Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Relationship between mother's knowledge and behavior in milk bottle hygiene with diarrhea incidence in infants aged 6-24 months Lia Mayang Sari Sijabat; Dedi Dedi; Angenia Itoniat Zega; Mulidan Mulidan
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2379

Abstract

Background: Diarrhea can be defined as a condition when a person defecates more than three times in 24 hours with a more liquid stool consistency than usual. This disease is related to environmental factors and microorganisms such as bacteria, viruses, parasites, and protozoa are the causes, with the possibility of transmission through oral and vertical routes. Purpose: To examine the relationship between the level of knowledge and the incidence of diarrhea in infants aged 6–24 months. Method: This study used an analytical survey method with a cross-sectional approach, involving a total population of 45 respondents. For this study, a total sampling technique was used in sampling. To collect data, this study utilized primary and secondary methods, while data analysis was carried out using the Chi-Square test. A questionnaire was used as an instrument in this study. Results: From the results of the analysis, p = 0.000 (a <0.05) was obtained, which means that there is a relationship between the level of knowledge and behavior of mothers in bottle hygiene with the incidence. Conclusion: It was found that there was a relationship between maternal behavior in maintaining the hygiene of milk bottles and the incidence of diarrhea in babies aged 6-12 months.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA DI SMA SWASTA BUDI AGUNG MEDAN Mulidan; Dedi, Novia Ananda Putri
Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 9 (2024): Jurnal Kesehatan (JK)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is lower abdominal pain which sometimes extends to the waist and lower back, occurring 2 or 3 years after menarche or the first menstruation. In Indonesia, the incidence of primary dysmenorrhea is around 54.89%, while the rest are sufferers with secondary dysmenorrhea. This study aims to find out the relationship between knowledge and attitudes with levels of anxiety about the incidence of dysmenorrhea at Budi Agung Medan Private High School in 2022. This type of research is an analytic survey with a correlation study time approach (cross-sectional). The population in this study were all young women who had experienced dysmenorrhea at Budi Agung Medan Private High School as many as 67 people by means of purposive sampling. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed that out of 67 respondents it was found that 48 respondents (71.6%) had less knowledge, and 19 respondents (28.4%) had good knowledge. Then from the results of the attitude it is known that those who have less attitude are 48 respondents (71.6%), and the good ones are 19 respondents (28.4%). While the level of anxiety is less about dysmenorrhea in young women as many as 40 respondents (59.7%). The level of good anxiety about dysmenorrhea in young women was 27 respondents (40.3%). The  results of the Chi-square statistical test using the SPSS application obtained a p-value = 0.03, which means a p-value <0.05. The conclusion is that there is a significant relationship between the knowledge and attitudes of young women and the level of anxiety about dysmenorrhea at Budi Agung Medan Private High School.
HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK SD SWASTA KARTIKA 1-1 MEDAN Mulidan Mulidan; Yuniati, Dian Kasih Putri Halawa
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 1 No. 3 (2022): ZAHRA (JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental and oral health is very important because it can affect the health of other body parts, where the oral cavity is the main route or entrance for microorganisms. The behavior of maintaining dental and oral hygiene should be instilled from an early age. Behavior is the result of all kinds of experiences and interactions between humans and their environment. The form of behavior can be in the form of knowledge, attitudes, and actions. This study aimed to determine the relationship between dental and oral hygiene behavior on the prevention of dental caries in students of SD Swasta Kartika 1-1 Medan. This is an analytical survey research with a cross sectional approach. The population in this study was students of SD Swasta Kartika 1-1 Medan as many as 250 people. The sampling technique used purposive sampling with Slovin formula as many as 71 respondents. The data collection instrument used a questionnaire which was distributed directly to the respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis using and tested by chi-square test. The results of the study based on the chi-square test on the relationship of oral health behavior to the prevention of dental caries obtained in the high knowledge category with p-value = 0.004, the positive attitude category with p-value = 0.003, and the action category with p-value = 0.004. The conclusion shows that there is a significant relationship between knowledge, attitudes, and actions towards the prevention of dental caries in students of SD Swasta Kartika 1-1 Medan
Hubungan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan: The Relationship between the Level of Independence of Daily Living Activities and the Quality of Life of the Elderly at the Pemenang Jiwa Foundation Home in Medan Angenia Itoniat Zega; Ani Rahmadhani Kaban; Mulidan; Lia Mayang Sari sijabat
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.333

