Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Intensitas Energi Listrik dalam Menghemat Penggunaan Listrik di Fakultas Teknik UNG Sardi Salim; Ade Irawaty Tolago; Maharani R.P. Syafii
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 11 No 3: Agustus 2022
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v11i3.3836

Abstract

The electrical energy use in government buildings seems to pay less attention to electrical energy-saving provisions. Many rooms still have the lighting on during the day although the room has enough of sunlight. Using many air conditioners (AC) does not comply with the room volume and the number of people in the room. It leads to electrical energy waste, which is a problem at Universitas Negeri Gorontalo (UNG). The UNG household has reported that the electricity consumption in March 2021 was 65,291,330 VA. It greatly burdened the university’s operating costs budget (±60.30% of UNG’s household operating funds). This study aims to analyze the electrical energy use intensity and establish electrical energy use saving policies. The study was conducted at the Faculty of Engineering of UNG. The employed research method was the audit analysis of energy use intensity (EUI). The room lighting level according to the lighting and sunlight entering the room was directly measured with a lux meter and analyzed following the provisions of Indonesian National Standard (Standar Nasional Indonesia, SNI) 6197-2011. Electrical energy use in air-conditioned and non-air-conditioned rooms was analyzed using the EUI method. The energy use level refers to efficiency standards following the Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 13 of 2012. The results showed that, on average, 23.43% of the 233 rooms had lighting intensity exceeding the SNI standard. The electrical power use in an air-conditioned room for 26 working days was 14.73 kWh/m2/mo. Based on the efficiency standards of the Minister of Energy and Mineral Resources Regulation, it falls into the moderately wasteful category. Electrical energy saving is conducted by implementing the room lighting system efficiency, and the use of AC with power complies with the standards of room coolness demands and the implementation of electrical energy saving life patterns.
Pembuatan Biogas Skala Rumah Tangga Untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Masyarakat Di Desa Iloheluma Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara Sardi Salim; Syahrir Abdussamad
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 1, No 4 (2021): December
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.1.4.181-190.2021

Abstract

Program KKN dengan kegiatan utama Penerapan Biogas Potensi Lingkungan (limbah kotoran ternak), untuk Menunjang Kebutuhan Rumah Tangga di Desa Iloheluma Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara, bertujuan untuk: 1) Meningkatkan kepedulian dan empati mahasiswa pada permasalahan kebutuhan masyarakat desa, 2) Memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat melalui pemberdayaan produk TTG Biogas dari limbah kotoran ternak. 3) Memberikan dasar kebijakan bagi Pemerintah dalam program pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lingkungan. Kegiatan KKN dilaksanakan oleh mahasiswa program KKN sebanyak 30 orang yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan dan melibatkan Mitra yaitu unsur Desa Iloheluma dan unsur Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Program dilaksanakan selama kurang lebih 45 hari melalui 2 tahap yakni, tahap 1 adalah penerapan kegiatan inti berupa pembuatan produk biogas sebagai produk teknologi tepat guna untuk membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat, dan Tahap ke 2 adalah kegiatan penunjang berupa kegiatan kreatif inovatif yang dilaksanakan kelompok mahasiswa membantu kegiatan pemerintah desa dan kegiatan pembelajaran pengembangan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan, terpusat di lokasi Desa Iloheluma Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Dengan terlaksananya program KKN sebagai peran Perguruan Tinggi dalam mewujudkan tridharma bidang pengabdian kepada masyarakat sesuai tujuan dan sasaran program, dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat terutama dalam penggunaan bahan bakar alternaif pengganti minyak tanah dan LPG yang sekarang ini merupakan bahan utama menunjang kebutuhan rumah tangga masyarakat. Di samping itu melalui program KKN pemerintah lebih mudah dan efektif dalam pelayanan masyarakat di lingkungan Desa.
Mapping of lamtoro field in supporting the co-firing of steam power plants program Yasin Mohamad; Sardi Salim; Lanto Mohamad Kamil Amali; Abdi Gunawan Djafar
International Journal of Applied Power Engineering (IJAPE) Vol 12, No 1: March 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3641.482 KB) | DOI: 10.11591/ijape.v12.i1.pp37-48

