Claim Missing Document
Check
Articles

Pengajaran English Numeral Pada Siswa Sekolah Dasar Dengan Menggunakan Media Visual Number Tracing Worksheet Nurlaila Husain; Sri Widyarti Ali; Rahmawaty Mamu; Manda Rohandi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i2.1570

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu siswa SD mengatasi kesulitan dalam menulis bentuk huruf dari angka dalam bahasa Inggris menggunakan media visual berupa Number Tracing Worksheet. Melalui penggunaan media visual ini, diharapkan terdapat beberapa perubahan atau pembaharuan, yaitu meningkatkan minat siswa dalam belajar English numeral, meningkatkan pemahaman siswa terhadap English numeral, meningkatkan keterampilan motorik halus siswa, dan meningkatkan kreativitas siswa. Dengan demikian, diharapkan pengajaran English numeral pada siswa SD dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa dalam mempelajari bahasa Inggris.
Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui Permainan Interaktif “Things in Your Bag” di TPQ Kawasan Teluk Tomini Husain, Nurlaila; Rohandi, Manda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan keterampilan penting dalam komunikasi global, namun masih kurang dikembangkan di lembaga nonformal seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Di TPQ Imam Syafi’i kawasan Teluk Tomini, anak-anak menunjukkan minat tinggi terhadap bahasa Inggris tetapi belum memiliki keterampilan berbicara yang memadai akibat keterbatasan media, metode konvensional, dan minimnya interaksi komunikatif. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama melalui permainan interaktif “Things in Your Bag”. Permainan ini menghubungkan benda nyata dengan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Kegiatan ini menerapkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator serta tujuh anak TPQ sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan kosakata, simulasi percakapan, permainan tebak-tebakan, dan refleksi kelompok. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan rekaman video untuk melihat perubahan sikap, keaktifan, dan kemampuan berbicara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, kepercayaan diri, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan inklusif, serta mendorong anak-anak untuk berani berinteraksi secara lisan. Selain manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa, terutama dalam menerapkan teori pembelajaran bahasa, membangun komunikasi edukatif, dan beradaptasi dengan lingkungan nonformal. Luaran dari kegiatan ini mencakup peningkatan keterampilan peserta dan penguatan soft skills mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan konkret dan kontekstual dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak di lingkungan pendidikan nonformal
Pendekatan Edukatif dan Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak di Kawasan Teluk Tomini Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15682303

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial di era global, terutama dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Namun, belum meratanya akses pembelajaran bahasa Inggris di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah Teluk Tomini, menyebabkan kesenjangan kompetensi di kalangan remaja. TPQ Imam Sayfi’i sebagai lembaga nonformal yang aktif membina siswa usia Sekolah Menengah Pertama menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa karena kurangnya metode pengajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui materi self-introduction dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan tujuh siswa sebagai peserta, dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan meliputi permainan peran dan dialog berpasangan yang dikemas dalam suasana santai dan partisipatif. Materi pembelajaran disusun dalam bentuk modul sederhana yang berisi kosa kata, struktur kalimat, dan latihan berbicara yang relevan dengan kehidupan siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi keterlibatan siswa, ketepatan pengucapan, serta keberanian berbicara di depan teman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam memperkenalkan diri secara runtut dan benar dalam bahasa Inggris. Siswa yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih berani dan aktif dalam setiap sesi. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan belajar di TPQ. Luaran kegiatan berupa, dokumentasi video dan laporan pengabdian yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model awal yang dapat direplikasi di komunitas serupa guna memperkuat kemampuan berbicara bahasa Inggris di lembaga pendidikan nonformal
Pendekatan Edukatif dan Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak di Kawasan Teluk Tomini Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15682303

