Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Tren K-Fashion pada Gaya Berpakaian Penggemar Perempuan K-Pop Sari, Junita; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33421

Abstract

The development of the globalization era has an impact on the field of information and communication technology which is progressing very rapidly. The emergence of the internet and social media as new media has made people, especially young people, switch from seeking information using mass media or print media to using social media. Through these media, everyone can access information easily and quickly, one of which is the K-Fashion trend. Fashion is a form of nonverbal communication as a means to express oneself. This research aims to find out how the development of K-Fashion in the dressing style of female K-Pop fans by using the theory of technological determinism, new media, and the concept of nonverbal communication. This research uses a descriptive qualitative approach with phenomenological methods. Based on the results of the study, female K-Pop fans use clothes by following K-Fashion trends because they are inspired by idols, actresses, and actors. This research is expected to contribute to the depiction of K-Fashion trends in the dressing style of K-Pop female fans. Berkembangnya era globalisasi memberikan dampak pada bidang teknologi informasi dan komunikasi yang mengalami kemajuan sangat pesat. Munculnya internet dan media sosial sebagai media baru membuat masyarakat terutama anak muda beralih dari mencari informasi menggunakan media massa atau media cetak menjadi menggunakan media sosial. Melalui media tersebut, setiap orang dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat, salah satunya adalah tren K-Fashion. Fesyen merupakan bentuk dari komunikasi nonverbal sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan K-Fashion pada gaya berpakaian penggemar perempuan K-Pop dengan menggunakan teori determinisme teknologi, media baru, dan konsep komunikasi nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, penggemar perempuan K-Pop menggunakan pakaian dengan mengikuti tren K-Fashion karena, terinspirasi idola, aktris, dan aktor. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada penggambaran tren K-Fashion dalam gaya berpakaian penggemar perempuan K-Pop.
Cyberculture in Cyberlife (Description of Travel Influencer Interactions with Their Followers on Instagram) Candraningrum, Diah Ayu
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v15i1.18152

Abstract

The tourism industry in Indonesia has been growing rapidly for a long time. Although the pandemic Covid-19 has passed now, the presence of social media influencers (SMI) in the tourism sector still exists because their existence is considered effective in promoting Indonesian tourism. They can discuss travel activities, tourist destinations or just give appreciation through emojis in the comment space. Therefore, the purpose of this study is to describe the interactions that occur between different SMI characters and their followers through posts and comments uploaded on Instagram from January to March 2023. This period was chosen because it was the momentum of the revival of Indonesian tourism after the pandemic. The research approach used is qualitative with a virtual ethnography research method, with data collection techniques in the form of observation and online data collection. The data analysis techniques used are: 1) Elicitation stage which is the collection of raw data; 2) Reduction stage which consists of 3 stages, namely: Selection-Coding-Clustering; and 3) Visualization stage. Data collection of comments was carried out using the IGCommentExporter program, meanwhile data analysis conducted by Voyant Tools program. Furthermore, the discussion themes that emerged from the findings will be discussed with the concept of Cyberculture that has been discussed previously. The unit of analysis used in this research is the text message in the comment section of the Instagram accounts of two top female travel influencers in Indonesia @medinakamil and @puanindya. By using the concept of Cyberculture, this research concludes that the interaction that occurs between travel influencers and their followers is based on the followers' interest in the influencer's figure itself and also the online friendliness that displays in the comments column.
PEMBEKALAN MATERI MELALUI SEMINAR MENGENAI GAMES BERMUATAN BUDAYA LOKAL KEPADA SISWA SMA YAKOBUS JAKARTA UTARA Candraningrum, Diah Ayu; Chandra, Cecilia Jesse; Natasha, Evelyn
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35777