Abstract

Latar Belakang: Penurunan kapasitas fungsional pada usia lanjut (lansia) berpengaruh langsung terhadap derajat kemandirian aktivitas dalam  kehidupan sehari-hari Activity of Daily Living (ADL) dan kualitas hidup. Lansia yang menetap di panti wreda menunjukkan kerentanan lebih besar terhadap ketergantungan karena keterbatasan fisik,  psikologis, dan lingkungan  sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa di Medan. Metode: Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional, serta pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner baku. Sampel terdiri dari 122 lanjut usia di pilih  menggunakan  teknik  simple random sampling. Data dianalisis dengan uji Spearmank rank pada tingkat signifikansi p-value <0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 23% lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan berada pada kategori mandiri dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup lansia bervariasi pada setiap domain, dengan mayoritas berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang bermakna dan sangat kuat antara tingkat kemandirian dalam  activity daily living dengan kualitas hidup lansia (p = 0,000; r = 0,935), yang menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Kesimpulan: Temuan ini menyimpulkan bahwa tingkat kemandirian berperan penting terhadap peningkatan kualitas hidup lanjut usia.
Pemanfaatan Daun Seledri dan Rosella Sebagai Terapi Herbal dalam Pengelolaan Hipertensi pada Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Angenia Itoniat Zega; Lia Mayang Sari Sijabat; Mulidan Mulidan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/44ycvz48

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai pada kelompok lanjut usia dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung oleh pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan masyarakat. Daun seledri dan rosella diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi membantu menjaga kestabilan tekanan darah. Namun, pemahaman lansia mengenai manfaat, cara pengolahan, dan penggunaan kedua tanaman tersebut masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan lansia dalam memanfaatkan daun seledri dan rosella sebagai terapi herbal pendamping untuk mendukung pengelolaan hipertensi. Program dilaksanakan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dengan melibatkan 30 lansia penderita hipertensi. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan herbal, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai hipertensi dan pemanfaatan tanaman herbal, disertai meningkatnya kemampuan peserta dalam mengolah rebusan daun seledri dan seduhan rosella secara mandiri. Selain itu, peserta menunjukkan respons positif dan keterlibatan aktif selama seluruh rangkaian kegiatan. Program ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas lansia untuk menerapkan upaya nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan berkelanjutan dalam mendukung pengendalian hipertensi.
Pengaruh Foot Massage terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di RS Mitra Medika Tanjung Mulia Tahun 2026: The Effect of Foot Massage on Lowering Blood Pressure in Hypertensive Patients at Mitra Medika Tanjung Mulia Hospital in 2026 Mulidan Mulidan; Dedi; Angenia Itoniat Zega
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.449

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global utama ditahun 2026, yang memerlukan kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis. Foot massage (pijat kaki) merupakan terapi komplementer nonfarmakologis yang diyakini dapat menstimulasi sistem saraf parasimpatis untuk menurunkan tekanan darah melalui efek relaksasi dan perbaikan sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  foot massage terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi di RS Mitra Medika Tanjung Mulia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Quasi-Experiment menggunakan rancangan Pre-test and Post-test with Control Group. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kelompok terbagi menjadi kelompok intervensi (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Intervensi foot massage dilakukan selama 20 menit sebanyak 3 kali seminggu. Instrumen penelitian menggunakan sfigmomanometer digital yang terkalibrasi. Analisis data dilakukan dengan uji Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah yang signifikan pada kelompok intervensi. Tekanan sistolik turun dari 155,4 mmHg menjadi 142,8 mmHg (p < 0,005), dan diastolik turun dari 95,2 mmHg menjadi 86,5 mmHg (p < 0,005). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik.  Kesimpulan: Terdapat perbedaan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang bermakna pada kelompok intervensi. Disarankan intervensi foot massage sebagai salah satu terapi komplementer dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pasien hipertensi.
Effectiveness of Ointment Therapy Products Based on Snakehead Fish Extract (Channa Striata) Combined with Black Honey (Epis Dorsata) on Post-Operative Wound Patients Mulidan Mulidan; Muhammad Andry
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4654

