Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Konsep Differentiated Instruction: Tinjauan Literatur tentang Strategi Pembelajaran yang Berorientasi pada Keberagaman Siswa Elly Purwanti; Ajeng Ninda Uminar; Nida'ul Munafiah
Quantum Edukatif: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): Quantum Edukatif
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Differentiated Instruction (DI) adalah pendekatan pedagogis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar individu siswa dengan memperhatikan kesiapan, minat, dan profil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan DI, mengidentifikasi strategi pembelajaran utama yang mendukung pendekatan ini, serta mengevaluasi dampaknya terhadap hasil pembelajaran. Penelitian dilakukan melalui metode tinjauan literatur yang mencakup berbagai sumber ilmiah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa DI memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan prestasi akademik, motivasi belajar, dan keterlibatan siswa secara keseluruhan. Namun, implementasi DI dihadapkan pada sejumlah kendala, termasuk keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, dan kesenjangan dalam sumber daya pendidikan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan dukungan kelembagaan yang melibatkan penyediaan pelatihan profesional berkelanjutan, penguatan manajemen kelas, serta optimalisasi teknologi pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif, serta menjadi referensi bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan.
THE EFFECTIVENESS OF PROJECT-BASED LEARNING IN ENHANCING STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS Elly Purwanti; Siti Khomsiyati
Indonesian Journal of Education and Youth Development Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Education and Youth Development (IJEYD)
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on elementary school students' critical thinking skills. The research employed a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The subjects were fifth-grade students from two different elementary schools. The instrument used was a critical thinking skills test. Data analysis revealed that students taught using the PBL model had higher critical thinking skills than those taught using conventional methods. These findings indicate that PBL is effective in enhancing elementary students' critical thinking abilities.
THE CONTRIBUTION OF TEACHER EDUCATION TO LITERACY INSTRUCTION QUALITY IN PRIMARY SCHOOLS Elly Purwanti
Indonesian Journal of Education and Youth Development Vol. 1 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Education and Youth Development (IJEYD)
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the relationship between teacher education and the quality of literacy instruction in primary schools. Employing a qualitative research design with an extensive literature review and case study analysis, the study finds that teacher education contributes significantly to improved student literacy outcomes. Effective programs feature strong pedagogical foundations and adequate practicum experiences. However, the research also identifies critical gaps, including a lack of training in differentiation and literacy interventions. These findings highlight the need for curriculum reforms that focus on practical training, continuous professional development, and the standardization of teacher education programs.
Workshop Kewirausahaan Digital: Strategi Pemasaran Online dan Pengelolaan Keuangan bagi UMKM Lokal Juni Hartiwi; Ajeng Ninda Uminar; SRI Sutiwi; Septika laily Anti; Elly Purwanti; Wardah Anggraini
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan digital UMKM lokal, khususnya dalam aspek strategi pemasaran online dan pengelolaan keuangan sederhana. Latar belakang kegiatan didasarkan pada rendahnya literasi digital dan finansial UMKM yang menghambat daya saing di era digital. Metode yang digunakan adalah Workshop dan Pendampingan Interaktif dengan desain Pre-test dan Post-test, yang dilaksanakan pada tanggal 29 sampai 30 Agustus 2025 di Desa Bulokarto dan melibatkan 10 perwakilan UMKM lokal. Materi fokus mencakup optimalisasi media sosial dan e-commerce untuk pemasaran, serta pencatatan transaksi dan perhitungan laba/rugi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor keseluruhan peserta naik sebesar 67.7% (dari 48.75 menjadi 81.75). Peningkatan tertinggi dicapai pada materi pengelolaan keuangan (74.4%). Simpulan kegiatan adalah bahwa pendekatan workshop terpadu ini terbukti efektif dalam mentransfer keterampilan praktis, memungkinkan UMKM mitra untuk mulai mengimplementasikan strategi pemasaran digital dan menertibkan pencatatan keuangan.
