Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PROFIL KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PLOSO BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM PENGAJUAN SOAL MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Maf’ulah, Syarifatul
Gamatika Vol 1, No 2: Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kreativitas sangat penting untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi. kreatifitas dapat diperbaiki di sekolah dengan pembelajaran pengajuan masalah. Kita harus memikirkan strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kreatifitas siswa. Salah satunya adalah pengajuan masalah. Semua siswa memiliki tingkat kemampuan matematika yang berbeda tetapi "apakah siswa dengan kemampuan matematika yang tinggi memiliki kreativitas yang tinggi juga? ". Sehingga, kami ingin meneliti kreativitas siswa dengan kemampuan matematika tinggi dari SMPN 2 Ploso dalam pengajuan masalah matematika. Hasil dari penelitian ini dijelaskan dalam bentuk profil. Tujuan dari penelitian untuk menggambarkan profil kreativitas siswa di SMPN 2 Ploso dari siswa pria dan wanita yang memiliki tingkat kemampuan tinggi matematika. Data penelitian yang diperoleh diuji dengan diberikan dari masalah yang diajukan untuk semua mata pelajaran selama empat kali. Tes pertama dan tes ketiga adalah masalah tes yang mempunyai situasi kompleks. Sementara tes kedua dan ujian terakhir adalah masalah tes dengan masalah yang sederhana. Setiap selesai melaksanakan tes, para peserta diberi  wawancara. Hasil yang didapatkan kemudian dianalisa berdasarkan tiga komponen kreativitas, yaitu: kelancaran, fleksibilitas dan kebaruan. Hasil analisis digunakan untuk melihat profil kreatifitas siswa di SMPN 2 Ploso untuk masalah matematika siswa laki-laki yang bermutu tinggi berkategori sangat kreatif, siswa perempuan matematika yang bermutu tinggi tergolong kategori kratif. Kata Kunci : profil, kreativitas, masalah berpose dari matematika, matematika kelas tinggi, dan gender   Abstract Creativity is very important for development of knowledge and technology. And it can be improved by problem posing learning. It  must be thought a strategy of learning which can develop student craetivity. One of them is problem posing. Every student have different mathematic ability grade. But “do the high mathematic ability student have the high creativity?”. So, we want to research the creativity of the high mathematic ability student on SMPN 2 Ploso to pose mathematic problem. Result of this research will be described in the form profil. Purpose this research is describe profil of student creativity on SMPN 2 Ploso male and female students who have mathematic high grade. The research data is obtained by given test of problem posing for all subject for four times. The first test and third test are problem posing test which have complex situation. Whereas secondly test and last test are problem posing test which simple problem. Every finishing do that test, then subject is given interview. Result of research then analised based on three creativity componen, they are: fluency, flexibility and novelty. Result of analisis see that profils of student creativity on SMPN 2 Ploso to pose mathematic problem are male student who has high mathematic grade is very creative category, female student who has high mathematic grade is creative category.   Key Words : profil, creativity, problem posing of mathematic, grade of high mathematic, and gender
Pengembangan Keberlangsungan Profesionalitas Guru Bersertifikasi untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di MTs. N 5 Jombang Rakhmahwati, Ima; Maf’ulah, Syarifatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.975 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan keberlangsungan profesionalitas guru rumpun PAI bersertifikasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTsN 5 Jombang. MTsN 5 Jombang dipilih sebagai lokasi penelitian ini karena peneliti sebagai pengajar di sekolah tersebut. Harapannya adalah hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk peningkatan mutu di sekolah tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode observasi ini dimaksudkan untuk mengamati proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar guru bersertifikasi. Metode wawancara ini peneliti gunakan untuk meneliti data yang lebih dalam kepada narasumber yaitu Bapak Kepala sekolah dan guru mata pelajaran PAI yang bersertifikasi di MTsN 5 Jombang sebagai sumber data untuk mendapatkan data tentang pengembangan keberlangsungan profesionalitas guru rumpun PAI bersertifikasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran MTsN di kabupaten Jombang. Jenis wawancara dalam penelitian ini bersifat semi terstruktur atau terbuka atau tidak baku. Dokumentasi adalah cara mencari data atau informasi dari buku-buku, catatan-catatan, transkip, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan yang lainnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, mengikuti konsep yang diberikan Miles and Humberman yang meliputi Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), dan Conclusion Drawing/ Verification. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukan jika pengembangan keberlangsungan profesionalitas guru PAI bersertifikasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran adalah dengan menerapkan hasil pelatihan- pelatihan diklat, workshop serta musyawarah guru mata pelajaran yang telah diperoleh untuk meningkatkan mutu pembelajaran, misalnya strategi mengajar sudah semakin bervariasi, dan paham tentang strategi mengatur suasana kelas agar pembelajaran berjalan kondusif. Disamping itu ketersedianya fasilitas- fasilitas yang mulai lengkap di madrasah juga sangat mendukung dalam peningkatan mutu pembelajaran.
