Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Strategi Marketing Public Relation Kedai Kopi Sijoko Ani Indriyani; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10261

Abstract

Kopi Sijoko is located at Jalan Green Ville – West Jakarta and it’s coffee shop business and it remains popular among the coffee enthusiast in West Jakarta. Even thought the covid-19 pandemics hit hard the coffee industry and most of it’s competitors lost their grip on the business. What kind of solution the marketing public relations word of mouth should have to maintain and improve customer engagement? Fristly, we used the purposive technique, we gather data through the sample with documentation, interview, and observation towards the customers. Secondly, we use a descriptive kualitatif study to build trust with the customers and triangulation for observation. The result, in the public relations research, has concluded Kopi Sijoko has used local strategy, Push and Pass. Those techniques have been combined through word of mouth.Keberadaan Kedai Kopi Sijoko yang terletak di Jalan Green Ville - Jakarta Barat berhasil eksis hingga saat ini. Sang pemilik mengetahui dengan pasti begitu banyak pesaing yang ada di sekitarnya. Apalagi dengan situasi pandemic covid-19. Bagaimana strategi marketing public relations word of mouth dalam mempertahankan dan meningkatkan customer engagement? Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive. Teknik Purposive di sini peneliti bisa menentukan sampel berdasarkan tujuan tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yakni dengan teknik keikutsertaan peneliti untuk membangun kepercayaan para subjek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti serta teknik triangulasi dimana peneliti mengkonfirmasi hasil wawancara, observasi dengan triangulator. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi marketing public relations di Kedai Kopi Sijoko dalam mempertahankan dan meningkatkan customer engagement yakni strategi lokal (mempertahankan citra rasa), push dan pass. Ketiga strategi ini dibangun dalam bingkai komunikasi word of mouth.
Pengaruh Personal Selling terhadap Minat Beli Produk PRUlink Generasi Baru Nasabah Prudential Life Assurance Indonesia Nico Aprianto; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 3, No 2 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i2.6348

Abstract

This study aims to examine how strong the influence of Personal Selling on Interest in Purchasing New Generation PRUlink products for Prudential Life Assurance Indonesia customers. The data of this study were obtained from the results of questionnaires of 153 Prudential Life Assurance Indonesia customers regarding interest in purchasing New Generation PRUlink products. In this study the research method used is quantitative which aims to test the instrument using the validity, reliability and normality test. The results of data processing using SPSS states that the variable Personal selling (X) influences significantly to the variable purchase interest (Y). Correlation coefficient test results explained there will be a strong relationship between Personal selling (X) to the variable buying interest (Y). Meanwhile, the dimensions that support the effectiveness of personal selling include ability approaching, presentation, handling objection, and closing. The ability to start communication, presenting products, being able to answer prospective customer questions, and close communication well, be an attraction for prospective customers to be the customer. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa kuat pengaruh Personal Selling terhadap Minat Beli produk PRUlink Generasi Baru nasabah Prudential Life Assurance Indonesia. Data penelitian  diperoleh melalui penyebaran kuesioner terhadap 153 nasabah Prudential Life Assurance Indonesia mengenai minat beli produk PRUlink Generasi Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei. Pengujian instrumen berupa uji Validitas, Reliabilitas dan Normalitas. Pengolahan data menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) dan memperoleh hasil bahwa variabel Personal selling (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Minat beli (Y). Hasil uji koefisien korelasi menjelaskan akan adanya hubungan yang kuat antara Personal selling (X) terhadap variabel Minat beli (Y). Adapun, dimensi yang mendukung efektivitas personal selling meliputi kemampuan pendekatan, presentasi, mengatasi keberatan, dan penutupan. Kemampuan dalam membuka komunikasi, mempresentasikan produk, mampu menjawab pertanyaan calon nasabah, dan menutup komunikasi dengan baik, sehingga mampu menarik calon nasabah membeli produk asuransi.
E-Wom Oleh Kalangan Milenial Terhadap Akun @makansampaikenyang Sebagai Pemberi Rekomendasi Kuliner Chintya Viviana; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3587

