartono
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 6 No 03 (2018): December 2018
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35450/jip.v12i01.524

Abstract

Adanya areal konservasi pada lahan Perkebunan kelapa sawit dapat meminimalisir kerusakan ekologi yang terjadi. Penggunaan teknologi penginderaan jauh dalam monitoring areal konservasi tersebut sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tutupan lahan dan kerapatan vegetasi pada wilayah Perkebunan kelapa sawit yang terdiri dari area kelapa sawit, areal Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan areal cadangan lainnya menggunakan Normalized Difference Vegetation Index. Penelitian dilaksanakan di areal perkebunan kelapa sawit yang memiliki NKT berlokasi di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI areal kelapa sawit, areal cadangan dan NKT masing-masing adalah berkisar antara 0,5147 sampai 0,8350, 0,3958 sampai 0,8311 dan 0,5602 sampai 0,8266. Sulit untuk mengklasifikasi penggunaan lahan berdasarkan nilai NDVI namun klasifikasi dapat dibantu dengan olahan citra komposit band 4, 6, 5 berdasarkan pola dan teksturnya. Terdapat hubungan yang kuat antara nilai NDVI dengan umur tanaman kelapa sawit. Penggunaan penginderaan jauh sangat penting dan efektip dalam memonitoring penggunaan areal Perkebunan kelapa sawit termasuk areal NKT.
Peningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu melalui Aplikasi Vermikompos Safriyani, Etty; Sumini, Sumini; Holidi, Holidi; Nisa, Dinda Khairun
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safriyani E, Sumini S, Holidi H, Nisa DK. 2022. The growth and production increment of rice upland dayang rindu variety through vermicompost application. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang 27 Oktober 2022. pp. 136-142. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Vermicompost is an organic fertilizer that can improve soil physical properties including structure, porosity, soil permeability and improve soil chemical properties because it contains macro and micro nutrients. This study aimed to examine the role of vermicompost in increasing the growth and production of upland rice plants of Dayang Rindu variety. This research was conducted in Musi Rawas Regency at an altitude of 103 meter above sea level, from February to June 2021. The study used an experimental method with a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 5 replications, namely (V0) without vermicompost/control, (V1) 22.5 grams/polybag, (V2) 45 grams/polybag, (V3) 67.5 grams/polybag, (V4) 90 grams/polybag. The observed variables included plant height, total tillers, number of panicles per clump, production per clump, weight of 1000 grains, root length and root weight. The data was analyzed used analyses of variance and  Tukey’s honestly significant different  test. The results showed that the application of vermicompost can increase the growth and production of upland rice plants of the Dayang Rindu variety. The vermicompost treatment of 90 grams/polybag resulted in the best growth and production of upland rice plants.
Pemanfaatan Jenis Inokulan dengan Lama Inokulasi pada Fermentasi Limbah Sludge Kelapa Sawit untuk Pakan Ternak John Bimasri; Fadillah Permana; Etty Safriyani
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v12i1.9342

Abstract

Sludge is solid waste resulting from palm oil processing that has not been widely utilized and causes environmental pollution. The research was carried out for 2 months from March to April 2024, in Inderalaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province. The research uses experimental methods with a Completely Randomized Design (CRD). Treatment in the form of inoculam type (J), consisting of Aspergillus oryzale (J1), Rhizopus orizae (J2), and Neurospora shitophilla (J3), and fermentation time (I), consisting of 3 days (I1), 6 days (I2), and 9 days (I3). The parameters observed were dry matter, crude protein, crude fat, and crude fiber, before fermentation and after fermentation. Data were analyzed using analysis of variansces (ANOVA). Accuracy is tested with the Diversity Coefficient, and treatments that have a real to very real effect is tested using the Honestly Significant Difference Test (HST). The resulting conclusion is that sludge can be used as additional feed for ruminants, by first fermenting it using an inoculant. Sludge fermentation using the inoculant Neurosprora shitophilla produces the best quality sludge for use as animal feed, because it contains high protein and crude fat and low dry matter and fiber. The best fermentation time is 9 days, because it can reduce dry matter and crude fiber, and increase protein and crude fat.
IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULAR BUDIDAYA TANAMAN PADI PADA KELOMPOK TANI SOPONYONO I DI DESA TANAH PRIUK KABUPATEN MUSI RAWAS Safriyani, Etty; Murniati, Nely; Karyono, Teguh
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 3 (2024): Batara Wisnu | September - Desember 2024
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v4i3.274