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial di era global, terutama dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Namun, belum meratanya akses pembelajaran bahasa Inggris di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah Teluk Tomini, menyebabkan kesenjangan kompetensi di kalangan remaja. TPQ Imam Sayfi’i sebagai lembaga nonformal yang aktif membina siswa usia Sekolah Menengah Pertama menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa karena kurangnya metode pengajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui materi self-introduction dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan tujuh siswa sebagai peserta, dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan meliputi permainan peran dan dialog berpasangan yang dikemas dalam suasana santai dan partisipatif. Materi pembelajaran disusun dalam bentuk modul sederhana yang berisi kosa kata, struktur kalimat, dan latihan berbicara yang relevan dengan kehidupan siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi keterlibatan siswa, ketepatan pengucapan, serta keberanian berbicara di depan teman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam memperkenalkan diri secara runtut dan benar dalam bahasa Inggris. Siswa yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih berani dan aktif dalam setiap sesi. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan belajar di TPQ. Luaran kegiatan berupa, dokumentasi video dan laporan pengabdian yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model awal yang dapat direplikasi di komunitas serupa guna memperkuat kemampuan berbicara bahasa Inggris di lembaga pendidikan nonformal
Pengembangan Keterampilan Berbicara Anak Melalui Permainan Interaktif “Things in Your Bag” di TPQ Kawasan Teluk Tomini Husain, Nurlaila; Rohandi, Manda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan keterampilan penting dalam komunikasi global, namun masih kurang dikembangkan di lembaga nonformal seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Di TPQ Imam Syafi’i kawasan Teluk Tomini, anak-anak menunjukkan minat tinggi terhadap bahasa Inggris tetapi belum memiliki keterampilan berbicara yang memadai akibat keterbatasan media, metode konvensional, dan minimnya interaksi komunikatif. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama melalui permainan interaktif “Things in Your Bag”. Permainan ini menghubungkan benda nyata dengan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Kegiatan ini menerapkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator serta tujuh anak TPQ sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan kosakata, simulasi percakapan, permainan tebak-tebakan, dan refleksi kelompok. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan rekaman video untuk melihat perubahan sikap, keaktifan, dan kemampuan berbicara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, kepercayaan diri, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan inklusif, serta mendorong anak-anak untuk berani berinteraksi secara lisan. Selain manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa, terutama dalam menerapkan teori pembelajaran bahasa, membangun komunikasi edukatif, dan beradaptasi dengan lingkungan nonformal. Luaran dari kegiatan ini mencakup peningkatan keterampilan peserta dan penguatan soft skills mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan konkret dan kontekstual dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak di lingkungan pendidikan nonformal
Exploring Language Wonderland: Pelatihan Bahasa Inggris Kreatif dengan Cerita Interaktif untuk Anak-Anak Ali, Sri Widyarti; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11003218

Abstract

Pelatihan Bahasa Inggris kreatif dengan cerita interaktif untuk anak-anak di Rumah Belajar dan Bermain Griya Nabila Permai, Kota Gorontalo, merupakan upaya inovatif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat pertemuan yang dirancang untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan mendalam. Fokus utama adalah menggunakan cerita interaktif sebagai alat pembelajaran yang menggugah imajinasi dan kreativitas anak-anak. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek bahasa Inggris, termasuk pengenalan kosakata, tata bahasa dasar, dan penerapan praktis dalam konteks sehari-hari. Peserta pelatihan terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti bermain peran, permainan edukatif, dan diskusi kelompok kecil, untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan berbicara mereka dalam bahasa Inggris. Evaluasi berkala menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berkomunikasi dan memahami bahasa Inggris. Melalui pendekatan holistik ini, kegiatan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga untuk merangsang minat anak-anak terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Kesuksesan pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap pendekatan pendidikan bahasa Inggris di lingkungan informal, serta menciptakan fondasi yang kuat untuk perkembangan bahasa anak-anak di masa mendatang.
Fun with English: Belajar Bahasa Inggris Lewat Permainan dan Aktivitas Seru untuk Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Teluk Tomini Husain, Nurlaila; Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11114624

Abstract

English language learning for students often faces challenges in the form of less attractive and monotonous teaching methods, leading to low interest and motivation to learn. The community service activity, "Learning English Through Games and Fun Activities" at SD Negeri 2 Kabila Bone aimed to create an interactive and enjoyable learning environment through the "learning while playing" approach. The implementation method involved games, interactive activities, and demonstrations to increase students' active participation in practicing English language skills. The results showed a significant increase in students' enthusiasm, motivation, and English language abilities, in line with theories on the benefits of games in language learning. Positive impacts were seen in academic and non-academic aspects such as self-confidence. Teachers and school authorities appreciated this approach as an innovation in facing the challenges of English language learning in the globalization era. The output obtained is a plan for the sustainability of similar programs by expanding the scope, developing materials, and increasing collaboration to make a greater contribution to improving the quality of education and English language proficiency.
Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Kamus Bergambar Mamu, Rahmawaty; Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11120513