Abstract

The policy of renewable energy in Indonesia is expressed in the government regulation no. 79 in 2014 regarding the national energy policy. In the document, renewable energy is targeted to reach 23% in 2025, and a minimum of 31% in 2050. One of the developed renewable energies is biomass which is produced by lamtoro, a plant which has been employed as a mixture in coal at Anggrek steam power plant 2×25 MW Gorontalo. As much of 1% to 5% of lamtoro is added in 1,000 ton of coal per day. The research aims to create a thematic map of the distribution of lamtoro to meet the need of co-firing at Anggrek steam power plant. The result of research shows the total area of field which has been planted with lamtoro is 69,074 ha, scattered in 14 districts. Meanwhile the largest area is Kabila Bone district (22,070 ha), and the smallest area is East Bulango district (0.228 ha). The estimated potential of lamtoro in 14 districts of Bone Bolango regency is about 916,439.86 ton/ha/year.
Pelatihan Menyusun AHSP Berdasarkan SNI Menggunakan Excel kepada Aparat Desa Langgula Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo Ervan Hasan Harun; Jumiati Ilham; Rahmani Kadarningsih; Sardi Salim
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v1i2.9

Abstract

Pemerintah Desa memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur di tingkat lokal. Untuk melaksanakan proyek-proyek pekerjaan fisik seperti pembangunan jalan, jembatan, gedung, dan lainnya, diperlukan pemahaman yang baik tentang analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). AHSP adalah suatu perhitungan yang digunakan untuk menentukan estimasi biaya suatu pekerjaan konstruksi dengan menggunakan koefisien bahan dan upah pekerja yang sudah ditetapkan berdasarkan SNI. Berdasarkan hasil assesment kebutuhan masyarakat, daftar inventarisir masalah, dan daftar potensi yang ada di desa Langgula, maka pelaksanaan KKN Tematik Membangun Desa Tahap II tahun 2023 ini memberikan Pelatihan Menyusun AHSP Berdasarkan SNI Menggunakan Excel kepada Aparat Desa Langgula Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo dalam rangka perencanaan pembangunan di desa, sebagai solusi atas permasalahan perencanaan pembangunan di tingkat desa. Metode survey dan sosialisas/pelatihan digunakan pada pengabdian ini dan telah menghasilkan 73,33% peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan sosialisasi dan pelatihan menjadi 89,33% jika dibandingkan sebelum kegiatan hanya sebesar 16%. Village Government has a very important role in the construction and development of infrastructure at the local level. To carry out physical work projects such as building roads, bridges, buildings, etc., a good understanding of work unit price analysis (AHSP) based on Indonesian National Standards (SNI) is required. AHSP is a calculation used to determine the estimated cost of a construction job using material coefficients and worker wages that have been determined based on SNI. Based on the results of an assessment of community needs, an inventory list of problems, and a list of potentials in Langgula village, the 2023 Phase II Thematic KKN for Building Villages provides training on preparing AHSP based on SNI using Excel to Langgula Village Officials, Batudaa Pantai District, Gorontalo Regency in the context of planning development in villages, as a solution to development planning problems at the village level. Survey and socialization/training methods were used in this service and resulted in a 73.33% increase in participants' understanding after the socialization and training activities to 89.33% compared to 16% before the activity.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Menggunakan Peralatan Listrik serta Pemasangan Instalasi Listrik yang Aman dan Hemat Energi Taufiq Ismail Yusuf; Ade Irawaty Tolago Ade Irawaty Tolago; Rahmat D.R. Dako; Ifan Wiranto; Sardi Salim; Amirudin Y. Dako; Ikhsan Hidayat
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v1i2.12

