Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation of PDAM Performance Using Dynamic Models Kristiawan, Helmi; Karnaningroem, Nieke; Kusuma, Maritha Nilam
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2020.v1i1.704

Abstract

the Regional Government is the fulfillment of basic needs of daily drinking water. However, the service by PDAM is still not optimal. It can be seen from the PDAM's performance that was “unhealthy from year to year according to BPPSPAM data. Some of the research methods used in analyzing PDAM performance are problem identification, identification of variables and conceptual models, dynamic model simulations, analysis and interpretation as well as drawing conclusions and suggestions. From the simulation result of dynamic models using Vensim PLE plus software, alternative scenarios were obtained, that will increase domestic water consumption and customer connections by 12.5% per year, increasing the repair and replacement of distribution piping systems and customer meters by 20% per year, and increasing rate to 15% per year.
Pemanfaatan Bio-Slurry Mengurangi Dampak terhadap Pencemaran Lingkungan bagi Kesehatan Masyarakat J.E. Sutanto; Baswara Yua Kristama; Gervasius Herry Purwoko; Bagus Yossy Harnawan; Intan Suksma Dewi; Hana Faizah Fadilah; Adityo Tri Wicaksono; Rachmanu Eko Handriyanto; Maritha Nilam Kusuma
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.28634

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, akan mengurangi adanya faktor terjadinya dampak pencemaran lingkungan yang berpengaruh bagi kesehatan masyarakat di Dusun Pengajaran. Faktanya selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dampak pencemaran lingkungan bagi kesehatan.  Oleh karena itu tim pelaksana mencari alternatif sebagai solusinya yaitu tim pelaksana memberikan pelatihan bagi masyarakat Dusun Pengajaran bagaimana pemanfaatan bio-slurry  dijadikan briket. Metode pelaksanaannya yaitu tim pelaksana memberikan pelatihan pembuatan briket dan selain itu masyarakat juga diberikan mesin pembuat briket, dengan demikian langsung melakukan praktek proses produksi briket. Mesin pembuat briket tersebut ini juga sangat mudah dalam pengoperasiannya, aman dan juga sangat praktis. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemanfaatan bio-slurry untuk mengurangi dampak terhadap pencemaran lingkungan dan juga bagi kesehatan masyarakat, namun menjadi tantangan dan sekaligus manfaat serta keuntungan bagi masyarakat yaitu bahwa briket bisa digunakan sebagai salah satu usaha di tengah kondisi harga gas LPG yang relatif tidak murah dan cenderung terus naik dan minyak tanah yang semakin langkah didapat, saat sekarang ini beberapa orang mulai mempertimbangkan  menggunakan bahan bakar alternatif. Penggunaan briket menjadi salah satu solusi yang tepat dan banyak dipilih sebagian besar masyarakat untuk keluar dari permasalahan tersebut. Secara tidak langsung fenomena ini turut membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan, sehingga secara ekonomi akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya kesehatan bagi masyarakat di Dusun Pengajaran tetap tidak terabaikan.  Kata kunci: Pencemaran lingkungan, kesehatan bagi masyarakat, briket, bio-slurry. 
PROSES FILTRASI DAN DISPERSI JENIS TANAH SANDY LOAM PADA PENGOLAHAN AIR SUNGAI Kasianus Kelvin Tanga; Maritha Nilam Kusuma; Musarofa Musarofa; H. Refaldin H. Refaldin
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.975

