Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

E-Modul Berbasis Articulate Storyline Sebagai Sumber Belajar Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini Kurniawan, Andri; Khasanah, Uswatun
Jurnal Raudhah Vol 11, No 1 (2023): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v11i1.2866

Abstract

Penelitian ini didasari pada perkembangan teknologi yang mulai merambah dunia pendidikan dan disesuaikan dengan  karakterisik pembelajaran saat ini .Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi berbentuk e-modul berbasis articulate storyline sebagai sumber belajar mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini untuk mahasiswa program studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak usia Dini(PG-PAUD). Pengembangan e-modul yang berbasis articulate storyline menggunakan langkah pengembangan Borg and Gall (1983) dan hanya dilakukan sampai lima tahap, yakni: 1) Research and information collecting (mencari dan mengumpulkan data), 2) Planning (perencanaan), 3) Develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk produk awal), 4) Preliminary field testing (uji coba lapangan awal), 5) Main product revision (revisi hasil uji coba lapangan awal). Dari hasil uji ahli dan uji coba lapangan  e-modul berbasis articulate storyline layak digunakan sebagai sumber belajar mata kuliah pengembangan pembelajaran ilmu sosial  anak usia dini.Kata kunci:  E-modul;  Articulate Storyline; Pembelajaran Ilmu Sosial.This research is based on technological developments that have begun to penetrate the world of education and are adapted to the characteristics of current learning. This research aims to develop an application in the form of an articulate storyline-based e-module as a learning resource for Early Childhood Social Science Learning Development courses for students of the Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) study program. The development of e-modules based on articulate storyline uses the development steps of Borg and Gall (1983) and is only carried out up to five stages, namely: 1) Research and information collecting (searching and collecting data), 2) Planning (planning), 3) Develop preliminary form of product (developing initial product form), 4) Preliminary field testing (initial field trials), 5) Main product revision (revision of initial field trial results). From the results of expert tests and field trials, articulate storyline-based e-modules are suitable to be used as learning resources for Early Childhood Social Science Learning Development coursesKeywords: E-Module, Articulate Storyline, Early Childhood Social Science Learning
E-Modul Berbasis Articulate Storyline Sebagai Sumber Belajar Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini Kurniawan, Andri; Khasanah, Uswatun
Jurnal Raudhah Vol 11, No 1 (2023): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v11i1.2866

Abstract

Penelitian ini didasari pada perkembangan teknologi yang mulai merambah dunia pendidikan dan disesuaikan dengan  karakterisik pembelajaran saat ini .Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi berbentuk e-modul berbasis articulate storyline sebagai sumber belajar mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Ilmu Sosial Anak Usia Dini untuk mahasiswa program studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak usia Dini(PG-PAUD). Pengembangan e-modul yang berbasis articulate storyline menggunakan langkah pengembangan Borg and Gall (1983) dan hanya dilakukan sampai lima tahap, yakni: 1) Research and information collecting (mencari dan mengumpulkan data), 2) Planning (perencanaan), 3) Develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk produk awal), 4) Preliminary field testing (uji coba lapangan awal), 5) Main product revision (revisi hasil uji coba lapangan awal). Dari hasil uji ahli dan uji coba lapangan  e-modul berbasis articulate storyline layak digunakan sebagai sumber belajar mata kuliah pengembangan pembelajaran ilmu sosial  anak usia dini.Kata kunci:  E-modul;  Articulate Storyline; Pembelajaran Ilmu Sosial.This research is based on technological developments that have begun to penetrate the world of education and are adapted to the characteristics of current learning. This research aims to develop an application in the form of an articulate storyline-based e-module as a learning resource for Early Childhood Social Science Learning Development courses for students of the Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) study program. The development of e-modules based on articulate storyline uses the development steps of Borg and Gall (1983) and is only carried out up to five stages, namely: 1) Research and information collecting (searching and collecting data), 2) Planning (planning), 3) Develop preliminary form of product (developing initial product form), 4) Preliminary field testing (initial field trials), 5) Main product revision (revision of initial field trial results). From the results of expert tests and field trials, articulate storyline-based e-modules are suitable to be used as learning resources for Early Childhood Social Science Learning Development coursesKeywords: E-Module, Articulate Storyline, Early Childhood Social Science Learning
PERAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN GURU BERMUTU UNTUK MENDUKUNG VISI INDONESIA MAJU Agustina Rahmi; Dwi Sogi Sri Redjeki; Melly Anggraini; Sabariah; Eshariayni; Andri Kurniawan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.484

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Guru Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Maju dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu: a) berusaha memahami dan mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga sekolah, b) memberikan dukungan unutuk meningkatkan mutu guru dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kemampuan, c) jika ada guru yang kesulitan maka kepala sekolah tidak segan untuk memberikan arahan, mentoring dan evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan guru dan d) kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kebersamaan yang nyaman dan mendukung. Sedangkan, implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu dengan: a) berpedoman dengan tujuan, visi dan misi yang ditetapkan, b) berusaha mendengarkan, mengakomodasi dan mengkomunikasi sesuai kebutuhan guru, dan c) kepala sekolah mendorong dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan kegiatan pertemuan dengan berkalaborasi.