Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Metode Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Pengajaran Anak Usia Dini bagi Kelas Profesi Guru di My Liberty Gorontalo Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 8 (2024): November
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14580373

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kelas profesi guru di My Liberty Gorontalo dalam menerapkan metode young learner pembelajaran kreatif dan inovatif untuk pengajaran anak usia dini. Dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan yang efektif dan menyenangkan, pelatihan ini fokus pada penerapan Kurikulum Merdeka yang memungkinkan pengembangan potensi anak secara menyeluruh. Metode yang diajarkan meliputi pembelajaran berbasis permainan, pengenalan berbagai gaya belajar, serta teknik-teknik pembelajaran berbasis proyek yang dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak usia dini di Gorontalo.
Meningkatkan Keterampilan Bahasa Inggris Melalui Penerapan Materi Ajar Interaktif di Sekolah Dasar Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 9 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14601052

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris pada anak usia dini menjadi kebutuhan esensial dalam era globalisasi, karena tidak hanya membuka akses ke informasi global, tetapi juga meningkatkan kemampuan kognitif dan sosial anak. Namun, metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan masih menjadi tantangan bagi pendidik. Anak-anak pada usia dini memiliki karakteristik belajar yang unik, seperti belajar melalui bermain dan aktivitas yang menyenangkan. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik ini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dalam konteks ini, penggunaan metode interaktif seperti bernyanyi, menggambar, membaca, dan berbicara dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penerapan materi ajar interaktif tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris, tetapi juga membangun motivasi belajar yang tinggi melalui pendekatan berbasis permainan, lagu, cerita, dan aktivitas kinestetik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan materi ajar interaktif dalam pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar Laboratorium UNG, khususnya untuk meningkatkan penguasaan kosakata "My Family" pada siswa kelas 1. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan metode pembelajaran bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Gamifikasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris: Media Pembelajaran Berbasis Video Edukasi untuk Siswa Sekolah Dasar Husain, Nurlaila; Rohandi, Manda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14614192

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris pada anak-anak sering menghadapi tantangan dalam hal motivasi dan keterlibatan, terutama ketika metode pengajaran yang digunakan bersifat monoton dan kurang menarik, yang dapat menyebabkan kebosanan serta menurunnya minat belajar. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program pengabdian bertujuan untuk mengintegrasikan video pembelajaran yang sudah ada ke dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris dengan pendekatan gamifikasi, yang diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup pemilihan video pembelajaran yang relevan dan menarik, pengembangan materi pembelajaran yang mengintegrasikan konten video secara efektif, serta implementasi metode ini dalam pembelajaran dengan melibatkan anak-anak tingkat SD. Hasil dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, dengan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Anak-anak yang sebelumnya cenderung pasif dalam pembelajaran kini lebih berpartisipasi aktif, menunjukkan minat yang lebih besar dalam belajar Bahasa Inggris. Selain itu, video pembelajaran juga mendapatkan umpan balik positif dari anak-anak, yang merasa bahwa belajar Bahasa Inggris melalui pendekatan ini menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif Dengan Menggunakan Metode Role Play Bagi Anak Usia Sekolah Dasar Sri Widyarti Ali; Nurlaila Husain
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i2.1568

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membantu memaksimalkan pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak usia sekolah dasar di Rumah Belajar dan bermain, sekaligus mengenalkan bahasa Inggris bagi mereka yang belum pernah mempelajarinya. Kegiatan ini difokuskan pada pembelajaran dan pelatihan berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan metode Role play. Target yang ingin dicapai adalah terciptanya kegiatan belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan meningkatnya kemampuan berbicara bahasa Inggris para peserta pelatihan. Hasil dari pelaksanaaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa metode role play efektif dalam meningkatkan motivasi peserta pelatihan untuk belajar bahasa Inggris. Melalui kegiatan pengabdian ini juga mereka dapat mengenal banyak kosa kata bahasa Inggris dan menggunakannya dalam komunikasi lisan sederhana. Diharapkan kegiatan pelatihan bahasa Inggris seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga anak-anak di Rumah belajar dan bermain dapat memiliki kesempatan belajar bahasa Inggris lebih lanjut, tidak hanya pada keterampilan berbicara tetapi juga keterampilan bahasa Inggris lainnya.
Pengajaran English Numeral Pada Siswa Sekolah Dasar Dengan Menggunakan Media Visual Number Tracing Worksheet Nurlaila Husain; Sri Widyarti Ali; Rahmawaty Mamu; Manda Rohandi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i2.1570

