Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi E-Government Public Relations Dinas Kominfo Kota Bogor dalam Mengelola Isu Pengelolaan Sampah Dewinta, Putri; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33212

Abstract

Issue Management is the strategic process of identifying, analyzing, and responding to issues that may affect an organization, with the goal of addressing problems before they become crises. E-Government Public Relations Strategy is the use of information technology by the government to increase efficiency, transparency and public participation in services and policies. Researchers will examine public issues related to waste in Bogor City, with a focus on how the Department of Communication and Information (Diskominfo) manages this issue using e-Government Public Relations strategies with new media theory. New media is the terminology used to describe major changes in the production, distribution and use of media that are technological, conventional and cultural. This research uses descriptive qualitative methods, data collection is carried out using observation, interviews and documentation methods. The data analysis techniques used by researchers include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, the Bogor City Diskominfo identified issues from various sources such as social media and public reports. Bogor City Diskominfo analyzes the urgency and impact of the issue, monitors community responses, and determines handling priorities. The issue management strategy involves collaboration with relevant agencies and the use of social media to disseminate information. Concrete actions include field coordination and publication. Diskominfo also handles negative comments with positive answers. Evaluation of effectiveness is carried out by monitoring community response, and suggestions for improvement include expanding the presence on social media and varying communication methods. Manajemen isu adalah proses strategis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons isu-isu yang dapat mempengaruhi organisasi, dengan tujuan mengatasi masalah sebelum menjadi krisis. Strategi E-Government Public Relations adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi publik dalam layanan dan kebijakan. Peneliti akan meneliti masalah isu publik terkait sampah di Kota Bogor, dengan fokus pada bagaimana Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengelola manajemen isu tersebut menggunakan strategi e-Government Public Relations dengan teori new media. New media adalah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan perubahan besar dalam produksi, distribusi, dan penggunaan media yang bersifat teknologis, konvensional, dan budaya. Penelitian dilakukan denhan menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, Diskominfo Kota Bogor mengidentifikasi isu dari berbagai sumber seperti media sosial dan laporan masyarakat. Diskominfo Kota Bogor menganalisis urgensi dan dampak isu, memantau respons masyarakat, dan menentukan prioritas penanganan. Strategi manajemen isu melibatkan kolaborasi dengan dinas terkait dan penggunaan media sosial untuk menyebarkan informasi. Tindakan konkret termasuk koordinasi lapangan dan publikasi. Diskominfo juga menangani komentar negatif dengan jawaban positif. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan memantau tanggapan masyarakat, dan saran untuk peningkatan mencakup perluasan kehadiran di media sosial dan variasi metode komunikasi.
Strategi Komunikasi CSR Beasiswa Sobat Bumi dalam Pengelolaan Citra PT Pertamina (Persero) Larasati, Atifa Dinar; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36459

Abstract

The Sobat Bumi Scholarship Program is a Corporate Social Responsibility (CSR) initiative of PT Pertamina (Persero) that focuses on supporting education and strengthening sustainable values among university students. This study aims to analyze the implementation of CSR communication strategies within the program as an effort to manage the company’s image. The research employs a descriptive qualitative approach grounded in communication strategy concepts, CSR theory, and image management theory. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and indirect observation, and were analyzed using NVivo 12 through data reduction, data display, and verification techniques. The findings indicate that the communication strategy is implemented through the integration of online and offline channels, including social media, digital publications, campus outreach, training programs, and alumni forums. This implementation contributes to strengthening stakeholder relationships and shaping a positive corporate image, aligned with the agenda and role of Government Public Relations in enhancing national public communication. However, communication effectiveness still faces challenges in message consistency and outreach to audiences with low exposure levels, requiring a more adaptive and participatory communication approach. Program Beasiswa Sobat Bumi merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada dukungan pendidikan dan penguatan nilai keberlanjutan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi komunikasi CSR dalam program tersebut sebagai upaya pengelolaan citra perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan konsep strategi komunikasi, CSR, dan teori manajemen citra. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta observasi tidak langsung, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 dengan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dijalankan melalui integrasi kanal daring dan luring, seperti media sosial, publikasi digital, sosialisasi kampus, pelatihan dan forum alumni. Implementasi tersebut berkontribusi dalam memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan dan membentuk citra positif perusahaan, yang selaras dengan agenda dan peran Public Relations Pemerintah dalam memperkuat komunikasi publik nasional. Namun, efektivitas komunikasi masih menghadapi kendala dalam konsistensi pesan dan jangkauan kepada publik dengan keterpaparan rendah, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih adaptif dan partisipatif.
Makna Otonomi Ekonomi Perempuan dalam Lagu Miss Independent: Analisis Semiotika Roland Barthes Muaya, Fellycia; Candraningrum, Diah Ayu
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.36390