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING KOMBINASI VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Nuroidah, Etik; Maf’ulah, Syarifatul
TRANSFORMASI Vol 5 No 2 (2021): TRANSFORMASI : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v5i2.1534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui discovery learning yang dikombinasikan dengan video. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas IX-B SMP Negeri 2 Peterongan sebanyak 32 siswa. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah : (1) aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran berada pada kategori minimal baik; dan (2) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mencapai ³ 80%. Siswa dikatakan tuntas secara individu apabila memperoleh skor hasil tes hasil belajar ³ 75. Hasil observasi pada siklus 1 menunjukkan persentase aktivitas guru mencapai 79% (baik), persentase aktivitas siswa mencapai 67% (cukup baik), dan secara klasikal sebesar 75% siswa tuntas hasil belajarnya. Sedangkan pada siklus 2, aktivitas guru mencapai 86% (sangat baik), aktivitas siswa sebesar 86% (sangat baik), dan secara klasikal sebesar 88% siswa tuntas hasil belajarnya. Artinya telah terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa pada siklus ke-2, sehingga penerapan discovery learning kombinasi video dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Pembelajaran Matematika dengan Media Software GeoGebra Materi Dimensi Tiga Syarifatul Maf’ulah; Suci Wulandari; Lia Jauhariyah; Ngateno Ngateno
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.031 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.1021

Abstract

AbstrakKesulitan siswa dalam memahami materi dimensi tiga perlu diatasi. Misalnya dengan menggunakan bantuan media pembelajaran yang tepat seperti  Software GeoGebra. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran dan hasil belajar matematika menggunakan software GeoGebra. Penelitian deskriptif kualitatif ini terdiri dari 19 subjek kelas XII IPS salah satu MA swasta di Jombang. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa proses pembelajaran dengan media software GeoGebra diawali dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengingatkan materi sebelumnya, menjelaskan unsur-unsur bangun ruang, memperkenalkan software GeoGebra, menjelaskan fungsi masing-masing menu, menjelaskan materi dimensi tiga menggunakan software GeoGebra, dan memberikan penguatan serta menyimpulkan inti materi yang telah dipelajari. Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemanfaatan GeoGebra. Software GeoGebra cocok digunakan untuk membantu siswa memahami materi dimensi tiga dengan baik. Learning Mathematics with GeoGebra Software Media with Three-Dimensional MaterialAbstractStudents' difficulties in understanding three-dimensional material need to be overcome. For example, by using the help of appropriate learning media such as GeoGebra Software. The purpose of this research was to describe the learning process and learning outcomes of mathematics using GeoGebra software. This qualitative descriptive study consisted of 19 subjects of class XII IPS, one of the private MA in Jombang. The research instruments are observation sheets, tests, and documentation. Based on the results of the study, it is known that the learning process using the GeoGebra software media begins with conveying the learning objectives and reminding the previous material, explaining the elements of spatial structure, introducing the GeoGebra software, explaining the function of each menu, explaining the Three Dimensional material using the GeoGebra software, and closing with providing reinforcement and conclude the core material that has been studied. The results of other studies indicate that there are significant differences in student learning outcomes between before and after the use of GeoGebra. GeoGebra software is suitable to help students understand three-dimensional material well.
