Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Komparasi Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Konvensional: Studi Pada Siswa Menengah Pertama Sri Rahayuningsih; Nurasrawati Nurasrawati; Muhammad Nurhusain
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v2i2.654

Abstract

Metode pembelajaran konvensional tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif pada proses pembelajaran. Hal ini mengakibatkan hasil belajar matematika siswa berada pada kategori rendah. Ketidakmampuan siswa dalam mengingat materi yang telah diajarkan oleh guru menjadi faktor utama rendahnya hasil belajar, khususnya di di SMP YP-PGRI 4 Makassar. Salah satu solusi untuk meminimalkan permasalahan siswa adalah melalui penerapan Project Based Learning (PjBL). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika yang diajar melalui Model Project based Learning PjBL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran Konvensional. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan metode komparasi. Hasil yang ditemukan adalah rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional. Oleh karena itu, Model PjBL menjadi rekomendasi untuk pembelajaran saat ini
Exploring students’ imaginative process: Analysis, evaluation, and creation in mathematical problem-solving Sri Rahayuningsih; Muhammad Nurhusain; Sirajuddin Sirajuddin
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 16 No. 1 (2023): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v16i1.537

Abstract

[English]: The role of imagination as a means of learning mathematics, unlike in other fields such as art and literature, is not well defined. The present study aims to examine the process of students’ imagination in solving mathematics problems. It involved three grade 8 students which were purposively selected based on their scores in a given test. Students’ answers to the test and the results of interviews were examined qualitatively referring to the three stages of creative problem-solving that involve imagination: analysis, evaluation and creation. The results show that, in the analysis phase, imagination was found in the students’ ability to define problems in general (common visual). As the first step in solving a problem, they analysed mathematical knowledge needed to solve the problem. In the evaluation phase, imagination was formed as students completed the final answer by creating visual representations from previous experiences as artifacts taken together and gathering necessary knowledge. In the last phase, creation, imagination was identified when students engaged in a cyclical thought process to find new ideas in solving the problem. This process repeated until the students found no other ideas or ways to solve the problem. [Bahasa]: Peran imajinasi sebagai sarana belajar matematika belum didefinisikan dengan baik, tidak seperti pada bidang lain seperti seni dan sastra. Penelitian ini bertujuan menelusuri proses imajinasi siswa selama melakukan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini melibatkan tiga siswa kelas 8 yang dipilih melalui purposive sampling, berdasarkan nilai tertinggi hasil tes pemecahan masalah matematika. Jawaban siswa dan hasil wawancara dianalisis secara kualitatif dengan merujuk pada tiga tahapan proses kreatif yang melibatkan imajinasi: analisis, evaluasi dan kreasi. Hasil penelitian menunjukkan, pada tahap analisis, imajinasi yang terbentuk ditandai dengan kemampuan siswa menetapkan masalah secara umum (common visual). Sebagai langkah awal untuk menyelesaikan masalah, siswa melakukan koreksi dengan cara memikirkan kembali pengetahuan matematika yang dibutuhkan. Proses imajinasi pada tahap evaluasi ditunjukkan oleh kemampuan siswa dalam menyimpulkan jawaban akhir dengan cara membangun visual dari pengalaman sebelumnya sebagai artefak yang diambil bersama serta mengumpulkan pengetahuan yang diperlukan. Pada tahap kreasi, kemampuan siswa melakukan proses berpikir secara siklis dalam memikirkan ide baru untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi menunjukkan proses imajinasi pada tahap ini. Proses ini berlangsung secara berulang, sampai siswa tidak memiliki ide lagi untuk menyelesaikan masalah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIIa SMP NEGERI 2 NOSU Rezky Rahma Ruslan, Yunita Tasik, Muhammad Nurhusain,
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 11 No 2 (2023): CENDEKIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33659/cip.v11i2.282

Abstract

This research was aim to improve the students’ mathematics learning outcomes through realistic mathematics approach bases on ethnomathematics. This research was classroom action research that implemented at SMP Negeri 2 Nosu, consist of first cycle and second cycle. The subject of this research was the seventh-grade students of SMP Negeri 2 Nosu in 2021/2022 academic year with 15 students consist of 5 men students and 10 women students. The students’ score obtainable used instrument essay question. The data was analyze used descriptive statistics. Based on the research result for the first cycle and the second cycle show that pre- test score for the first cycle was 64.33 with standard deviation was 8.330 and the completeness was 46.67%. The students’ post-test score for the second cycle was 80.93 with standard deviation was 7.815 and score completeness was 93.33% that means fulfilled the classical completeness criteria that is 85%. Based on the result, can conncluded that the use of mathematics realistics approach bases on ethnomathematics can improve the students’ mathematics learning outcomes for the square submaterial.
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE DALAM PEMBELAJARAN LOGARITMA Nurhusain, Muhammad
Journal of Honai Math Vol. 4 No. 1 (2021): Journal of Honai Math
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jhm.v4i1.164