Abstract

This community service aims to improve the English vocabulary mastery of elementary school students at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) in Gorontalo City through the use of pictorial dictionaries. The implementation method consists of several stages, including needs analysis, pictorial dictionary compilation, implementation in learning, and evaluation. The results of this service show a significant increase in students' vocabulary mastery after using the pictorial dictionary. Observations and interviews with teachers also show an increase in students' motivation and enthusiasm in learning. This success is due to the use of images that help students understand vocabulary in a meaningful context and active student involvement in learning. The impact of this service is not only limited to increasing vocabulary mastery but also in developing innovative learning media. The compiled pictorial dictionary can become a reference for other schools, and the methods used can inspire improving the quality of English language education and other fields.
Listening Anxiety among English Foreign Language Students in the English Language Education Study Program at Universitas Negeri Gorontalo Wantogia, Widya Agustina; Bay, Indri Wirahmi; Husain, Nurlaila
LinguaScopes: International Journal of Language Education Vol. 2 No. 2 (2025): LinguaScopes: International Journal of Language Education
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the levels of listening anxiety experienced by fourth-semester students from the 2023 cohort of the English Language Education Study Program at the Faculty of Letters and Culture, Universitas Negeri Gorontalo. The primary focus of this research is to classify students' listening anxiety into three categories: low, moderate, and high, particularly in academic listening contexts. Listening skills are crucial in English as a Foreign Language (EFL) learning, especially at the university level, but research addressing listening anxiety at Universitas Negeri Gorontalo remains limited. This study stands out as the first to examine listening anxiety within the 2023 cohort, thus offering valuable insights to fill the existing research gap. The study applies a descriptive quantitative approach using a survey method. The research instrument used is a 33-item questionnaire adapted from the Foreign Language Listening Anxiety Scale (FLLAS) developed by Kim (2000), rated on a five-point Likert scale. The total population consisted of 131 students, with 110 students completing the questionnaire and included in the final sample. Data were collected online via Google Forms to facilitate distribution and participation. The analysis employed descriptive statistical techniques to calculate frequencies and percentages for each anxiety category. The results indicate that most students fall into the moderate to high anxiety categories. These findings offer a comprehensive understanding of listening anxiety among EFL students at Universitas Negeri Gorontalo and are expected to serve as a reference for future research while aiding lecturers in recognizing students’ affective conditions in English language learning.
Implementasi "Fun English Corner" Berbasis Lagu dan Gerak untuk Pengenalan Kosakata Profesi pada Siswa Sekolah Dasar Husain, Nurlaila; Ali, Sri Widyarti
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7600

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kosakata bahasa Inggris bertema profesi pada siswa kelas V SDN 22 Dungingi Kota Gorontalo, melalui pendekatan pembelajaran aktif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan menggunakan model “Fun English Corner” yang terstruktur dengan mengintegrasikan tiga strategi utama: lagu tematik, gerakan Total Physical Response (TPR) yang mensimulasikan profesi, serta permainan interaktif seperti bermain peran dan tebak gerakan. Program dilaksanakan dalam tiga sesi dengan pendekatan monitoring dan evaluasi partisipatif melalui observasi dan asesmen sederhana pra-pasca. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada partisipasi aktif siswa, dari 60% pada sesi pertama menjadi 85% pada sesi berikutnya. Penguasaan kosakata yang diukur melalui aktivitas “Point & Say” menunjukkan peningkatan dari rata-rata pengenalan 3 dari 8 kata (37,5%) menjadi 6,5 dari 8 kata (81,25%). Program berhasil menghasilkan luaran konkret berupa modul ajar siap pakai “Fun English Corner: Professions for Grade 5”, paket media pembelajaran fisik dan digital (flashcard, gesture card, audio lagu), serta bahan dokumentasi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan pembelajaran multisensori yang memadukan lagu, gerak, dan permainan efektif memfasilitasi akuisisi kosakata, meningkatkan motivasi, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi siswa kelas tinggi sekolah dasar.