Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

STUDI RESISTANSI ELEKTRODA PENTANAHAN MENGGUNAKAN METODE TIGA KUTUP: STUDI PENGARUH BENTONIT nain, isnain sarjan mento; Amali, Lanto Mohamad Kamil; Salim, Sardi
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Journal Of Renewable Energy Engineering
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v3i1.44

Abstract

Berdasarkan penelitian pengukuran resistansi elektroda pentanahan pada kondisi tanah berbeda dengan pengukuran normal (metode tiga kutub) dengan panjang batang elektroda tembaga dan besi 90 cm, diameter 10 mm dan kedalaman 0,4 meter dan 0,7 meter maka dapat disimpulkan: Tahanan jenis tanah berpengaruh pada nilai pentanahan. Nilai tahanan pentanahan terbaik diperoleh pada jenis tanah liat dan tanah lembab berpasir (pantai). Sedangkan nilai tahanan tanah kering dan berbatu dibutuhkan panjang dan kedalaman pada saat penelitian pengukuran tahanan pentanahan. Kedalaman penanaman batang elektroda berpengaruh pada nilai tahanan pentanahan, semakin dalam penanaman semakin kecil nilai tahanan pentanahan. Hasil pengukuran pada jenis tanah liat dan tanah lembab berpasir (pantai) mendapatkan hasil yang telah memenuhi standar ( PUIL 2000) yang menerapkan besar nilai tahanan sebesar ≤ 5 Ω. Hal ini terjadi karena pada lapisan tanah liat dan tanah berpasir (pantai) memiliki konduktivitas baik yang mampu mengalirkan arus listrik kedalam tanah dengan baik.
Sistematik Literatur Review : Peran Multimedia Interaktif dalam Pelayanan Bimbingan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa Khaerani, Khaerani; Biahimo, Samin; Habibie, Ainsha Ainun; Bila, Selvi Febrilia; Djauhari, Usman; Salim, Sardi; Novian, Dian
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 10 No. 2 (2025): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v10i2.9616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran multimedia interaktif dalam pelayanan bimbingan konseling (BK) kelompok sebagai strategi untuk meningkatkan literasi digital siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), khususnya di MTS Al-Huda Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematik dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari 74 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020–2025 dan dianalisis menggunakan teknik bibliometrik serta metode sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif dalam layanan BK kelompok mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep literasi digital, serta mendorong perkembangan keterampilan berpikir kritis dan etika digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa multimedia interaktif dapat menjadi solusi strategis dalam pembelajaran abad 21 yang menekankan pada literasi teknologi, partisipasi aktif, dan pembentukan karakter digital. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan multimedia interaktif secara sistemik dalam program BK sekolah berbasis agama untuk membangun generasi yang melek digital dan bermoral.
Prakondisi Desa Digital di Desa Tamboo Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Yusuf, Taufiq Ismail; Salim, Sardi; Irawaty, Ade; Dako, Amiruddin; Dako, Rahmat; Dali, Sri Wahyuni; Hidayat, Ikhsan
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Sbermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v8i1.8209

Abstract

Rural development has undergone significant changes since the digitization of Information and Communication Technology (ICT). Hybrid media technology has proven to make it easier for innovative villages to build networks and empower their communities to narrow the ICT gap, one of which is through community service. This community service is an effort of Gorontalo State University so that the Tridarma of Higher Education is implemented to contribute science and technology to the community. This Community Service was carried out in Tamboo Village, Bone Pantai District, Bone Bolango Regency. The purpose of this Community Service was to provide counseling on how to condition the beginning of a village so that it becomes a digital village. The expected output targets from this activity are: 1) The officials and community in Tamboo Village have knowledge of the importance of the village internet and how to manage infrastructure related to the village internet. 2) Village officials or village internet managers can have the ability to use internet facilities, which can then be developed to create village websites for digitization: village profile data, population data, village resource and potential data and other activities that can be digitized for work effectiveness and efficiency.
Pemetaan Lahan Lamtoro Sebagai Basis Data Hutan Tanaman Energi di Kabupaten Bone Bolango maulana, muhammad irfan; Salim, Sardi; Mohamad, Yasin
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.16810

