Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Pendugaan Potensi Bijih Besi di Dusun Sepoteng Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang Dengan Metode Geomagnet Ramadhan, Apriyanto; Sampurno, Joko; Putra, Yoga Satria
PRISMA FISIKA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i3.7337

Abstract

Metode geomagnet telah diaplikasikan untuk memetakan potensi bijih besi di Dusun Sepoteng Kabupaten Bengkayang. Metode ini didasari pada Variasi nilai anomali medan magnet di atas permukaan bumi. Pengolahan data dilakukan dengan metode inversi 2,5 D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diduga terdapat batuan hematit dengan nilai suseptibilitas antara 0.041 – 0,0476 SI dan urat mineral magnetit pada hematit dengan nilai suseptibilitas antara 0,0504 – 0,0560 SI.   Kata Kunci : Dusun Sepoteng, Anomali medan magnet, suseptibilitas.  
Pemodelan Distribusi Suhu pada Tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan Metode Elemen Hingga Fardiah, Wafha; Sampurno, Joko; Faryuni, Irfana Diah; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.6641

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan distribusi suhu pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dalam keadaan tunak. Pendekatan numerik yang digunakan adalah metode elemen hingga dengan kisi segi tiga. Penelitian ini diawali dengan pengambilan data faktual, dengan kondisi suhu di heater berkisar 573,15-973,15 K. Data ini digunakan sebagai input untuk simulasi. Hasil simulasi distribusi suhu dalam tabung keramik pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan setelan suhu 573,15 K memiliki kisaran suhu 558,122-574,65 K, suhu 673,15 K memiliki kisaran suhu 668,436-688,4 K, suhu 773,15 K memiliki kisaran suhu 760,451-785,6 K, suhu 873,15 K memiliki kisaran suhu 860,048-886,55 K, sedangkan suhu 973,15 K memiliki kisaran suhu 963,189-990,55 K. Pola hasil simulasi menunjukkan panas menyebar dari elemen pemanas bawah dan atas ke ujung kiri dan kanan tabung keramik. Kata Kunci: Suhu, Metode Elemen Hingga, Tanur Carbolite STF 15/180/301
Identifikasi Lokasi Bedrock Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner sebagai Bahan Acuan Perancangan Pondasi Pembangunan Gedung di Daerah Sampit Kalimantan Tengah Hidayat, Rahmat; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i2.11328

Abstract

Telah dilakukan identifikasi lokasi Bedrock menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner di daerah Sampit Kalimantan Tengah. Penelitian bertujuan untuk menentukan posisi Bedrock sebagai bahan acuan perancangan pondasi pembangunan gedung yang akan didirikan. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis. Pengambilan data dilakukan pada dua lintasan. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah konfigurasi Wenner dengan spasi elektroda 5 m sepanjang 240 m pada masing-masing lintasan. Nilai resistivitas semu diinversi menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa lapisan Bedrock berada pada kedalaman antara 6,38-9,4 meter dari permukaan tanah dengan nilai resistivitas berkisar 9,84-19,2 Ωm.   Kata kunci: Geolistrik,  Resistivitas, Bedrock
Visualisasi Efek Relativistik Pada Gerak Planet Asri, Nurul .; Hasanuddin, .; Sampurno, Joko; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i1.1414

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji secara teoretis efek relativistik pada gerak planet. Persamaan gerak planet dalam ruang waktu Scwarzhschild didapat dari solusi persamaan geodesik. Berdasarkan solusi tersebut, diperoleh suatu persamaan gerak orbit planet mengelilingi matahari dengan pergeseran perihelion dari planet tersebut. Untuk planet Merkurius diprediksi solusi gerak planet dengan nilai pergeseran sebesar 43 detik per abad. Pergeseran ini sesuai dengan hasil pengamatan para ahli astronomi.Presesi perihelion ini dapat dilihat berdasarkan hasil visualisasi gerak planet yang didapat dari solusi persamaan Einstein yang dipengaruhi massa bintang. Semakin besar massa bintang semakin besar sudut perihelion yang terbentuk. Massa planet dan jarak planet terhadap bintang mempengaruhi bentuk orbit planet (eksentrisitas) dan kecepatan planet mengelilingi bintang.Kata kunci : Pergeseran perihelion, Relativitas Umum, Visualisasi orbit planet
Karakterisasi Iklim Kalimantan Barat Menggunakan Metode Eksponen Hurst dan Indeks Prediktabilitas Iklim Andriyani, Ririn; Sampurno, Joko; Sanubary, Iklas
PRISMA FISIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v6i1.23563