Abstract

Local culture is an important part of the national identity that must be preserved and maintained. The values in local culture are also reflected in the daily lives of the community. With the rapid development of information and communication technology, efforts to raise public awareness about culture can be carried out through the preservation of traditional games as well as through the existence of online games that contain elements of local culture. From the analyzed phenomenon, there is a concern about the fading implementation of local culture among teenagers. From this, the desire to act and conduct outreach related to spreading awareness in preserving traditional culture through the medium of games emerged. This research aims to provide understanding to the students of Yakobus Highschool that local culture can be studied and recognized through various types of games, both traditional and modern, using a seminar method to provide material. The results of the activity show that the activity successfully increased interest in games that highlight local culture, indicating that education were conducted appropriately. Budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Nilai-nilai dalam budaya lokal juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya dapat dilakukan melalui pelestarian permainan tradisional maupun melalui keberadaan online games yang mengandung unsur budaya lokal. Berangkat dari fenomena yang telah dianalisis, muncul kekhawatiran atas lunturnya implementasi budaya lokal untuk para kalangan remaja. Dari situ, timbul rasa untuk bergerak dan mengadakan sosialisasi berhubungan dengan penyebaran kesadaran dalam melestarikan budaya tradisional lewat media permainan Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SMA Yakobus bahwa budaya lokal dapat dipelajari dan dikenali melalui berbagai jenis permainan, baik yang bersifat tradisional maupun modern, dengan metode yang digunakan yaitu seminar pembekalan materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan ketertarikan terhadap game yang mengangkat budaya lokal, mengindikasikan bahwa dengan edukasi dan penyuluhan telah dilakukan dengan tepat.
EDUKASI SEJARAH INDONESIA MELALUI WORKSHOP BEDAH NOVEL SEJARAH BAGI PELAJAR DAN MAHASISWA Candraningrum, Diah Ayu; Josephine, Carlynda; Sutady, Keiko Rachelia; Ancella, Jenica
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6773

Abstract

Pembelajaran sejarah di kalangan pelajar sering kali masih berorientasi pada pendekatan kronologis dan hafalan, sehingga kurang mendorong pemahaman kritis terhadap dinamika sosial dan politik dalam peristiwa sejarah. Kondisi ini menyebabkan minat belajar sejarah pada sebagian pelajar menjadi rendah. Di sisi lain, perkembangan literasi digital menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap karya sastra, khususnya novel. Novel berlatar sejarah dapat menjadi media alternatif yang efektif untuk membantu pelajar memahami peristiwa sejarah secara lebih kontekstual dan reflektif. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan minat peserta terhadap sejarah Indonesia melalui workshop bedah novel sejarah. Mitra kegiatan adalah pelajar tingkat SMP dan SMA serta mahasiswa yang memiliki minat terhadap literasi dan sejarah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2026 di Restoran Satu Meja, Jakarta Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop edukatif yang meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, analisis isi novel, serta demonstrasi tugas berupa penyusunan cerita fiksi dengan latar sejarah Indonesia. Novel yang digunakan sebagai bahan kajian dalam kegiatan ini adalah Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap peristiwa sejarah Indonesia serta mampu mengaitkan narasi fiksi dengan konteks sejarah yang melatarbelakanginya. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan membaca kritis, menganalisis peristiwa sejarah, serta menyusun cerita fiksi berlatar sejarah. Respon peserta terhadap kegiatan ini sangat positif yang ditunjukkan melalui tingginya partisipasi dalam diskusi dan meningkatnya motivasi untuk mempelajari sejarah melalui karya sastra. Dengan demikian, workshop bedah novel sejarah terbukti menjadi media edukatif yang efektif dalam meningkatkan literasi sejarah sekaligus menumbuhkan minat belajar sejarah pada generasi muda.
Konsumsi Informasi Politik Gen Z di TikTok: Studi Kasus Isu Tunjangan Tempat Tinggal DPR Aurelia, Frisca; Candraningrum, Diah Ayu
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36811