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, maka dari itu manusia selalu melakukan interaksi melalui komunikasi dengan manusia lainnya. Dalam era modern ini, kegiatan komunikasi didukung oleh adanya kemajuan di bidang teknologi dan melahirkan media baru, seperti media sosial. Adanya media sosial memungkinkan penggunanya untuk dapat mengakses informasi dengan cepat dan mudah. Kemudian muncul tokoh yang disebut sebagai food blogger sebagai akibat dari adanya perkembangan teknologi memberikan pengaruh dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang kuliner, makanan kini dianggap memiliki nilai estetika dan dijadikan sebagai objek foto, kemudian diberi ulasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini yang disoroti adalah followers yang termasuk dalam generasi milenial. Simpulan yang peneliti dapatkan adalah Instagram merupakan media sosial yang sangat akrab di kalangan generasi milenial, selain itu kepopuleran food blogger tak lepas dari peranan sekelompok orang yang menjadi followersnya, hal tersebut juga didukung oleh adanya pemasaran dari mulut ke mulut, dalam konteks ini electronic word of mouth yang berperan karena pemasaran akun food blogger dilakukan oleh followers melalui media sosial Instagram. Food blogger juga berupaya melakukan interaksi melalui fitur yang ada di Instagram agar lebih akrab dengan para followersnya. 
Efektivitas Iklan Produk Burgushi Melalui Instagram Ads Terhadap Minat Beli Generasi Milenial Sugiarto Alwen Lestiono; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10296

Abstract

Technological developments are increasingly developing and increasingly sophisticated. Sending a message is made easier because of social media. Initially, social media was widely used as a means of sending messages quickly, but over time social media has also been used as a means for marketing and business within a company. In this study, researchers will examine the Burgushi Restaurant. Burgushi is a restaurant that serves food in the form of sushi combined with burgers. In this case, Burgushi uses Instagram media to advertise its products. Here the author wants to examine the effectiveness of Burgushi Product Ads through Instagram Ads on Millennial Generation Purchase Interest. This study aims to measure the effectiveness of advertisements through Instagram ads in attracting millennial buying interest. The theoretical basis used is marketing communication theory, advertising, advertising effectiveness, marketing, New Media, buying interest, and Millennial Generation. The approach in this research uses quantitative research. The method in this study uses a survey research method by distributing questionnaires to millennials. The sampling technique and population were purposive sampling. The sample used in this study were 100 respondents. The data collection method used was a questionnaire and used a Likert scale. The techniques used in data processing and analysis are editing, codeting, tabulation. The data validity technique used validity test, reliability test, normality test. Perkembangan teknologi semakin berkembang dan semakin canggih. Dalam mengirim suatu pesan menjadi dipermudah karena adanya media sosial. Awalnya media sosial banyak dimanfaatkan sebagai sarana mengirim pesan dengan cepat, namun seiring berjalannya waktu sosial media juga dijadikan sarana untuk pemasaran dan bisnis dalam suatu perusahaan. Dalam penelitian ini peneliti akan meneliti Restoran Burgushi. Burgushi merupakan restoran yang menyajikan makanan berupa sushi yang di kombinasikan dengan burger. Dalam hal ini Burgushi menggunakan media Instagram dalam mengiklankan produknya. Disini penulis ingin meneliti efektivitas Iklan Produk Burgushi Melalui Instagram Ads Terhadap Minat Beli Generasi Milenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektivitasan iklan melalui Instagram ads dalam menarik minat beli kaum milenial. Landasan teori yang digunakan adalah teori komunikasi pemasaran, periklanan, efektivitas iklan, pemasaran, New Media, minat beli, dan Generasi Milenial. pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode pada penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan cara menyebarkan angket kepada kaum milenial. Teknik pengambilan sample dan populasi adalah purposive sampling. Sample yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan menggunakan skala likert. Teknik yang digunakan dalam pengolahan dan analisis data adalah editing, codeting, tabulasi. Teknik keabsahan data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas.
Analisis Strategi Kreatif Iklan Yellow Fit di Media Sosial Instagram dalam Melakukan Positioning Sebagai “#1 Diet & Healthy Catering” Keshena Sutiady; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10330