PENALARAN ALJABAR SISWA MA PADA MATERI BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Siti Marwatin Ainiyah; Syarifatul Maf’ulah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus kepada penalaran aljabar siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penalaran aljabar siswa MA pada materi barisan dan deret ditinjau dari gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mengungkapkan dan memberi gambaran tentang fenomena atau kegiatan dari subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MA kelas XI, yaitu siswa yang mempunyai gaya kognitif Field Independent dan Field Dependent dengan kemampuan matematika setara. Pemilihan subjek dari tes gaya kognitif yaitu test GEFT. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan pemecahan masalah oleh subjek penelitian dengan cara tertulis dan wawancara dengan tes penalaran aljabar. Data yang diperoleh selanjutnya di triangulasi melalui pemberian masalah baru yang setara untuk dipecahkan pada waktu yang berbeda. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data menurut Miles & Huberman. Hasil penelitian ini adalah pada tahap pengenalan pola, SFI membuat dugaan dengan membuat model matematika dari setiap unsur yang diketahui. Selanjutnya SFI melakukan perhitungan sesuai dengan model matematika yang dibuatnya berdasarkan informasi pada tahap pencarian pola. Pada tahap generalisasi pola, SFI menentukan aturan umum pola yang telah ditemukan pada setiap unsur penyusun pola. SFI melakukan perhitungan untuk menentukan suku pertama dari barisan aritmatika yakni jumlah kursi baris pertama pada gedung teater dan produksi pupuk organic pada bulan pertama. SFI juga melakukan perhitungan untuk mencari jumlah deret aritmatika yakni jumlah seluruh kursi yang ada pada gedung teater dan jumlah seluruh pupuk organic yang telah diproduksi selama 1 tahun. Selanjutnya, SFI memeriksa kembali pemecahan masalah penalaran aljabar. Sedangkan SFD pada tahap pencarian pola dapat menyajikan informasi - informasi yang ditanya dalam bentuk kata-kata dan simbol. Selanjutnya SFD mempresentasikan informasi yang diperoleh secara lisan dan tulisan, yakni SFD menuliskannya pada lembar jawabannya. Pada tahap pengenalan pola pada materi barisan dan deret, SFD menyajikan ide yang membantu menentukan hubungan antara yang diketahui dan ditanya. Pada tahap generalisasi pola, SFD melakukan perhitungan barisan dan deret, membuat model matematika sesuai dengan informasi dan menyelesaikannya.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA MTS DALAM MENYELESAIKAN SOAL ALJABAR Achmad Iqdam Musabik; Syarifatul Maf’ulah; Eny Suryowati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang bersifat hirarkis dimana antara satu konsep dengan konsep lainnya saling terkait. Sehingga mengharuskan siswa memiliki konsep yang baik untuk belajar konsep lainnya. Meskipun matematika telah digunakan dalam kehidupan sehari – hari terkadang siswa masih kesulitan dalam memahami konsep dari beberapa cabang matematika salah satunya aljabar. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk memilih materi aljabar, sebab aljabar merupakan cabang matematika yang sering digunakan pada cabang-cabang yang lainnya. Konsep awal yang tidak sesuai dengan konsepsi dapat berdampak pada kesalahan konsep yang biasa dikenal dengan miskonsepsi. Untuk mengidentifikasi miskonsepsi yaitu dengan metode Certainty Of Response Index (CRI). Tujuan penelitian ini mendeskripsikan analisis miskonsepsi siswa mts dalam menyelesaikan soal aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini subjek yang diteliti adalah 3 yaitu subjek dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan matematika siswa, tes aljabar yang dianalisis dengan metode CRI dan wawancara. Data yang dianalisis adalah data yang didapat dari hasil tes aljabar dan hasil wawancara Data yang diperoleh selanjutnya ditriangulasi dengan memberikan tes aljabar baru yang setara untuk diselesaikan pada waktu yang berbeda. Data yang sudah diperoleh dalam penelitian ini dianalisis sesuai dengan teknik analisis data yakni mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi mengalami miskonsepsi teoritikal dan miskonsepsi korelasional. Subjek berkemampuan matematika sedang mengalami miskonsepsi klasifikasional dan miskonsepsi korelasional. Subjek berkemampuan matematika rendah mengalami miskonsepsi teoritikal, miskonsepsi klasifikasional dan miskonsepsi korelasional. Penelitian ini menganalisis miskonsepsi siswa karena, miskonsepsi pada siswa sering terjadi dan harus dihilangkan serta harus menjadi perhatian khusus bagi guru serta siswa itu sendiri karena dapat berakibat terganggunya atau kesalahan konsep pada konsepsi berikutnya. Apabila tidak segera diatasi siswa akan tetap mempertahankan konsep yang salah, maka akan membuat guru mengalami kesulitan dalam mengubah atau membenarkan konsep yang salah pada proses pembelajaran.
