Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

E-Modul Berbasis Articulate Storyline Sebagai Sumber Belajar Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini Kurniawan, Andri; Khasanah, Uswatun
Jurnal Raudhah Vol 11, No 1 (2023): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v11i1.2866

Abstract

Penelitian ini didasari pada perkembangan teknologi yang mulai merambah dunia pendidikan dan disesuaikan dengan  karakterisik pembelajaran saat ini .Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi berbentuk e-modul berbasis articulate storyline sebagai sumber belajar mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini untuk mahasiswa program studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak usia Dini(PG-PAUD). Pengembangan e-modul yang berbasis articulate storyline menggunakan langkah pengembangan Borg and Gall (1983) dan hanya dilakukan sampai lima tahap, yakni: 1) Research and information collecting (mencari dan mengumpulkan data), 2) Planning (perencanaan), 3) Develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk produk awal), 4) Preliminary field testing (uji coba lapangan awal), 5) Main product revision (revisi hasil uji coba lapangan awal). Dari hasil uji ahli dan uji coba lapangan  e-modul berbasis articulate storyline layak digunakan sebagai sumber belajar mata kuliah pengembangan pembelajaran ilmu sosial  anak usia dini.Kata kunci:  E-modul;  Articulate Storyline; Pembelajaran Ilmu Sosial.This research is based on technological developments that have begun to penetrate the world of education and are adapted to the characteristics of current learning. This research aims to develop an application in the form of an articulate storyline-based e-module as a learning resource for Early Childhood Social Science Learning Development courses for students of the Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) study program. The development of e-modules based on articulate storyline uses the development steps of Borg and Gall (1983) and is only carried out up to five stages, namely: 1) Research and information collecting (searching and collecting data), 2) Planning (planning), 3) Develop preliminary form of product (developing initial product form), 4) Preliminary field testing (initial field trials), 5) Main product revision (revision of initial field trial results). From the results of expert tests and field trials, articulate storyline-based e-modules are suitable to be used as learning resources for Early Childhood Social Science Learning Development coursesKeywords: E-Module, Articulate Storyline, Early Childhood Social Science Learning
E-Modul Berbasis Articulate Storyline Sebagai Sumber Belajar Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini Kurniawan, Andri; Khasanah, Uswatun
Jurnal Raudhah Vol 11, No 1 (2023): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v11i1.2866

Abstract

Penelitian ini didasari pada perkembangan teknologi yang mulai merambah dunia pendidikan dan disesuaikan dengan  karakterisik pembelajaran saat ini .Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi berbentuk e-modul berbasis articulate storyline sebagai sumber belajar mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini untuk mahasiswa program studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak usia Dini(PG-PAUD). Pengembangan e-modul yang berbasis articulate storyline menggunakan langkah pengembangan Borg and Gall (1983) dan hanya dilakukan sampai lima tahap, yakni: 1) Research and information collecting (mencari dan mengumpulkan data), 2) Planning (perencanaan), 3) Develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk produk awal), 4) Preliminary field testing (uji coba lapangan awal), 5) Main product revision (revisi hasil uji coba lapangan awal). Dari hasil uji ahli dan uji coba lapangan  e-modul berbasis articulate storyline layak digunakan sebagai sumber belajar mata kuliah pengembangan pembelajaran ilmu sosial  anak usia dini.Kata kunci:  E-modul;  Articulate Storyline; Pembelajaran Ilmu Sosial.This research is based on technological developments that have begun to penetrate the world of education and are adapted to the characteristics of current learning. This research aims to develop an application in the form of an articulate storyline-based e-module as a learning resource for Early Childhood Social Science Learning Development courses for students of the Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) study program. The development of e-modules based on articulate storyline uses the development steps of Borg and Gall (1983) and is only carried out up to five stages, namely: 1) Research and information collecting (searching and collecting data), 2) Planning (planning), 3) Develop preliminary form of product (developing initial product form), 4) Preliminary field testing (initial field trials), 5) Main product revision (revision of initial field trial results). From the results of expert tests and field trials, articulate storyline-based e-modules are suitable to be used as learning resources for Early Childhood Social Science Learning Development coursesKeywords: E-Module, Articulate Storyline, Early Childhood Social Science Learning
PERAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN GURU BERMUTU UNTUK MENDUKUNG VISI INDONESIA MAJU Agustina Rahmi; Dwi Sogi Sri Redjeki; Melly Anggraini; Sabariah; Eshariayni; Andri Kurniawan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.484