Abstract

Pengembangan energi terbarukan sebagai energi alternatif atau dapat diperoleh dari tumbuhan yang salah satunya adalah tanaman lamtoro. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran lahan tanaman lamtoro dan analisis kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman lamtoro di Kabupaten Bone Bolango sebagai basis data pengembangan hutan tanaman energi. Metode penelitian yang digunakan dalam pemetaan sebaran lahan tanaman lamtoro adalah metode ground check (survey lapangan) dan metode dalam analisis kesesuaian lahan menggunakan metode overlay dan scoring setiap parameter yang digunakan dan diolah menggunakan software arcGIS. Hasil pemetaan sebaran lahan tanaman lamtoro pada tiga Kecamatan yang berada di Kabupaten Bone Bolango sebesar 1,604 ha pada Kecamatan Kabila dapat menghasilkan energi listrik sebesar 5.071 kWh/ha/tahun, 3,118 ha pada Kecamatan Tilongkabila dapat menghasilkan energi listrik sebesar 9.857 kWh/ha/tahun dan 22,070 ha pada Kecamatan Kabila Bone dapat menghasilkan energi listrik sebesar 69.767 kWh/ha/tahun. Menurut hasil analisis kesesuaian lahan tanaman lamtoro di Kabupaten Bone Bolango, mendapatkan empat kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) dengan besar lahan seluas 6245 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 19.741.622 kWh/ha/tahun, kelas kesesuaian lahan S2 (Cukup Sesuai) dengan besar lahan seluas 56617 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 178.977.009 kWh/ha/tahun, kelas kesesuaian lahan S3 (sesuai marginal) dengan besar lahan seluas 13442 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 42.492.696 kWh/ha/tahun dan kelas kesesuaian lahan N (tidak sesuai) dengan luas 111440 ha.The development of renewable energy as alternative energy can be obtained from plants, one of which is the lamtoro (leucaena leucocephala) plants. The research aimed to analyze the distribution of land for lamtoro plants and analysis of land suitability for cultivation of lamtoro plants in Bone Bolango Regency as a database for the development of energy plantation forest. The research method used in mapping the distribution of land for lamtoro plants was the ground check (field survey) method, whereas the method in land suitability analysis applied overlay and scoring methods in each parameter used and processed using ArcGIS software. The results of mapping distribution of land for lamtoro plants in three sub-districts in Bone Bolango Regency were that 1,604 ha in Kabila Subdistrict could produce electrical energy of 5.701 kWh/ha/year, 3,118 ha in Tilongkabila Subdistrict could produce electrical energy of 9.857 kWh/ha/year and 22,070 ha in Kabila Bone Subdistrict could produce electrical energy of69.767 kWh/ha/year. In accordance with the results of land suitability classes, including class S1 (very suitable) with an area of 6245 ha which could produce electrical energy of 19.741.622 kWh/ha/year, class S2 (fairy suitable) with an area of 56617 ha which could produce electrical energy of 178.977.009 kWh/ha/year, class S3 (marginally suitable) with an area of 13442 ha which could produce electrical energy of 42.492.696 kWh/ha/year and class N (not suitable) with an area of 111440 ha.
Pemanfaatan GIS untuk Perencanaan dan Optimasi PLTS Rooftop di Gedung Teknik UNG Hidayat, Ikhsan; Salim, Sardi; Irawaty Tolago, Ade; Bonok, Zainuddin
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 4 No. 1 (2025): SNTE III
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46962/snte.25.093

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan Geographic Information System (GIS) untuk perencanaan dan optimasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop di Gedung Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Kampus 4. Dengan pendekatan integratif berbasis GIS dan simulasi teknis mendalam melalui perangkat lunak HelioScope, penelitian ini berhasil mendesain sistem dengan kapasitas terpasang sebesar 368,79 kWp yang menggunakan 647 modul surya tipe Canadian Solar 570W. Berdasarkan simulasi, sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 486,5 MWh per tahun. Analisis teknis mengidentifikasi konfigurasi sistem optimal menggunakan 99 unit inverter Huawei 3kW serta faktor-faktor kehilangan energi. Hasil simulasi menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan nilai solar access rata-rata mencapai 99,2% yang mengindikasikan hampir tidak adanya dampak bayangan pada seluruh array. Penerapan GIS dalam pemetaan spasial lokasi memberikan kontribusi signifikan dalam menentukan potensi atap, tata letak panel yang terbagi dalam 7 segmen field (C2, C3, C4, C5, C6, Civil Lab, Industry Lab), dan efisiensi sistem secara keseluruhan. Selain itu, kajian ekonomi yang didasarkan pada data kapasitas dan produksi energi aktual ini menunjukkan prospek implementasi yang layak dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang akurat dan siap implementasi bagi pengembangan PLTS rooftop di UNG serta institusi pendidikan lainnya di kawasan Indonesia Timur, mendukung pencapaian target kampus hijau dan net zero emission.
Comparative Analysis and Optimization of GIS-Based Rooftop Solar Power Plants Hidayat, Ikhsan; Salim, Sardi; Tolago, Ade Irawaty; Mohamad, Yasin; Bonok, Zainudin
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 8, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v8i1.34333

Abstract

The increasing demand for electricity and the global commitment to carbon reduction have encouraged higher education institutions to integrate renewable energy into campus infrastructures. However, most previous rooftop PV studies at Universitas Negeri Gorontalo (UNG) have been limited to single-building assessments or have not fully integrated spatial analysis with technical simulation. This study addresses this research gap by conducting a comparative analysis and system optimization of a rooftop photovoltaic (PV) installation at the Faculty of Engineering building using a combined Geographic Information System (GIS) approach and detailed technical simulation through HelioScope. The optimized design yields a total capacity of 368.79 kWp comprising 647 Canadian Solar 570W modules. Simulation results indicate an annual energy output of 486.5 MWh with a Performance Ratio (PR) of 95.8%, where PR represents the ratio of actual system performance to ideal irradiance conditions, and a solar access value of 99.2%. The economic assessment shows a payback period of 11.04 years under an export tariff of IDR 1,440/kWh. Furthermore, a comparative evaluation with two previous studies demonstrates significant improvements in both technical and economic aspects due to the integrated GIS and high-resolution simulation approach. The findings provide a valuable reference for advancing renewable energy implementation in educational institutions, particularly in designing efficient and sustainable rooftop PV systems.