Abstract

Digitalization has changed many aspects in the business world, one of which is the world of advertising. This change makes every business actor must be able to adapt to the progress of the times so as not to be forgotten by society. Same thing with the world of advertising which has to be more creative every day. One business that applies a creative strategy is Yellow Fit. This study aims to determine the creative advertising strategy carried out by the diet food catering company Yellow Fit. The main theory used is the theory of creative advertising strategy, marketing communication, and brand positioning. The research method used is a qualitative method with a descriptive case study approach. Data collection was carried out by in-depth interviews, literature study, and observation. The results of this study indicate that Yellow Fit uses generic creative strategies and brand positioning in doing digital marketing on their Instagram social media. Digitalisasi telah mengubah banyak aspek dalam dunia bisnis, salah satunya adalah dunia periklanan. Perubahan ini membuat setiap pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman agar tidak dilupakan oleh masyarakat. Sama hal nya dengan dunia periklanan yang harus menjadi lebih kreatif setiap hari. Salah satu bisnis yang menerapkan strategi kreatif adalah Yellow Fit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kreatif periklanan yang dilakukan oleh perusahaan katering makanan diet Yellow Fit. Teori utama yang digunakan adalah teori strategi kreatif periklanan, komunikasi pemasaran, dan brand positioning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Yellow Fit menggunakan strategi kreatif generik dan brand positioning dalam melakukan pemasaran digital di media sosial instagram mereka.
Makna Citra Diri Perempuan Bertato yang Berhijab Callista Renata Yasim; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6149

Abstract

Tato adalah salah satu manifestasi dari komunikasi. Komunikasi artifaktual adalah bentuk komunikasi non-verbal yang berlangsung melalui berbagai artefak. Dalam hal ini termasuk tato yang digambar dalam pesan tubuh seseorang dan ditujukan kepada mereka yang menyaksikan dan memberikan pernyataan tentang fenomena kontroversial ini. Pemakai tato bertentangan dengan stigma jilbab, namun kemudian hadir seorang gadis dengan tato dahi yang tiba-tiba menjadi perhatian warganet melalui foto-foto yang diunggah ke media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang bertato dan mengenakan jilbab memiliki makna sendiri. Dan citra diri di masyarakat dengan kehadiran tato yang telah menyebabkan citra diri wanita menjadi negatif. Meskipun telah terselubung dan juga berdampak pada komentar pro dan kontra.
Pengaruh Motif Penggunaan Media Baru Tiktok terhadap Personal Branding Generasi Milenial di Instagram Debra Ruth; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8093

Abstract

Tiktok is a new form of new media that serves to provide support in the form of editing. It includes features such as songs and facial effects when creating content videos that last for 30-60 seconds. Different from Instagram, it is a platform of social media that aims to publish photos and videos. Along with the increasing popularity of Tiktok in 2019, a teen named Prabowo Mondardo or better known by his Instagram account @bowo_allpennliebe became viral in Indonesia due to his content videos that was edited from Tiktok and became viral in his Instagram account. Based on that phenomenon, now millennials are also up with the trend; where they create videos from Tiktok and then upload it on Instagram. The purpose of this study is to find out the effect between the use of Tiktok and determine which factor gave the most impact on millennial’s personal branding on Instagram. This research uses a quantitative approach that is assisted with data processing from Statistical Package for Social Science version 26. The results of this study indicate that millennials tend to use Tiktok to fulfill their entertainment needs, and factor that gave the most impact on their personal branding on Instagram is having standard; If they possess the same moral values and beliefs that are relatable to others (followers), thus cause them to achieve fame on Instagram.Aplikasi Tiktok merupakan suatu bentuk media baru yang berfungsi untuk menyediakan dukungan berupa fitur edit seperti lagu dan efek pada wajah dalam pembuatan video berdurasi 30-60 detik. Sedangkan media sosial Instagram merupakan media sosial yang bertujuan untuk mempublikasi foto dan video. Seiring dengan meningkatnya popularitas Tiktok di tahun 2019, seorang remaja bernama Prabowo Mondardo atau lebih dikenal dengan akun Instagramnya @bowo_allpennliebe menjadi viral di Indonesia. Konten video yang dipublikasi di akun Instagramnya berasal dari Tiktok. Berdasarkan fenomena tersebut, kini generasi muda ikut mengikuti tren tersebut, dimana anak-anak muda menciptakan video dari Tiktok dan mengunggahnya di Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara motif penggunaan aplikasi Tiktok terhadap faktor yang paling efektif dalam pembentukan personal branding generasi milenial di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dibantu dengan pengolahan data dari Statistical Package for Social Science versi 26. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa generasi milenial cenderung menggunakan Tiktok untuk memenuhi kebutuhan hiburan. Faktor yang paling efektif dalam pembentukan personal brandingdi Instagram adalah dimensi standar yaitu ketika pengguna menganut nilai moral dan kepercayaan yang setara dengan pengikut mereka, hal tersebut dapat membuat mereka lebih di kenal di Instagram.
Propaganda Film Kartun “The Ducktators” Pada Perang Dunia II (Studi Makna Denotasi-Konotasi) Keren Hapukh; Hadi Artomo; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2019