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Guru Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Maju dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu: a) berusaha memahami dan mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga sekolah, b) memberikan dukungan unutuk meningkatkan mutu guru dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kemampuan, c) jika ada guru yang kesulitan maka kepala sekolah tidak segan untuk memberikan arahan, mentoring dan evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan guru dan d) kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kebersamaan yang nyaman dan mendukung. Sedangkan, implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu dengan: a) berpedoman dengan tujuan, visi dan misi yang ditetapkan, b) berusaha mendengarkan, mengakomodasi dan mengkomunikasi sesuai kebutuhan guru, dan c) kepala sekolah mendorong dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan kegiatan pertemuan dengan berkalaborasi.
Pendampingan Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Potensi Lokal dengan Canva Bagi Mahasiswa PGSD PSDKU Universitas Pattimura : Pengabdian Rino Lengam; Hasnarika; Andri Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7357

Abstract

Keterampilan mengembangkan bahan ajar digital berbasis potensi lokal merupakan kompetensi yang perlu dimiliki oleh mahasiswa calon guru untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Namun, mahasiswa PGSD PSDKU Universitas Pattimura masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan bahan ajar digital serta memanfaatkan aplikasi Canva secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan bahan ajar digital berbasis potensi lokal menggunakan Canva. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan, presentasi dan umpan balik, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam merancang bahan ajar digital yang komunikatif, menarik, dan mengintegrasikan potensi lokal Kabupaten Kepulauan Aru. Program ini juga menghasilkan produk bahan ajar digital serta memperkuat literasi digital, kreativitas, dan kompetensi pedagogik mahasiswa. Dengan demikian, program pendampingan efektif mendukung pengembangan kompetensi calon guru dalam merancang pembelajaran berbasis potensi lokal.
Pemanfaatan AI yang Berintegritas dan Bertanggung Jawab untuk Optimalisasi Pembelajaran PAUD Made Ayu Anggreni; Jahju Hartanti; Andri Kurniawan; Titah Kinasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5058

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membuka peluang untuk meningkatkan mutu perencanaan serta penyajian pembelajaran, selama diterapkan secara berintegritas dan bertanggung jawab. Artikel ini menekankan bahwa AI perlu ditempatkan sebagai perangkat pendukung bukan pengganti fungsi pedagogis guru yang membantu mempercepat penggalian ide, perumusan teks materi, penyusunan narasi, dan perancangan skenario kegiatan yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penerapan AI dalam praktik pembelajaran semakin optimal ketika dipadukan dengan Canva sebagai media produksi, karena rancangan pembelajaran dapat diwujudkan menjadi media ajar yang visual, komunikatif, dan memiliki unsur animatif, seperti modul ajar, presentasi (slide/PowerPoint), lembar aktivitas, kartu kosakata, hingga poster pembelajaran. Keunggulan Canva, melalui tata letak yang terstruktur, ilustrasi yang menarik, animasi sederhana, serta dukungan audio/narasi, membantu guru mempresentasikan konsep secara lebih konkret sehingga anak lebih mudah memahami makna, lebih antusias mengikuti kegiatan, dan lebih fokus selama proses belajar. Selain meningkatkan keterlibatan anak, penggunaan AI berbantuan Canva juga berkontribusi pada penguatan kompetensi profesional guru, khususnya literasi digital, kreativitas dalam merancang media, dan efisiensi penyusunan perangkat ajar tanpa mengabaikan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP). Dimensi integritas dan tanggung jawab ditegaskan melalui langkah verifikasi konten, pemilihan visual yang aman dan sesuai usia, pencegahan keluaran yang bias atau tidak akurat, serta pencantuman sumber materi maupun gambar yang relevan. Dengan demikian, integrasi AI dan Canva berpotensi menjadi strategi praktis untuk mengoptimalkan pembelajaran PAUD yang menarik, kontekstual, dan tetap berlandaskan etika pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Pengaruh Fasilitas Kerja Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Dosen (Studi Kasus: Universitas Islam Syekh-Yusuf ) Andri Kurniawan; Lukman Nurhakim; Sholeh Hidayat
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(3).314-320

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja dan beban kerja terhadap kinerja dosen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Pengujian data melalui uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis regresi, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan pengujian hipotesis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengolah data-data yang diperoleh dari kuesioner setelah terlebih dahulu ditransformasikan ke dalam bentuk data numerik (angka) dengan menggunakan skala likert. Analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Dari hasil tabel ANOVA menunjukkan bahwa F-hitung > F-tabel (5,257 > 3,63),dengan demikian secara bersamaan variabel fasilitas kerja dan beban kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja dosen. Hasil tabel coefficient menunjukkan hasil adanya pengaruh yang signifikan dari fasilitas kerja terhadap kinerja dosen dibuktikan dari t hitung > t tabel, yaitu 2,757 > 2,120. Sedangkan beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. Dibuktikan dengan t hitung < t tabel, yaitu -0,541 < 2,120. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fasilitas kerja berpengaruh siginifikan terhadap kinerja dosen dari pada beban kerja di Universitas Islam Syekh-Yusuf.Kata Kunci: Fasilitas, Beban kerja, Kinerja.
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Guru SMA dalam Mengembangkan Powerpoint Interaktif dengan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Nurmida Catherine Sitompul; Achmad Noor Fatirul; Andri Kurniawan; Siti Mutmainah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v7i22024p107-115