Abstract

Circular economy is a circular system by maximizing the added value of waste materials that are not used in one production activity. One of circular economy in rice cultivation is integrated rice-duck-azolla farming. This concept produces a mutually beneficial agro-ecosystem between rice, ducks and azolla. Rice plants create a good growing environment for ducks and azolla. Duck droppings are a source of nutrients for azolla and rice plants and ducks are pest and weed control for rice plants. Azolla is a source of organic nitrogen and weed control for rice plants and a source of feed for ducks. This community service activity AIMS to reduce dependence on agrochemicals in rice cultivation and reduce the use of commercial feed in duck cultivation. The activity was carried out at the soponyono 1 farmer group, tanah periuk village, muara beliti district, musi rawas regency, south sumatera from july to september 2024. The results shows that the activity that utilize rice-duck-azolla cultivation, process azolla into compost and duck feed and process duck eggs. The sustainability of the program can be seen from the use of compost for ipomoea aquatica and spinach cultivation as well as feed given to duck
ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS BIBIT MANGGA TERHADAP GENANGAN Safriyani, Etty; Murniati, Nely; Bimasri, John; Holidi; Aminullah
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7681

Abstract

ABSTRAK Lahan rawa berpotensi untuk pengembangan tanaman mangga, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan mangga unggul yang adaptif pada kondisi tergenang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis adaptasi marfologi dan fisiologi beberapa varietas tanaman mangga pada kondisi tergenang. Penelitian dilaksanakan di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan ketinggian 52 mdpl, dari bulan Januari sampai Mei 2021, Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial 6 perlakuan dan 3 ulangan serta perlakuan control tanpa genangan. Perlakuan yang dicobakan 6 varietas bibit tanaman manga, yaitu : Mangga Golek (M1), Mangga Arummanis (M2), Mangga Bacang (M3), Mangga Kweni (M4), Mangga Alpukat (M5), dan Mangga Indramayu (M6). Lahan berukuran 5 m x 7 m dibersihkan dan di pagar dengan waring setinggi 1.5 m. Bak penggenangan dibuat sebanyak 3buah dengan panjang 400 cm, lebar 75 cm dan tinggi 70 cm dan dilapisi dengan plastik hitam, dengan jarak antar bak 100 cm. Bibit yang digunakan berumur 3 bulan, sehat, bebas hama dan penyakit, tinggi 37 cm, dengan daun 6 helai, ditanam dalam polybag berukuran 7 x 23 cm dengan media tanah Ultisol seberat 2 kg/polybag. Polybag bibit disusun dalam bak dan digenangi air setinggi 2 cm diatas permukaan media selama 60 hari. Parameter yang diamati terdiri dari : penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah daun, kandungan klorofil daun, volume akar, morfologi akar, dan penampang melintang akar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan statistic sederhana yaitu rata-rata tertinggi dan terendah. Semua varietas yang teliti toleran terdahap kondisi tergenang. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kemampuan adaptasi bibit mangga pada kondisi tergenang dengan tingkat keasaman tinggi. Kata kunci: aerenkim, arumanis, marfologi, rawa lebak
Evaluasi Dampak Lingkungan Dari Sistem Budidaya Peternakan Sapi Potong Di Desa Q1 Tambah Asri Yusmidar, Yusmidar; Safriyani, Etty; Nofrida, Hayatun
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19849