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan mengaplikasikan metode eksponen Hurst dan indeks prediktabilitas iklim untuk mengkarakterisasi iklim Kalimantan Barat. Karakterisasi ini diperlukan untuk mengetahui karakteristik iklim yang telah terjadi sebelumnya dan mengetahui besar potensi tiap unsur iklim untuk dapat diprediksi. Data penelitian yang digunakan adalah data runtun waktu dari unsur-unsur utama iklim, yaitu suhu udara, kecepatan angin, tekanan udara, kelembaban udara, dan curah hujan pada 5 wilayah Kabupaten di Kalimantan Barat. Metode eksponen Hurst dilakukan dengan analisis skala perbandingan nilai (R/S). Indeks prediktabilitas tiap unsur iklim diperoleh melalui hubungannya dengan dimensi fraktal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai eksponen Hurst seluruh unsur iklim berada pada rentang 0,590 ≤ H ≤ 0,884,  sedangkan indeks prediktabilitas berada pada rentang 0,180 ≤ P ≤ 0,768. Nilai eksponen Hurst tersebut menunjukkan bahwa secara umum dinamika unsur iklim di lokasi yang dikaji berperilaku persistence. Berdasarkan indeks prediktabitas yang diperoleh dapat diketahui ada beberapa unsur iklim yang sulit untuk diprediksi. Beberapa unsur iklim tersebut adalah suhu udara di Kabupaten Sambas, kecepatan angin dan kelembaban udara di Kabupaten Ketapang, serta curah hujan di seluruh kabupaten yang dikaji.Kata Kunci : Iklim, Eksponen Hurst, Dimensi Fraktal, Indeks Prediktabilitas Iklim
Analisis Lintasan Foton Dalam Ruang-Waktu Schwarzschild ningsih, Urai astri lidya; Hasanuddin, .; Sampurno, Joko; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mencoba menelaah kembali teori relativitas Einsten tentang pembelokan cahaya di sekitar matahari dengan analisis persamaan medan Einsten vakum dari bentuk metrik Schwarzschild. Solusi persamaan lintasan foton sebagai solusi Einsten diperoleh dengan menyelesaikan persamaan medan Einsten vakum. Berdasarkan solusi persamaan lintasan foton tersebut ditunjukkan bahwa cahaya bintang yang lewat dekat matahari mengalami pembelokan dengan sudut sebesar 1,75 . Pembelokan ini bergantung pada massa bintang dan jarak, semakin besar massa bintang maka semakin besar pula sudut deviasi yang terbentuk sebaliknya semakin besar nilai jarak maka semakin kecil sudut deviasi yang terbentuk.Kata kunci : sudut deviasi cahaya, ruang-waktu Schwarzschild, teori relativitas umum.
Studi Rembesan Polutan Sampah Berdasarkan Metode Konduktivitas Elektromagnetik di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batulayang Kota Pontianak Aswan, Menas; Sampurno, Joko; Putra, Yoga Satria
PRISMA FISIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi untuk mengetahui arah sebaran dan letak akumulasi lindi yang disebabkan oleh polutan sampah di sekitar TPA Batu Layang, menggunakan metode EM-Conductivity untuk menentukan distribusi nilai konduktivitas listriknya. Dari hasil interprestasi data, pada kedalaman 3 meter diperoleh nilai konduktivitas antara 10-60 mS/m, sedangkan untuk kedalaman 6 meter diperoleh konduktivitas antara 20-80 mS/m. Dari hasil tersebut diduga rembesan lindi mengalir dari arah Utara ke Selatan sejauh 74 meter dari titik awal penelitian. Akumulasi lindi di TPA Batu Layang diperkirakan berada pada koordinat UTM 49 N; X: 313300-313420, Y: 2680-2700, di Selatan tumpukan sampah lokasi penelitian. Kata kunci: EM-conductivity, lindi, konduktivitas.