Abstract

Sungai Jagir Surabaya merupakan sungai yang menampung buangan dari beberapa sumber seperti permukiman, industry, perkantoran dls. Air Sungai Jagir banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar bantaran sungai sebagai airbersih yang digunakan untuk kebutuhan MCK dan Keperluan lainnya. Namum kondisi air sungai dapat dikatakan tidak layak untuk digunkan karena mengandung beban pencemar yang cukup tinggi dan tidak sesuai dengan standar baku mutu untuk Keperluan Hygiene Sanitasi. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan yang efisien agar masyarakat bisa menggunakan air bersih yang sehat dan bermanfaat untuk aktifitas sehari-hari. Salah satu sistem pengolahan airadalah filtrasi (penyaringan). filtrasi alami dapat dimanfaatkan untuk membantu kinerja IPAM. Proses filtrasi alami sangat dipengaruhi sifat fisik tanah, (Kusuma Yulfiah, 2018). Sifat fisik tanah juga mempengaruhi prosesdispersi (penyebaran) air dalam media tanah. Media tanah yang digunakan adalah sandy loam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari proses filtrasi dan dispersi pada jenis tanah sandy loam dalam pengolahan air sungai jagir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses filtrasi pada tanah sandy loam mampu meremoval beban pencemar tertinggi untuk parameter BOD sebesar 30% turdibity sebesar 47%, Fe 93% dan Kesadahan sebesar 40% dengan pH tanah 5,5 pada hari ke -4. Proses dispersi (penyebaran) air pada jenis tanah sandy loam memiliki laju penyebaran yang cukup baik dalam meloloskan air, karena tanah jenis sandy loam memiliki porositas yang rendah dan pori-pori berukuran besar sehingga airasi nya baik dan daya hantar air cukup cepat.
Pemanfaatan Bioslurry Dari Digester Biogas Menjadi Pupuk Organik Cair Hana Faizah Fadilah; Maritha Nilam Kusuma; Ro'du Dhuha Afrianisa
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kotoran ternak merupakan salah satu limbah peternakan yang masih belum maksimal pemanfaatannya. Hasil survey menunjukkan sapi di daerah Wonosalam Jombang sebanyak ± 1.200 ekor dan setiap harinya menghasilkan 5 kg kotoran per ekor sapi. Limbah kotoran yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai biogas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memanfaatkan bioslurry menjadi pupuk organik cair dari kadar Corganik, N, P dan K yang dihasilkan dengan standar  baku mutu pupuk organik cair menurut Peraturan Menteri Pertanian (PERMENTAN) No. 70/permentan/SR.140/10/2011. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan variasi penambahan urin sapi, air, kulit pisang dan batang pisang. Fermentasi dilakukan selama 21 hari dengan pengecekan rutin parameter suhu, pH dan warna pada hari ke-0, ke-5, ke-10, ke-15 dan ke-20. Reaktor yang digunakan sebanyak enam reaktor fermentasi, reaktor 1 sampai 3 menggunakan campuran bioslurry dengan urin sapi dan reaktor 4 sampai 6 dengan menggunakan campuran Bioslurry dengan air. Dengan komposisi bioslurry sebesar 2 liter, 3,5 liter dan 8 liter. Komposisi urin sapi dan air masing-masing sebesar 14 liter, 12,5 liter dan 8 liter. Kandungan unsur hara makro terbaik dalam pupuk organik cair dari bioslurry menunjukkan komposisi hasil fermentasi 3.5 liter bioslurry, 12.5 liter urin sapi dan bahan campuran (kulit pisang, batang pisang dan molasse) dengan nilai C-organik sebesar 8,37 %, N sebesar 0,56 %, P sebesar 3,86 % dan K sebesar 0,59 %.
PENURUNAN TSS, BOD, ESCHERICHIA COLI PADA LIMBAH TANGKI SEPTIK MENGGUNAKAN TANAMAN CYPERUS PAPYRUS PADA PENGOLAHAN CONSTRUCTED WETLAND Musarofa Musarofa; Arlini Dyah Radityaningrum; Maritha Nilam Kusuma
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah hasil penyedotan tangki septik mengandung bahan organik yang tinggi. Pengolahan limbah tangki septik di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) umumnya menggunakan teknologi konvensional yang memerlukan keahlian dalam pengoperasiannya. Constructed wetland merupakan satu alternatif pengolahan limbah yang sederhana untuk mengolah limbah dengan konsentrasi bahan organik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan constructed wetland untuk mengolah limbah hasil penyedotan tangki septik dengan tanaman Cyperus papyrus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa penurunan BOD, TSS dan Eschericia coli dalam limbah hasil penyedotan tangki septik yang diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus. Penelitian akan dilaksanakan selama 41 hari di Laboratorium Kualitas Lingkungan Teknik Lingkungan ITATS, masa aklimatisasi 16 hari dan masa pengolahan 25 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan TSS, BOD, Eschericia coliform pada limbah tangki septik yang telah diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus adalah 87%, 62,84% dan 63%. Konsentrasi TSS, BOD, Eschericia coliform yang dicapai pada penelitian ini masih belum memenuhi mutu yang di tetapkan oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan / atau Kegiatan Usaha Lainnya, dengan konsentrasi masing-masing adalah 28 mg/l, 258 mg/l dan 4600 mg/l.Kata kunci: limbah tangki septik, constructed wetlands, Cyperus papyrus
HUBUNGAN POROSITAS DENGAN SIFAT FISIK TANAH PADA INFILTRATION GALLERY Maritha Nilam Kusuma; Yulfiah Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air baku Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) masih mengunakan air sungai dengan potensi mengandung polutan. Oleh karena itu,IPAM masih menggunakan banyak alum. Alum merupakan bahan kimia yang dicampurkan ke dalam air untuk mengikat polutan yang kemudian diendapkan dengan proses sedimentasi. Penggunaan alum disesuaikan dengan kadar polutan yang akan dihilangkan. Semakin tinggi kadar polutan, maka semakin banyak jumlah alum yang digunakan. Penggunaan alum berlebih, akan berdampak pada peningkatan tarif air. Selain itu, sifat karsinogenik pada kristal-kristal alum juga terbawa dalam sistem distribusi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengolahan pendahuluan untuk membantu kinerja IPAM dengan memanfaatkan filtrasi tanah alami. Proses filtrasi alami sangat dipengaruhi sifat fisik tanah. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan porositas yang sangat berpengaruh pada proses filtrasi dengan sifat fisik tanah. Metode analisis menggunakan persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan, pada porositas kecil maka specific gravity setiap satuan volume akan bertambah, dan pada sebaran partikel menuju ke arah sand, akan menghasilkan kelembaban kecil, sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai acuan pengaplikasian infiltration gallery. Hasil kesimpulan adalah Kabupataen mojokerto dan Sidoarjo memiliki Sg 2,6 sehingga cocok untuk aplikasi infiltration gallery, dengan rata-rata nilai Sg 2,551, dan hasil regresi linier menunjukkan bahwa porositas dan Sg memiliki hubungan yang saling mempengaruhi sebesar 0,950.
PENENTUAN NILAI KONDUKTIVITAS HIDROLIK TANAH PADA T50 UNTUK PENEJERNIHAN AIR PADA APLIKASI INFILTRATION GALLERY DI SURABAYA Maritha Nilam Kusuma; Yulfiah Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penjernihan air dengan metode infiltration gallery belum dilakukan di Indonesia, akan tetapi di Negara Eropa sangat umum digunakan, karena mekanisme prosesnya yang sangat alami. Dimana terjadi proses purifikasi fisik dan biologis di dalam tanah sehingga polutan organik dan anorganik dapat dihilangkan. Metode ini dapat menekan konsumsi tawas dan energi, sehingga biaya per meter kubik air menjadi lebih murah. Hal-hal yang perlu dianalisis dalam penelitian pendahuluan ini adalah tingkat permebilitas tanah yang ditunjukkan dengan nilai konduktivitas hidrolik. Penelitian menggunakan metode sistem sampling undisturb tanah yang kemudian dianalisis nilai konduktivitasnya dengan Constant head Permeameter sesuai ASTM D 2434-68 SNI 03 - 6871 tahun 2002. Sampel tanah diambil dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Lumajang, dan Mojokerto. Hasil yang didapatkan adalah nilai konduktivitas hidrolik dari tiap-tiap kedalaman pada masing-masing sampel tanah dari enam kota tersebut.
PERBANDINGAN KINERJA MEDIA BIOFILTER ANAEROBIC BIOFILTER DALAM PENURUNAN TSS, BOD, COD PADA GREY WATER Arlini Dyah Radityaningrum; Maritha Nilam Kusuma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4024