Abstract

Abstract: Instructional media is the core of the Instructional delivery strategy so that learning content can be delivered and received well by students. The PowerPoint program or more often abbreviated as PPT, is the most widely used instructional media both basic and extended. The presence of Artificial intelligence makes the Powerpoint Program can be developed very extended so that it can be used for various characteristics of the field of study that need to be conveyed with various forms of media or multimedia platforms so that it can increase the interaction between students and learning materials. Pengabdian kepada Masyarakat (Community Service), with Subtheme: Training on the Development of Interactive Power Points and Intuitive Displays to Improve Interaction in Learning at SMA Negeri 1 Driyorejo, Gresik. smoothly and in accordance with the even semester period of the 2023-2024 academic year" is a form of effort from the lecturers of the Master of Educational Technology to take part in improving the quality of educators, in this case the teachers of SMA Negeri 1 Driyorejo, Gresik. This training supports teachers to carry out sustainable teacher professional development which is also a program of the Ministry of Education and Culture. Hopefully this training can contribute to improving the competence of teachers' professionalism in real and practical terms to support the delivery of learning (instructional delivery strategy) that is more effective. Abstrak: Media pembelajaran adalah inti dari strategi penyampaian pembelajaran (Instructional delivery strategy) sehingga konten pembelajaran dapat disampaian dan diterima dengan baik oleh peserta didik. Program Power poin atau lebih sering disingkat dengan PPT, adalah media pembelajaran yang paling banyak digunakan baik yang berbentu basic ataupun extended. Kehadiran Artificial intellence menjadikan Program Powerpoint dapat berkembangan dengan sangat extended sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai karakterisitk bidang studi yang perlu disampaikan dengan berbagai bentuk platfotm media atau multimedia sehingga dapat meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan materi pembelajaran. Pengabdian Masyarakat, dengan dengan Subtema: Pelatihan Pengembangan Power Point Interaktif dan Tampilan Intuitif untuk Menigkatkan Interaksi dalam Pembelajaran di SMA Negeri 1 Driyorejo, Gresik. dengan lancar dan sesuai periode semester genap TA 2023-2024 merupakan bentuk usaha dari dosen Magister Teknologi Pendidikan untuk turut mengambil bagian meningkatkan kualitas pendidik, dalam hal ini para guru SMA Negeri 1 Driyorejo, Gresik. Pelatihan ini mendukung para guru untuk melakukan pengembangan profesional yang berkelanjutan dan juga memenuhi program Kemendikbud. Semoga pelatihan guru SMA ini dapat memberikan sumbangsih bagi peningkatan kompetensi profesionalisme guru dalam hal nyata dan praktif guna mendukung penyampaian pembelajaran (instructional delivery strategy) yang semakin efektif.
The Influence of Self-Regulated Learning and Digital Literacy on Students' Academic Achievement Tomi Apra Santosa; Busnawir Busnawir; Ilwandri Ilwandri; Heppy Sopacua; Andri Kurniawan
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.683

Abstract

The development of digital technology has changed the learning paradigm in higher education, requiring students to possess adequate self-regulated learning (SRL) and digital literacy skills to support academic success. Self-regulated learning enables students to manage their learning process independently through planning, monitoring, and evaluating learning, while digital literacy plays a role in the ability to access, evaluate, and utilize digital information effectively. However, there are still variations in student academic achievement, which are suspected to be influenced by differences in SRL and digital literacy levels. This study aims to analyze the influence of self-regulated learning and digital literacy on student academic achievement. This study aims to analyze the influence of self-regulated learning and digital literacy on student academic achievement. This study uses a quantitative approach with an explanatory survey design. The study population was undergraduate students at a university in Indonesia. A sample of 250 students was selected using a proportionate stratified random sampling technique. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The self-regulated learning variable was measured through aspects of planning, self-control, and self-evaluation, while digital literacy was measured through the ability to access information, evaluate information, digital communication, and digital security. Academic achievement was measured using the Grade Point Average (GPA). Data analysis was performed using multiple linear regression at a 5% significance level. The results showed that self-regulated learning had a positive and significant effect on student academic achievement (β = 0.421; p < 0.001). Digital literacy also had a positive and significant effect on student academic achievement (β = 0.367; p < 0.001). Simultaneously, self-regulated learning and digital literacy contributed 58.4% to the variation in student academic achievement (R² = 0.584; p < 0.001). These findings indicate that students with good self-regulation skills and high digital literacy tend to have more optimal academic achievement.