Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Mapping of Food Supply Ecosystem Services in Malang Regency Arysandi, Safira Arum; Santosa, Langgeng Wahyu; Sudrajat
Journal of Geosciences and Environmental Studies Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/ijgaes.v2i2.3831

Abstract

The increase in population is in line with the increase in resource use, including the need for land as a space for human activities to meet their needs. Land conversion, primarily agricultural land, into non-agricultural land can reduce the ability of land ecosystems to provide food. This research aims to assess the performance of ecosystem services for providing rice food in Malang Regency. The study used the Simple Additive Weighting (SAW) method, a simple weighting and scoring method of land use parameters, landform ecoregions, natural vegetation types, soil types, and rainfall to determine ecosystem services for food provision. The results showed that the Malang Regency area consists of 5 classes of Ecosystem Service Performance Index (ESPI) for rice food providers, including Very High, High, Medium, Low, and Very Low. The Medium class is the ESPI class with the highest area of 117,452.85 hectares or 34% of the total area. Followed by Low ESPI class 99,980.31 hectares (29%), High ESPI class 90,742.14 hectares (26%), Very Low ESPI class 19,191.28 hectares (6%), and Very High ESPI class 17,442.59 (5%).
Pendekatan Integrated Coastal Management Plan (ICMP) Sebagai Strategi Pengendalian Erosi Pantai di Pesisir Payum Kabupaten Merauke Tadubun, Maria Riswanti; Santosa, Langgeng Wahyu; Mutaqin, Bachtiar W.
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2025.012.01.6

Abstract

ABSTRAK Wilayah pesisir Payum secara ekologi berperan penting dalam mendukung kehidupan masyarakat yang menetap di wilayah tersebut. Namun dinamika yang terjadi di wilayah kepesisiran Buti dapat menjadi faktor pendorong timbulnya permasalahan salah satunya adalah erosi pantai. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengendalian erosi pantai di wilayah pesisir Payum Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan data primer dan didukung dengan data sekunder. Pengumpulan data secara sampling ditentukan berdasarkan tiga  zona yaitu zona Payum 1 (P1), Payum 2 (P2) dan Payum 3 (P3) dengan menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang digunakan adalah kecepatan angin, pasang surut, jenis dan tinggi gelombang. Strategi pengendalian kerusakan lingkungan akibat erosi pantai dianalisis melalui pendekatan matrix dalam siklus ICMP (Integrated Coastal Management Plan) berdasarkan aspek permasalahan dari faktor-faktor penyebab erosi pantai. Hasil penelitian menunjukkan wilayah pesisir Payum dengan tiga zona memiliki material penyusun berupa lumpur dan pasir dengan penggunaan lahan yaitu pemukiman, pariwisata, budidaya dan mata pencaharian masyarakat. Berdasarkan hasil analisis tingkat erosi pantai pada zona P1, P2, dan P3 sama yaitu tergolong dalam kategori tingkat erosi sedang dengan masing-masing nilai total skor sebesar 13. Strategi pengendalian erosi pantai yang disusun berdasarkan isu prioritas aspek dari masing-masing zona yaitu peningkatan pengetahuan dan wawasan mengenai musim penanaman mangrove, pengembangan nilai tradisional masyarakat adat, pemberian alternatif lapangan kerja, sosialisasi dan konsultasi publik antara pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat adat. Kata kunci: erosi pantai, Integrated Coastal Management Plan (ICMP), Payum, strategi pengendalian erosi, wilayah pesisir  ABSTRACT  The coastal area of Buti ecologically plays an important role in supporting the lives of the communities residing in the region. However, the dynamics occurring in the coastal area of Buti can be a driving factor for the emergence of problems, one of which is coastal erosion. This research aims to formulate a strategy for controlling coastal erosion in the Payum coastal area of Merauke Regency. This research uses primary data and is supported by secondary data. Data collection through sampling was determined based on three zones namely Payum 1 (P1), Payum 2 (P2) and Payum 3 (P3) using the purposive sampling method. The parameters used are wind speed, tide, wave type, and wave height. The strategy for controlling environmental damage due to coastal erosion is analyzed through a matrix approach in the ICMP (Integrated Coastal Management Plan) cycle based on the problem aspects of the factors causing coastal erosion. The research results show that the coastal area of Payum, divided into three zones, consists of materials such as mud and sand, with land use for settlement, tourism, cultivation, and the livelihoods of the community. Based on the analysis of the factors causing coastal erosion, it was found that the level of coastal erosion in zones P1, P2, and P3 is the same, categorized as moderate erosion with a total score of 13 each. The coastal erosion control strategy was formulated based on priority issues from each zone, namely the enhancement of knowledge and awareness regarding the mangrove planting season, the development of traditional values of indigenous communities, the provision of alternative job opportunities, and public outreach and consultation between local governments, relevant agencies, and indigenous communities. Keywords:  coastal area, coastal erosion, erosion control strategy, Integrated Coastal Management Plan (ICMP), Payum
Assessing the Environmental Footprint: A Life Cycle Assessment of Greenhouse Gas Emissions from Energy Consumption in 3 and 4-Star Hotels in Pontianak, West Kalimantan Nisa, Raysa Khoirun; Haryono, Eko; Santosa, Langgeng Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.964