Abstract

The development of technology and social media has brought changes to information consumption patterns, especially among Generation Z who tend to prefer short, fast, and easily accessible content. TikTok, a platform that has grown rapidly in Indonesia, is no longer limited to functioning as an entertainment medium but has also become a space for disseminating information, including political issues such as the controversy over the housing allowance of the House of Representatives (DPR). This study analyzes the political information consumption patterns of Generation Z on TikTok using the Uses and Gratifications theory and Information Seeking Gratifications. This research employs a qualitative approach through in-depth interviews and digital observation, with the findings validated using the member check technique to ensure data accuracy. The results show that Generation Z’s political information consumption patterns are shaped by TikTok’s algorithm and the characteristics of short-form content that are easily absorbed. Although the understanding gained tends to be basic, this pattern effectively motivates Generation Z to actively seek more in-depth information. The study emphasizes that TikTok is effective in shaping young people’s political understanding, despite various challenges related to accuracy and information quality. Perkembangan teknologi dan media sosial membawa perubahan dalam pola konsumsi informasi, khususnya pada kalangan Gen Z yang cenderung menyukai konten singkat, cepat dan mudah diakses. TikTok, sebuah platform dengan perkembangan yang sangat pesat di Indonesia kini tidak lagi berperan sebatas sebagai media hiburan melainkan juga sebagai wadah penyebaran informasi, termasuk isu politik, seperti kontroversi tunjangan tempat tinggal DPR. Penelitian ini menganalisis pola konsumsi informasi politik Gen Z di TikTok dengan menggunakan teori Uses and Gratifications dan Information Seeking gratifications. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif berupa wawancara mendalam dan observasi digital, hasil temuan kemudian divalidasi dengan teknik member check untuk memastikan akurasi data. Hasil penelitian memperlihatkan pola konsumsi informasi politik Gen Z dibentuk oleh algoritma TikTok dan karakteristik konten singkat yang mudah diterima. Meskipun pemahaman yang diperoleh berupa pemahaman yang mendasar terkait sebuah isu, pola ini efektif memberikan motivasi bagi Gen Z untuk aktif mencari sebuah informasi yang lebih mendalam. Penelitian ini menegaskan TikTok yang efektif membentuk pemahaman politik generasi muda dengan berbagai tantangan akurasi serta kualitas informasi yang muncul.
Pergeseran Budaya Nongkrong Gen-Z Makassar dari Kafe Tradisional ke Modern dalam Komunikasi Budaya Wijaya, Lillian Sabrina; Candraningrum, Diah Ayu
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36813

Abstract

Hanging out has become a part of the lifestyle of Makassar's youth. Generation Z is one of the generations that embraces this lifestyle. However, hanging out is no longer merely an activity for interaction. This activity has shifted to a symbol of social identity. Traditional cafes are starting to be abandoned by Gen-Z, who are turning to modern cafes. This study investigates the factors behind this shift, focusing on new interaction patterns formed in modern cafes, as well as how identity or image is constructed by Gen-Z in modern cafes. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation. The results show that the shift is driven by social media trends, the aesthetics of the place, and awareness of a place's social status. New interaction patterns that occur in modern cafes are also found, namely the "Hybrid Interaction Pattern" (dual interaction: real and virtual) and the "Functional Interaction Pattern" (productive space for work and study). Budaya nongkrong telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda Makassar. Generasi Z adalah salah satu generasi yang menghidupi gaya hidup ini. Namun, gaya hidup nongkrong kini bukan lagi semata-mata aktivitas untuk berinteraksi. Kegiatan ini telah bergeser menjadi media pembentukan identitas sosial Gen-Z. Kafe tradisional sudah mulai ditinggalkan oleh para Gen-Z yang beralih ke kafe modern. Penelitian ini mencari tahu faktor pergeseran dengan titik fokus melihat proses interaksi baru yang terbentuk di kafe modern, serta bagaimana identitas atau citra dibangun oleh Gen-Z di kafe modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran didorong oleh faktor tren media sosial, estetika tempat, dan kesadaran akan status sosial suatu tempat. Ditemukan juga proses interaksi baru yang terjadi di kafe modern, yakni "Proses Interaksi Hybrid" (interaksi ganda: nyata dan virtual) dan "Proses Interaksi Fungsional" (ruang produktif untuk bekerja dan belajar).
Peran Gimik dalam Membangun Brand Personality Windah Basudara di YouTube Kent, Raymond; Candraningrum, Diah Ayu
Kiwari Vol. 4 No. 4 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i4.36815