Abstract

This study examines the representation of perceptions of women’s economic autonomy in Ne-Yo’s "Miss Independent" (2008) using Roland Barthes’ semiotic approach. The lyrics serve as the subject, while the focus is on understanding how young women internalize messages of financial independence, decision- making freedom, and self-reliance. Analysis is conducted across three semiotic levels: denotation, connotation, and myth, to explore how the song constructs the image of an independent woman. Findings indicate that the lyrics reinforce liberal feminist values by emphasizing autonomy, equality, and empowerment, while also reflecting the social realities and aspirations of. The study demonstrates that popular music functions as a cultural medium that can shape perceptions, inspire agency, and foster critical media literacy. By linking lyrical representation with the lived experiences of young women, this research highlights the role of music in promoting gender equality and empowering to embrace independence both socially and economically. The study contributes to cultural communication scholarship and provides insight for creating more inclusive and empowering cultural works.     Penelitian ini menelaah representasi persepsi terhadap otonomi ekonomi perempuan melalui lirik lagu Ne-Yo, "Miss Independent" (2008) menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Subjek penelitian adalah lirik lagu, sedangkan objeknya adalah kemandirian ekonomi perempuan, termasuk kemampuan mengelola keuangan, membuat keputusan, dan menegaskan identitas diri. Analisis dilakukan pada tiga tingkatan makna: denotasi, konotasi, dan mitos, untuk memahami bagaimana lagu membangun citra perempuan mandiri. Temuan menunjukkan bahwa lirik lagu menguatkan nilai-nilai feminisme liberal dengan menekankan otonomi, kesetaraan, dan pemberdayaan, sekaligus mencerminkan realitas sosial dan aspirasi. Musik populer berfungsi sebagai medium budaya yang membentuk persepsi, mendorong kemandirian, dan meningkatkan literasi media kritis. Dengan menghubungkan representasi lirik dan pengalaman nyata perempuan muda, penelitian ini menyoroti peran musik dalam mempromosikan kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan untuk mandiri secara sosial dan ekonomi. Studi ini diharapkan memperkaya kajian komunikasi budaya serta memberikan inspirasi bagi penciptaan karya yang lebih inklusif dan memberdayakan.
Konstruksi Sosial Healthy Lifestyle dalam Budaya Fitness Gen Z di Lingkungan Perguruan Tinggi Djaja, Calvin Adiputra; Candraningrum, Diah Ayu
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.37139

Abstract

The growing awareness of healthy lifestyles among Generation Z has increased alongside concerns for physical health, mental well-being, and self-identity, particularly within urban and university environments. Fitness communities have emerged not only as spaces for physical exercise but also as social arenas where values, norms, and identities are collectively shaped. This study aims to understand how Generation Z students at Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, construct the meaning of a healthy lifestyle through their involvement in fitness communities. Using a qualitative approach with a case study method, this research explores participants’ lived experiences in engaging in fitness activities, developing healthy routines, and interpreting a healthy lifestyle as part of their self-identity. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and social media documentation. The analysis was guided by Berger and Luckmann’s Social Construction of Reality theory, focusing on the processes of externalization, objectivation, and internalization. The findings reveal that a healthy lifestyle is not merely understood as maintaining physical health but also as a symbol of discipline, mental balance, and social existence. Fitness communities function as social spaces that strengthen motivation, emotional support, and the internalization of healthy living values. This study highlights that healthy lifestyles among Generation Z are socially constructed through personal experiences and community dynamics. Perkembangan gaya hidup sehat di kalangan Generasi Z semakin menguat seiring meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan fisik, mental, dan citra diri, khususnya di lingkungan perkotaan dan kampus. Komunitas fitness menjadi salah satu ruang sosial yang tidak hanya memfasilitasi aktivitas kebugaran, tetapi juga membentuk nilai, norma, dan identitas generasi muda. Dalam konteks tersebut, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa Generasi Z Universitas Tarumanagara (UNTAR) Jakarta mengonstruksi makna healthy lifestyle melalui keterlibatan mereka dalam komunitas fitness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali pengalaman langsung anggota komunitas dalam menjalankan aktivitas kebugaran, membentuk rutinitas sehat, serta memaknai gaya hidup sehat sebagai bagian dari identitas diri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi media sosial. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada Teori Konstruksi Realitas Sosial Berger dan Luckmann yang menekankan proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa healthy lifestyle tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga sebagai simbol kedisiplinan, keseimbangan mental, serta eksistensi sosial. Komunitas fitness berperan sebagai ruang interaksi yang memperkuat motivasi, dukungan emosional, dan internalisasi nilai-nilai hidup sehat. Temuan ini menegaskan bahwa gaya hidup sehat bagi Generasi Z merupakan konstruksi sosial yang terbentuk melalui pengalaman personal dan dinamika komunitas.