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Gorontalo bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan hasil-hasil penelitian dosen serta mahasiswa kepada Masyarakat, sehingga keberadaan perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan dapat dirasakan oleh masyarakat. Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Gorontalo pada kegiatan pengabdian kali ini melakukan kegiatan yang berfokus pada keamanan dan efisiensi penggunaan listrik. Topik ini diangkat karena masih banyaknya Masyarakat yang belum menyadari tentang pentingnya penggunaan listrik dan instalasi listrik yang benar dan aman.  Kegiatan ini, dilakukan melalui beberapa sub kegiatan yakni 1) memberikan penyuluhan tentang penggunaan peralatan listrik yang aman dan hemat energi. 2) melakukan pelatihan instalasi listrik yang benar dan aman. 3) melakukan pemasangan ataupun perbaikan instalasi penerangan bagi masyarakat desa yang membutuhkan.  Target luaran yang disasar pada kegiatan ini, yaitu 1) timbulnya kesadaran pengetahuan masyarakat desa akan pentingnya penggunaan peralatan listrik yang efisien dan aman. 2) Rumah-rumah penduduk desa memiliki instalasi listrik yang sesuai dengan pedoman yang benar dan aman. Community Service Activities carried out by Gorontalo State University aim to apply knowledge and research results of lecturers and students to the community, so that the existence of universities as centers of knowledge can be felt by the community. The Department of Electrical Engineering, Gorontalo State University, in this service activity carried out activities that focused on safety and efficient use of electricity. This topic was raised because there are still many people who are not aware of the importance of using electricity and installing electricity correctly and safely. This activity is carried out through several sub-activities, namely 1) providing education about the safe and energy efficient use of electrical equipment. 2) carry out training on correct and safe electrical installations. 3) install or repair lighting installations for village communities who need them. The output targets targeted in this activity are 1) raising awareness in village communities about the importance of using electrical equipment efficiently and safely. 2) Village residents' houses have electrical installations that comply with correct and safe guidelines.
Penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi Perakitan Komputer kelas X TKJ SMKN 1 Bulango Selatan Labuna, Ardiyanita R; Salim, Sardi; Latief, Mukhlisulfatih; Suwandi, Ihsanulfu'ad
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 4, No 2: Juli 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v4i2.18904

Abstract

Dari hasil observasi peneliti di SMKN 1 Bulango Selatan khususnya jurusan TKJ belum menunjukkan proses pembelajaran yang aktif. Penggunaan metode ceramah yang digunakan oleh guru pada mata pelajaran tersebut membuat peserta didik tidak memperhatikan apa yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi perakitan komputer kelas X TKJ SMKN 1 Bulango Selatan”. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam II siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran perakitan komputer mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 7.6% yaitu dari 57,4% menjadi 65% yang berarti model problem based learning telah mencapai ketuntasan minimum yaitu 65%. Peningkatan tersebut dapat terjadi karena model problem based learning dapat mendorong peserta didik untuk melakukan pembelajaran dengan aktif.
Hybrid power plant using synchronization controller system to save electricity cost Salim, Sardi; Tolago, Ade Irawaty; Nasibu, Iskandar Zulkarnain
International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Vol 15, No 1: March 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijpeds.v15.i1.pp377-385

Abstract

The application of hybrid energy power plants is one solution to save electricity cost in buildings of government agencies, industries, and universities. The problem with using hybrid power plants that use solar energy sources and paid electricity networks is that sunlight energy cannot produce energy consistently from sunrise to sunset. Maximum energy can only be obtained when the sun is vertically acceptable to the photovoltaic (PV). This results in electrical loads having to be disconnected or switched back to the grid. The application of an electrical power sharing system synchronization controller system (SCS) can automatically regulate the use of electrical energy to low PV energy. The results of research on the application of hybrid PV using the SCS system with a rooftop solar panel system at the Gorontalo State University Building can produce a total electrical power of 600,975 kWh. The need for electrical power from January to September 2022 amounted to 859,151 kWh. The SCS hybrid power plant can reduce the use of paid electrical energy and its costs by 83.60%. The investment, operational, and maintenance cost requirement is IDR 10,747,886,801. The return on investment (ROI) analysis results show that the return on investment can be achieved for up to 34 years.
Peningkatan Potensi Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Dengan Memanfaatkan Transformasi Teknologi Digital Mohamad, Yasin; Bonok, Zainudin; Abdussamad, Syahrir; Tansa, Salmawaty; Z Nasibu, Iskandar; Kamil Amali, Lanto M.; Matoka, Arifin; Salim, Sardi; Asmara, Bambang Panji; Musa, Wahab
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Mei - Oktober 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v2i1.15