The McDonaldization of Merdeka Belajar: How Globalized Standardization is Quietly Erasing Indigenous Indonesian Pedagogies Iis Maisaroh; Selvy Ratna Sari; Elly Purwanti; Satwika Alhummaira
Indonesian Journal of Education and Youth Development Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Education and Youth Development (IJEYD)
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This library research critically examines the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) policy through the lens of George Ritzer’s sociological framework of McDonaldization to understand its impact on Indigenous Indonesian Pedagogies. As Indonesia aligns its higher education system with global neoliberal pressures for workforce readiness, the MBKM policy is championed as a movement for educational autonomy. However, utilizing Critical Discourse Analysis (CDA) and comparative juxtaposition, this study reveals a profound paradox: the policy’s implementation relies on rigid mechanisms of efficiency, calculability, predictability, and control that mirror the rationalization of the fast-food industry. The analysis demonstrates how accelerated degree pathways (Efficiency) and metric-obsessed performance indicators (Calculability) systematically erode traditional Javanese and Pesantren pedagogies, specifically values such as Ngeli (process-oriented depth) and Olah Rasa (emotional refinement). Furthermore, centralized digital platforms (Predictability) and app-based surveillance (Control) displace the context-specific wisdom of Kodrat Alam and the spiritual autonomy of the Pamong. The study concludes that MBKM facilitates the grobalization of Indonesian education, replacing locally significant cultural practices with globally standardized, empty forms (nothing). It advocates for a de-McDonaldization strategy that harmonizes administrative modernization with the preservation of Indonesia's holistic, character-driven educational heritage.
The Synergy of Local Wisdom and National Education Policy: A Literature Review on Character Building in Indonesian Early Childhood Education Elly Purwanti; Siti Khomsiyati
Indonesian Journal of Education and Youth Development Vol. 2 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Education and Youth Development (IJEYD)
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This integrative literature review explores the synergy between local wisdom (kearifan lokal) and national education policy in shaping character building within Indonesian Early Childhood Education (ECE). Drawing upon 19 peer-reviewed articles published between 2015 and 2026, the study examines how indigenous cultural practices, such as traditional games, folklore, and arts, serve as pedagogical vehicles for realizing the character dimensions outlined in the Profil Pelajar Pancasila and the Kurikulum Merdeka. The findings reveal that project-based learning and ethnopedagogical approaches successfully bridge top-down policy with grassroots cultural realities. However, significant barriers remain, including insufficient teacher competency in culturally responsive pedagogy, a lack of localized teaching materials, and epistemological tensions between universalized developmental standards and diverse indigenous values. The review concludes by advocating for strengthened school-community partnerships, the development of culturally sensitive assessment metrics, and a decolonized paradigm that honors Indonesia's cultural plurality as its primary educational asset.
Penyuluhan dan Coaching untuk Membangun Keterampilan Abad ke-21 pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Metode Belajar Berbasis Proyek Elly Purwanti; Sandi Pradana
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan abad ke-21, meliputi berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi, merupakan kompetensi esensial yang wajib dikuasai generasi muda sejak jenjang pendidikan dasar. Namun, mayoritas sekolah dasar di daerah peri-urban masih menerapkan pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada hafalan, sehingga ketiga kompetensi tersebut belum terstimulasi secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan siswa kelas IV–VI UPTD SDN 31 Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 melalui penyuluhan dan coaching berbasis metode Project-Based Learning (PjBL) sederhana. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yakni memetakan dan mengoptimalkan potensi lokal yang telah dimiliki sekolah. Kegiatan berlangsung dalam empat sesi workshop interaktif yang melibatkan 36 siswa dan 8 guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor kompetensi peserta: berpikir kritis naik 26,3 poin (52,3 → 78,6), kreativitas naik 32,5 poin (48,7 → 81,2), dan komunikasi naik 24,3 poin (55,1 → 79,4), seluruhnya melampaui KKM 70. Sebesar 58,3% peserta mencapai peningkatan tinggi (≥30 poin). Persepsi guru terhadap relevansi dan kemudahan metode PjBL juga sangat positif (rata-rata 4,5/5,0). Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi penyuluhan, coaching, dan PjBL berbasis aset lokal mampu menjadi katalis efektif untuk transformasi pembelajaran di sekolah dasar.