Abstract

ABSTRAK  Limbah domestik air bekas cucian (grey water) dari rumah tangga sebagian besar belum diolah, namun dibuang langsung ke badan air penerima. Konsentrasi bahan organik dalam grey water yang terakumulasi dalam badan air penerima berpotensi terhadap pencemaran dan penurunan kualitas badan air penerima. Pengolahan grey water dapat meningkatkan kualitas badan air penerima. Satu dari pengolahan grey water adalah anaerobic biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk (i). menentukan efisiensi penurunan Total Suspended Solid (TSS), Biogeochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) dalam grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter, (ii). mengidentifikasi jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter yang menghasilkan penurunan TSS, BOD, COD paling baik. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan reaktor kontinyu. Variasi yang digunakan adalah jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter, yaitu botol yakult dari bahan plastik Poly Stirene (PS) dan botol aqua dari bahan plastik Poly Ethylene Terephthalate (PET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan TSS, BOD, COD efluen grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter adalah 68%, 64% dan 31% untuk jenis media biofilter botol yakult dan 84%, 79%, 57% untuk media biofilter botol aqua. Jenis media biofilter botol aqua menghasilkan efisiensi penurunan TSS, BOD dan COD lebih baik dari jenis media biofilter botol yakult. Kata kunci: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD. ABSTRACT  Grey water from several households has not been treated yet and is directly disposed to receiving water bodies. Organic matter of the grey water accumulated to the water bodies is potential to the water pollution, leading to deterioration of the water bodies. Grey water treatment improves the quality of the receiving water bodies. The treatment is able to conduct through anaerobic biofilter. This research aimed to (i) determined the efficiency of TSS, BOD, COD removal from grey water treatment using anaerobic biofilter, (ii) identified the media of biofilter with the best performance removing TSS, BOD, COD. This research was conducted within laboratory scale based using continuous reactor. The plastic derived from Poly Stirene (PS) and Poly Ethylene Terephthalate (PET) were used as media of biofilter. The result showed that the removal efficiency of TSS, BOD, COD from the anaerobic biofilter was 68%, 64% and 31% for media of PS plastic and 84%, 79%, 57% for media of PET plastic. The media of PET plastic resulted to the best performace of TSS, BOD, COD removal compared to the media of PS plastic.  Keywords: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD.
A function of Bioslurry Organic for Solid Fertilizer Intan Suksma Dewi; Maritha Nilam Kusuma; Talentnia Pramestyawati
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2020.v1i1.877