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu siswa SD mengatasi kesulitan dalam menulis bentuk huruf dari angka dalam bahasa Inggris menggunakan media visual berupa Number Tracing Worksheet. Melalui penggunaan media visual ini, diharapkan terdapat beberapa perubahan atau pembaharuan, yaitu meningkatkan minat siswa dalam belajar English numeral, meningkatkan pemahaman siswa terhadap English numeral, meningkatkan keterampilan motorik halus siswa, dan meningkatkan kreativitas siswa. Dengan demikian, diharapkan pengajaran English numeral pada siswa SD dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa dalam mempelajari bahasa Inggris.
Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui Permainan Interaktif “Things in Your Bag” di TPQ Kawasan Teluk Tomini Husain, Nurlaila; Rohandi, Manda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan keterampilan penting dalam komunikasi global, namun masih kurang dikembangkan di lembaga nonformal seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Di TPQ Imam Syafi’i kawasan Teluk Tomini, anak-anak menunjukkan minat tinggi terhadap bahasa Inggris tetapi belum memiliki keterampilan berbicara yang memadai akibat keterbatasan media, metode konvensional, dan minimnya interaksi komunikatif. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama melalui permainan interaktif “Things in Your Bag”. Permainan ini menghubungkan benda nyata dengan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Kegiatan ini menerapkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator serta tujuh anak TPQ sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan kosakata, simulasi percakapan, permainan tebak-tebakan, dan refleksi kelompok. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan rekaman video untuk melihat perubahan sikap, keaktifan, dan kemampuan berbicara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, kepercayaan diri, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan inklusif, serta mendorong anak-anak untuk berani berinteraksi secara lisan. Selain manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa, terutama dalam menerapkan teori pembelajaran bahasa, membangun komunikasi edukatif, dan beradaptasi dengan lingkungan nonformal. Luaran dari kegiatan ini mencakup peningkatan keterampilan peserta dan penguatan soft skills mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan konkret dan kontekstual dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak di lingkungan pendidikan nonformal
Pendekatan Edukatif dan Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak di Kawasan Teluk Tomini Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15682303

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial di era global, terutama dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Namun, belum meratanya akses pembelajaran bahasa Inggris di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah Teluk Tomini, menyebabkan kesenjangan kompetensi di kalangan remaja. TPQ Imam Sayfi’i sebagai lembaga nonformal yang aktif membina siswa usia Sekolah Menengah Pertama menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa karena kurangnya metode pengajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui materi self-introduction dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan tujuh siswa sebagai peserta, dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan meliputi permainan peran dan dialog berpasangan yang dikemas dalam suasana santai dan partisipatif. Materi pembelajaran disusun dalam bentuk modul sederhana yang berisi kosa kata, struktur kalimat, dan latihan berbicara yang relevan dengan kehidupan siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi keterlibatan siswa, ketepatan pengucapan, serta keberanian berbicara di depan teman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam memperkenalkan diri secara runtut dan benar dalam bahasa Inggris. Siswa yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih berani dan aktif dalam setiap sesi. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan belajar di TPQ. Luaran kegiatan berupa, dokumentasi video dan laporan pengabdian yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model awal yang dapat direplikasi di komunitas serupa guna memperkuat kemampuan berbicara bahasa Inggris di lembaga pendidikan nonformal
Pendekatan Edukatif dan Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak di Kawasan Teluk Tomini Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15682303