Abstract

Ternak sapi potong merupakan jenis ternak ruminansia yang dibudidayakan untuk menghasilkan daging sebagai produk utama. Sistem budidaya peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, namun juga dapat menimbulkan dampak lingkungan akibat pengelolaan limbah yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah Asri, mengidentifikasi dampak lingkungan yang dihasilkan, serta memberikan rekomendasi untuk pengelolaannya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan analisis laboratorium terhadap parameter lingkungan, seperti pH, kelembaban, suhu, COD, BOD, amoniak, dan mikroba E. coli. Data diperoleh dari wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner dan analisis sampel lingkungan. Studi ini berfokus pada dampak lingkungan yang disebabkan oleh sistem pengelolaan limbah yang masih tradisional dan kurang efektif. Tempat penelitian dilakukan di Desa Q1 Tambah Asri, Kecamatan Tugumulo, Kabupaten Musi Rawas, pada bulan September hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah didominasi oleh pola pemeliharaan tradisional dengan rata-rata lima ekor sapi per peternak. Dampak lingkungan yang signifikan ditemukan, terutama pada parameter kelembaban (65,6%), suhu (33,76°C), COD (6380,7 mg/L), BOD (1000 mg/L), dan amoniak (270,7 mg/L), yang semuanya melampaui baku mutu lingkungan berdasarkan Permen LH No. 05 Tahun 2014. Kondisi ini menunjukkan tingginya tingkat pencemaran lingkungan akibat bahan organik dan senyawa kimia dari limbah peternakan, yang dapat mencemari air, udara, dan tanah di sekitar area peternakan. Meski nilai pH (6,8) dan mikroba E. coli (1600 mg/L) masih dalam batas aman, perhatian tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada eskalasi pencemaran lebih lanjut. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran meliputi pengelolaan limbah yang lebih efektif, seperti penggunaan teknologi biofilter atau kolam anaerobik untuk menurunkan kadar COD dan BOD dalam air limbah.
EVALUASI DAMPAK LINGKUNGAN DARI SISTEM BUDIDAYA PETERNAKAN SAPI POTONG DI DESA Q1 TAMBAH ASRI Yusmidar, Yusmidar; Safriyani, Etty; Nofrida, Hayatun
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.21363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah Asri, mengidentifikasi dampak lingkungan yang dihasilkan, serta memberikan rekomendasi untuk pengelolaannya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan analisis laboratorium terhadap parameter lingkungan, seperti pH, kelembaban, suhu, COD, BOD, amoniak, dan mikroba E. coli. Data diperoleh dari wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner dan analisis sampel lingkungan. Studi ini berfokus pada dampak lingkungan yang disebabkan oleh sistem pengelolaan limbah yang masih tradisional dan kurang efektif. Tempat penelitian dilakukan di Desa Q1 Tambah Asri, Kecamatan Tugumulo, Kabupaten Musi Rawas, pada bulan September hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah didominasi oleh pola pemeliharaan tradisional dengan rata-rata lima ekor sapi per peternak. Dampak lingkungan yang signifikan ditemukan, terutama pada parameter kelembaban (65,6%), suhu (33,76°C), COD (6380,7 mg/L), BOD (1000 mg/L), dan amoniak (270,7 mg/L), yang semuanya melampaui baku mutu lingkungan berdasarkan Permen LH No. 05 Tahun 2014. Kondisi ini menunjukkan tingginya tingkat pencemaran lingkungan akibat bahan organik dan senyawa kimia dari limbah peternakan, yang dapat mencemari air, udara, dan tanah di sekitar area peternakan. Meski nilai pH (6,8) dan mikroba E. coli (1600 mg/L) masih dalam batas aman, perhatian tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada eskalasi pencemaran lebih lanjut. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran meliputi pengelolaan limbah yang lebih efektif, seperti penggunaan teknologi biofilter atau kolam anaerobik untuk menurunkan kadar COD dan BOD dalam air limbah.
Penerapan Input Eksternal Rendah Dalam Budidaya Padi Sehat di Kelompok Tani Soponyono I Kabupaten Musi Rawas Safriyani, Etty; Murniati, Nely; Karyono, Teguh
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 3 (2025): Batara Wisnu | September - Desember 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v5i3.436

Abstract

This community service activity with the healthy plant cultivation (bts) method aims to reduce dependence on the use of inorganic fertilizers in rice cultivation, using environmentally friendly technologies including using superior rice variety seeds, improving soil fertility with organic fertilizers and agricultural lime, gradual soil processing, planting refugia, namely artificial microhabitats for the conservation of natural enemies and controlling pests and diseases in an integrated manner to produce healthy rice, a sustainable environment, and products that are safe for consumption and the use of rice straw waste for making fermented feed and organic compost fertilizer. The community partnership program partners are: Soponyono 1 farmer group, Tanah Periuk Village, Muara Beliti District, Musi Rawas Regency, South Sumatra. Some of the obstacles faced by this farmer group include: 1). Dependence on chemical fertilizers and pesticides, 2). Pest attacks and plant-disturbing organisms that are difficult to control, 3). Declining agricultural productivity, 4) The lack of optimal utilization of rice straw for animal feed and organic compost fertilizer. Therefore, an approach is needed that is able to maintain production consistency without being constrained by seasons, pests and soil quality. The innovation implemented is the development of agriculture with low-input technology and efforts towards sustainable agricultural development. The approach methods used are extension and training, as well as mentoring and empowerment of the community (farmer groups). The results of this community service activity show that the communities involved can adopt and apply it in their agricultural land and there is an increase in agricultural productivity