KEMAMPUAN SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Tattaqun Cahyo; Aminudin Juhri; Syarifatul Maf’ulah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan siswa SMA dalam memecahkan masalah program linear yang berbentuk soal cerita perlu mendapatkan perhatian serius. Faktanya dalam kehidupan sehari-hari siswa tidak menghadapi langsung bilangan ataupun lambang bilangan melainkan soal cerita yang terkait dengan sebuah topik matematika. Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai saat belajar matematika di SMA adalah menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Program Linear. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SMA dalam memecahkan masalah Program Linear ditinjau dari gaya belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode angket, tes, dan wawancara. Keabsahan data dengan menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian : 1). Subjek dengan gaya belajar visual memahami masalah dengan menyebutkan apa yang diketahui dan ditanya, menyusun rencana penyelesaian dengan mengingat instruksi verbal, sistematis dalam melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksanya kembali serta menyimpulkan dari yang ditanyakan. 2). Subjek dengan gaya belajar auditori memahami masalah dengan menyebutkan apa yang diketahui dan ditanya, menyusun rencana penyelesaian dengan mengingat,   menjelaskan dengan sistematis, dan lengkap dalam melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksanya kembali serta menyimpulkan dari yang ditanyakan.  3). Subjek dengan gaya belajar kinestetik memahami masalah dengan menyebutkan apa yang diketahui dan ditanya, menyusun rencana penyelesaian dengan mengingat,   melaksanakan rencana penyelesaian dengan tidak sesuai prosedur, dan memeriksanya kembali serta menyimpulkan dari yang ditanyakan.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA Suci Wulandari; Syarifatul Maf’ulah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia adalah pendidikan, adapun proses pendidikan sejatinya dilakukan sepanjang hayat, yaitu dari lahir sampai manusia meninggal. Pendidikan dapat berlangsung dimanapun, baik dirumah, disekolah, dan dilingkungan. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang dikembangkan untuk mendidik moral setiap siswa agar lebih sopan santun sesuai dengan budaya Indonesia. Namun pada kenyataanya, pendidikan karakter belum sepenuhnya diimplementasikan dalam dunia pendidikan. Hal ini membuat moral dan karakter siswa di Indonesia sangat kurang dari tujuan pendidikan kita. Kurikulum 2013 yang mempertimbangkan terbentuknya perilaku positif dan akhlak yang mulia dapat menjadi jawaban krisis karakter yang terjadi saat sekarang ini dan mampu menghasilkan pribadi yang dapat bersaing secara sehat dikemudian hari. Melalui pembelajaran matematika diharapkan seorang guru dapat mengimplementasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP Ma’arif NU Miftahul Ulum tahun 2020/2021. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data sebagai proses analisis data. Data yang diperoleh kemudian dianalisis tahapan proses pembelajaran melalui observasi peneliti dan selanjutnya mengkonfirmasi melalui wawancara sesuai indikator pendidikan karakter yang dibuat. Indikator yang dikembangkan adalah tanggung jawab, kedisiplinan guru, dan kreativitas guru. Hasil observasi penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran matematika telah sesuai dengan indikator penelitian. Hal ini juga ditunjukkan pada hasil wawancara kepada subjek telah menunjukkan kesesuaian antara observasi dan wawancara tersebut. Berdasarkan penelitian tersebut guru matematika telah mengimplementasikan pendidikan karakter melalui proses pembelajaran matematika dengan baik dan sesuai dengan indikator penelitian. 
PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PELUANG DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA . Istiqomah; Syarifatul Maf’ulah; Abd. Rozak
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal penting yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu pendidikan didalam keluarga, pendidikan di dalam sekolah maupun pendidikan di dalam masyarakat. Tujuan pendidikan pada kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Tampak pada tujuan pendidikan di atas salah satu kemampuan yang ingin dicapai adalah kemampuan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan profil berpikir kreatif siswa SMA berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan masalah peluang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dianalisis adalah data yang didapat dari tes tertulis dalam menyelesaikan masalah matematika dan hasil wawancara setelah subjek memecahkan masalah matematika. Subjek penelitian siswa kelas XII SMA diperoleh dari tes kemampuan matematika dan soal didapat dari adopsi soal UN SMA tahun 2017 dan 2018. Subjek dipilih berdasarkan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah.  Hasil dari penelitian ini adalah Profil berpikir kreatif subjek kemampuan matematika tinggi dalam mengenali masalah, mendefinisikan, merumuskan mencoba menyelesaikan dan mengevaluasi sesuai dengan indikator menyelesaikan masalah. Profil berpikir kreatif subjek kemampuan matematika sedang dalam mengenali masalah matematika sesuai dengan indikator tapi tidak mengungkapkan, akan tetapi identifikasi langsung tertuang dalam bentuk tulisan. Dalam mengevaluasi seringkali kurang yakin dengan langkah awal yang dilakukan sehingga selalu muncul pemantauan dalam setiap langkahnya. Profil berpikir kreatif subjek kemampuan matematika rendah dalam mengenali masalah perlu untuk mengamati, pada langkah penyelesaian subjek tidak menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dari soal dan sering mengulang langkah yang dilakukan yang dikarenakan binggung atau ragu dengan hasilnya sehingga perlu pemantauan.
PENGARUH MATERI PELUANG MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN ANALISIS EKSPERIMEN TAGUCHI Abd. Mu’thi; . Nurwiani; Syarifatul Maf’ulah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis ada atau tidaknya pengaruh  materi peluang sub materi ruang sampel dan titik sampel melalui pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa yang berdomisili di kampung dan berdomisili di pondok, menganalisis ada atau tidaknya pengaruh  materi peluang sub materi peluang suatu kejadian melalui pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa yang berdomisili di kampung dan berdomisili di pondok, menganalisis ada atau tidaknya pengaruh materi peluang sub materi frekuensi harapan melalui pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa yang berdomisili di kampung dan berdomisili di pondok dan menganalisis materi manakah yang mempunyai pengaruh tertinggi pada pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian  kuantitatif, dengan populasi  siswa kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C dan VIII-D  MTsN 4 Jombang tahun pelajaran 2020-2021. Sedangkan teknik sampling yang peneliti  gunakan adalah purposive sample, yaitu siswa kelas VIII-C MTsN 4 Jombang. Alat ukur yang digunakan berupa tes hasil belajar (THB) sub materi sampel dan titik sampel, sub materi peluang suatu kejadian dan  sub materi  frekuensi harapan. Data hasil penelitian dianalisis  menggunakan desain ekperimen Taguchi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh  pembelajaran  materi peluang sub materi ruang sampel dan titik sampel melalui pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa yang berdomisili di kampung dan berdomisili di pondok dengan persen kontribusi sebesar 49,8%; (2) ada pengaruh pembelajaran  materi peluang sub materi peluang suatu kejadian melalui pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa yang berdomisili di kampung dan berdomisili di pondok dengan persen kontribusi sebesar 22,0%; (3) ada pengaruh pembelajaran  materi peluang sub materi frekuensi harapan melalui pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa yang berdomisili di kampung dan berdomisili di pondok dengan persen kontribusi sebesar 2,6%.