Abstract

Persebaran usaha penginapan di Indonesia hingga tahun 2021 terus meningkat, di mana 48,95% merupakan hotel berbintang. Pada operasionalnya, hotel memerlukan energi dari berbagai jenis bahan bakar yang menghasilkan emisi berupa gas rumah kaca. Studi ini dilakukan pada kasus di Hotel X (bintang 4) dan Hotel Y (bintang 3) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang menggunakan energi dari batubara, gas alam cair, dan bahan bakar minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak lingkungan dari gas rumah kaca menggunakan metode analisis daur hidup. Data inventori dilakukan terhadap jenis sumber energi, jumlah alat, dan lama penggunaan pada tiap fasilitas yang tersedia di hotel. Aplikasi OpenLCA 1.11.0 dan database CML-IA baseline digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan yang dihasilkan. Kategori dampak yang dianalisis yaitu potensi dampak pemanasan global, penipisan abiotik, dan potensi oksidasi fotokimia. Dampak lingkungan terhadap pandemik COVID-19 dan strategi manajemen gas rumah kaca juga didiskusikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tamu, fasilitas dan jenis bangunan berpengaruh pada emisi yang dihasilkan. Jumlah tamu pada tahun 2020 merupakan jumlah terkecil dibandingkan tahun 2019 dan 2021, yang sejalan dengan jumlah konsumsi energinya. Jumlah fasilitas pada Hotel X yang lebih banyak dibandingkan Hotel Y juga menyebabkan Hotel X menghasilkan lebih banyak emisi dibandingkan Hotel Y. Rekomendasi dari penelitian ini berupa perencanaan strategi pengelolaan konsumsi energi yang lebih baik, terutama pada penggunaan lampu dan pendingin ruangan. Untuk mengurangi konsumsi energi dari penggunaan alat tersebut dapat diterapkan sistem sensor untuk aktivasi listrik, serta penggunaan elektronik dengan daya yang lebih rendah. Diharapkan hasil riset ini dapat memberikan solusi bagi perencanaan strategi pengelolaan energi yang berkelanjutan di hotel berbintang dan diperlukan inventarisasi detail untuk mengetahui dampak lingkungannya secara komprehensif.   Abstract The distribution of Indonesia lodging businesses in 2021 has been continuously increase, with 48.95% being star-rated hotels. In their operations, hotels require energy from various types of fuels that produce emissions in the form of Greenhouse Gases. This study was conducted on the cases of X Hotel (4-star) and Y Hotel (3-star) in Pontianak, West Kalimantan, which utilize energy from coal, liquefied natural gas, and oil fuels. The research objective is to analyze the environmental impact of greenhouse gases using the life cycle analysis method. Inventory data were collected for the types of energy sources, the number of appliances, and the duration of usage for each facility available in the hotels. OpenLCA 1.11.0 application and CML-IA baseline database were employed to analyze the resulting environmental impact. The impact categories analyzed include the global warming potential, abiotic depletion, and photochemical oxidation potential. The environmental impact of the Covid-19 pandemic and greenhouse gas management strategies are also discussed. The research results indicate that the number of guests, facilities, and building types influence the emissions produced. The number of guests in 2020 was the smallest compared to 2019 and 2021, correlating with the energy consumption. The higher number of facilities in X Hotel compared to Y Hotel also results in X Hotel producing more emissions than Y Hotel. Recommendations from this research include better planning for energy consumption management strategies, especially in the use of lighting and room cooling. To reduce energy consumption from lighting and air conditioning, the implementation of sensor systems for electrical activation and the use of electronic devices with lower power consumption can be applied. It is hoped that the findings of this research can provide solutions for sustainable energy consumption management strategies in star-rated hotels, and a more detailed inventory is needed to comprehensively understand its environmental impact.
Kajian Daya Dukung Lingkungan Berdasarkan Produktivitas Lahan Pertanian dalam Menunjang Swasembada Pangan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Adji, Alief Rizky Purnama; Santosa, Langgeng Wahyu; Harini, Rika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15334