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial di era global, terutama dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Namun, belum meratanya akses pembelajaran bahasa Inggris di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah Teluk Tomini, menyebabkan kesenjangan kompetensi di kalangan remaja. TPQ Imam Sayfi’i sebagai lembaga nonformal yang aktif membina siswa usia Sekolah Menengah Pertama menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa karena kurangnya metode pengajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui materi self-introduction dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan tujuh siswa sebagai peserta, dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan meliputi permainan peran dan dialog berpasangan yang dikemas dalam suasana santai dan partisipatif. Materi pembelajaran disusun dalam bentuk modul sederhana yang berisi kosa kata, struktur kalimat, dan latihan berbicara yang relevan dengan kehidupan siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi keterlibatan siswa, ketepatan pengucapan, serta keberanian berbicara di depan teman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam memperkenalkan diri secara runtut dan benar dalam bahasa Inggris. Siswa yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih berani dan aktif dalam setiap sesi. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan belajar di TPQ. Luaran kegiatan berupa, dokumentasi video dan laporan pengabdian yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model awal yang dapat direplikasi di komunitas serupa guna memperkuat kemampuan berbicara bahasa Inggris di lembaga pendidikan nonformal
Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui Permainan Interaktif “Things in Your Bag” di TPQ Kawasan Teluk Tomini Husain, Nurlaila; Rohandi, Manda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan keterampilan penting dalam komunikasi global, namun masih kurang dikembangkan di lembaga nonformal seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Di TPQ Imam Syafi’i kawasan Teluk Tomini, anak-anak menunjukkan minat tinggi terhadap bahasa Inggris tetapi belum memiliki keterampilan berbicara yang memadai akibat keterbatasan media, metode konvensional, dan minimnya interaksi komunikatif. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama melalui permainan interaktif “Things in Your Bag”. Permainan ini menghubungkan benda nyata dengan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Kegiatan ini menerapkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator serta tujuh anak TPQ sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan kosakata, simulasi percakapan, permainan tebak-tebakan, dan refleksi kelompok. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan rekaman video untuk melihat perubahan sikap, keaktifan, dan kemampuan berbicara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, kepercayaan diri, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan inklusif, serta mendorong anak-anak untuk berani berinteraksi secara lisan. Selain manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa, terutama dalam menerapkan teori pembelajaran bahasa, membangun komunikasi edukatif, dan beradaptasi dengan lingkungan nonformal. Luaran dari kegiatan ini mencakup peningkatan keterampilan peserta dan penguatan soft skills mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan konkret dan kontekstual dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak di lingkungan pendidikan nonformal
Exploring Language Wonderland: Pelatihan Bahasa Inggris Kreatif dengan Cerita Interaktif untuk Anak-Anak Ali, Sri Widyarti; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11003218

Abstract

Pelatihan Bahasa Inggris kreatif dengan cerita interaktif untuk anak-anak di Rumah Belajar dan Bermain Griya Nabila Permai, Kota Gorontalo, merupakan upaya inovatif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat pertemuan yang dirancang untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan mendalam. Fokus utama adalah menggunakan cerita interaktif sebagai alat pembelajaran yang menggugah imajinasi dan kreativitas anak-anak. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek bahasa Inggris, termasuk pengenalan kosakata, tata bahasa dasar, dan penerapan praktis dalam konteks sehari-hari. Peserta pelatihan terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti bermain peran, permainan edukatif, dan diskusi kelompok kecil, untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan berbicara mereka dalam bahasa Inggris. Evaluasi berkala menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berkomunikasi dan memahami bahasa Inggris. Melalui pendekatan holistik ini, kegiatan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga untuk merangsang minat anak-anak terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Kesuksesan pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap pendekatan pendidikan bahasa Inggris di lingkungan informal, serta menciptakan fondasi yang kuat untuk perkembangan bahasa anak-anak di masa mendatang.