Abstract

Perang Dunia II menjadi pertarungan militer terbesar yang pernah terjadi di dunia. Propaganda menjadi salah satu alat yang digunakan pada masa Perang Dunia II dengan kemenangan sebagai tujuan utamanya. Film kartun hitam-putih “The Ducktators” merupakan film anak-anak yang digunakan sebagai alat propaganda pada Perang Dunia II oleh Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya pesan propaganda dalam film kartun anak-anak yang berjudul “The Ducktators”. Terdapati lima konsep teknik propaganda yang pada tiap masing-masing teknik dijabarkan menjadi tiga. Dengan demikian total keseluruhan teknik yang digunakan yakni lima belas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis denotasi-konotasi Roland Barthes. Hasil penelitian, yaitu adanya pesan-pesan propaganda, seperti penggambaran tiga tokoh Perang Dunia II, yaitu Adolf Hitler, Benito Mussolini, dan Hideki Tojo. Hasil penelitian lain terkait teknik propaganda misalnya, teknik persuasif-symbol, sering munculnya lambang swastika yang mewakili simbol Nazi pada film kartun. Propaganda pada film menjadi salah satu alat perang yang digunakan pada Perang Dunia II saat itu. Namun, tidak hanya pada saat Perang Dunia II saja, propaganda dalam media massa sampai hari ini masih dapat dijumpai.
Riset Evaluasi Gaya Komunikasi The Equalitarian Style Merry Riana Dalam Pembentukan Karakter Anak Devita Obadja; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3896

Abstract

Merry Riana Learning Centre merupakan salah satu jasa edukasi yang bergerak di bidang pembentukan karakter. Sesuai dengan nama perusahaan, jasa edukasi ini dikelola oleh Merry Riana langsung. Beliau merupakan seorang speaker, motivator, dan seorang pengusaha. Progam-program ini disajikan bagi anak-anak usia 8 hingga 19 tahun. Untuk berkomunikasi dengan anak-anak belia seperti itu, membutuhkan gaya komunikasi tersendiri bagi Merry Riana agar dapat menjalin komunikasi dengan anak didiknya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya komunikasi the equalitarian style Merry Riana dalam membentuk karakter anak didiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gaya komunikasi the equalitarian style Merry Riana dalam pembentukan karakter anak di Merry Riana Learning Centre. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kredibilitas dan penetrasi sosial, serta menggunakan teori gaya komunikasi The Equalitarian Style. Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian fenomenologi. Temuan penelitian ini menghasilkan bahwa gaya komunikasi the equalitarian Merry Riana sudah ideal dalam menjalin komunikasi dan membentuk karakter seorang anak. Merry Riana menjalin komunikasi secara bertahap dengan memanfaatkan body gesture dan penyampaian pesan yang dilakukan secara heart to heart.
Interaksi Komunikasi Kelompok terhadap Penghuni Panti Werdha Milenia Jakarta Utara Carlos Natalius; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6146

Abstract

Berinteraksi dengan individu lain sangat penting dalam sebuah hubungan komunikasi. Komunikasi dimulai dengan interaksi terlebih dahulu, baik secara individu maupun kelompok. Dalam kelompok di panti jompo, terdiri dari beberapa penghuni di dalamnya, dan terbagi menjadi beberapa kelompok yang memiliki tujuan dan mempengaruhi kelompok lainnya. Teori yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah Interaksi Sosial yang diperkenalkan oleh Walgito dan komunikasi kelompok yang diperkenalkan oleh Wiryanto. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Isi dalam penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana interaksi kelompok para penghuni dengan kelompok lainnya di panti jompo.