Abstract

Indonesia is an agricultural country in which people mostly work as farmers and produce abundant farming outcomes. On one hand, the use of chemical fertilizer supports the plants growing well. On the other hand, it decreases the soil fertility and farming product quality. The alternative way to reduce or substitute the chemical fertilizer is by using organic fertilizer which can be made through composting method for 2 months mixing the leaf waste and rice straw. Before mixing both materials, the values of C, N, P, K and the water content of Bioslurry were respectively 15.17%, 0.27%, 0.3%, 0.05%, and 67.07%. Meanwhile, the values of C, N, P, K and the water content of leaf waste were consecutively 41.12%; 1.22%; 1.16%; 8.94%; and 28.77%. Moreover, the values of C, N, P, K, and the water content of rice straw were sequentially 39.42%; 1.20%; 1.05%; 10.07%; and 31.23%. After mixing both materials through composting method, the results of rice straw fertilizer got C-Organic 20.87%; N 2.01%; P 0.16%; K 5.64%; water 22.31%, and C/N ratio 16.38%. Meanwhile, the composting process of leaf waste yielded C-Organic 25.44%; N 1.18%; P 0.18%; K 7.95%; water 11.85%, and C/N ratio 21.55%.
Evaluation of PDAM Performance Using Dynamic Models Helmi Kristiawan; Nieke Karnaningroem; Maritha Nilam Kusuma
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2020.v1i1.704

Abstract

the Regional Government is the fulfillment of basic needs of daily drinking water. However, the service by PDAM is still not optimal. It can be seen from the PDAM's performance that was “unhealthy from year to year according to BPPSPAM data. Some of the research methods used in analyzing PDAM performance are problem identification, identification of variables and conceptual models, dynamic model simulations, analysis and interpretation as well as drawing conclusions and suggestions. From the simulation result of dynamic models using Vensim PLE plus software, alternative scenarios were obtained, that will increase domestic water consumption and customer connections by 12.5% per year, increasing the repair and replacement of distribution piping systems and customer meters by 20% per year, and increasing rate to 15% per year.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Latif Adityo Tri Wicaksono Agus Budianto Ahmad Muhajirin Amrozy Muharamin Ardhana, Inka Muthia Arlini Dyah Radityaningrum At-Thayyibi, Muhammad Hafizhni Atiyatussa'adah, Eva Bagus Yossy Harnawan Baswara Yua Kristama Budisantoso Wirjodirdjo Darma, Dimas Wahyu Surya Dewi, Intan Suksma Dimas Wahyu Surya Darma Doa, Yakobus Ellisa Dwi Syafitri Fadilah, Hana Faizah Gervasius Herry Purwoko H. Refaldin H. Refaldin H. Refaldin, H. Refaldin Hamas Hijrotush Shobriyah Hana Faizah Fadilah Hana Faizah Fadilah Hanik, Siti Umi Helmi Kristiawan Huda, Ahmad Syaeful Inka Muthia Ardhana Intan Suksma Dewi JE Sutanto Jenny Caroline Jenny Caroline Kasianus Kelvin Tanga Kristiawan, Helmi Kusdarini, Esthi Madinah, Safira Aulia Mahardikha, Emanuel Maratus Sholihah Maratus Sholihah, Maratus Miyana, Ade Wahyu Achmad Muchammad Ichsan Muhammad Hafizhni At-Thayyibi Muharamin, Amrozy Musarofa, Musarofa Musarofa, Musarofa Nieke Karnaningroem Nieke Karnaningroem Pratiknyo, Yuwono Budi Prayuda, Shanas Septy Purwaningrum, Sri Wulan Rachmanu Eko Handriyanto Rachmanu Eko Handriyono Revalandro, Gorin Rini, Titien Setiyo Ro'du Dhuha Afrianisa Rodu Dhuha Afrianisa Shanas Septy Prayuda Shobriyah, Hamas Hijrotush Sonia S. Ximenes Sonia S. Ximenes Sri Wulan Purwaningrum Suwanto, Yudha Eka Putra Syafitri, Ellisa Dwi Talent Nia Pramestyawati Talentnia Pramestyawati Tanga, Kasianus Kelvin Wahyono Hadi Ximenes, Livio Xavier Ximenes, Sonia S. Yulfiah Yulfiah Yulfiah Yulfiah Yulfiah, Yulfiah