Abstract

Snakehead fish (Channa striata) is a type of freshwater fish that is widely known by the public. The efficacy and benefits of this fish, especially in increasing albumin which is important for the body, have been scientifically proven. Snakehead fish has a very high protein content and is a source of albumin for patients with hypoalbuminemia and wounds. Black honey is also known to have great benefits in the process of tissue formation in wounds. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of therapeutic ointments based on snakehead fish extract combined with black honey in post-operative patients. Methods: This study used a quasi-experimental method with a post-test only with control group design, a sampling technique with purposive sampling with inclusion criteria involving 30 participants who were divided into control and intervention groups. The intervention group was given snakehead fish extract ointment and black honey for 2 weeks. Observations of the wounds were carried out before and after the application of the ointment in both groups. Pre and post intervention scores were measured using the REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) instrument, with a score range of 0-2 for good wounds and 9-15 for bad wounds. Statistical analysis used the Paired T-test with a significance level of p<0.005. Results: The results showed that patients who received the intervention experienced an increase in wound healing scores. In the intervention group, 7 respondents (56.7%) showed good wound healing and 8 respondents (53.3%) showed moderate healing. Concentration F1 was proven to be more effective than F2 and F3. Based on statistical tests, there was a significant difference between the intervention and control groups, with the Paired Sample Test showing a p value <0.000 in the intervention group, while the control group was not significant (p>0.334) with an average intervention value (12.86) and control (11.53). Conclusion: Ointment based on snakehead fish extract combined with black honey has been proven to be effective in accelerating wound healing in postoperative patients.
Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Tingkat Nyeri Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan Mulidan Mulidan; Anggi Hanafiah Syanif; Dedi Syaiful; Muflih Muflih
Journal of Nursing Update Vol 7, No 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jnu.v7i2.6843

Abstract

Latar belakang: Gagal jantung kongestif (congestif  heart  failure) merupakan sindrom klinis yang ditandai dengan ketidak mampuan jantung untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada jaringan tubuh. Gagal jantung dapat ditandai dengan adanya kelebihan (overload) volume darah, perfusi jaringan yang tidak adekuat dan toleransi aktivitas yang buruk. Gagal jantung  kongestif  terjadi  karena  gangguan  kontraktilitas  jantung (disfungsi sistolik)  atau  pengisian  jantung  (diastole)  sehingga curah jantung lebih rendah dari normal. Tujuan: mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat nyeri pada pasien gagal jantung kongestif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian analisis deskriptif metode survei analitik dengan pendekatan cros-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berjumlah 88 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dalam penelitian tentang hubungan karakteristik (independent) dan tingkat nyeri (independent) pada pasien gagal jantung kongestif (dependent). Analisa data yang digunakan adalah uji statistik dengan menggunakan uji chi-square  dengan nilai p-value0,05.Berdasarkan dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dari setiap karakteristik terdapat 1 karakteristik yang saling berhubungan yaitu jenis kelamin mayoritas pengelaman nyeri sedang 36 orang (40,9%), nyeri berat 9 orang (10,2%) dan berat sekali 11 orang (12,5%), sedangkan laki-laki pengalaman nyeri berat 9 orang (10.2%) dan berat sekali 12 orang (13,6%), dengan hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p-value0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik usia dan jelnias kelamin dnegan pengalaman/tingkat nyeri yang di rasikan oleh pasien dengan gagal jantung kongestif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien memiliki dampak atau hubungan yang signifikan dari karekteristik usia dan jenis kelamin dalam mengahadapi nyeri pada pasien gagal jantung kongestif. Implikasi Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen nyeri bagi pasien dan keluarga yang mengalami gagal jantung kongestif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya intervensi yang meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen nyeri untuk meminimalkan nyeri tersebut.