Abstract

In the rapidly evolving digital era, brand personality has become a crucial element for content creators to establish a unique and recognizable identity amid increasingly competitive content ecosystems. This study examines the role of gimmicks in shaping the brand personality of Windah Basudara on YouTube using Jennifer Aaker’s Brand Personality framework. This research employs a qualitative case study approach through in-depth interviews with Windah Basudara, five loyal viewers, and a communication expert. The findings reveal that gimmicks function as performative strategies intentionally crafted to construct an energetic, loud, dramatic, and entertaining streaming persona—one that differs from his real-life personality. Consistent use of verbal and non-verbal gimmicks strengthens audience engagement, creates a lively viewing experience, and differentiates Windah from other gaming creators. From the audience’s perspective, these gimmicks serve as distinctive traits that foster emotional attachment and enhance viewer loyalty. The study concludes that Windah’s gimmicks predominantly reinforce the excitement dimension, resulting in a strong, unique, and highly engaging brand personality. Dalam era digital yang berkembang pesat, brand personality menjadi elemen penting bagi content creator untuk membangun identitas yang unik dan mudah dikenali di tengah persaingan konten yang semakin kompetitif. Penelitian ini menganalisis peran gimik dalam membentuk brand personality Windah Basudara di YouTube dengan menggunakan teori Brand Personality dari Jennifer Aaker. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan Windah Basudara, lima penggemar loyal, dan seorang ahli komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gimik berfungsi sebagai strategi performatif yang dirancang secara sengaja untuk membentuk persona streaming yang energik, berisik, dramatis, dan menghibur, persona yang berbeda dari kepribadian aslinya. Konsistensi penggunaan gimik verbal dan non-verbal memperkuat engagement, menciptakan pengalaman menonton yang hidup, serta membedakan Windah dari kreator gaming lainnya. Dari sudut pandang audiens, gimik menjadi ciri khas yang membangun keterikatan emosional dan meningkatkan loyalitas penonton. Temuan ini menegaskan bahwa gimik Windah secara dominan membentuk dimensi excitement, sehingga menghasilkan brand personality yang kuat, unik, dan sangat engaging.
Peran Instagram Reels dalam Strategi Digital Public Relations Event Megabuild 2025 Virlinda, Alicia; Candraningrum, Diah Ayu
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37004

Abstract

In the digital era, social media has become an important medium for organizations to build relationships with audiences through Digital Public Relations. This study aims to examine the role of Instagram Reels in the Digital Public Relations strategy of Megabuild Indonesia 2025, particularly in facilitating audience engagement. This research is grounded in Excellence Theory with a Two-Way Symmetrical Communication approach, the concept of Digital Public Relations, and audience engagement theory. A qualitative approach with a case study method was applied in this study. Data were collected through in-depth interviews with the organizing team and event participants, observation of Instagram Reels content, and analysis of internal documentation from the Megabuild Public Relations team. The findings indicate that Instagram Reels function as a two-way communication medium that enables audience participation through digital interactions and contributes to the formation of awareness and positive perceptions of Megabuild Indonesia 2025. The use of interactive and storytelling-based content encourages dialogic audience engagement. These findings suggest that content variability and the utilization of audience feedback play a crucial role in audience-oriented Digital Public Relations practices.   Di era digital, media sosial dimanfaatkan oleh organisasi sebagai sarana untuk membangun hubungan dengan audiens melalui praktik Public Relations digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Instagram Reels dalam strategi Public Relations digital pada kegiatan Megabuild Indonesia 2025, khususnya dalam membangun keterlibatan audiens. Penelitian ini menggunakan teori keunggulan dengan pendekatan komunikasi dua arah simetris, konsep Public Relations digital, serta konsep keterlibatan audiens sebagai landasan teoretis. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diterapkan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tim penyelenggara dan partisipan kegiatan, observasi terhadap konten Instagram Reels, serta dokumentasi internal tim Public Relations Megabuild. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram Reels berperan sebagai media komunikasi dua arah yang memfasilitasi partisipasi audiens melalui interaksi digital serta membentuk kesadaran dan persepsi positif terhadap kegiatan Megabuild Indonesia 2025. Penyajian konten yang interaktif dan berbasis penceritaan mendorong keterlibatan audiens secara dialogis. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan konten yang variatif serta pemanfaatan respons audiens menjadi bagian penting dalam praktik Public Relations digital yang berorientasi pada audiens. 
Peran Komunikasi Interaktif dalam Live Streaming untuk Membangun Kepercayaan Konsumen Lavenia, Angie; Candraningrum, Diah Ayu
Kiwari Vol. 5 No. 1 (2026): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v5i1.37024