Abstract

The mathematics students should construct their own mathematical concepts. The rotating trio exchange model of cooperative learning enables students to construct mathematical concepts. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the rotating-trio-exchange cooperative learning model in the learning of mathematics, particularly logarithmic material. This research is a pre-experimental study using a pretest-posttest-only group design. The population of this study was students of class X SMA. The sample consisted of 21 students from class XB SMA YP-PGRI 3 Makassar. Data collection occurred twice, before and after the implementation of teaching and learning. The data were analyzed both descriptively and inferentially. The findings indicated that rotating group members during each discussion session while constructing mathematical concepts could elicit student activity, resulting in more meaningful learning and improved learning outcomes. Thus, the rotating trio exchange cooperative learning model is effective for learning logarithmic.
Komunikasi Matematis Siswa SMP: Studi Membangun Diskusi Kelompok yang Efektif Melalui Strategi Student Team Heroic Leadership Nurhusain, Muhammad; Hasby, Muhammad
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v1i1.15

Abstract

Matematika pada umumnya identik dengan penghitungan angka dan rumus, sehingga menimbulkan anggapan bahwa keterampilan komunikasi tidak dapat dibangun dari pembelajaran matematika. Salah satu komponen kunci yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam matematika adalah kebutuhan untuk memperhatikan ketelitian yang secara eksplisit meminta siswa untuk memperhatikan ketepatan baik kalkulasi maupun bahasa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika SMP di salah satu sekolah negeri yang ada di Makassar, peneliti menemukan beberapa masalah dalam pembelajaran matematika (1) metode yang digunakan guru adalah ceramah. (2) pembelajaran belum berpusat pada siswa (student centered learning). (3) Dalam menyelesaikan soal matematika siswa kurang mampu menuliskan simbol matematika dengan benar. Bagaimana meningkatkan komunikasi matematika siswa dalam membangun diskusi kelompok yang efektif melalui strategi student team heroic leadership adalah tujuan penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang akan di adakan minimal 2 siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Pengamatan, 4) Refleksi. Subjek Penelitian adalah siswa kelas VII salah satu SMP negeri yang ada di Makassar, yang terdiri dari 6 laki-lai dan 10 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi matematika siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan strategi pembelajaran Student Team Heroic Leadership, hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai hasil tes komunikasi pada siklus I dari 76% menjadi 96% pada siklus II, ketuntasan hasil tes komunikasi matematika siswa secara kalsikal meningkat dari tes siklus I ke tes siklus II, dan terjadi perubahan positif aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II. Temuan lain terungkap bahwa adanya kecenderungan siswa menyembunyikan sesuatu yang tidak diketahui selama proses pembelajaran sehingga guru kesulitan untuk menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap konsep dari materi matematika yang disajikan. Harapan peneliti, lebih lanjut akan dilakukan penelitian bagaimana memunculkan percaya diri siswa dalam mengungkapkan ketidaktahuan selama menyelesaikan masalah matematika yang disajikan guru selama proes pembelajaran.
Komparasi Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Konvensional: Studi Pada Siswa Menengah Pertama Rahayuningsih, Sri; Nurasrawati, Nurasrawati; Muhammad Nurhusain
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): July - December 2022
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v2i2.654

Abstract

Metode pembelajaran konvensional tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif pada proses pembelajaran. Hal ini mengakibatkan hasil belajar matematika siswa berada pada kategori rendah. Ketidakmampuan siswa dalam mengingat materi yang telah diajarkan oleh guru menjadi faktor utama rendahnya hasil belajar, khususnya di di SMP YP-PGRI 4 Makassar. Salah satu solusi untuk meminimalkan permasalahan siswa adalah melalui penerapan Project Based Learning (PjBL). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika yang diajar melalui Model Project based Learning PjBL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran Konvensional. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan metode komparasi. Hasil yang ditemukan adalah rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional. Oleh karena itu, Model PjBL menjadi rekomendasi untuk pembelajaran saat ini