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini adalah suatu upaya yang dilakukan agar supaya terlaksananya Tridarma Perguruan Tinggi untuk memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Berdasarkan hal ini, kami mengajukan kegiatan Pengabdian di Desa Pinomontiga kec Bulawa Kab Bone Bolango dengan Tujuan Pengabdian ini adalah untuk memberikan Pengelolaan Potensi Desa melalui Pemerdayaan BUMDES, Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah para pengelola BUMDES dan Aparat desa serta Masyarakat Desa Pinomontiga dan pengelola wisata yang ada di desa pinomontiga. Hal ini di lakukan untuk membrikan pembekalan tentang analisis bisnis dan kelayakan usaha agar BUMDES lebih mandiri dan berdaya saing. Studi kelayakan usaha dapat dilakukan melalui beberapa tahap yaitu tahap penemuan ide atau perumusan gagasan, tahap memformulasikan tujuan dan terakhir tahap analisis.
Penerapan Absensi Siswa Berbasis Web Menggunakan Teknologi RFID (Radio Frequency Identification) di SMK 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tansa, Salmawaty; Tolago, Ade Irawaty; Dako, Rahmat Deddy; Bonok, Zainudin; Asmara, Bambang Panji; Musa, Wahab; Salim, Sardi; Wiranto, Ifan
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Mei - Oktober 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v2i1.16

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Teknik diarahkan untuk mendukung ketercapaian indikator kinerja utama (IKU) Perguruan Tinggi. Setiap program studi dapat berinovasi untuk mengintegrasikan kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dikonversi dengan mata kuliah yang pada kurikulum program studi. Penetapan mata kuliah yang akan dikonversikan mengacu pada Pedoman Kurikulum Universitas Negeri Gorontalo. Berdasarkan hal ini, kami mengajukan usulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMKN 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisai penerapan absensi berbasis website menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) kepada guru-guru wali kelas dan guru-guru mata pelajaran untuk menggantikan sistem absensi konvensional yang banyak memakan waktu dan tidak efisien. Metode kegiatan Pengabdian Masyarakat menggunakan metode sosialisasi dan demonstrasi. Langkah-langkah kegiatan adalah sosialisasi bagaimana penerapan aplikasi absensi berbasis website menggunakan teknologi RFID dan dilanjutkan dengan demonstrasi perangkat dan website kepada guru-guru di SMKN 1 Kaidipang
STUDI NILAI RESITENSI ELEKTRODA PENTANAHAN MENGGUNAKAN METODE TIGA KUTUB PADA KONDISI TANAH BERBEDA Kamil Amali, Lanto Mohamad; Mento, Isnain Sarjan; Salim, Sardi; Tolago, Ade Irawati; Ntobuo, Nova Elysia; Utama, Komang Arya
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 2 No. 2 (2024): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v2i2.47

Abstract

The grounding system serves as a safe path for electrical current to flow to the ground, which is important in preventing the risk of equipment damage and safety hazards. One of the critical parameters in this system is the resistance of the ground electrode, which can be measured using the three-point method. Based on PUIL 2000, the recommended grounding resistance value for electrical installations must be less than 5 ohms so that the system can work optimally and safely. The three-pole method is known to be accurate because it minimizes the influence of the environment around the electrode. However, factors such as soil type, humidity, and mineral content greatly influence the resistance of the ground electrode. Therefore, this study aims to evaluate the resistance of grounding electrodes in various types of soil, such as clay, swamp soil, damp sandy soil, dry soil, and rocky soil. Research results: The best grounding electrode resistance values ​​were obtained in clay and moist sandy soil (coastal). Meanwhile, the resistance value of the ground electrode for dry soil, rocky soil, and swamp soil does not meet the standard of ≤ 5 ohms. The factors that cause the resistance value of the ground electrode not to meet the standard are because in swampy soil the soil is dominated by insulating organic material and low content of conductive minerals. Also, moisture imbalance, electrode corrosion, and less-than-optimal electrode installation contribute. At the same time, dry soil and rocky soil are characterized by having a high level of resistivity due to low water and mineral content and a texture that does not support optimal electrical conductivity where field measurement results are not yet available. Meets the standard ≤ 5 Ω