Abstract

This study aims to evaluate the role of interactive communication in live streaming marketing in fostering consumer trust. Live streaming marketing is a type of digital communication that focuses on direct interaction between presenters and viewers through real-time features such as comments, questions, and live reactions. The method used in this study was qualitative, with an in-depth interview approach and observation of live streaming activities on e-commerce platforms. The findings of the study indicate that interactive communication conducted by presenters, including responding quickly, using convincing language, conveying product details clearly, and demonstrating a friendly and transparent attitude, plays a significant role in creating a sense of comfort and consumer trust. The interactive relationship formed during live streaming makes consumers feel cared for, appreciated, and personally involved. This encourages increased consumer confidence in the presenter's credibility and the quality of the products offered. Therefore, interactive communication in live streaming marketing functions not only as a promotional tool but also as a fundamental strategy in building long-term trusting relationships between brands and consumers. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi komunikasi yang interaktif dalam pemasaran live streaming dalam menumbuhkan kepercayaan konsumen. Pemasaran live streaming adalah salah satu jenis komunikasi digital yang berfokus pada interaksi langsung antara penyaji dan penonton melalui fitur waktu nyata seperti komentar, pertanyaan, dan reaksi langsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan wawancara mendalam dan pengamatan aktivitas live streaming di platform e-commerce. Hasil penelitian menunjukkan, komunikasi interaktif yang dilakukan oleh penyaji, termasuk menjawab dengan cepat, menggunakan bahasa yang meyakinkan, menyampaikan detail produk dengan jelas, serta menunjukkan sikap yang ramah dan transparan, sangat berperan dalam menciptakan rasa nyaman dan kepercayaan konsumen. Hubungan interaktif yang terbentuk selama live streaming membuat konsumen merasa diperhatikan, dihargai, dan terlibat secara pribadi. Hal ini mendorong peningkatan keyakinan konsumen terhadap kredibilitas penyaji dan mutu produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, komunikasi interaktif dalam pemasaran live streaming bukan hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga merupakan strategi fundamental dalam membangun hubungan kepercayaan jangka panjang antara merek dan konsumen.
PELAKSANAAN SEMINAR EDUKATIF MENGENAI PERSIAPAN DUNIA KERJA KEPADA SISWA SMAK TUNAS BANGSA CAKUNG Candraningrum, Diah Ayu; Cecilia Jesse Chandra; Evelyn Natasha
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37160

Abstract

The teenage years are an important period in individual development marked by various changes, both physically, emotionally, and socially. For high school students, this phase coincides with the preparation process for life outside the school environment. Amidst the increasing competition in entering the workforce, the reality is that many teenagers, especially high school students, still lack access and a sufficient understanding of these stages. The lack of information and preparation can decrease their competitiveness in the job market. Therefore, the socialization of seminars related to preparation for entering the workforce becomes an initiative in the effort to build better and more ready human resources. This research aims to provide understanding and preparation for students of SMAK Tunas Bangsa Cakung regarding the importance of preparing themselves for the job market from the outset, in order to create superior human resources that are ready to compete in an increasingly developing era. The activity was done using a seminar method to provide material, attended by around 80 students, with results showing that the student’s active participation indicates that they have an interest in knowledge about the working world and early awareness of their future. ABSTRAK Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Bagi siswa SMA, fase ini juga bersamaan dengan proses persiapan menuju kehidupan di luar lingkungan sekolah. Di tengah meningkatnya persaingan dalam memasuki dunia kerja, kenyataannya masih banyak remaja, khususnya siswa SMA, yang belum memiliki akses serta pemahaman yang memadai tentang tahapan tersebut. Kurangnya informasi dan pembekalan ini dapat menurunkan daya saing mereka di pasar kerja. Maka dari itu, sosialisasi seminar terkait persiapan memasuki dunia kerja menjadi bentuk inisiatif dalam upaya membangun sumber daya manusia yang lebih baik dan siap. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembekalan kepada siswa/i SMAK Tunas Bangsa Cakung mengenai pentingnya mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sejak awal, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di era yang semakin berkembang. Kegiatan dilakukan dengan metode seminar pembekalan materi yang diikuti oleh sekitar 80 siswa, dengan hasil menunjukkan keaktifan siswa/i menunjukkan bahwa mereka memiliki minat terhadap pengetahuan tentang dunia kerja serta kesadaran awal mengenai masa depan mereka.