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan area untuk berbagai aktivitas seperti perdagangan, jasa, kegiatan sosial budaya, dan perumahan akan berkonsekuensi pada penggunaan lahan yang tadinya digunakan untuk pertanian menjadi lahan yang telah dibangun. Kapasitas daya dukung lahan pertanian dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan menjadi terancam. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji produktivitas lahan pertanian untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sleman; (2) menganalisis daya dukung lingkungan berdasarkan kemampuan lahan untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Sleman; (3) merumuskan strategi pengelolaan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian guna mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan fokus pada analisis wilayah sebagai unit analisis. Metode penghitungan kapasitas daya dukung tanah mengadopsi pendekatan tingkat produktivitas lahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan daya dukung lahan pertanian pada sebagian besar kecamatan di Kawasan Sleman Tengah antara tahun 2016-2021. Pada Kawasan Sleman Tengah Kecamatan Depok menjadi wilayah yang tergolong dalam kelas III dimana tidak mampu untuk swasembada pangan dimana wilayah ini menjadi pusat perekonomian serta di laluli jalan arteri primer. Pengaruh penurunan daya dukung lahan pertanian juga mengarah pada wilayah di sekitarnya, Sebagian besar kecamatan di sekitar nya juga mengalami penurunan daya dukung. Berdasarkan analisis perhitungan daya dukung terlihat hapir seluruh kecamatan di setiap Kawasan mengalami penurunan kelas daya dukung menjadi kelas II dan haya pada Kecamatan Depok dan Turi saja yang selalu pada Kelas III. Penurunan daya dukung yang terjadi dapat di atasi dengan adanya kebijakan RTRW dan LP2B.
Analysis of the level of groundwater environmental damage due to community activities in the Parangtritis coastal area, DIY Province Puspita, Ayunda MIlla; Santosa, Langgeng Wahyu; Adji, Tjahyo Nugroho
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.5007

Abstract

This study aimed to analyze the level of damage to the groundwater environment in terms of groundwater quality in the coastal area of Parangtritis and its surroundings. This research study unit is based on the landform unit and activities of the community. The research location is located in Parangtritis Village, Yogyakarta Special Region (DIY) Province. This study used a descriptive quantitative analysis as its method of analysis. This study used primary data obtained by testing groundwater samples in the laboratory. The groundwater sampling technique is carried out using the purposive sampling area. Groundwater sampling was carried out on eleven land units. The determination of the level of environmental damage to groundwater is carried out using the Pollution Index (IP) method referring to the Regulation of the Minister of Environment Number 115 of 2003. The results showed that the environmental damage to groundwater shows the quality status of lightly polluted water with pollutant index values ranging from 1.244-4.176 with variable pollutants chemical oxygen demand (COD), dissolved oxygen (DO), ammonia, nitrate, phosphate, and total coliform as well as with sources of pollutants from settlements, livestock, and agricultural activities.