Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Impact of the COVID-19 Pandemic on Food Security at the Household Level: Cross-Sectional Survey in Jakarta and Depok, Indonesia Syafiq, Ahmad; Fikawati, Sandra
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. Supp.1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.Supp.1.73-74

Abstract

This study aimed to describe when the effects of the pandemic on food security started to be felt by families in Jakarta (urban area) and Depok (semi-urban area). A cross-sectional survey was conducted among 517 respondents. Data were collected using an online questionnaire. The study revealed that effects of economic decline, reduced purchasing power, and increased food prices occurred early during the pandemic. Those living in semi-urban areas were affected earlier than those living in urban areas. However, more semi-urban families perceived that they were prepared to face food shortage during the pandemic. It is recommended to consider these results for public health nutrition program in food security and disaster.
Determinan Stunting pada Anak Usia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur: Determinants of Stunting Among Children Aged 24-30 Months in Cakung District, East Jakarta Ariani Tri Rahmi; Sandra Fikawati; Hilda Rahmani Fitri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2362

Abstract

Latar Belakang: Kejadian stunting di Indonesia tahun 2018 mencapai 30,8%, Jakarta Timur termasuk salah satu kota dengan prevalensi stunting yang tingggi yakni 25,7%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan faktor dominan stunting pada anak usia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 221 anak yang diambil dengan teknik cluster sampling. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan, wawancara kuesioner, dan food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil: Analisis menunjukkan proporsi anak usia 24-30 bulan yang mengalami stunting sebesar 20,4%. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p-value=0,003), karbohidrat (p-value=0,006), protein (p-value=0,005), lemak (p-value=0,002), vitamin A (p-value=0,009), usia mulai minum susu (p-value=0,008), frekuensi konsumsi susu (p-value=0,025), pendidikan ibu (p-value=0,006), dan pengetahuan gizi ibu (p-value=0,041) terhadap stunting. Hasil uji regresi logistik menunjukkan usia mulai minum susu sebagai faktor dominan terhadap stunting. Anak yang mulai minum susu di usia 12 bulan atau lebih memiliki risiko 2,2 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan anak yang sudah mulai minum susu sebelum usia 12 bulan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan zat gizi makro dan mikro seperti Vitamin A, usia mulai minum susu, frekuensi konsumsi susu, pendidikan dan pengetahuan gizi ibu merupakan determinan stunting pada anak usia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung.
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Asupan Energi Anak Usia 25-30 Bulan di Jakarta Pusat Tahun 2019: The Dominant Factors Affecting Energy Intake in Children Aged 25-30 Months in Central Jakarta in 2019 Wardi, Nadya Khaira; Fikawati, Sandra; Hayati, Risma
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3604

Abstract

Latar belakang: Asupan energi merupakan sumber energi yang digunakan untuk proses metabolisme, pertumbuhan, pengaturan suhu, dan aktivitas fisik. Asupan energi anak yang tidak memenuhi kebutuhan normal, dapat meningkat terjadinya risiko stunting dan malnutrisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi pada anak usia 25-30 bulan di Kecamatan Gambir dan Sawah Besar Jakarta Pusat pada tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 98 anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan food recall 1x24 jam. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi, uji t independent, dan uji regresi linear berganda. Hasil: Rata-rata asupan energi anak adalah 1,065 kkal/hari. Analisis bivariat menggunakan uji T menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara asupan energi dengan frekuensi makan (p=0,007), asupan minimum yang dapat diterima (p=0,008), dan jumlah konsumsi susu (p=0,0001). Hasil uji korelasi menunjukkan perbedaan antara rata-rata asupan energi dengan asupan karbohidrat (p=0,0005), asupan protein (p=0,0005), dan asupan lemak (p=0,0005). Kelompok biji-bijian, umbi, akar, dan susu adalah sumber makanan yang paling banyak di konsumsi oleh anak. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi anak adalah asupan karbohidrat (p=0,000), asupan protein (p=0,000), dan asupan lemak (p=0,000). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan karbohidrat, asupan lemak dan asupan protein merupakan faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi pada anak.